Pengumuman Peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2010

Kemarin (22/6/2010) akhirnya peserta Olimpiade Sains Nasional untuk jenjang SMA tahun 2010 di Medan resmi diumumkan oleh dikmenum, bisa didownload di sini. Saya yang nggak ikut OSN juga deg-deg an nunggu pengumumannya, meskipun tahun ini udah pensiun. Tapi sebagai pembina lepas (ha nggak digaji :p) tim OSP (Olimpiade Sains Propinsi) matematika-nya SMA N 1 Yogyakarta was-wasnya tahun ini lebih besar lagi.

Taraaaa benar saja kewas-wasan saya, tahun ini kontingen SMA N 1 Yogyakarta untuk OSN SMA menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, pada 2005 mengirim 16 orang, 2006 18 orang, 2008 20 orang dan 2009 22 orang (untuk 2007 saya nggak punya datanya karena saya sendiri absen OSN hehe). Dilihat dari data 4 tahun saya ikut OSN saja, keikutsertaan Teladan (SMA 1) di OSN selalu menunjukkan progress yang positif bahkan membentuk deret aritmatika dengan selisih 2 orang. Jika pakai pola yang sama, harusnya tahun 2010 kirim 24 orang dong (ngarep). Ya, itu bisa saja terjadi, namun kenyataannya, pada tahun 2010 ini setelah saya membaca daftar peserta satu per satu, saya hanya menemukan SEPULUH nama anak Teladan, hanya 41,7% nya banyak peserta dari Teladan tahun lalu.

Total kotingen SMA DIY hanya 26, tahun lalu 55 orang.

Oke, ini benar-benar membuat saya dan teman-teman sesama pembina lepasnya tim olimpiade Teladan kelabakan dan bertanya-tanya, apa penyebab menurunnya kuantitas siswa Teladan yang tembus OSN. Dari hasil diskusi dan mencari tahu sendiri, saya bisa menyimpulkan beberapa hipotesis

1. Kebijakan passing grade (anak passing grade DIY yang ikut OSP dianggap "anak bawang")
Bagi yang belum tahu, passing grade adalah batasan nilai untuk mencapai OSP/ OSN. Maksudnya begini, yang dipanggil OSP hingga OSN lazimnya adalah mereka yang juara kota/ kabupaten untuk OSP dan juara propinsi untuk OSN. Untuk OSN, peserta OSP yang nilainya di atas passing grade tetap bisa ikut OSN. Analog untuk OSP. Tapi yang memberlakukan sistem passing grade untuk OSP setahu saya hanya sedikit propinsi, salah satunya DIY. Ini sebagai akibat DIY hanya punya 1 kota 5 kabupaten sehingga supaya yang lolos ke OSN bisa banyak, harus ditambah anak-anak passing grade untuk ikut OSP. Kebijakan ini bekerja dengan baik sampai tahun 2009 bahkan pada 2008 dan 2009 berhasil mengantar DIY menjadi peringkat 3 nasional perolehan medali OSN. Namun pada 2010 ini entah mengapa passing grade dihilangkan. Gila banget, bunuh diri banget nih DIY pikir saya, padahal tahun lalu katanya ingin memperbaiki kualitas agar tembus peringkat 2 nasional. Selidik punya selidik alasannya adalah PEMERATAAN. Bagus. OSN butuh kualitas untuk tembus olimpiade internasional bapak ibuk dinas yang terhormat, pemerataan boleh, tapi jangan seperti ini caranya.

