MSP Summit - Seattle Part 1

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada kesempatan juga buat nulis ini. Udah didraft lama sebenernya di otak tapi karena sakit M (males) melanda, aku tak bisa berbuat apa-apa ~

Oke jadi ceritanya saya dipilih oleh program manager MSP Indonesia dan mendapat kesempatan untuk mengikuti MSP (Microsoft Student Partner) di Seattle dan Redmond, WA, USA selama 4 hari sebagai perwakilan MSP Indonesia. Buat saya ini seperti "....SURPRISEEEEEEE SELAMAT KAMU MENDAPAT HADIAH LULUSAN JALAN-JALAN GRATIS KE MARKAS BESAR MICROSOFT.."

Gitulah.

Karena seumur hidup saya nggak pernah ngimpi bisa ke One Microsoft Way Redmond yang terkenal itu.



MSP Summit kali ini adalah MSP Summit pertama yang diadakan oleh Microsoft. Bertepatan dengan final Imagine Cup Worldwide, MSP Summit ini dihadiri kurang lebih 70 perwakilan MSP seluruh dunia, ada dari US, Rusia, Serbia, Nepal, Jepang, Singapore, Kanada, Afrika Selatan, Nigeria, Bulgaria, Kazakhstan dan banyak negara lainnya. Jujur ini adalah salah satu pengalaman terbaik selama 21 tahun saya hidup.

Awalnya saya sempat ragu dan galau karena ini bertepatan dengan lebaran. Bisa aja sih kalo saya egois, saya berangkat hari pertama malam dan sampe sana tepat waktu tapi saya statusnya sekarang sudah jadi istri dan harus lebaran di dua tempat. Juga belum tentu tahun depan lebaran di Indonesia. Walhasil akhirnya saya memundurkan berangkat jadi tanggal 29 Agustus malam dan sampai sana 30 Agustus siang, sudah acara hari kedua.

Perjalanan

Rute saya berangkat adalah Jogja - Jakarta - Dubai - Seattle, mostly pake Emirates dan makan waktu 30 jam karena ada delay dari Dubai ke Seattle.

Tapi tak mengapa karena dapet makan cukup (dan halal - Emirates gitu), tidur cukup dan hiburan cukup. Ini baru saya syukuri ketika saya ke Amerika selanjutnya menggunakan maskapai lain *ehem American Airlines* yang servicenya juauuuh kalau dibandingin Emirates hahaa *bukan promo*

Hari Pertama

Sesampainya di Seattle, saya naik shuttle service yang sudah saya booking selanjutnya untuk langsung menuju Building 92 Microsoft di Redmond, soalnya saya telat kan ya. Dan kebetulan sedang berlangsung paparan dari Andrew Parson tentang Game Development.


FYI, building 92 yang jadi tempat Summit ini juga adalah juga tempat Company Store dan showcase building, pokoknya bangunan yang umum dipake untuk acara "umum" antara Microsoft dengan masyarakat awam. Sebagai peserta summit kami kebagian voucher company price buat belanja di Company Store untuk hardware dan software, misal beli Office jadi cuma $10, game jadi cuma $10 tapi sayang seribu sayang karena saya telat dateng, saya dapet kuponnya juga telat sedemikian hingga ngga sempet belanja lama dan puas. Ini yang saya super sesalin kemaren huks.

company store

Selain itu ternyata bangunan di Microsoft ini ternyata nggak kayak kantor di Indonesia pada umumnya yang menjulang tinggi kayak tower, tapi lebih kayak gedung-gedung kotak yang banyak dan terpisah. Mirip banget kayak kampus sehingga karyawan sini nyebutnya "Microsoft Campus". Untuk jumlah bangunannya sendiri juga ada bhuanyaaak dan dinamai pake nomor dari Building 1, Building 2, dst hingga Building 100 lebih dan akan terus berkembang. Kebayang kan ini kantor segede apa. Kayaknya setengah Redmond isinya Microsoft doang deh ahhahaa....

Microsoft Campus, photo by Sage

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Product Showcase Imagine Cup. Disitu kita bisa nyobain aplikasi-aplikasi finalis Imagine Cup dari 3 kategori: World Citizenship, Innovation dan Games. Ada 37 tim yg lolos final, 10 Games, 11 Innovation, 13 world citizenship, 2 Office Challenge dan 1 W8&WP8 Challenge dari seluruh dunia. Seru!


