Dompet Keyboard 1

Ini bermula ketika saya dihadiahi sebuah dompet oleh solmet saya, merknya Milk Teddy. Tapi sayang maruyang dia memberi saya dompet warna biru ngejreng, lebayatun motifnya, yang notabene saya nggak suka banget. Saya juga bingung, kayaknya kami temenan udah dari SMP jebot tapi dia nggak tau apa yang saya suka :(

Akhirnya saya ganti "case" dari dompet tersebut (sesuai izin si pemberi tentunya, supaya dia nggak tersinggung) dengan stiker vinyl bermotif keyboard seperti di bawah ini:
Photobucket
kiri: stiker ditempel, kanan: untuk penjelasan insert tulisan dalam box kuning

Dicetak dengan bahan stiker vinyl, desain keyboard based on keyboardnya Macbook, tapi saya arrange sendiri satu per satu, dan desain background original tentunya :) Yang paling saya suka adalah kata-kata ancaman yang ada di bagian kuning dompet:

ISTIGHFAR
Jika anda memiliki niat untuk mengambil sebagian atau seluruh isi dompet ini tanpa sepengetahuan pemilik, ingat: 
Tuhan tahu tapi menunggu

cukuplah untuk menakut-nakuti copet :p

Dan di bawah ini adalah foto setelah stiker tersebut dipasang (maaf belum ada gambar before, langsung after karena saya nggak berhasil menemukan gambar beforenya dan saya melakukan re-case dompet ini jauh-jauh hari sebelum saya posting ini).

Photobucket
atas: tampak depan, bawah: tampak belakang

Ohya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat case stiker ini:
  • ukur dahulu ukuran dompet teman-teman. Kalau bisa dilebihkan, supaya bisa dilipat rapi ke dalam.
  • memasang stiker harus ekstra hati-hati, stiker jangan langsung dilepas dari kertas asalanya dahulu semua namun perlahan-lahan sambil menempelkan pada dompet
  • jika di pinggirnya masih kurang rapi bisa dirapikan dengan memberi lakban hitam

Gimana? Oke kan? Modalnya hanya cukup dengan 20 ribu rupiah untuk mencetak stiker vinyl A3 (kurang dari A3 nggak boleh soalnya).  Tapi bisa lebih murah kalau pesan di perusahaan stiker kami, Sepesial Setiker (mulai deh promosi), harga sesuai ukuran, yang seperti saya ini  (milk teddy sedang) 6000 rupiah saja :D Kalau berminat kontak ya.... gratis desain sesuai keinginan ;) (nurvirtamonarizqa@yahoo.com)

Tas Keyboard

Ingatkah keyboard laptop lama saya yang malang itu?

Photobucket

Dan ingatkah post saya tentang tas resleting?

Photobucket

Nah saya nggak mau membiarkan keyboard saya nganggur, jadi akhirnya saya jahitlah keyboard saya tersebut ke tas resleting ungu saya, taraaaaa

Photobucket

Agenda

Oke, bulan ini dan bulan depan adalah hari-hari tersibuk saya dimana banyak hal yang harus saya lakukan. Satu hal yang saya benci jika banyak kegiatan ini adalah: PELUPA SAYA KUMAT. Ya, saya adalah seorang nenek-nenek yang terperangkap dalam tubuh seorang anak usia 17 tahun (lebay mon -__-). Untuk itu saya butuh banget agenda guna mencatat kegiatan yang harus saya lakukan tiap harinya. Akhirnya saya hunting toko-toko alat tulis untuk mencari agenda harian. Apesnya saya lupa kalau ini penghujung tahun sehingga agenda jarang ditemukan, kalaupun ada harganya mahal -__-

Apa boleh buat, saya akhirnya memutuskan untuk membuat agenda sendiri. Berikut alat dan bahannya:

