Museum Ullen Sentalu

  www.ullensentalu.com
  09.00-16.00 Selasa-Minggu

  HTM
  wisatawan asing dewasa 50000
  wisatawan asing anak 25000
  wisatawan lokal dewasa dan mahasiswa (mulai 1 Agustus 2010) 25000
  wisatawan lokal anak/pelajar (dengan menunjukkan ID) 15000


went there with: Yan Restu Freski, Matin Nuhamunada

Ini adalah museum paling favorit saya yang pernah saya kunjungi dalam hidup (lebay). Pertama karena tempatnya enak, di daerah Kaliurang yang sejuk, kedua karena yang dibahas adalah sejarah Kraton Mataram Islam (Kasultanan Yogyakarta, Pakualaman, Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran), yang notabene saya interest banget, ketiga bentuk museumnya yang lain daripada yang lain dan sangat terawat dan keempat karena ongkos masuk yang 15 ribu saya bilang sepadan deh sama pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola.

Museum yang terletak di Jalan Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta (Tel. +62 274 895161) ini seperti museum yang lain buka dari hari Selasa-Minggu. Dan bodohnya di percobaan pertama saya mengunjungi museum ini bersama teman-teman SD Percobaan 1 museumnya tutup karena kami kesana hari Senin dan kami belum tahu kalau Senin tutup -__-.

Setelah membayar, saya dan dua orang teman saya dipersilakan masuk dan DIPANDU oleh seorang pemandu. Ya, DIPANDU. Ini yang paling saya suka dari museum ini, walaupun hanya 1 orang yang datang tetap akan dipandu karena komitmen museum ini adalah memberikan pengetahuan lengkap bagi setiap pengunjung, tidak seperti museum lain yang mengandalkan papan penjelas sehingga bisa saja kita asal lewat tanpa mengerti arti koleksi-koleksi yang dipajang. Hai dinas pariwisata, saran saya semua museum dibeginikan biar banyak yang datang berkunjung :p

Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku, itulah kepanjangan yang sebenarnya dari Ullen Sentalu yang kurang lebih artinya adalah menyalanya lampu sebagai penunjuk jalan kehidupan. Aduh saya sok tahu lupa, yang penting intinya adalah pelita kehidupan. Museum ini milik swasta, yaitu milik keluarga Haryono yang berdiri di atas lahan seluas satu hektar yang disebut Taman Kaswargan (Taman Surga), yang kemudian dikelola oleh yayasan Ulating Blencong dengan penasehat antara lain: I.S.K.S. Paku Buwono XII, KGPAA Paku Alam VIII, GBPH Poeger, GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, Ibu Hartini Soekarno, serta KP. dr. Samuel Wedyadiningrat, Sp.(B). K.(Onk). Dahulunya museum ini hanya diperuntukkan bagi keluarga Kraton saja di era awal dibukanya tahun 1980-an, namun akhirnya pada 1 Maret 1997 museum ini resmi dibuka untuk umum KGPAA Paku Alam VIII, untuk memberi pengetahuan pada masyarakat akan kekayaan budaya Yogyakarta yang tidak boleh dilupakan begitu saja oleh kita para penerusnya.

Oke, pertama masuk kami langsung dibawa menuju semacam "halaman" yang menurut saya mirip hutan. Kata mbak pemandu, museum ini memang didirikan di atas semacam "kebon" dan bangunannya disesuaikan dengan kontur tanah serta tipe-tipe tumbuhannya, jadi tidak merusak alam sekitar, begitu.

Next ternyata di dalam hutan ada semacam "gua buatan" dan kami masuk ke bawah tanah. Disini kami mulai nggak boleh mengambil gambar/ motret/ memvideo. Dingin, dan ternyata sumber dinginnya adalah AC. Buset, baru kali ini saya masuk museum Indonesia ada AC, padahal kaliurang sendiri udah dingin. Di ujung kami sudah disambut oleh patung Dewi Sri, dan ini adalah ruangan pertama dari 5 ruang yang akan kami kunjungi.
  1. Ruang tari dan gamelan atau entah apa nama sebenarnya, berisi gamelan-gamelan dan lukisan minyak tarian-tarian dan putri-putri yang sedang menari. Realis banget. Sumpah saya ngefans sama pelukisnya.
  2. Ruang Guwo Selo Giri, ruangan ini memanjang seperti gua dan berisi foto-foto serta lukisan keluarga kerajaan. Sebagian ada koleksi yang dibeli, sebagian merupakan hibah dari keluarga kerajaan. Ada satu buah lukisan yang menarik. Saya lupa lukisan siapa tapi yang jelas kemanapun kita berjalan, mata dan sepatunya selalu tertuju ke arah kita, hiiii
  3. Kampung Kambang, semacam bangunan labirin yang dibangun "mengambang" di atas air. Pantesan di setiap kanan-kiri lorong saya lihat semacam selokan dengan banyak ikan. Di sini, banyak sub ruang lagi dan kami bersyukur dipandu guide, karena di dalam labirin ini susah cari jalan keluar.
    a.  Ruang syair untuk Tineke
    Tineke adalah panggilan sayang untuk GRAj Koes Sapariyam (putri Sunan PB XI, Surakarta). Emang, jaman dulu keluarga keraton gitu punya panggilan sayang yang kebarat-baratan kalau saya bilang, seperti Tineke tadi, juga ada Hengky untuk Sri Sultan HB IX serta Bobby untuk Sri Sultan HB VIII. Ruang ini berisi syair yang dikirimkan pada Tineke yang kala itu diperistri orang Belanda tapi nggak bahagia (aduh ini info bener gak ya?). Dari sini saya dapat banyak fakta