Selesai, kami sekitar jam 8 sore (iya sore, soalnya belom gelap. Summer gitu), balik ke penginapan. Kami menginap di Alder Hall University of Washington (UW).

University of Washington, photo by Sage

Baiknya Microsoft adalah selain memberi kami yang Muslim makanan halal, mereka juga ngasih gift card $40 buat dipake jajan di sekitaran UW, yay! brb stok makanan


Hari Kedua

Di hari kedua ini summit berlangsung sangat seru. Dimulai dari paparan Victoria Grady tentang kekuatan student developers.


Kemudian dilanjutkan dengan favorit saya, Rane Johnson-Simpson salah satu Director Microsoft Research. Saya jadi inget dulu pernah mau ngelamar magang di MS Research juga.

Saya, bu Rane dan Rumee, sahabat karib saya selama di Summit

Bu Rane cerita banyak banget dan utamanya meng-encourage perempuan untuk lebih menonjol di bidang teknologi. Beliau juga kasih banyak bocoran tentang riset-riset di Microsoft. Salah satunya Skype yang sekarang udah bisa translate real-time 6 bahasa (sumber video). Luar biasa ya emang riset di perusahaan besar gini. Saya kagum gimana riset bisa benar-benar diaplikasikan dan dikembangkan, serta dipasarkan, nggak cuma berakhir di paper dan jurnal. Sebutlah Kinect. Kapan ya Indonesia bisa begini ~

Lanjut, ada mbak Valerie dari MS recruiter yang ngasih kami beberapa tips supaya bisa dapet job di perusahaan teknologi yang top.


Ternyata ada 3 hal yang terpenting yaitu Academic records, Leadership, dan Experience. Well ini klasik dan kita udah tau dari mana-mana sih sebenernya :p

Tapi dari paparannya, mbak Valerie juga ngasih beberapa tips praktikal semacem belajar dari banyak belajar dari buku interview... *saya lupa judulnya*, juga jadilah menonjol di lingkunganmu untuk suatu skill tertentu, jadi semisal ada rekruter yang tanya "Di sini siapa yang jago X", temenmu akan merekomendasikan kamu.

Well, tadi saya pernah nyebut kinect kan ya. Sesi selanjutnya membahas tentang Kinect For Windows V2 (yang waktu itu belum keluar) beserta SDK nya (yang waktu itu juga belum keluar).

Dan itu amazing banget.

Banyak banget improvementnya dimulai dari sensor hingga visualisasi. Di akhir, kami mendapat Kinectnya satu-satu, senang X)


Sesi terakhir pada Summit ini adalah YouthSpark dari Yvonne Thomas. Apa itu YouthSpark? YouthSpark adalah sebuah gerakan untuk mengajak teman-teman remaja membuat perubahan dengan teknologi. Para YouthSpark advocate akan berkampanye secara rutin lewat social medianya masing-masing tentang bagaimana caranya menggunakan teknologi dengan efisien dan impactful. MSP masuk di dalamnya, tapi MSP lebih ke student developer di kampus. YouthSpark lingkupnya lebih global.


Selesai, kami dijamu outdooor lunch oleh tim YouthSpark.

sneakpeak Microsoft Campus Redmond yang saya ambil waktu jalan ke tempat lunch

 yay disini lokasinya!

Selesai lunch, karena ini hari terakhir kami di MS Campus Redmond, kami menyempatkan untuk berfoto-foto dan main-main bareng. Seru dan koplak heuheuheu.


Kami lanjut ke tempat Imagine Cup Showcase kemudian pulang sekitar pukul 8 sore. Ya, sore soalnya waktu summer maghribnya jam 22.00 kalo saya nggak salah lupa huahahaha... Ohya btw karena Seattle adalah kota yang cukup besar, kami  sempat mendapati macet juga loh

 

Saya terus makan di kantin hall sebelah. Kantinnya super modern (compare to Indo dan bahkan NTU hahaha) ada makanan halal juga. Selesai makan piringnya dibersihin sendiri dari sampah terus ditaruh ke rolling belt kayak gambar di atas.