Photobucket
  1. Kertas HVS: saya memakai kertas blocnote polos yang nggak pernah saya pakai. Gratis, paketan kalau ikut pembinaan-pembinaan. Berapa banyak? Tergantung kebutuhan
  2. Disket bekas: bermula ketika saya kebingunan mencari bahan untuk sampul agenda dan mulai berkeliling kamar untuk mencari, dan aha! ketemulah si disket bekas ini
  3. Penjepit kertas: untuk memberi batas antar bulan
  4. Benang rajut dan hakpen: untuk membuat tali yang menyatukan seluruh potongan kertas
  5. Gunting: untuk memotong kertas pastinya
  6. Pembolong: untuk melubangi kertas
Oke, kemudian berikut cara membuatnya:
  1. Potong kertas. Di agenda saya ini, saya memotong kertas blocknote menjadi 4 sama besar.
  2. Lubangi kertas-kertas yang telah dipotong tadi
  3. Buat rantai dengan tali rajut sepanjang 50 cm
  4. Satukan disket beserta kertas-kertas dengan rantai tali. pasti nanti ada sisa, nah sisa tersebut digunakan untuk mengunci agenda
  5. Isi agenda dengan hari dan tanggal, batasi tiap bulannya dengan pembatas. Tips: supaya tidak mudah lepas, pembatas diselotip.
  6. Terakhir, beri nama dan CP kita, kalo sewaktu-waktu hilang haha..
Gampang kan, modalnya NOL RUPIAH pula. Berminat coba bikin juga? :D

Photobucket
gambar atas: agenda masih dalam kondisi terbuka
gambar bawah kiri-kanan: cara menutup dan mengunci agenda

Photobucket

Do It Yourself

Ohya, satu kata lagi yang cukup menggambarkan saya selain flashdisk adalah HEMAT. Hemat disini bukan berarti irit maupun pelit looh, hemat maksudnya adalah bisa mengontrol pengeluaran seminimal mungkin. Contoh konkritnya adalah kalau ada suatu barang yang saya rasa butuh tapi saya bisa bikin, saya nggak akan beli.

Nah, implikasinya adalah banyak barang milik saya yang saya buat sendiri tanpa beli, dan temen-temen saya pengen punya juga, jadi pada pesen beli dari saya, hehe... lumayanlah. Tapi ada juga yang nggak mau beli dan hanya pengen tahu gimana cara buatnya. Nah untuk itu di blog saya ini akan saya tambahkan satu label lagi, yaitu Do It Yourself. Di label ini akan banyak contoh-contoh barang buatan saya beserta cara buatnya. Semoga bermanfaat buat teman-teman :)

Pembahasan "Kemana 1000-nya lagi"

Satu minggu yang lalu, saya memberi semacam kuis tentang utang-mengutang, bisa dilihat postingannya di sini. Nah, sesuai janji saya, satu minggu kemudian setelah posting saya akan mengutarakan pembahasannya dan mengumumkan siapa pemenangnya, yaitu yang pertama menjawab di komentar secara benar. Naaaaaah, sebelum saya ngumumin pemenangnya, perkenankan saya mbahas jawabannya dulu:

Si penghutang tersebut salah persepsi, harusnya. Seribu rupiah yang dia bawa sudah bukan hutangnya lagi, tapi sepenuhnya miliknya, sehingga hutangnya memang tinggal 48 ribu saja karena dua ribunya lagi sudah dibayarkan, bukan hutang lagi. 48+2=50. Selesai... Kemana seribunya lagi? Ya nggak ada karena dia salah persepsi

Dan pemenangnya adalaaaah...

"1 ribu yg dibawa kan berarti uang hutangan, jadi termasuk ke 24+24=48 ribu.
terus yg 2 ribu (50-48) itu hutang yang udah dibayar.
jadi ga ada yang ilang, 48+2=50 ribu.
bener gak mon ? -_-a"

Jawabanmu bener has, selamat yaaaa dan  karena kamu ulang tahun Desember, hadiahnya aku kasih pas ulang tahun ya, itung-itung kado :p

Berikut jawaban dari teman-teman yang lain


Er... ya ya ya, bisa diterima, cuman aku bukan koruptor Yan, Mas Ujang T.T


Benar!!!!! Cuman maaf kamu kurang cepet ngejawabnya :p


-_____________________- saya curiga yang ngutang itu sebenernya kamu mas

Give Not Gain

Barusan ngerjain PR matematika diskrit dan mendapat quote bagus di halaman pertama bukunya (ketahuan nggak pernah baca buku)

"The quality of life does not depend on how much you gain, but on how much you give"

Uang milyaran yang dipakai DPR ke Yunani pasti akan lebih meningkatkan kualitas mereka jika dibagi kepada yang lebih berhak saja daripada mereka pakai plesiran. See? Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi orang yang berguna bagi sekitar kita :)

Perbedaan Antara Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer


Ini adalah salah satu pertanyaan yang susah saya jawab, apalagi kalau ditanyakan oleh adik-adik kelas XII SMA yang galau memilih prodi untuk kuliah

"Mbak, bedanya Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer apa?"

dan jawaban standar saya adalah..
"Beda fakultas"

Gubrak... Honestly, walau saya berbulan-bulan kuliah di TI, saya memang belum begitu faham apa beda dua prodi ini, yang saya tahu TI lebih murah, jadi saya masuk sini *jangan ditiru*.