Wakasek kesiswaan kami pernah melakukan protes ke dinas dan hasilnya anak-anak yang nilainya lebih dari juara 3 Kota B (Info, Kota Yogyakarta dibagi 2 bagian, Kota A (SMA 1 dan SMA 3) serta kota B (selain kedua sekolah tersebut)) akhirnya boleh ikut OSP. Saya senang, karena kemungkinan lolos menjadi lebih banyak dan tak jarang, bahkan selalu ada anak passing grade yang lolos nasional. Harapannya sih begitu, teorinya sih begitu, namun setelah saya baca satu per satu, kotingen DIY tahun ini tidak ada yang dari anak passing grade. Saya heran pol ini karena kualitas anak passing grade di hampir semua bidang nggak jauh dari anak jatah (yang juara), bahkan lebih baik. Jadi hipotesis saya yang pertama adalah
Anak passing grade DIY yang ikut OSP dianggap "anak bawang"

2. Tiap sekolah dijatah maksimal 2 orang ke OSN (untuk beberapa mapel ada yang 3)
Ini juga menurut penyelidikan saya setelah scanning daftar nama peserta satu per satu. Aneh banget ketika saya menemukan SMA K 1 Penabur dan SMA Semesta contohnya cuma meloloskan 2 (3 untuk Semesta) di bidang matematika padahal biasanya ada segambreng.

3. Tidak ada pembinaan menuju OSP yang diselenggarakan oleh Dinas Propinsi
Nggak ada anggaran katanya. Gak tau tuh buat apa. Kalah sama pilkada mungkin.

4. Persaingan lebih ketat
Oke, jangan melulu menyalahkan faktor eksternal, Mona. Kita kembali harus ingat bahwa tiap tahunnya karena OSN adalah ajang yang bergengsi, tiap peserta mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dan di era serbadigital ini semua materi olimpiade bisa didapat dengan cepat, mudah dan murah, membuat belajar menjadi lebih terkondisi pula.

5. Pembinaan di Teladan kurang terkondisi
Hahaaa.... kembali ke masalah internal, mungkin karena pembinanya ya hanya kami-kami ini veteran OSN sebelumnya yang belum begitu mumpuni :'(

Dari kelima hipotesis saya ini, yang paling saya yakini kebenarannya ya yang nomer 1 hehe. Tapi namanya juga masih hipotesis, harus dibuktikan supaya menjadi kesimpulan yang benar. Untuk itu saya sedang melakukan riset sana-sini untuk membuktikan hipotesis ini, tunggu perkembangan dan posting saya selanjutnya.

PS: Walau begitu, selamat dan terus berjuang tetap saya ucapkan kepada kontingen DIY yang berhasil tembus OSN, terutama adik-adik Teladan di bawah ini

BIDANG MATEMATIKA
ADIYAT NURKAUTSAR S
Kelas 10
BIDANG FISIKA
ANNA FITRIANA
Kelas 11
BIDANG KIMIA
RIDWAN PRATAMA PUTRA
Kelas 11
BIDANG KOMPUTER
MUHAMMAD YAFI
Kelas 10
NAHAR FITRI HIDAYAT
Kelas 11
BIDANG BIOLOGI
HANANI KUSUMASARI
Kelas 10
BIDANG ASTRONOMI
ANAS SETYO HANDARU
Kelas 11
GAYUH MUSTIKO JATI
Kelas 11
BIDANG EKONOMI
IKHSAN BRILIANTO
Kelas 10
NURUL WAKHIDAH
Kelas 11
BIDANG KEBUMIAN
-
-

Good luck, lanjutkan perjuangan Teladan di OSN :)
13 Responses
  1. sebut saja blog.. Says:

    (tears)...

    boleh gag ya kita ngobrol2 ke Dinas buat diskusi tentang olimpiade ini..? Sapa tau dengan kejelasan yang lebih baik bedampak positif pada kelanjutan olimp berikutnya...

    weleh.., aku sering SMSan sama dosen koordinator olimp bio DIY... beliau semangat banget buat mbina "anak-anak"nya.. Tapi ya gimana lagi, kualitas sebaik apapun kalo kuantitasnya sedikit ya susah... bagai merebus air gelas demi gelas...

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    (lonely)

    aku yo pinginnya gitu e ram, ini parah banget, ternyata kata pembina pelatnasku bener, satu skul tiap mapel maksimal 3 waaaa
    pie pie? mbok dirembug tenan, biar kekuatannya cukup buat menggebrak dinas

  3. ismailsunni Says:

    wew... ra kayak pas aku biyen pertama kali melu...

    bahkan, seorang ndesit kayak aku diberi kesempatan...