Terus saya jalan-jalaaaaaaaaaan ~

3 foto bawah by Sage

Seattle sebagai kota metropolitan menurut saya termasuk kota yang indah. Beda sama Singapur yang emang baru dibangun sehingga desain bangunannya modern nan futuristik, Seattle bangunannya lebih kotak-kotak dan old School, tapi pemandanganya indah didukung dengan keberadan Mount Rainier, danau, laut dan bangunan-bangunan klasik bersejarah. Saya belum ke downtown di dua hari ini, tapi saya sudah jatuh cinta dengan apa yang saya lihat sekarang.

Eits, perjalanan saya tidak cukup sampai disini, bersambung minggu depan yah ;)

Bersambung....

Buka Lapak di Etsy

Akhirnya sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa punya online shop di Etsy hahahaha

Jadi sekedar perkenalan, Etsy ini adalah eBay-nya untuk kerajinan-kerajinan, handmade, craft supplies dan barang-barang vintage. Cucok banget lah kalau mau cari barang-barang yang unik di sana. Saya sering menjadikan Etsy referensi saya kalo nge-DIY perabotan rumah.

Nah dari situlah, awalnya saya cuma iseng beli kotak di sebuah toko craft supplies terus dihias sendiri. Eh kok jadinya ternyata indah


Akhirnya kepikiranlah ide untuk menjualnya di Etsy sekalian mengisi waktu luang *maklum anak selo*.
Doakan saya ya kakak semoga lancaaaaaaar :))

Buat yang penasaran ini store Etsy saya, mampir yaaah: Mona Mini Treasure
Kali-kali temen-temen ada yang selo kemudian beli, bisa dikirim ke Indo kok ;)

Ya begitulah updatean kali ini. Sudah lama banget nggak update disini rasanya. Oya saya sekarang "pindah" blog ke http://catatan.ibmon.com jadi mungkin akan jarang ngisi disini, tapi karena saya ada beberapa utang post, mungkin saya masih akan sering ngisi disini *loh* *kontradiksi*

Semangat ngapa-ngapain yaaaaah semuanyaaaaaa

2014

Pertama-tama, saya harus minta maaf dulu sama blog ini karena sudah saya tinggal sekian lama. Karena sudah ternodai dengan posting-posting galau. Karena sudah tidak lagi update dengan hal-hal kekinian. Yah nggak papalah, anggap saja sebagai bukti kalo Mona pernah alay.

Kalo boleh surhat saya sebenernya udah punya buanyaaaaaaaaaaaak draft untuk blog ini. Cerita KP aja sampe part 10 tapi yang kepost baru berapa haha… Itu semua karena saya biasanya nulis kalo lagi mood, tapi begitu sadar nggak ada foto representatif biasanya saya tinggalin terus males lagi. Begitu seterusnya. Juga, saya sering bingung mau nulis yang mana dulu. Ini dulu apa yang itu, biasanya bingung karena idenya untuk ini tapi waktunya duluan yang itu. Hingga akhirnya malah nggak update sama sekali hahahahahaaa… *tuolong*.

Oleh karena itusaya memutuskan untuk mengisi blog baru saja di http://catatan.ibmon.com. Selain agar hostingnya tidak mubadzir, juga supaya saya semangat lagi menulis karena temanya baru dan temanya juga baru *theme and topic*.

Kembali ke 2014, ini tahun yang super emejing karena buanyak milestones dalam hidup saya tercapai dalam waktu satu tahun saja, contohnya:

KKN – Februari 2014

1[7]

Saya lupa pastinya saya KKN bulan apa sampe apa, yang jelas saya menghabiskan 2 bulan disini, dimana sebulan setelahnya saya harus nikah. Jadi, saya harus curi-curi waktu buat siapin nikah.

Bodohnya, saya disuruh DPL jadi kormanit dan saya nggak bisa nolak.

Saya nggak terima begitu aja sebenernya, saya udah usaha bujukin kakak-kakak Pendidikan Dokter 2008 yang adalah 50% dari tim ini tapi nggak ada yang mau. Dan, saya bukan tipe yang born as leader sedemikian hingga buat saya 2 bulan ini adalah “bulan siksaan” hahaha… Maaf teman-teman SLM 01 atas segala ketidakprofesionalan saya huhu.