Akhirnya saya berdiskusi dengan kakak-kakak angkatan saya, dan saya mendapat pencerahan dari sebuah notes facebook yang ditulis oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi tempat prodi saya bernaung (saya sudah izin kopas)

Apa bedanya Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Ilmu Komputer (versinya JTE UGM)

by Lukito Edi Nugroho on Friday, November 27, 2009 at 5:09am
Menyambung tulisan saya sebelumnya...

Khususnya buat mahasiswa Prodi Teknologi Informasi UGM, biar anda tidak bingung jika ditanya orang tentang prodi anda, silakan baca tulisan saya yang dulu diajukan saat mengusulkan pembukaan prodi ini.
Semoga bisa mencerahkan...


Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia, yang mengacu pada definisi dari UNESCO, Teknologi Informasi didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu, teknologi dan kerekayasaan serta teknik-teknik manajemen yang digunakan dalam menangani dan mengolah informasi; penerapan disiplin dan teknik-teknik tersebut; interaksi manusia dan mesin-mesin, serta masalah-masalah sosial, ekonomi, dan budaya yang menyertainya [Nugroho, 1997]. Teknologi Informasi mengkaji pemanfaatan teknologi komputer dan komunikasi data untuk keperluan pengelolaan data, informasi, dan pengetahuan untuk meningkatkan nilai tambah solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi di berbagai bidang/sektor.

Istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki pengertian yang mirip dengan Teknologi Informasi. Kata "komunikasi" dimunculkan untuk memberikan penekanan terhadap aspek komunikasi dan jaringan informasi yang memang menjadi faktor kunci dalam pemanfaatan teknologi komputer. Dengan demikian pemilihan kedua istilah/nama tersebut didasarkan pada seberapa kuat keinginan untuk menyatakan pentingnya aspek komunikasi dalam domain pembicaraan.

Nama atau istilah lain yang sering digunakan adalah Teknik Informatika. Teknik Informatika membicarakan tentang tatanan berbagai sumber daya informasi yang berkaitan dengan pengumpulan, penyiapan, pengolahan, penyimpanan, pencarian, dan penyajian serta pendistribusian data dan informasi [Nugroho, 1997]. Fokus kajian adalah pada aspek rekayasa yang mengembangkan "cara-cara" (develop ways).

Dari definisi tentang Teknologi Informasi dan Teknik Informatika di atas tampaklah bahwa cakupan Teknologi Informasi lebih luas dibandingkan Teknik Informatika. Keduanya memiliki fokus utama pada teknologi dalam pengelolaan data dan informasi, tetapi terminologi Teknologi Informasi mencakup juga aspek manajemen proses-proses rekayasa yang dibutuhkan, aspek organisasional yang mewadahi proses-proses rekayasa, serta aspek-aspek non-teknis lain seperti psikologis dan budaya yang muncul sebagai ikutan atau dampak penerapan teknologi. Perbedaan lain dalam hal lingkup kajian adalah masuknya aspek-aspek sasaran terapan dari teknologi itu sendiri. Sebagai contoh, Teknologi Informasi tidak terpisahkan dari sistem-sistem informasi yang digunakan dalam berbagai bidang (bisnis, pendidikan, pemerintahan, kesehatan, dan lain sebagainya).

