Tips-tips Naik Trans Jogja

Sebagai pelanggan setia yang telah 2,5 tahun naik Trans Jogja yang akrab dipanggil dengan sebutan TJ, berikut tips yang bisa saya berikan biar nyaman naik TJ:

1. Jika emang buta TJ, bisa minta peta rute TJ atau informasi ke dinas perhubungan DIY yang letaknya di Jalan Babarsari, atau tanya sama petugas yang jaga, JANGAN MALU TANYA, tersesat di jalan beneran loh nanti. Biasanya oleh petugas kemudian akan diarahkan harus naik jalur apa saja untuk mencapai tempat tersebut.

2. Minimalkan transitan! Transit adalah istilah untuk ganti bus dan ini makan waktu lama, karena menunggu bus di halte transit berkisar 1 (jika beruntung) hingga 15 menit, jadi memang banyak jalan ke suatu tempat, tapi usahakan cari jalur yang paling mudah dan cepat dengan meminimalkan transit jika kita sedang diburu waktu.

3. Jangan memaksakan naik TJ kalau kondisi nggak memungkinan atau malah nggak menguntungkan. Misalnya lagi liburan dan banyak orang yang ingin naik TJ. Otomatis TJ penuh terus dong, padahal tempat yang ingin kita tuju bisa juga dan lebih cepat jika kita naik bis kota biasa. Ya mendingan naik bis kota biasa kalau gitu. Atau kondisi lain seperti kita dari Pasar Beringharjo ingin ke Taman Pintar yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki, mending nggak usah naik TJ walaupun bis dan halte di dua tempat tersebut ada (biar irit).

4. Kenali dahulu karakter jalur bis yang akan dinaiki, jika bis kita adalah jalur
harus ektra strong untuk berdiri, karena bis ini saya juluki sebagai "TJ wisata". Kenapa? soalnya  jalur 1A melewati tempat-tempat wisata dan keramaian seperti candi Prambanan, bandara Adisutjipto, Ambarrukmo Plaza, Saphir Square, Cinema XXI, RS Bethesda, Galeria, Stasiun Tugu, Malioboro, Pasar Beringharjo, Taman Pintar, kebun binatang Gembiraloka. Ini jalur yang paling laris, makanya ada 11 armada (bis) yang beroperasi di jalur ini, sehingga positifnya, menunggu bis 1A lebih cepat dibanding bis yang lain (5-10 menit saja). Tapi ya itu tadi, kesempatan duduknya cuma 30%. Sama pramugara/i nya biasanya kita disuruh mendahulukan ibu-ibu atau orang tua (yang jelas banyak banget, biasanya habis dari prambanan/ pasar Beringharjo).

bawa cemilan. Ini jalur yang bikin jenggotan karena nunggunya lama dan ini juga menurut saya jalur yang paling nggak pasti kapan datengnya. Biasanya 15-30 menit, tapi kalo apes bisa 1 jam. Kenapa bisa begitu lama? Soalnya jalur ini hanya punya 6 armada, kesedot buat 1A. Mana saya sebelnya rute jalur ini juga dipotong hanya sampai bandara saja, padahal awalnya sampai Prambanan dan padahalnya lagi, rumah saya di Kalasan, jadi kalau naik 1B mau nggak mau harus transit 1A. Lebih padahal lagi 1A kan "TJ wisata" jadi udah transit, berdiri lagi. Berdiri juga udah untung, biasanya malah nggak bisa masuk bis karena kepenuhan -_______-
Karakteristik dua bis ini overall sama, nggak begitu penuh dan ramenya hanya di halte-halte tertentu saja, seperti malioboro untuk 2A dan PKU untuk 2B. Ohya tips saya sedia kipas, karena banyak bis 2A dan 2B yang ACnya mati, walaupun kursinya lebih empuk dari bus 1A, 1B, 3A dan 3B.


bisnya enak menurut saya, dingin dan nggak seramai 1A, tapi hati-hati dengan jalur 3A kalau liburan, karena biasanya rame banget (2nd TJ wisata)