    • tulisan orang jaman dulu BAGUS BAGUS BANGET gilak saya merasa tersindir
    • orang keraton Surakarta mahir berbahasa Belanda, sebagian sangat besar surat tersebut memakai bahasa Belanda. Memang pada masa penjajahan, Surakarta lebih kooperatif pada Belanda, tidak seperti Yogyakarta yang menentang keras kolonialisme.
    • keluarga keraton benar-benar sangat mengerti sastra, gilak orang cuma surat pribadi untuk menghibur gitu bahasanya dan pemilihan katanya bagus banget, puitis abis. Kayaknya kalau saya yang dapet surat semacam itu malah tambah nangis deh, bukan malah ketawa bahagia. 

    Ada satu surat yang paling saya suka, isinya padahal cuma gini



    Memulai itu mudah, mempertahankan adalah sebuah seni
    bagus banget, sayang saking bagusnya tulisannya, nama si pengirim nggak kebaca -__-

    b. Ruang Ratu Mas
    Isinya Ruang foto dan pernak-pernik Ratu Mas, permaisuri Sunan Paku Buwana X. Di kala usianya baru 17, ia diperistri dan langsung diangkat jadi permaisuri padahal Sunan Paku Buwana X istri sebelumnya juga banyak --'. Nggak kebayang deh seumuran saya gitu udah mikir urus suami, mikir anak, mikir "negara" lagi.
    c. Ruang Putri Dambaan
    Ini adalah ruang yang paling memanjakan mata saya, secara walau saya perempuan, saya demen banget melihat perempuan-perempuan cantik. Anomali nggak sih? Tapi well perempuan yang satu ini saya kasih nilai 99,5 dari 100. Putri Dambaan di sini yang dimaksud adalah GRAy Siti Nurul Kusumawardhani (Gusti Nurul), putri tunggal Mangkunegara VII dengan permaisuri GKR Timur. Beliau sendiri yang meresmikan ruang ini dan sekarang masih hidup, berusia 80an dan menetap di Bandung. Perempuan yang satu ini saya kagum banget karena MENOLAK POLIGAMI hahaaa. Ceritanya dia disunting oleh Ir Soekarno dan Sutan Syahrir, namun semua ditolak karena nggak mau dimadu, merdeka!
    d. Ruang-ruang batik, sayang pas saya kesana lagi direnovasi jadi nggak bisa ngeliat.
  4. Ruang budaya
    disini berisi lukisan tentang macam-macam kebudayaan Kraton. Ada tari bedoyo apaa gitu saya lupa yang ditarikan setahun sekali saat jumeneng nata. Penarinya sebenarnya ada 9, tapi di tengah tarian penarinya bisa tambah satu, yaitu ketambahan Nyi Rara Kidul. Waw. Penarinya sendiri nggak sembarangan, harus perawan dan latihannya dilakukan sebulan sekali saat purnama. Kemudian kami juga dijelaskan filosofi tata rias dan busana pengantin wanita Solo dan Jogja yang ternyata dalem banget maknanya.
Tour kami pun selesai, di sepanjang lorong menuju ruang budaya dipamerkan arca-arca. Ada yang replika, ada yang asli. Saya paling tertarik dengan arca Ganesha, lambang ITB. Tangan kiri memegang cawan berisi ilmu pengetahuan. Belalainya kemudian menghisap cawan tersebut dan ilmu pun tersimpan di perutnya yang buncit agar tidak hilang menguap.


Di akhir perjalanan kami disuguhi minumah entah apa itu namanya, resep dari Ratu Mas. Menurut saya rasanya kayak jahe tapi nanggung banget pedesnya. Katanya sih bisa bikin awet muda, hahaa kita lihat saja seratus tahun mendatang. 

 di atas adalah beberapa bangunan dan patung yang terdapat dalam museum, maaf banyak banget, karena saya punya hobi baru: capturing

kalo dua foto di atas ini tumbuhan yang tumbuh di sekitar museum, atas: semacam anggrek tanah yang kata temen saya langka, bawah: semacam tumbuhan paku pakuan

atas: loket masuk, bawah: pintu keluar (serem abis ya)

bertiga, di taman kaswargan, sebelum masuk gua
Enjoy Jogja!
2 Responses
  1. Anonim Says:

    i like it so much :D

Posting Komentar

abcs