Menurut Wikipedia, Ilmu Komputer (computer science) adalah sebuah disiplin ilmu yang secara umum membicarakan tentang perangkat keras, perangkat lunak, komputasi, dan teori-teori yang mendasarinya [Wikipedia, 2006]. Fokus disiplin ilmu komputer adalah pada manajemen kompleksitas dalam pembangunan dan analisis sistem-sistem komputer. Meskipun definisi di atas mengimplikasikan rentang yang luas, tetapi pada umumnya pembangunan perangkat keras dan perangkat lunak lebih dipandang sebagai aspek rekayasa dan diasosiasikan dengan disiplin Ilmu Teknik Komputer dan Teknik Informatika. Bidang Ilmu Komputer sendiri lebih cenderung memasuki ranah komputabilitas yang dicirikan oleh pembicaraan pada aras abstraksi yang lebih tinggi. Komputasi sebagai obyek kajian di ranah komputabilitas didefinisikan oleh ACM sebagai "the systematic study of algorithmic processes that describe and transform information, their theory, analysis, design, efficiency, implementation, and application" [Denning, 1989].

Tidak dapat disangkal antara disiplin Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer terdapat overlap yang cukup besar. Keduanya membicarakan domain yang sama. Perbedaan antara Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer adalah pada fokus penekanan bidang kajian. Teknologi Informasi berakar pada paradigma kerekayasaan (engineering) yang bertujuan "mengembangkan cara-cara" dalam lingkup pengelolaan data dan informasi. Teknologi Informasi mencakup bidang kajian teknologi komputer dan juga penerapan dan pemanfaatannya sebagai alat bantu dalam penyelesaian persoalan-persoalan yang ada (applied perspective). Pendorong (driver) Teknologi Informasi adalah persoalan atau kebutuhan nyata dalam masyarakat. Konsekuensinya, Teknologi Informasi juga berurusan dengan dampak-dampak non-teknis yang terkait dengan penerapan teknologi komputer . Di sisi lain, Ilmu Komputer dikembangkan berlandaskan pada paradigma pengembangan ilmu (science development) yang didorong oleh rasa keingintahuan (curiousity). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, meskipun rentang cakupan bidang kajiannya juga luas, Ilmu Komputer berurusan dengan konsep-konsep dengan tingkatan abstraksi yang lebih tinggi. Ilmu Komputer tidak berurusan dengan dampak dari pemanfaatan Teknologi Informasi.

Yap, demikian, semoga bisa memberi pencerahan bagi teman-teman yang akan memilih prodi S1-nya. Sepenangkap saya, yang membedakan TI dan ilkom adalah pola pikirnya, TI belajar how dan ilkom belajar why. Kami dibentuk untuk menjadi seorang "pemakai" ilmu yang dieksplor oleh masyarakat ilkom. Yes, cause we are engineers!

Nb: saya bikin part 2 nya disini

Uang Koin Peringatan

Kemarin karena saya posting soal matematika utang-utangan itu, saya tertarik googling uang pecahan 20000, 5000 dan 1000 untuk pembahasan. Guess what, saya menemukan situs yang sangat menarik ini :3


Berikut adalah isi artikelnya

Uang Logam Peringatan (Commemorative Coins)

Selain uang logam yang dipergunakan sebagai alat pembayaran, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan beberapa jenis uang logam peringatan. Uang-uang logam peringatan ini terbuat dari emas dan perak serta dicetak dalam jumlah sangat terbatas sehingga mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Beberapa diantara uang-uang peringatan ini mempunyai harga yang sangat tinggi serta sulit sekali ditemukan sehingga hanya bisa dilihat gambarnya dari situs Bank Indonesia.

Seri peringatan 25 tahun kemerdekaan Indonesia (1970)

1. Pecahan 200 rupiah
Terbuat dari perak (silver) dengan kadar 99,99% seberat 8 gram. Bergambar burung cendrawasih dan dicetak sebanyak 5100 keping. Harga berkisar Rp. 400-500 ribu

Pecahan 200 rupiah 1970 (silver)

2. Pecahan 250 rupiah
Terbuat dari perak 99,99% dengan berat 10 gram dan bergambar patung Manjusri dari Candi Tumpang di Malang. Dicetak sebanyak 5000 keping, harga jual sekitar Rp. 500 ribu.

Pecahan 250 rupiah 1970 (silver)

3. Pecahan 500 rupiah
Bergambar penari wayang, dicetak sebanyak 4800 keping. Kadar perak 99,99% dengan berat 20 gram. Harga jual sekitar Rp. 500 -600 ribu

Pecahan 500 rupiah 1970 (silver)

4. Pecahan 750 rupiah
Bergambar ukiran Bali, berat 30 gram dengan kadar perak 99,99%. Dicetak sebanyak 4950 keping. Harga perkeping sekitar Rp. 600-700 ribu.

