"Berhemat-hematlah dalam hal apa pun kecuali keperluan pendidikan" (Lenin)

Lenin adalah seorang pemimpin komunis. Lihatlah bahwa mereka dari paham komunis pun juga sangat menyadari pentingnya pendidikan. Menurut saya hanya pemimpin bodoh yang mengesampingkan pendidikan dalam anggaran "kelompok"nya. Bagaimana dengan pemimpin-pemimpin dalam negara kita?

Jogjajamming 2009 (Biennale Jogja - X 2009)

Lokasi: Taman Budaya Yogyakarta, Gedung Bank Indonesia Yogyakarta, seputaran nol km Malioboro
Waktu: Desember, 2009
With   : 1. Teman-teman "sepermainan", Wulan Nur Jatmika, Titik Dwi Kurniawati, Melisa Pramesti Dewi
            2. Teman-teman "semacam sepermainan", Mirna Jatiningrum, Sita Desti Betari, Rhama Patria Bharata, Ikhsan Permadi Kusumah, Septian Gilang Permana Putra, Matin Nuhamunada

Kembali ke Pameran Seni, saya jadi ingat sebuah pameran seni setahun yang lalu, masih di Taman Budaya Yogyakarta dan sekitarnya, yaitu BIENNALE JOGJA - X JOGJAJAMMING. Ini pameran yang cukup spektakuler mengingat "barang seni yang dipajang" tidak hanya diletakkan indoor, tapi juga "teng jelentrek" terpampang outdoor di seputaran Malioboro hingga kawasan 0 km. Seperti contohnya, closet kuning tinggi yang dipampang di depan gedung BI (hingga sekarang) maupun lukisan segede dinding gedung BI dan gedung samping istana negara (saking gedenya bisa buat mbungkus rumah saya jadi kado mungkin -- sayang nggak saya potret).

Saya pertama menyadari ketika berangkat sekolah (karena setiap berangkat sekolah saya lewat 0 km) dan akhirnya saya dan teman sepermainan ini memutuskan siangnya langsung cabut ke TKP nonton-nonton.

Kemudian baru tahulah kami ada pameran tersebut dan baru tahulah kami kalau pameran dalam gedungnya belum dibuka dan baru tahulah lagi kami bahwa pameran ini akan diresmikan menteri kebudayaan dan pariwisata, bapak Jero Wacik, yang saat kami sibuk foto-foto di luar beliaunya lagi meninjau ke dalam arena pameran.

atas: berhasil foto sama (mobil) RI 34
bawah: beberapa karya seni di km 0

Jogja Art Fair 2010 (ART|JOG 10)

I love art, I love art fairs and I love capturing dan beginilah jika 3 hal tersebut disatukan

lokasi: ART|JOG 10, Jogja Art Fair 3, Taman Budaya Yogyakarta
waktu: 1. Kumpul Kontingen OSN 2009 DIY, 20 Juli 2010
           2. Main bareng Nia sama Riani, 27 Juli 2010
site    : www.artfairjogja.com

atas: bagian depan TBY, yang tadinya putih disulap jadi oranye
bawah: di sebelah TBY ada lempeng logam yang diukir dan diberi cerita

Becak


saya mau tamasya berkeliling keliling kota, hendak melihat lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak kereta tak berkuda
becak, becak coba bawa saya
saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki, melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari bagai takkan berhenti
becak, becak jalan hati-hati

Itu soundtrack semasa kecil saya. Saya masa muda adalah seorang pelanggan becak yang setia. Saya  dahulu tinggal di daerah  Jokteng Wetan yang mana masih banyak becak berkeliaran di sana, dan kata ibu saya, saya nggak mau makan sore kalau belum naik becak keliling alun-alun selatan dan nonton gajah (ini pasti anggaran makan sore saya melebihi jumlah anggaran makan anggota keluarga yang lain).

Ayo Serbu!!!!!


