Semoga Bukan Hanya Pembohongan Publik

Sarah Sausan share saya artikel ini, dan langsung membuat geger kami berdua.

Harian Republika Selasa, 3 Agustus 2010

Kebaca nggak? Oke saya kasih versi potong-potongannya

Temen saya ini menggarismerahi sebuah paragraf. Kenapa digaris merah? Karena dia merasa berhak tapi tidak mendapat haknya. Mungkin habis ini kami mau menyurati kementrian. Adakah yang senasib dengan kami? Hanya diberi janji pemerintah? Segera hubungi e-mail saya ya, nurvirtamonarizqa@yahoo.com. 

Saya no offense dan no comment, kembali, semoga pemerintah menepati janjinya supaya tidak terus menerus melakukan semacam kebohongan publik ini (kabur ah).
13 Responses
  1. Yan Restu Freski Says:

    woh,
    makin lama kok pemerintah makin aneh to?
    seakan dengan sengaja keluar orbit.

    marmos tenan e. Setuju mon. Protes.
    aku mendukung mu...

    kok ya pemerintah ki gur omong doang yo.
    Hey Pak SBY, Boediono, lihat nih, mbok ya turun ke lapangan...

    Maaf ya, aku agak 'tersenyum' dengan kata2 "ini perintah bapak presiden langsung." Gini mon, kali aja sudah banyak yang protes, pemerintah baru sekarang mau turun tangan. Maksudnya baru mau turun tangan pas dimulainya OSN medan. Seolah tidak termasuk yang terdahulu...

    Haduuh...
    ohya mon, kalo ngirim surat ke menteri, lampirkan berita yang '1 T' itu.
    ajak pak menteri ke yogya.
    Ohya, aku sempat tertawa sengit ketika pak mendiknas juga njawab secara teoritis di SMA 1 tempo hari. Woh, penginnya aku maju ke depan. Njelasin.

    Tapi mau beranjak maju aja ada protokoler yang menghalangi. haduuh...

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    Berita 1 T tu yang mana ya Yan?
    Wah Yan, santai.... santai..... kita lihat kelanjutannya nanti :D

  3. ismailsunni Says:

    temenku, perunggu internasional, dijanjikan 30 juta setahun sampe lulus, sampe sekarang diurus, gak selese2...

  4. Yan Restu Freski Says:

    mon,
    yang ku maksud '1 T' tu ya yg kamu posin tempo hari. yang dari Antara News. yg pas kita nyari2 infonya Aka.

    nah, barusan ku nemu di yahoo news, ngeri mon.
    aku jadi mikir juga. kamu juga harus mikir juga. setidaknya jadi bahan pertimbangan.

    baca ini
    http://id.news.yahoo.com/lptn/20100807/tid-protes-di-dunia-maya-drop-out-didapa-e390447.html

    ini memang negara demokrasi. tapi kali aja tetap nggak bisa bebas mon.
    baca dulu baru aku dikomentari.

  5. Ikhsan Permadi Says:

    hahaha...janji pemerintah..cape deh...
    kayak-e sejak aku pertama kali ikut OSN dah denger deh..apalagi waktu itu yang pidato Wakil Presiden...
    padahal yang pada ndengerin udah serius, hasil nihil..
    ada juga tempat lain yang ndengerin pada tidur, tapi duit mengalir..ckck...
    orang berprestasi di Indonesia tu susah, ada yang menang tingkat internasional, diliput sehari, udah...selesai...itupun yang meliput orang dari TV lokal, bukan orang dari bagian resmi pendidikan...
    hmm...
    bingung mau ngomong apalagi...--'

  6. Nurvirta Monarizqa Says:

    yan: aku no komen, semoga aku di jalan yang benar dalam beraspirasi
    ikhsan: setuju kuadrat, pangkat tiga, pangkat empat, pangkat lima....

  7. dza.talidhut Says:

    Indonesia lagi-lagi buang-buang duit --"
    percuma aja OSN ber-em-em (baca: milyaran) tapi tindak lanjutnya hanya buat ke inter, setelah itu? sama aja kayak anak lain yang selama SMA-nya lebih enak, dipakai buat main bareng temen. Gaya pemerintah aja gembar-gembor soksokan peduli pendidikan saat diwawancara atau pidato, nyatanya? SHUT UP setelah turun dari mimbar. Tampaknya tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remajapun mulai terang-terangan di-'khianati' pemerintah kita. Kalaupun masih dalam proses mbok yao bilang, tapi setelah itu tepat waktu dan total saat menepati janji. Sorry, ini hanya numpang buang uneg-uneg. See photos from OSN 2010 MEDAN at FB

  8. Nurvirta Monarizqa Says:

    kamu aja yang belum ngerasain udah segitu sakitnya dza, apalagi aku yang terang-terangan udah merasakan -__-"

    besok 'giliranmu' loh dza, selamat 'memperjuangkan' hak ya :p

    udah dza, bagus, pingin OSN, mana tahun depan Manado lagi :(

  9. dza.talidhut Says:

    hahaha.. aduh mohon doanya yang bagus-bagus yaaa...
    eh mon bagusnya gimana ya mon, bingung nih, pengen sholat istikharah, kamu tau kan masalahku?

    haha, manado bagus lho alamnya *malah manas-manasi*

  10. Nurvirta Monarizqa Says:

    istikharah dza, aku dulu juga gitu, kita makin klop aja nih nasibnya dza, secara kamu ternyata dapet perak juga

    kalo dulu ortuku dapet bujukan dari guruku dza, yang pingin aku lanjut pelatnas terus, akhirnya ortuku ngikut guruku itu....

    iya, BAGUS BANGEEET makanya mau nabung mulai sekarang biar bisa ke Manado :p

  11. Yan Restu Freski Says:

    @ dza dirapel dengan ixan dan mona :
    ayo think out of the box. Kira2 apanya yang mbikin semua masalah ini?
    kita tinggal dulu orang2 pemerintahan. Jangan nambah ide masalah dulu. Langkah nyata yang kira2 langsung manjur apa ya? Kalau kita menggertak, kuping mereka dah kebal euy. Kalau kita nyurati, hem aku sebenere nggak njamin bisa kebaca apa enggak. Soalnya mereka orang pemerintahan itu (baca: presiden dan wakilnya) mikirnya yang global2. Nah, yang menjadi tempat aduan kita tu ya menteri2nya. Semacam Pak Mendiknas.

    Karena, yang ngadain OSN siapa, yang pernah (eh sering ding) gembar-gembor omdo itu siapa. jawabannya jelas, pihak kementerian.

    Nah, salah satu cara paling klasik yang kali aja manjur : kita tim kontingen DIY berdemo di depan gedung KEMENDIKNAS di Senayan. Lalu mau tak mau, akan mengundang perhatian orang kan? Nah dari situ kita sampaikan uneg2 kita. Kalau toh ternyata masih tebal temboknya (baca: masih budheg), ya kita mau gimana lagi. Resuffle!!! Merdeka!!!

  12. Nurvirta Monarizqa Says:

    Yan, kita dah "gede", menurutku kalaupun mau aspirasi jangan bikin sensasi berlebihan gitu, sampaikan semua aspirasi dengan CERDAS yan

  13. dza.talidhut Says:

    yup yup setuju sama mona, lagian belum jamannya lagi demo-demoan, coba dulu cara seperti opini 'pedas' di tempat yang sering dibaca orang, seperti koran, majalah, whatever lah, nah kalau massa kita udah banyak dan ga ada tanda-tanda pergerakan kementrian baru deh, lanjut ke aksi selanjutnya. jadi kita provokatori dulu. fufufu

Posting Komentar

abcs