  4. Nurvirta Monarizqa Says:

    @mas sunni: terakhir OSN nya masih enak sistemnya menurutku ya 2009 kemarin, pemerataan mas...
    oyo, dosen pelatnasku le ngomong kuwi pak b**i lo mas, hahaa

  5. Yan Geologist Says:

    eh mon, syafiq masuk ya? ning jare ono tanda bintang e..
    Hoo setuju, saiki medhun beut,
    piye le arep mempertahankan juara 3 atau lebih baik?
    Ckckck, tetapi aku mendengar keluhan anak DIY pas kita SMA Teladan kedatangan Pak Budiono, mengapa sekarang Olimpiade tidak ada pembinaan tingkat propinsi,

    jawabnya Bu Warsih, karena memang dari pusat tidak ada anggaran.
    Kemarin saja 2009, anggaran makan kita (yang klo menurutku sdh mewah) digolongkan kritis. Anggaran yang sangat mepet. Denger2 35 ribu per hari per anak, itu lepas dari biaya inap.

    Terus, kalo dipaksakan, anggaran tahun ini benar2 tidak cukup. Memang mungkin pihak Dinas sudah sekuat tenaga 'merelakan' status juara nasionalnya.

    Hehe,, kasihan juga DIY, dilematis posisinya...
    paling banter, sesuai kapasitas kita sebagai wong cilik ya, harus rela mbagi2 ilmu sama seperti pembinaan biasanya tetapi kali ini tanpa bayaran. wkwkwk...

    (kok bayar e ya sing dipikir)
    Ups, jgn salah, bukannya komersial dibidang ilmu, tetapi itu sebagai wujud profesionalitas dari satu penyelenggaraan. misal dalam kepanitiaan, harus ada tanggung jawab yang dibayar reward, sebagai suatu imbalan profesionalnya. gitu..

    jadi, sekarang memang harus ada pemasukan (mulai dewasa bung, mulai belajar cari duit. wkwkwk)

  6. Nurvirta Monarizqa Says:

    hahaaaa sial klasik banget alasannya,
    ayo yan, kita harus jadi orang yang kaya selain jadi orang yang pinter dan soleh. harusnya alumni2 OSN DIY punya paguyuban gitu ya yan buat nyeponsori Jogja, kasian banget nek gini........

  7. Nurvirta Monarizqa Says:

    kalo yang sapik itu karena dia udah pelatnas 2 biologi. enak ya, pelatnas 2 bahkan dah sampe inter boleh ikutan lagi, di math minimal pelatnas 2 malah dah gakboleh ikut osn lagi, ahahaahaaaa

  8. Yan Geologist Says:

    Oke mon, ayo, mbok yang ber 50-an anak olim DIY yang OSN 2009 kemarin mulai dirintis semacam paguyuban gitu. Ben kayak semacam geng gitu.

    Hehe,, habis itu dibuat model angkatan. yang kita kemarin namanya angkatan 2009. Ikut OSN-nya tahun berapa. Kukira dengan begitu, lama-lama bakal jadi besar. njuk ntar bisa menjadi suatu organisasi sisan. Organisasi elit mon. Wuussshh...

    Wkwkwkwk... sebagai wujud kekesalan terhadap jawaban2 klasik mereka. Agaknya sulit bener mon, mau njawab pake apa lagi...

    wkwkwk... bagi pihak depdiknas dan bawahannya kalo mbaca ini, ya maaph... habisnya dari dulu memang demikian terus... hehehe..
    piye mon menurutmu ttg paguyuban? sekalian foto2 ning hutan pinus...

  9. Nurvirta Monarizqa Says:

    ini aku harsa mirna ada ide ngumpulin anak2 sebelum kuliah, kita sekalian foto2 pake kaos warna-warni hehe, rencananya tanggal 20 Juli di tampin, ada usul lain yan?