Maaf sebelumnya, artikel ini sama sekali tidak bermaksud mempromosikan XL karena saya sendiri bukan pengguna XL, yang saya mau tanyakan adalah kebaca nggak artikelnya?
Kalau nggak silakan baca halaman aslinya di sini

Artikel ini menarik, karena ada kalimat yang merangsang jiwa scholar hunter saya:
Mulai 2010, kata Mendiknas, pemerintah menyiapkan dana sebanyak Rp1 triliun untuk memberikan beasiswa sampai jenjang S3. Setiap tahun, kata Mendiknas, ditargetkan sebanyak 1.000-3.000 beasiswa dapat diberikan. "Kalau segera dimulai 2010 maka panennya pada 2015-2016," katanya.
Ini cukup memberi angin segar bagi yang merasa selama ini merasa BERHAK mendapatkan beasiswa tersebut (yang disebutkan pak mendiknas) karena anggarannya dinaikkan. Disini saya berikan definisi BERHAK yaitu mereka yang merasa punya prestasi di kejuaraan yang diadakan kementrian pendidikan baik yang nasional maupun internasional seperti yang telah diatur dalam Permendiknas nomor 34 tahun 2006.

So, bagi teman-teman yang merasa BERHAK itu tadi, tunggu apa lagi, AYO SERBU BEASISWANYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!! Saya sengaja posting ini untuk mengajak teman-teman yang terdefinisi BERHAK untuk segera melamar beasiswa ini berbondong-bondong beramai-ramai agar pemerintah punya gawean, agar pemerintah menunaikan kewajiban, dan agar pemerintah MENEPATI janjinya tentunya ;)

Ini dia wadah kita, cukup diklik aja:

Terus buat yang bingung gimana cara ngelamarnya bisa dilihat di posting saya sebelumnya, yaitu ini:

Semoga berhasil! Thanks to Yan Restu Freski yang telah mau men-searching-kan artikel ini :D
Tambahan: semangat buat adek kelas saya yang --selalu mengeluh bahwa dirinya superbodoh padahal dirinya superjenius-- Alimatun Nashira untuk IChO nya, harumkan nama Teladan ya dek :)

Seragam Siswi Teladan

Saya lagi niat bersihin dan ngosek-ngosek kamar, amazingnya, saya menemukan selembar kertas kusut


Museum Ullen Sentalu

  www.ullensentalu.com
  09.00-16.00 Selasa-Minggu

  HTM
  wisatawan asing dewasa 50000
  wisatawan asing anak 25000
  wisatawan lokal dewasa dan mahasiswa (mulai 1 Agustus 2010) 25000
  wisatawan lokal anak/pelajar (dengan menunjukkan ID) 15000


went there with: Yan Restu Freski, Matin Nuhamunada

Ini adalah museum paling favorit saya yang pernah saya kunjungi dalam hidup (lebay). Pertama karena tempatnya enak, di daerah Kaliurang yang sejuk, kedua karena yang dibahas adalah sejarah Kraton Mataram Islam (Kasultanan Yogyakarta, Pakualaman, Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran), yang notabene saya interest banget, ketiga bentuk museumnya yang lain daripada yang lain dan sangat terawat dan keempat karena ongkos masuk yang 15 ribu saya bilang sepadan deh sama pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola.

Kantor Pos Besar Jogja


Semenjak saya punya kamera satu tahun yang lalu, walau kameranya hanya pocket cam dan gak bagus-bagus amat (secara harganya cuma 1,5 juta) saya jadi seneng banget motret, padahal saya jaman dulu termasuk anak yang alay narsis banget ingin difoto kalau ketemu kamera. Terlebih saya tinggal di Jogja yang terkenal eksotis dan banyak spot bagus untuk difoto, makin greget lah saya untuk belajar foto-foto. Kemana-mana pergi, saya mesti bawa si Samsung ES55 ini buat capturing. Salah satu contohnya ketika saya pergi ke kantor pos untuk mengeposkan dokumen. Karena ini salah satu gedung yang saya fans-in abis, saya foto dong.
Karena saya ke kantor posnya dari arah timur maka saya sempatkan juga memfoto gedung BI di sebelahnya. Penampakan kuning tinggi di depan BI adalah CLOSET, bekas pameran Jogjajamming Desember lampau