Tapi, di sini saya dapet banyak pelajaran. Saya memimpin tim yang 100% anggotanya lebih tua dari saya, tim yang 50% lebih adalah calon dokter, tim yang 4 orang diantaranya mahasiswa asing. Tim yang baru kebentuk seminggu sebelum terjun. Saya belajar 2 hal utama dari sini: sabar dan saling menghargai.

Saya terbiasa hidup dengan “golongan kanan”, tiba-tiba pas KKN ini saya serumah dengan 1 anggota beranak 3 yang hobi mabuk, 2 anggota perokok berat (yang di tengah KKN akhirnya salah satu ketahuan TBC), dan 1 orang supertajir yang huobi banget ngomong dan nyombong. The bestnya, saya juga serumah dengan 1 orang cewek super sabar dan super supel. Dari mereka semualah saya akhirnya belajar “berdamai dengan keadaan” dan menerima realita. Nggak semua orang di dunia ini menjalani hidup dengan path yang sama kayak kita. Kalo dipaksain sama polanya kayak kita, nggak mungkin jadi harmonis. Jadi yang bisa dilakukan adalah menghargai keberadaan mereka dan membuat mereka juga menghargai keberadaan yang lain. Unity in diversity.

Indonesia menganut itu kan ya? Tapi sayang kayaknya akhir-akhir ini yang namanya perbedaan tidak lagi dipandang sebagai suatu hal yang indah.

Nikah – Mei 2014

2

Sampai September 2013, saya nggak pernah kebayang akan nikah Mei 2014 – di usia 21. Jadi bukan cuma kamu yang syok, saya sendiri aja syok kok saya nikah secepet ini hahahahaaa. Bahkan, nikah nggak ada di resolusi 2014 atau 2015 saya. Saya mikirnya nikah habis S2 aja biar nggak repot.

Tapi Allah emang selalu punya rencana-Nya. Saya ketemu pria ini kemudian ngajak nikah, kemudian dia ketemu bapak saya kemudian ngelamar saya. Kemudian kami dan keluarga siapin nikah dan kemudian kita udah nikah aja tau-tau lol. Lengkapnya ada di http://nikah.ibmon.com

Saya harus akui bahwa masa sebelum ini saya sering dibuat tidak produktif oleh pria-pria masa lalu yang sering bikin galau. Di sini saya baru sadar satu benefit besar nikah ketika usia early 20, utamanya buat saya: biar fokus. Usia awal 20 adalah usia super produktif dan transisi antara idealis-realistis. Tapi sayangnya kadang produktivitas tersebut terhambat karena adanya kegalauan-kegalauan yang menerpa, salah satunya asmara. Nggak semua orang terhambat dengan galau asmara sih, tapi sayangnya saya salah satu orang yang iya. Oleh karena itu buat saya, nikah menghapus satu penghambat produktivitas di diri saya.

Ini IMHO loh ya, tiap orang beda-beda. Jangan buru-buru nikah cuman gara-gara nggak mau kalah sama Mona :P. Nikah bukan balapan. Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri :>

MSP Summit – Juli/Agustus 2014

5

Saya sedang kepikiran untuk bikin posting tentang ini, tapi lagi-lagi karena rada perfeksionis jadinya lama eksekusinya lol.

Thanks to Microsoft. Ini kali pertama saya menjejakkan kaki ke benua Amerika. Sekalinya ke amrik, ke kantor Microsoft di Redmond, WA lagi. Singkat cerita, ini adalah MSP Summit pertama. Pesertanya direkomendasikan oleh penanggung jawab program MSP di negara masing-masing, jadi buat saya ini seperti “Surpriseeeee halo Mona kamu dapet hadiah jalan-jalan ke Seattle dan kantor Microsoft”. Setelah mohon-mohon ijin sama suamik akhirnya dibolehin juga hehe.

Di Redmond dan Seattle, kami sekitar 70an MSP dari seluruh dunia ketemu dan dapet banyak pengetahuan baru. Kami juga dikasih kesempatan nonton final Imagine Cup di Seattle. Walau cuma 4 hari, saya harus mengakui ini adalah salah satu perjalanan yang nggak mungkin saya lupakan.