  10. Yan Geologist Says:

    carane ngumpulke, ngundange nganggo facebook, plurk, apa yang lain gitu.. dan ditekankan kalau ini suatu saat yang penting. Pembentukan Organisasi Elit Veteran Olimpiade. Wkwkwk... aku sok muluk2 ya, padal yo ra tinggi2 banget medaliku. Hehehe...

    Soale iki sebagai rasa mangkelku sama birokrasi dan seabreknya dari pemerintah khususnya yang bergerak dibidang pendidikan...

    Bayangin saja, kalau kita liat di TV, SUPER DEAL 2 MILYAR, dan kuis2 yang lain, sampai kuis yang menyertai piala dunia hadiahnya minimal 1 juta.

    Penghargaan begitu besar hanya untuk sebuah keberuntungan. Kita melihat di dunia pendidikan. Olim nasional dapet berapa? barangkali memang itungannya 3-6 juta. Mungkin lebih. Tapi bayangkan dengan usaha untuk meraih keduanya.

    Keberuntungan? tahu sendiri.
    Pendidikan? perlu mikir, ada finansialnya, ada ikhtiarnya.
    lebih susah tapi tak 'begitu' sepadan.

    (aku bilang 'begitu' karna mungkin ada yang hadiahnya lebih besar dan dirasa cukup).

    Usul, untuk meyakinkan tmn2. agar temen2 merasa peristiwa ini tidak bisa diremehkan, gmn kalo kita buat semacam visi misi gitu. simple aja, meminjam tag line-nya suatu majalah mini (namanya aku lupa), Melawan Dengan Sederhana.

    Ntar ada target jangka panjang dan jangka pendek.
    menurut spekulasiku, besok2 kita bisa dipercaya oleh dinas kota dan propinsi sebagai pembina ataupun official resmi kontingen olim untuk kedepannya. Terlalu muluk ya..

    Nggak, ini nggak muluk. Hanya cita-cita yang rendah..
    Wkwkwk...

  11. Nurvirta Monarizqa Says:

    yan: MERDEKAAAAAA!!!!!!!!!!!!
    iya yan, aku udah bikin undangan di facebook bunyinya gini kok:

    ----------
    saya (mat) dan mirna (astro) punya ide gila. ceritanya kemarin kami iseng liat foto OSN 2009 Jakarta dan jadi kangen kalian (maaf gombal). terus kami liat betapa kita kompaknya walau kaos kita warna-warni. untuk itu kami punya ide gila untuk kumpul se DIY dan foto dengan kaos warna-warni kita itu. eits tapi gak cuma foto, saya dan beberapa teman punya rencana untuk kumpul membicarakan nasib tim DIY tahun ini dan tahun-tahun ke depannya. mungkin nantinya kita bisa buat paguyuban atau bagaimana gitu untuk bantu adik2 kita sesama pembela nama DIY. mulai tahun ini tim DIY punya masalah yang cukup berat soalnya, jadi saya pikir mungkin dengan dukungan dari "alumni-alumni" masalah ini bisa terpecahkan (lengkapnya saya bicarakan saat ketemuan). rencana ketemuannya sih

    tanggal: 20 Juli 2010 --> dipilih sebelum masuk kuliah agar semua bisa kumpul
    waktu: 10.00
    tempat: taman pintar (?) dan sekitarnya

    untuk waktu dan tempat masih butuh konfirmasi dan masukan teman-teman sebenarnya, untuk itu, segala aspirasi silakan disampaikan dalam komen notes ini atau hubungi saya dan mirna lewat yahoo messenger

    saya (mona): nuumpankliwad
    mirna: shekillmamboo

    demikian, maaf mengganggu "liburan" teman-teman
    nb: maaf limit tag, yang belum ter-tag harap diberitahu
    -----------

    gitu yan, ikutan ya, tar kita bicaran ini sama temen-temen

  12. Yan Geologist Says:

    Sip2. Ayo kita berkompetisi yang sehat dengan provinsi lain.
    Kita buktikan sama Kemendiknas dan pihak2 yang butuh tau bahwa kita ada potensi untuk mengangkat (benar2 ngangkat) martabat Indonesia..

Posting Komentar

abcs