gedung kantor pos dari depan, dari kawasan 0 km Jalan Panembahan Senopati


kondisi bagian dalam kantor pos yang sibuk

jadwal jam buka kantor pos, ternyata buka dari jam setengah 8 pagi sampe jam 8 malam, nyesel jam 2 lari-lari takut kantornya udah tutup, tapi khusus hari Minggu buka jam 9 pagi sampe 2 siang

Dan ini dia kamera saya!
 
samsung ES55 yang saya setting efek cloudy, jadi maaf kalau gambarnya di warna kuning dan merah tajem banget tapi hasilnya jadi agak gelap 
ps: semua foto dalam blog ini saya ambil pakai kamera ini

Oh.... I want a DSLR :( kapan ya anggaran saya cukup....

Bola VS Beasiswa

Kenapa judulnya gitu? Read this one first
Gaji Timnas Futsal Belum Dibayar, Pengurus PSSI ke Afrika Selatan

Bola.net - Puluhan pengurus teras PSSI pusat dan daerah terbang ke Afrika Selatan untuk menyaksikan salah satu pertandingan semi-final Piala Dunia 2010.
Jumlah pengurus yang bertolak ke Afrika Selatan ini mencapai 60 orang. Pada hari Senin, 05 Juli ini rombongan menggunakan bus PSSI dan kendaraan pribadi menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk menuju Afrika Selatan.
Sementara itu Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan Sekjen Nugraha Besoes dikabarkan tidak ikut rombongan ke Afrika Selatan, karena mempunyai urusan yang harus diselesaikan di Jakarta.
Keberangkatan pengurus PSSI Pusat dan Daerah untuk menyaksikan semi-final Piala Dunia 2010 ini sangat bertolak belakang dengan kondisi keuangan yang dialami induk organisasi sepak bola tanah air ini. Hal ini bisa dilihat dengan belum dibayarnya gaji tim futsal Indonesia.
Diperkirakan biaya tiap orang untuk menonton pertandingan tersebut berkisar Rp.75 juta, termasuk uang saku, penginapan, tiket, dan akomodasi selama lima hari.  (antara/fjr)
Terus baca yang ini juga
 Panduan Beasiswa Unggulan tahun 2010 halaman 42
 Bagi juara olimpiade nasional dan internasional peraih
medali emas, perak dan perunggu dan ingin melanjutkan
studi di perguruan tinggi, wajib memenuhi persyaratan
sebagai berikut:

a. Bagi juara olimpiade internasional (emas, perak,
perunggu) bidang sains dan seni berhak menerima
beasiswa ini setelah menyerahkan persyaratan yang
dibutuhkan dan melalui seleksi Tim Beasiswa
Unggulan. Adapun pra-seleksi yang dilakukan Tim
Beasiswa Unggulan melalui seleksi administrasi
minimal mempunyai Letter of Acceptance dari
Perguruan tinggi di dalam dan luar negeri (diharapkan
dengan sangat memilih perguruan tinggi negeri). Hal ini
berarti bahwa Sekretariat Beasiswa Unggulan tidak
melakukan pemilihan perguruan tinggi bagi pelamar
program beasiswa ini. Disamping itu untuk kelengkapan
proses seleksi pelamar wajib mengirimkan persyaratan
pendaftar online atau manual tersebut di atas dan
dikirim ke Sekretariat Beasiswa Unggulan. Bagi pelamar
terseleksi dalam program ini, maka akan menerima
beasiswa biaya pendidikan dan biaya hidup selama
studi. Tetapi bila pelamar melanjutkan studi di luar
negeri, maka pelamar akan menerima beasiswa di luar
negeri adalah biaya hidup dan subsidi tiket. Pemberian
penghargaan ini sesuai dengan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional RI Nomor 34 Tahun 2006.
b. Bagi juara olimpiade nasional bidang sains dan seni
juga berhak mendapatkan Beasiswa Unggulan setelah
melengkapi persyaratan yang dibutuhkan berupa surat
keterangan diterima di perguruan tinggi pilihan.
Selanjutnya Tim Beasiswa Unggulan melakukan
seleksi. Tetapi sekretariat Beasiswa Unggulan tidak
memilihkan atau membantu proses seleksi di perguruan
tinggi pilihan tersebut. Adapun persyaratan administrasi
yang harus dilengkapi adalah sesuai pelamar online
atau manual tersebut di atas. Tim Beasiswa Unggulan
akan memberikan beasiswa berdasarkan ketersediaan
anggaran setiap tahunnya.