Lulus S1 – Agustus 2014

AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA escape dari Jurusan tercinta wkwkwk.

Empat tahun di JTETI UGM sungguh berharga, dan hampir semua saya dokumentasikan di blog ini jadi silakan kepo :p. Dari jadi maba, ikut Gemastik, INAICTA, APICTA, jadi mapres Fakultas sampe KP di NTU dan ketemu suami. Semua berharga banget-nget.

Thanks UGM :)

Pindah Madison – Oktober 2014

4

Soooo ini adalah alasan kenapa nikah cepet haha soalnya Iib kerja di Epic, Madison (US) per Oktober 2014. Ini kali pertama saya akan hidup lama selain di Jogja. Singapur pernah 3 bulan sih tapi apalah 3 bulan itu.

Tapi karena pernah tinggal agak lama di Singap dan pada dasarnya sudah mandiri finansial sejak SMP, saya tidak begitu merasa kesulitan ketika akhirnya harus benar-benar punya kehidupan sendiri: bebas dari orang tua, decide you own way. Susahnya paling karena dingin aja sih. Saya nulis ini aja di luar –17 derajat celcius HAHAHAHAHA.

Gimana hidup kami di Madison kami dokumentasikan dalam http://catatan.ibmon.com

___________________________________________________

Ya kurang lebih begitulah hidup Mona 2014. Banyak roller-coaster yang terjadi. Saya semakin tua dan semakin bersyukur. Point penting banget tahun 2014 buat saya adalah menghargai perbedaan dan rendah hati. Saya semakin sadar bahwa saya bukan siapa-siapa. Ilmu saya masih kurang dan harus terus belajar makanya nggak boleh show off dan sombong. Tahun depan resolusi saya cuman semoga kami sekeluarga sehat daaaaaaaaaan semoga saya semakin rajin blogging :>

Kalo nggak bisa ngepo saya dari sini coba aja cek-cek http://catatan.ibmon.com siapa tau saya lagi aktif disana.

Love you all :*

Madison, 31 Desember 2014

Pindahan

Alhamdulilllah saya sudah "pindah" ke Madison, Wisconsin by 9 Oktober 2014 ini. Sekaligus memberitahu, blog saya juga pindah hehe... Nggak fully pindah kok. Saya juga masih akan menulis beberapa post "hutang" saya disini. 

Pindahnya kemana Mon?


Kenapa pindah Mon?

Soalnya udah terlanjur ngehosting besar dan lama di ibmon.com jadi sayang kalo cuma dipake http://nikah.ibmon.com aja hehe... Sekalian aja diisi tulisan-tulisan biar produktif sayanya sebagai ibu rumah tangga :>

Udah ya, gitu aja. Sampai jumpa lagi teman-temanku sayang :*

Untuk Kamu Mahasiswa Baru


Sebenarnya saya menyiapkan ini untuk materi kuliah perdana JTETI UGM angkatan 2014, namun sayang seribu sayang saya tidak bisa datang karena ikut suami ke Malang. Selalu ada kesempatan kedua memang, saya diundang lagi untuk mengisi sesi di Forum Dinamika Kampus, semacam orientasi di JTETI, tapi lagi-lagi saya tidak bisa datang karena masih di Malang. Intinya saya mungkin tidak berjodoh untuk menyampaikan materi ini secara langsung dan tatap muka. Tapi karena sudah terlanjur dibuat ya rasanya dibuang sayang kan ya :') oleh karena itu akan coba saya sampaikan saja lewat sini.
 _________ 

Masa kuliah adalah salah satu masa paling menyenangkan. Empat tahun tapi sungguh berarti, bahkan menentukan masa depan saya. Saya dapet banyak duit jaman kuliah, dapet pengalaman kerja ya jaman kuliah, jadi atlet pingpong ya jaman kuliah, bahkan dapet suami juga jaman kuliah. 

Di masa ini kita dituntut mencari jati diri tapi sendirinya masih labil, dituntut belajar tapi sendirinya main mulu, dituntut lulus cepet tapi sendirinya males ngerjain skripsi, dan lain sebagainya. Kalo boleh flashback, saya sebenernya nggak pengen kuliah di tempat saya mendapat gelar S.T ini (mungkin bisa kepo posting saya 4 tahun lalu). Di akhir saya sadar, ketidakpengenan itu justru membuat saya berusaha sekuat tenaga agar saya tidak menyesal kuliah di tempat tersebut. Saya berusaha agar masa kuliah saya berharga dan bermakna. 

