Kudus Kota Semarak, Kudus Kota Kretek

tempat: Kudus, Jawa Tengah


Kudus sangat recommended bagi mereka yang ingin melakukan wisata religi. Karena merupakan kabupaten kecil, Kudus tidak terlalu hedon, hanya 2 mall yang ada di Kudus setahu saya, dan biaya-biaya kelilingnya, makannya, cukup murah juga. Selain itu Kudus juga terkenal sebagai Kota Kretek, karena banyaknya tempat pelinthingan rokok yang ada di sana, serta pabrik-pabrik rokok besar seperti Djarum. Tak heran pajak kabupaten kecil ini bisa menyamai penghasilan pajak kota besar sekelas Semarang.

Tapi jangan salah, saya kesana bukan untuk melakukan wisata religi maupun bekerja sebagai buruh pabrik rokok. Bersama teman-teman, kami diundang mengisi semacam seminar motivasi olimpiade di SMA 1 Kudus. Sekolah yang kami datangi ini favorit di Kudus katanya (secara, SMA 1 gitu...), dan perbedaan yang paling mencolok dengan SMA 1 Jogja adalah: semua kelas dan ruangannya ber-AC -___-

pose ala cinta satu malam, di depan SMA 1 Kudus. Dari kiri-kanan: saya, Yan, Irfan, Rhama

seminar, keempat foto ini dari kamera Yan, thanks Yan

Saat sesi seminar, pesertanya perwakilan tiap kelas, kurang lebih dua ratus anak. Sesi pertama diisi oleh profesor Bambang Hidayat, astronom ITB yang ternyata asli Kudus, membahas tentang komet, dan memberi handout tentang pembahasan kalender maya yang meramalkan 2012 kiamat.

diajak makan oleh wakasek SMA 1 Kudus, kami makan SATE KERBAU, makanan yang sungguh tidak familiar di Jogja.

Di tempat ini ternyata jarang yang menjual makanan dengan bahan daging sapi karena ada sejarahnya. Saya sendiri pernah dengar 2 versi, versi pertama, karena dalam dakwahnya Sunan Kudus menghormati umat Hindu di daerah tsb sehingga saat Idul Adha tidak menyembelih sapi, tapi kerbau. Kedua, saat melakukan dakwah, Sunan Kudus yang kala itu haus berat dan hampir tidak bisa bertahan hidup diselamatkan oleh sapi, dengan cara memerah susu sapi tersebut. Sejarah aslinya, huwallahu'alam.

Selesai acara kami menyempatkan diri melihat Masjid Menara Kudus. Bagus. Karena ternyata menjelang puasa masjid ini dipadati peziarah yang akan berziarah ke makam Sunan Kudus. Jadilah area masjid menara menjadi lautan manusia, jalan aja susah. Ditambah adanya acara tradisi "dandangan", di mana banyak yang menjajakan aneka barang di seputaran jalan menuju masjid menara, lengkap sudah kemacetan yang terjadi. Kami terpaksa jalan kaki menuju masjid sekitar 500 meter.

Hasil jepretan bangunan-bangunan dan kesibukan-kesibukan manusia di sekitaran jalan menuju Masjid Menara

Dan inilah dia, Masjid Menara (yang ternyata nama lainnya adalah Masjid Al-Aqsa dan Masjid Raya Al Manar). Subhanallah deh, bagus banget. Bentuknya menyerupai candi-candi hindu di Jawa Timur, karena saat itu memang terjadi akulturasi budaya, supaya memudahkan dan mengakrabkan Islam masuk di daerah Kudus, yang saat itu mayoritas beragama Hindu.

Di dalamnya ada juga Makam Sunan Kudus, wali songo yang menyebarkan agama Islam di daerah Kudus. Sangat sangat sangat crowded. Tapi saya nggak masuk lebih jauh lagi, alias nggak ziarah. Nggak kuat sama lautan manusianya sama takut kemalaman sampai di Jogja.

Bagi yang pengen kesana, bisa ditempuh dengan jalan darat dari Jogja selama 5 jam, dengan kendaraan pribadi. Kalau untuk kendaraan umum saya kurang tahu juga nih, nanti saya update lagi deh.

Bagi yang penasaran sama Masjid Menara ini, bisa klik id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Menara_Kudus.

Have a nice trip! ;)
8 Responses
  1. Yan Restu Freski Says:

    hahaha...
    lutuna...
    harusnya ku foto, pas kamu diwawancarai itu mon...

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    hahaaa jangan dong yan, malu abis :">

  3. Yan Restu Freski Says:

    aku suka foto deret nomer 5 dari bawah, yaitu foto yang ada menara dan mesjidnya. Aku bisa nebak itu foto yang berbeda, maksudnya kalau nggak dipotong dan dipas2in tetap berbeda. Buktinya, ada ibu2 pake sepeda motor berjilbab item sedang noleh ke arah mesjid (ini dari foto kiri). kok ya pas dengan ibu2 sedang nuntun anaknya dan ibunya berjilbab item ke arah mesjid juga (dari foto kanan). Bisa nyambung karena sama2 berjilbab item dan noleh ke arah mesjid.

    Tetapi lihat baju yang dipakai. Yang foto kiri, ibunya pakek baju ijo, yang kanan ibunya pakek baju pink.

    Benerkan? Silahkan cek.

  4. Yan Restu Freski Says:

    lagipula dengan jelas bisa dilihat kabel listriknya.
    terus sudut pengambilan foto juga berbeda. Maksudnya perspektifnya nggak nyambung, beda horisontal dan titik acuannya.

  5. Nurvirta Monarizqa Says:

    Yan mata elaaang, emang Yan, that's right

  6. sebut saja blog.. Says:

    wah ngangkat kuwi nyambung fotone... ngaak ngaak..

  7. Nurvirta Monarizqa Says:

    wah memang sepertinya harus banyak latihan lagi :(

  8. Wiwid Santiko Says:

    Rhama Keren banget....
    jadi ngefans.
    silaturahmi ke SMA saya, SMA 1 Kudus

Posting Komentar

abcs