Ceritanya teman saya seorang peraih medali perak Internasional Earth Science Olympiad (yang notabene memenuhi persyaratan poin a pada buku panduan halaman 42 tersebut) mengapply beasiswa unggulan dan sudah mendapat surat kontrak seperti saya, namun ia bingung karena jumlah uangnya sangat ngepress untuk kuliah, nggak cukup buat biaya hidup (secara dia kuliahnya di UGM dan domisili asalnya Malang jadi harus ngekos). Hal yang sama tentu juga terjadi pada saya.

Dengan keberanian, ditelponlah koordinator beasiswa unggulan tersebut (Pak Abe Susanto), kemudian kami mendiskusikannya lewat yahoo messenger. Saya sebagai nuumpankliwad dan teman saya sebagai SherLSK Holmes.
nuumpankliwad: how
SherLSK Holmes: Ehm
SherLSK Holmes: Jadi pak abe bilang
SherLSK Holmes: Kalo sejak taun 2007 lalu emg policy nya bgitu
SherLSK Holmes: Tp taun itu yg eligible sdikit
SherLSK Holmes: Jdi smua dapat pendidikan+hidup
SherLSK Holmes: Tapi taun ini
SherLSK Holmes: Dari kuota 125
nuumpankliwad: ...
SherLSK Holmes: Yg eligible 225 org
nuumpankliwad: :o
SherLSK Holmes: Jadi biar smua dapet
SherLSK Holmes: Dikdasmen ngasih pendidikan aja
SherLSK Holmes: Baik pbub maupun non dapet biaya hidup dari swasta
SherLSK Holmes: Is cimb niaga
SherLSK Holmes: Jadi silakan ke cimb niaga
Bingung ya? Begini, beasiswa unggulan sebenarnya ada 2 jalur pemberian biaya, yang bersponsor dan nonsponsor. Yang bersponsor contohnya adalah yang bekerjasama dengan CIMB NIAGA. Beasiswa sponsor CIMB ini setahu saya salah satunya ditawarkan pada para  mahasiswa UGM yang masuk lewat jalur PBUB, dengan total beasiswa hingga 70 jutaan. Namun si pemegang beasiswa harus bekerja di CIMB selama 3 tahun. Lain halnya dengan saya dan teman saya yang menerima beasiswa unggulan non sponsor. Kami diberi HANYA sekitar 24 jutaan, tanpa biaya hidup, tanpa ikatan kerja. Lucunya, di poin a panduan beasiswa unggulan halaman 42 dituliskan seharusnya kami juga dapat biaya hidup, sama seperti anak PBUB yang malah mereka belum tentu punya piagam internasional. Makin lucunya lagi, kalau mau biaya hidup kami harus APPLY SENDIRI ke CIMB NIAGA

Kenapa anggaran DEPDIKNAS nggak sekalian ngasih beasiswa hidup dan jemput bola ke kita-kita? 
Keterbatasan dana
Kata mereka. Terus kemana anggaran pendidikan yang katanya 20% APBN?