And I did. 

Kemudian banyak orang bertanya gimana caranya berprestasi seperti saya - utamanya mereka yang baru memasuki bangku kuliah. Pertama kalau boleh saya kasih catatan, kamu nggak perlu jadi seperti saya karena setiap orang beda dan punya gayanya masing-masing. Kedua, prestasi itu relatif dan sebenarnya simpel, sesimpel kita membuat goal untuk kita sendiri, misalnya makul X dapet A. Sekalinya kita bisa meraih goal tersebut, itulah prestasi. Karena goal tiap orang beda, prestasi tiap orang juga beda bukan? So set it first. 

Kembali ke cara, sebenarnya ada banyak sekali hal yang bisa kita lakukan selain belajar dan belajar. Ingat, tiap orang bisa beda caranya tergantung apa tujuannya. Berdasar pengalaman pribadi, buat kamu mahasiswa, menurut saya, kalian harus melakukan minimal satu dari hal-hal berikut agar masa kuliahmu bermakna: 

1. Ikut lomba/kompetisi

  Kiri: menang lomba pingpong padahal cupu. Atas: Tim Robot UGM jadi juara di kompetisi robot internasional di Trinity College US. Bawah: Tim UGM menjuarai Imagine Cup Nasional kategori Worldwide Citizenship

Lomba apapun, tingkat apapun, sesimpel ikut lomba pingpong antar angkatan *curhat*. Kenapa? Karena kompetisi mengajarkanmu banyak hal. Ketika kamu kalah, kamu akan belajar menerima bahwa emang ada yang lebih jago dari kamu dan kamu nggak sejago itu. Ketika kamu kalah padahal tinggal sedikit lagi menuju kemenangan, kamu akan memacu diri kamu untuk lebih baik karena kamu tahu selalu ada peluang menjadi lebih baik. 

Ketika kamu akhirnya menang, kamu sadar kamu punya "kemampuan lebih" dan percaya diri karenanya. Ketika kamu menang, kamu belajar bahwa nggak ada yang ngga mungkin kalau mau mencoba. Pun ketika kamu akhirnya menang, kamu belajar bahwa kemenangan itu harus didapatkan dengan kerja keras dan penuh pengorbanan. Terlepas dari menang atau kalah, dengan berkompetisi, banyak skill mu yang akan terlatih dan hal tersebut sangat berguna di kehidupan mendatang - yang memang adalah kompetisi yang sebenarnya. 

2. Ke luar negeri.

Coba cari saya yang mana

Bisa dalam rangka konferensi, pertukaran pelajar, summer school, internship, maupun jalan-jalan. Kurang lebih tujuan utamanya buat saya sama: supaya pikiran lebih terbuka dan wawasan lebih luas. 

Dengan ke luar negeri walaupun Cuma buat jalan-jalan, kita bisa tau 

"Ooo negara X kayak gini ya" 
"Oooo, sistem transportasi di negara Y kayak begini ya" 
"Oooo tata kota di negara Z begitu toh". 

Hal sesimpel itu akan membuat kita tidak menjadi katak dalam tempurung yang hanya tahu Indonesia aja (itu aja jangan-jangan Cuma tau jeleknya :p). 

Lebih pentingnya karena sebentar lagi pasar bebas ASEAN kan ya, jadi wawasan kita tentang negara di sekitar kita memang harus ditambah biar kita "tahu medan", contohnya kalo mau berkarir di luar. Kalo ada statement "Ngapain jauh-jauh? Mahal. Lewat internet aja juga bisa." hahaha itu sebenernya analog dengan orang LDR yang berstatement, "Ngapain ketemu? Mahal. Telpon doang terus-terusan aja juga pasti bisa tahan." :p 

3. Bikin proyek/produk. 

http://icdn.antaranews.com/new/2009/11/ori/teknologi111109-1resize.jpg

Lexipal, aplikasi terapi dyslexia dari NextIn Indonesia, startup mahasiswa UGM dan robot pemadam api beroda.

