OSN Memories #1

Setelah kemarin saya buat posting tentang OSN, saya kok jadi kangen OSN :'( karena bagi saya ini ajang yang membesarkan saya. Besar dalam makna denotasi dan konotasi hehe. Besar makna denotasi maksudnya dari sinilah saya mendapat tambahan uang saku buat jajan (sampai saya hingga sekarang jarang dikasih uang saku sama ortu, hiks), dan nggak jarang makanan yang dikasih waktu pembinaannya enak-enak, membuat saya beberapa kilo lebih gendut -ini besar dalam arti denotasinya-.

Kemudian besar dalam arti konotasinya ini lah yang benar-benar membesarkan saya (aduh bingung ya?). Nggak cuma kemampuan kognitif yang diasah selama saya ikut kompetisi dan pembinaan olimpiade matematika, tapi juga perasaan -ini yang paling utama- karena tekanan yang diberikan banyak banget. Dari bagaimana cara kita memanagemen waktu antara sekolah dan olim, bagaimana cara kita memanage waktu untuk main -disela pembinaan yang padat-  dan bagaimana cara mengatur mental supaya tidak down. Di olimpiade mata pelajaran seperti ini cara berkompetisinya berbeda dengan olimpiade olahraga. Jika di olimpiade lari misalnya kita bisa melihat sejauh mana lawan berlari, lain halnya dengan olimpade matematika. Kita nggak tahu lawan bisa ngerjain soal yang mana, benar berapa, sebelum hasilnya keluar.

Untuk itu mental yang bagus benar-benar dibutuhkan di "cabang" ini karena lawan sebelum dan sesudah bertanding sering menusuk kita dengan senjata mental seperti "aku udah belajar sampe sini..." atau "aduh tadi aku nggak bisa nomer 4 padahal gampang banget..." (padahal nomer 4 adalah soal tersusah di matematika -biasanya-), dll. Jika mental nggak kuat pasti langsung down dan buyar konsentrasinya.

Alhamdulillah saya udah 5 tahun mengecap pahit manis kejadian seperti itu jadi udah "kebal". Tapi efek sampingnya mungkin raut muka saya jadi terlihat judes (ini menurut penuturan sebagian besar orang baik yang saya tanyai maupun yang ngomong langsung ke saya) sehingga olimpiade seperti ini memberikan kesan yang gak enak di mata orang awam, paling mencolok yang saya sering dengar adalah "antisosial"

Well, lewat posting ini saya mau klarifikasi bahwa cap seperti itu nggak sepenuhnya benar karena saya sendiri buktinya punya banyak teman :DD. Memang sepenyelidikan saya ada beberapa teman yang -mungkin- cara berkomunikasinya kurang diasah, atau pemalu, atau dasarnya tidak begitu nyaman berteman dengan orang banyak. Tapi overall kami welcome sama orang-orang di sekitar kami :)

Foto-foto di bawah ini adalah saya dan teman-teman ketika ikut OSN SMP 2005 di Jakarta, OSN pertama saya, 19 orang 3 mapel dari DIY. Kangen kalian....


Sumpah cupu banget -________-
photos by: Bigboss Mr Wiworo
PS: I got silver, alhamdulillah
5 Responses
  1. mathelogic Says:

    aduh fotoku..T.T

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    wakakakaaaa apik le kui :p

  3. Yan Geologist Says:

    hu uh, mathelogic terlihat suaaaangat lucu...
    imut2! piss xan...
    Ijek dhuwur mona meneh...
    wkwkwk...

  4. Hendra Says:

    woe,, oawkoawk,, ono fotku barang :D

    keren...hawhawh...

  5. Nurvirta Monarizqa Says:

    ini hendra fisika 2005 po??????????

Posting Komentar

abcs