Bandingkan dengan bacaan pertama, sekitar 60 orang PSSI ke Afrika Selatan dan masing-masing biayanya 75 juta untuk beberapa hari. Padahal biaya segitu banyaknya sangat lebih bijak jika dialirkan pada orang-orang yang senasib dengan kami. Tujuh puluh lima juta untuk nonton bola selama 4 hari  dibandingkan dengan tujuh puluh lima juta untuk kuliah anak berprestasi selama 4 tahun. Mana yang lebih bisa membangun negara?

Love U God

God gives and forgives, men get and forget
 Semoga kita tidak tergolong hamba-Nya yang tidak pandai bersyukur :)

PS: Do you remember, N? You sent me this quote through a silly message few years ago. Miss you so badly :(

Discovering Kotagede

Kotagede, salah satu spot favorit saya di Yogyakarta. Bagi pencinta sejarah seperti saya, tempat ini masuk dalam kategori harus dikunjungi jika sedang berlibur ke Jogja. Kotagede yang sangat termahsyur dengan kerajinan peraknya ini secara administratif merupakan nama sebuah kecamatan di Kota Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul di Timur dan Selatan, bahkan sedikit di sebelah Utara. Cukup "pinggiran" memang dari pusat kota, yaitu sekitar 9 km arah Tenggara. 

Asal muasal nama Kotagede sendiri diambil dari kata pasar gede yang memang ada di tengah-tengah wilayah Kotegede, pasar ini ramai setiap hari pasaran Legi, dan pas banget saya kesana pas pasaran Legi, jadi jalan di sekitar pasar gede menjadi pol macet. Selain disebut Pasar Gede, wilayah ini juga disebut Sargede, singkatan dari Pasar Gede, sebelum akhirnya menjadi Kota Gede karena tempat ini juga merupakan ibukota kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 silam.

Kenapa saya suka banget sama tempat ini?

Cara Ikut Beasiswa Unggulan

Baik, ternyata setelah saya menulis tentang beasiswa unggulan di posting ini, banyak teman yang kemudian penasaran juga dan pingin nyoba, dan terus kemudian pada mengontak saya gimana caranya mendapatkan beasiswa tersebut. Oke, karena saya lagi males balas semua sms baik hati, saya posting caranya aja ya, biar nanti kalau ada yang SMS saya lagi tinggal praktis balesnya, "buka aja nurvirtamonarizqa.blogspot.com"

Tas Resleting


Mencoba bahan baru untuk membuat tas: RESLETING METERAN

just contact us:

Belajar Menghargai Waktu Lewat Trans Jogja

Untuk memahami makna 1 tahun, bertanyalah pada seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelas
Untuk memahami makna 1 bulan, bertanyalah pada seorang ibu yang melahirkan anaknya secara prematur
Untuk memahami makna 1 minggu, bertanyalah pada seorang editor majalah mingguan
Untuk memahami makna 1 hari, bertanyalah pada seorang pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna 1 jam, bertanyalah pada seorang yang sedang menunggu penuh penasaran
Untuk memahami makna 1 menit, bertanyalah pada seorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna 1 detik, bertanyalah pada seorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna 1 milidetik, bertanyalah pada seorang pembalab F1 atau MotoGP yang meraih juara kedua

Bagi saya untuk memahami waktu 1 detik bertanyalah pada saya, seorang pelanggan transjogja yang ketinggalan bis jalur 1B. karena artinya saya harus menunggu bis berikutnya yang jaraknya 15-30 menit. Kalau saya lagi buru-buru atau berangkat sekolah gitu misalnya alangkah berharganya 15 menit yang terbuang tersebut, karena bisa digunakan untuk nongkrong di kelas dan ngerjain PR sebelum masuk (ketahuan nggak pernah ngerjain PR).