Sebelas-duabelas sama ikut kompetisi sih pengalamannya, bedanya ini bisa dilakukan semua orang, termasuk bagi kamu yang emang masih nggak pede juga ikut kompetisi. Dengan bikin proyek atau produk, kita belajar banyak hal seperti manajemen waktu dan tanggung jawab. Skill kamu juga terasah banget, utamanya kalo bikin produk yang sesuai sama disiplin ilmu kamu. Hal tersebut bisa mengimbangi kuliah yang notabene teori banget padahal di dunia nyata kita harus praktik terjun lapangan Juga, proyek-proyek kamu nantinya bisa dimasukkan ke dalam CV, lumayan kan kalo ada banyak proyek nanti CV nya tebelan dikit :>

4. Cari teman yang banyak. 

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/v/t1.0-9/553406_235240206579276_1582615973_n.jpg?oh=7d5d94787e7257abb8ec3ceba6f93b45&oe=54AFEF12&__gda__=1421241830_7c32f463ae516c39c5331dc4fe96d6d1
@SakaUGM, klub kampus yang saya ikuti jaman kuliah dengan alasan biar punya banyak temen cewek (secara saya kuliah di teknik)

Salah satu kunci sukses setelah kuliah adalah punya koneksi di mana-mana. Ngga usah ribet-ribet, join aja keluarga mahasiswa kampus, klub, ekstra, atau organisasi lainnya. Jangan lupa akrablah dengan orang yang punya banyak koneksi juga, paling gampang: dosen. Tips dari saya, carilah banyak teman dari disiplin ilmu berbeda dan sekolah berbeda. Semakin diverse semakin bagus karena kalian bisa saling bertukar pikiran dari sudut pandang yang berbeda-beda, dan itu asyik. 

Juga, bertemanlah dengan orang dari segala lapisan. Disitu kamu bisa belajar bersyukur karena "di bawah tanah masih ada tanah", contohnya ketika mengetahui fakta bahwa di ilmu komputer UGM mahasiswanya diusir dari kampus kalo udah sore padahal di teknik bisa nongkrong sampe jam 11 malem. Selain itu juga kita bisa belajar menjadi rendah hati karena "di atas langit masih ada langit". Contohnya ketika di salah satu lingkaran teman main saya ternyata di dalamnya ada peraih medali emas IBO, perak IOI dan perunggu IMO; prestasi saya tidak pernah setinggi itu (*,*). Percaya deh nggak ada ruginya menjalin silaturahmi karena segalanya jadi dimudahkan, contohnya saya jadi gampang cari surat rekomendasi, juga bisa nginep di Singapur gratis. 

5. Biayai kuliah sendiri. 


Indonesia Presindential Scholarship. PS: Saya nyoba tapi gagal lolol. Tuh kan saya juga sering gagal kok :))

Meskipun kamu dari keluarga mampu, cobalah. Dengan mencoba hal ini kamu akan belajar survive dan itu seru. Caranya bisa dengan cari beasiswa, kerja part time, ikut proyek dosen, ikut lomba biar menang dan dapet duit, dan masih banyak lagi. In the end tanpa sadar kamu sudah mandiri secara finansial, bahkan ngga cuma bisa biayai kuliah sendiri, tapi juga bisa punya uang sendiri. Rasanya bangga aja kita bisa punya uang sendiri, benefitnya kita bisa beli barang apa aja yang kita inginkan sendiri juga tanpa diprotes lalalala ~. Kalau mau lebih "puas" lagi, coba sampe tahap bisa kasih duit bulanan ke ortu, bukan lagi kita yang minta duit. Perhatiin gimana bahagianya mereka saat itu ;)

_______________

Sebenarnya nggak ada yang rahasia dan nggak ada yang spesial, tinggal coba mana yang kira-kira cocok. Satu dan lainnya berbeda nasib karena kita sendiri yang membuatnya beda dengan usaha yang berbeda-beda. Di sini saya cuma sharing aja, karena saya yakin di luar sana ada banyak orang yang lebih hebat dari saya, bisa jadi kamu termasuk di dalamnya. Semangat buat kalian para mahasiswa harapan bangsa! Hidup hanya sekali so make it worth, gunakan dengan biijaksana dan bahagia :>
abcs