5. Jika sedang berada di TJ yang ramai:
a. Kalau sebelum masuk kita mendapati bis tersebut full banget saran saya mending tunggu bis berikutnya, biasanya jaraknya nggak begitu lama dan bus berikutnya lebih sepi.
b. Kalau udah masuk dan sedang berdiri, saran saya berdirilah pol ke belakang. Biasanya pada berdiri di dekat pintu. Jika sedang perjalanan jarak dekat, 1 atau 2 halte gitu emang gak apa berdiri dekat pintu, tapi jika perjalanannya jauh, mending pol ke belakang. Kenapa? Soalnya tempat duduk di belakang lebih banyak dari yang di depan, jadi menurut teori peluang, kesempatan ada penumpang yang turun dan kita bisa duduk itu lebih banyak di belakang daripada di depan, begitu.....
c. Kalau masih aja berdiri dan bis penuh banget, jauhi berdiri di tempat yang kena angin AC.  Saya pernah punya pengalaman demikian, dan apa hasilnya? saya pusing bukan karena saya mabuk darat tapi karena aroma dari penumpang yang berdiri di depan saya, hehe, ngerti kan?
d. Kalau mau turun dan posisi kita jauh dari pintu, lebih baik segera berjalan ke dekat pintu jika bis sudah berjalan mendekati halte tujuan. Karena menurut pengalaman, keluarnya susah dan kalau nggak cepat bisnya keburu jalan lagi ke halte selanjutnya, haha...
e. Ini yang terpenting, cek barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal atau hilang (kata-kata andalan para pramugara/i) karena bisnya penuh, hati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan keramaian tersebut. Jika memang kita mengecek ada yang hilang, oleh pak pramudinya, si bis tetap berhenti di halte tapi pintunya nggak akan dibuka sampai petugas keamanannya datang dan menggeledah bis.

6. Jika naik TJnya rombongan atau kita perkirakan selama hidup akan sering naik TJ  saran saya beli kartu reguler (langganan) yang bisa didapat di halte pos, terus isi pulsanya sesuai banyaknya orang yang ikut rombongan kita. Kalau beli tiket biasa yang single trip tarifnya 3000 rupiah, tapi kalau beli reguler per-tap nya dikenakan 2700 rupiah untuk umum dan 2000 rupiah untuk pelajar, lebih murah kan...

PS berikut ini adalah halte-halte pos (tempat bikin kartu langganan + beli pulsanya):
1. Halte Bandara Adisutjipto
2. Halte Ambarrukmo Plaza Utara
3. Halte Terminal Giwangan
4. Halte Terminal Jombor
5. Halte KOPMA UGM Timur
6. Halte Samsat Timur
7. Halte Rumah Sakit Bethesda
8. Halte Taman Pintar Utara

7. Jika udah punya kartu langganan TJ jangan disia-siain kesempatan gratis tap selama durasi 1 jam setelah pengetapan pertamanya. Saya kasih contoh, saya termasuk orang yang suka jalan-jalan dan iseng. Semisal saya ingin ke toko buku beli sesuatu gitu dari sekolah, saya naik TJ, tapi saya stopwatch, mulai stopwatchnya bareng sama pengetapan di halte deket sekolah. Terus saya turun di halte yang deket toko buku, beli buku, liat-liat sampe stopwatch menunjukkan waktu hampir 1 jam. Terus saya balik hate deket toko buku, mau pulang, tinggal tap lagi dan yang tampil dilayar adalah tulisan TRANSIT bukan pengurangan pulsa alias kita naik lagi gratis selama durasinya dari pengetapan pertama nggak lebih dari 1 jam. Cocok banget untuk saya yang suka nrithik.

Nah, demikian 7 tips naik TJ dari saya, buat yang ingin liburan dan berkeliling naik TJ, moga bermanfaat :DD
7 Responses
  1. mawi wijna Says:

    Hahahaha, saya geli membaca deskripsi tiap jalur TransJogja :D
    Semasa KKN di Prambanan tahun 2008 saya sering naik jalur 1A. Sewaktu itu relatif masih sepi. Kalau jalur 4 bagaimana mbak karakteristiknya?

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    wahahaha... saya bikin ini sebelum ada jalur 4, dan saya sekarang jarang naik TJ. Nanti lah saya update lagi, hehe

  3. retno wulan ndari Says:

    terima kasih mbaa
    wah wah kok bisa tanggal lahir sama bulan sama tahunnya kita sama :D hahaha ga nyambung ya :p

  4. satria gumelar Says:

    kalo jalur 1A posnya mana aja? turun ke ambarukmo plaza kah?

  5. Nurvirta Monarizqa Says:

    Bandara atau Taman Pintar Utara

  6. Anonim Says:

    mba mau tanya kalo dari st. tugu mau ke ambarrukmo plaza berarti naik tj yg mana ya? thx

Posting Komentar

abcs