Kembali ke paragraf quotes di atas. Saya suka membaca kalimat-kalimat di atas berulang karena membuat saya selalu menghargai waktu 24 jam yang telah diberikan secara gratis ini. Tapi bukan berarti waktu yang gratis ini nggak ada artinya, justru seperti kata pepatah, waktu adalah uang, tinggal mau gimana kita make uang ini. Mau kita jadiin modal usaha apa mau kita beliin narkoba is at our own risk. Lihatlah negara maju. Mereka bisa maju karena ke-ontime-an mereka, dimana mereka berhasil memanfaatkan waktu bahkan sedetikpun dengan baik, dengan sangat produktif sehingga mereka bisa maju. Kemudian sekarang lihat Indonesia. Saya nggak mau menjelek-jelekkan negara saya sendiri sebenernya, tapi saya sedih juga dengan jam karet yang seolah membudaya di Indonesia.

Saya nggak mau naif juga, saya emang bukan orang yang selalu on time, tapi saya selalu mengusahakan datang on time, karena on time adalah ciri awal orang sukses kalau teman saya Fatimah Putri bilang. Tapi terkadang suasana tidak mendukung kita untuk on time. Kita sudah berusaha on time gitu misalnya saat janjian dengan teman-teman, eh malah teman yang lain nggak ada yang on time. Jadilah on time kita sia-sia dan jadilah kita ilfil untuk on time.

Nah untuk mengtasi hal tersebut, saya punya cara jitu membiasakan on time, yaitu ya dengan jadi pelanggan trans jogja seperti yang sudah saya bilang di atas tadi. Coba semua orang pake trans jogja tiap harinya, kemanapun perginya. Memang sih, TJ juga nggak selalu on time, tapi at least TJ punya jadwal yang teratur yang bisa membut kita lebih menghargai waktu jika terlambat satu detik saja. Di samping itu, terbiasa menunggu TJ yang 15 menit ini juga bisa menjadi terapi kesabaran loh. Setelah terbiasa “ditinggal” oleh TJ seperti saya dan mengerti betapa berharganya 1 detik, saya yakin semua orang jadi bisa menghargai waktu dan menjadi on time.

Implikasinya, jika semua orang on time, tentu semua orang akan sukses juga dan negara ini bisa menjadi semakin maju bukan? :)

OSN Memories #3

Makassar here we go! Akhirnya setelah saya vakum satu tahun OSN, tahun ini tembus juga, di OSN 2008 Makassar, alhamdulillah. Dan alhamdulillahnya lagi ternyata saya tahu dari seorang pembina bahwa proses "tembus"nya saya begitu dramatis.  Sebenarnya, nilai saya itu nggak masuk passing grade (batasan nilai untuk bisa tembus OSN), tapi karena jatah untuk SMAK 1 BPK Penabur Jakarta di cut jadi 5 orang (padahal siswa mereka yang nilainya melebihi pass grade lebih dari 5 orang), passing grade nya turun dan peringkat saya bisa naik. Jadilah saya yang cantik dan ajaib beruntung ini masuk ke kuota anggaran DIY untuk tiket pesawat tujuan Makassar :)

Sebenarnya ini OSN saya yang paling santai, secara ini OSN SMA pertama saya, jadi saya nggak ada beban sama sekali. Apalagi tim DIY SMA seru abis ditambah tempatnya adalah Makassar sodara-sodara, yang notabene luar Jawa, belum pernah saya jamah, jadi seminggu di sini nggak saya sia-siain hanya untuk bersukacita dan gembira stress belajar dan mengerjakan tes OSN, tapi untuk TAMASYA dan BELANJA. Sampai-sampai prepare peta Makassar, survey mall, survey tempat wisata, survey tempat belanja saking niatnya piknik. LOMBA:TAMASYA=20%:80% hihi.

Tapi ajaibnya, saya dapet medali perak di sini. Alhamdulillah, padahal persiapan saya nggak gitu maksimal. Hipotesis saya sih karena saya santai dan tanpa beban jadi otak saya bekerja dengan bersuka ria dan gembira memutar memori dan menajamkan konsentrasi. Alhamdulillah lagi DIY menempati peringkat ketiga perolehan medali setelah DKI dan Jateng.

 
tobay squad (tim olimpiade lebay)
kiri-kanan: latif, anto, soni, mona, tata, ira, dito, susilo, toha
tobay (sok) belajar bareng

tobay main bareng di pantainya pulau Lae-lae

DIY squad nya SMA yang gila

unpredictable medal :')

