Mitsui-Bussan Tinggal Kenangan

Sudah saya ceritakan di beberapa post bawasannya saya tidak lolos PBUB UGM matematika namun alhamdulilahnya masuk UM UGM Teknologi Informasi. Sudah saya ceritakan di sebuah post juga bawasannya saya nggak boleh kuliah di luar kota apalagi di luar negeri.

Tapi belum saya ceritakan di post manapun bukan kalau saya akhirnya mencoba beasiswa kuliah di Jepang?

Jadi ceritanya saya suatu hari menceritakan pada kedua orang tua saya tentang pengalaman kakak-kakak kelas saya yang studi di Jepang dengan penuh meyakinkan dan bahasa semenarik mungkin.

"Nanti hidupnya gimana?"
"Dapat uang saku kok, bisa sisa tujuh juta perbulan."
"Yang perempuan ada nggak?"
"Oh banyak."
"Wuoh coba aja."

Jeng jeng, kalimat terakhir bapak langsung jadi suntikan semangat karena bagi saya it means "kamu boleh kuliah di Jepang"

Asyik pelet saya manjur. :p

So, saya langsung urus hal-hal yang dibutuhkan. Rencananya saya pengen ikut beasiswa mitsui sama monbusho. Karena yang ngadain duluan mitsui (februari-akhir April) , saya siapin dokumennya dulu, antara lain isi formulir yang bisa didapet dari guru BK dua lembar, foto tiga kali empat terbaru juga dua lembar, fotokopi rapor semester lima, terus surat rekomendasi kepala sekolah dan yang terakhir adalah fotokopi piagam kejuaraan kalau punya. Kirim, tinggal tunggu deh.

Dan hasilnya adalaaaah.........


alhamdulillah, gak nyangka banget saya lolos seleksi berkas dan berhak ikut seleksi tanggal 24 Mei besok di Jakarta, tapi apa respon orang tua saya?

"Nggak usah ikut ke Jakarta, mahal, sekolah di Jogja aja dah bagus banget. Kita masih butuh kamu di rumah, kalau S2 nggak apa, tapi kalau sekarang jangan dulu."


Satu, dua, tiga detik kemudian saya langsung down, tau gitu harusnya jangan kasih saya harapan boleh daftar..

"Waktu itu kan kamu belum dapat sekolah, jadi daftar Jepang boleh, sekarang dah dapet sekolah, paling bagus lagi."


:') saya nggak usah ndeskripsiin perasaan saya ya, pokoknya lebih hancur dari ditolak tanpa alasan transparan oleh UGM kemaren. Tapi kembali, Allah sedang menguji saya untuk sabar dan pandai-pandai membuat plan B, C sampai Z.

Karena yang terbaik belum tentu yang terindah. Kalau boleh mengutip kata guru saya
"sangkar besi tidak akan mengubah elang menjadi burung nuri"


13 Responses
  1. fairy beneath a moonbeam Says:

    ibu saya berkata:
    "Mama bisa mengerti perasaan orang tuanya Mona"
    ibuku juga bolehin aku keluar kota/negeri setelah saat S2

    semangat Mon!!

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    :D thank you mel, semangat juga ya mel

  3. ismailsunni Says:

    saya cukup beruntung ternyata..

  4. Nurvirta Monarizqa Says:

    yup, makanya dimanfaatin sebaik-baiknya mas, apalagi kamu kan cowok mas, oleh lah mestine --a

  5. sunni Says:

    hahaha... ngaruh tho ? tak kiro wis kesetaraan gender...

  6. faisal Says:

    mau tanya dong...

    surat rekomendasi dari kepala sekolah di translate inggris ato indonesia saja???

    mohon dijawab, soalnya sy mau apply beasiswanya juga untuk tahun ini..

    terima kasih

  7. Nurvirta Monarizqa Says:

    translate inggris faisal :)

  8. Rudi Says:

    Maaf, mau tanya.. pengumuman seleksi berkas untuk ikut tes nya itu di kasih tau lewat via apa ya? kira" berapa hari sebelum tes tertulis di kasih tau? thx ya..

  9. Anonim Says:

    Maaf numpang tanya Nurvita, ini dikasih tau lolos seleksi dokumen lewat via apa ya? kira" berapa hari sebelum hari tes tertulis nya? thx ya :)

    Salam
    Rudi

  10. Nurvirta Monarizqa Says:

    wah saya lupa, itu diemail kok :)

  11. AHMAD FIKRI Says:

    oiya kalau sertifikat2nya mesti di translate nggak, mbak?

  12. AHMAD FIKRI Says:

    sertifikat2nya dulu di translate gak mbak?

  13. Dia Sebening Permata Says:

    waa quotesnya keren kak

Posting Komentar

abcs