Tips-tips Naik Trans Jogja

Sebagai pelanggan setia yang telah 2,5 tahun naik Trans Jogja yang akrab dipanggil dengan sebutan TJ, berikut tips yang bisa saya berikan biar nyaman naik TJ:

1. Jika emang buta TJ, bisa minta peta rute TJ atau informasi ke dinas perhubungan DIY yang letaknya di Jalan Babarsari, atau tanya sama petugas yang jaga, JANGAN MALU TANYA, tersesat di jalan beneran loh nanti. Biasanya oleh petugas kemudian akan diarahkan harus naik jalur apa saja untuk mencapai tempat tersebut.

2. Minimalkan transitan! Transit adalah istilah untuk ganti bus dan ini makan waktu lama, karena menunggu bus di halte transit berkisar 1 (jika beruntung) hingga 15 menit, jadi memang banyak jalan ke suatu tempat, tapi usahakan cari jalur yang paling mudah dan cepat dengan meminimalkan transit jika kita sedang diburu waktu.

3. Jangan memaksakan naik TJ kalau kondisi nggak memungkinan atau malah nggak menguntungkan. Misalnya lagi liburan dan banyak orang yang ingin naik TJ. Otomatis TJ penuh terus dong, padahal tempat yang ingin kita tuju bisa juga dan lebih cepat jika kita naik bis kota biasa. Ya mendingan naik bis kota biasa kalau gitu. Atau kondisi lain seperti kita dari Pasar Beringharjo ingin ke Taman Pintar yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki, mending nggak usah naik TJ walaupun bis dan halte di dua tempat tersebut ada (biar irit).

4. Kenali dahulu karakter jalur bis yang akan dinaiki, jika bis kita adalah jalur
harus ektra strong untuk berdiri, karena bis ini saya juluki sebagai "TJ wisata". Kenapa? soalnya  jalur 1A melewati tempat-tempat wisata dan keramaian seperti candi Prambanan, bandara Adisutjipto, Ambarrukmo Plaza, Saphir Square, Cinema XXI, RS Bethesda, Galeria, Stasiun Tugu, Malioboro, Pasar Beringharjo, Taman Pintar, kebun binatang Gembiraloka. Ini jalur yang paling laris, makanya ada 11 armada (bis) yang beroperasi di jalur ini, sehingga positifnya, menunggu bis 1A lebih cepat dibanding bis yang lain (5-10 menit saja). Tapi ya itu tadi, kesempatan duduknya cuma 30%. Sama pramugara/i nya biasanya kita disuruh mendahulukan ibu-ibu atau orang tua (yang jelas banyak banget, biasanya habis dari prambanan/ pasar Beringharjo).

bawa cemilan. Ini jalur yang bikin jenggotan karena nunggunya lama dan ini juga menurut saya jalur yang paling nggak pasti kapan datengnya. Biasanya 15-30 menit, tapi kalo apes bisa 1 jam. Kenapa bisa begitu lama? Soalnya jalur ini hanya punya 6 armada, kesedot buat 1A. Mana saya sebelnya rute jalur ini juga dipotong hanya sampai bandara saja, padahal awalnya sampai Prambanan dan padahalnya lagi, rumah saya di Kalasan, jadi kalau naik 1B mau nggak mau harus transit 1A. Lebih padahal lagi 1A kan "TJ wisata" jadi udah transit, berdiri lagi. Berdiri juga udah untung, biasanya malah nggak bisa masuk bis karena kepenuhan -_______-
Karakteristik dua bis ini overall sama, nggak begitu penuh dan ramenya hanya di halte-halte tertentu saja, seperti malioboro untuk 2A dan PKU untuk 2B. Ohya tips saya sedia kipas, karena banyak bis 2A dan 2B yang ACnya mati, walaupun kursinya lebih empuk dari bus 1A, 1B, 3A dan 3B.


bisnya enak menurut saya, dingin dan nggak seramai 1A, tapi hati-hati dengan jalur 3A kalau liburan, karena biasanya rame banget (2nd TJ wisata)

5. Jika sedang berada di TJ yang ramai:
a. Kalau sebelum masuk kita mendapati bis tersebut full banget saran saya mending tunggu bis berikutnya, biasanya jaraknya nggak begitu lama dan bus berikutnya lebih sepi.
b. Kalau udah masuk dan sedang berdiri, saran saya berdirilah pol ke belakang. Biasanya pada berdiri di dekat pintu. Jika sedang perjalanan jarak dekat, 1 atau 2 halte gitu emang gak apa berdiri dekat pintu, tapi jika perjalanannya jauh, mending pol ke belakang. Kenapa? Soalnya tempat duduk di belakang lebih banyak dari yang di depan, jadi menurut teori peluang, kesempatan ada penumpang yang turun dan kita bisa duduk itu lebih banyak di belakang daripada di depan, begitu.....
c. Kalau masih aja berdiri dan bis penuh banget, jauhi berdiri di tempat yang kena angin AC.  Saya pernah punya pengalaman demikian, dan apa hasilnya? saya pusing bukan karena saya mabuk darat tapi karena aroma dari penumpang yang berdiri di depan saya, hehe, ngerti kan?
d. Kalau mau turun dan posisi kita jauh dari pintu, lebih baik segera berjalan ke dekat pintu jika bis sudah berjalan mendekati halte tujuan. Karena menurut pengalaman, keluarnya susah dan kalau nggak cepat bisnya keburu jalan lagi ke halte selanjutnya, haha...
e. Ini yang terpenting, cek barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal atau hilang (kata-kata andalan para pramugara/i) karena bisnya penuh, hati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan keramaian tersebut. Jika memang kita mengecek ada yang hilang, oleh pak pramudinya, si bis tetap berhenti di halte tapi pintunya nggak akan dibuka sampai petugas keamanannya datang dan menggeledah bis.

6. Jika naik TJnya rombongan atau kita perkirakan selama hidup akan sering naik TJ  saran saya beli kartu reguler (langganan) yang bisa didapat di halte pos, terus isi pulsanya sesuai banyaknya orang yang ikut rombongan kita. Kalau beli tiket biasa yang single trip tarifnya 3000 rupiah, tapi kalau beli reguler per-tap nya dikenakan 2700 rupiah untuk umum dan 2000 rupiah untuk pelajar, lebih murah kan...

PS berikut ini adalah halte-halte pos (tempat bikin kartu langganan + beli pulsanya):
1. Halte Bandara Adisutjipto
2. Halte Ambarrukmo Plaza Utara
3. Halte Terminal Giwangan
4. Halte Terminal Jombor
5. Halte KOPMA UGM Timur
6. Halte Samsat Timur
7. Halte Rumah Sakit Bethesda
8. Halte Taman Pintar Utara

7. Jika udah punya kartu langganan TJ jangan disia-siain kesempatan gratis tap selama durasi 1 jam setelah pengetapan pertamanya. Saya kasih contoh, saya termasuk orang yang suka jalan-jalan dan iseng. Semisal saya ingin ke toko buku beli sesuatu gitu dari sekolah, saya naik TJ, tapi saya stopwatch, mulai stopwatchnya bareng sama pengetapan di halte deket sekolah. Terus saya turun di halte yang deket toko buku, beli buku, liat-liat sampe stopwatch menunjukkan waktu hampir 1 jam. Terus saya balik hate deket toko buku, mau pulang, tinggal tap lagi dan yang tampil dilayar adalah tulisan TRANSIT bukan pengurangan pulsa alias kita naik lagi gratis selama durasinya dari pengetapan pertama nggak lebih dari 1 jam. Cocok banget untuk saya yang suka nrithik.

Nah, demikian 7 tips naik TJ dari saya, buat yang ingin liburan dan berkeliling naik TJ, moga bermanfaat :DD
abcs