Pecahan 750 rupiah 1970 (silver)

5. Pecahan 1000 rupiah
Bergambar Jendral Sudirman dengan berat 40 gram dan terbuat dari 99,99% perak. Dicetak sebanyak 4250 keping dengan harga sekitar 800 ribu s/d 1 juta rupiah.

Pecahan 1000 rupiah 1970 (silver)

Kelima pecahan di atas ada yang dikemas dalam bentuk folder berisi sertifikat keaslian. Harga satu set lengkap berkisar di angka 2,5 sampai 3 juta rupiah.


Folder berisi 5 keping logam perak 1970

Selain kelima pecahan yang tebuat dari perak, dikeluarkan pula 5 pecahan yang bentuknya sama tetapi dengan nominal dan bahan yang berbeda. Kelima pecahan berikutnya terbuat dari emas dengan kadar 90%.
.
6. Pecahan 2000 rupiah
Gambar dan ukuran sama persis dengan yang perak, terbuat dari emas dengan berat 4,93 gram dan dicetak sebanyak 2970 keping. Sangat langka dan bernilai tinggi. Harga emasnya saja sudah sekitar 1 juta rupiah belum termasuk nilai antiknya.

Pecahan 2000 rupiah 1970 (gold)

7. Pecahan 5000 rupiah
Berat sekitar 12,3 gram dan dicetak sebanyak 2150 keping. Harga emasnya saja sudah sekitar 2,5 juta rupiah.

Pecahan 5000 rupiah 1970 (gold)

8. Pecahan 10000 rupiah
Dicetak sebanyak 1440 keping dengan berat sekitar 24,6 gram. Harga sudah melebihi 5 juta rupiah perkeping.


Pecahan 10000 rupiah 1970 (gold)

9. Pecahan 20000 rupiah
Mempunyai berat 49,37 gram dengan jumlah hanya 1285 keping. Harga saat ini di atas 10 juta rupiah perkepingnya.

Pecahan 20000 rupiah 1970 (gold)

10. Pecahan 25000 rupiah
Pecahan terbesar dari seri ini, terbuat dari emas dengan berat 61,7 gram. Dicetak hanya sebanyak 970 keping. Sangat langka dan bernilai tinggi. Harga sudah mencapai 14-15 juta rupiah perkeping. Gambar diambil dari situs Bank Indonesia.

Pecahan 25000 rupiah 1970 (gold)


SERI WWF 1974

1. Pecahan 2000 rupiah
Bergambar macan Jawa dan terdiri dari 2 jenis:
a. Terbuat dari perak dengan kadar 50% seberat 25,65 gram. Harga sekitar Rp.200 ribu dan dicetak sebanyak 43000 keping
b. Terbuat dari perak dengan kadar 92,5% (proof) dan berat 28,28 gram. Harga sekitar Rp.300 ribu dan dicetak sebanyak 18000 keping

Pecahan 2000 rupiah 1974 (silver proof)

2. Pecahan 5000 rupiah
Bergambar orangutan, juga terdiri dari 2 jenis:
a. Terbuat dari perak dengan kadar 50% dan berat 32 gram. Dicetak sebanyak 43000 keping. Harga sekitar Rp 250 ribu perkeping.
b. Terbuat dari perak berkadar 9,25% (proof) dan berat 35 gram. Dicetak sebanyak 17000 keping. Harga sekitar Rp. 350 ribu perkeping.

Pecahan 5000 rupiah 1974 (silver proof)

3. Pecahan 100.000 rupiah
Bergambar komodo yang sangat indah, berbahan emas 90% dengan berat 33,437 gram. Dicetak dalam jumlah sangat sedikit yaitu 5333 keping. Harga berkisar di angka Rp. 10 juta perkeping. Karena bentuk dan gambarnya yang indah, coin ini menjadi incaran para kolektor mancanegara.

Pecahan 100.000 rupiah 1974 (gold)


SERI WWF 1987

Hanya terdiri dari 2 pecahan yaitu 10000 (silver) dan 200000 (gold)

1. Pecahan 10000 rupiah
Bergambar babi rusa, terbuat dari perak berkadar 92,5% dengan berat 19,44 gram. Dicetak sebanyak 25 ribu keping. Harga sekitar 500 ribu rupiah perkeping.

Pecahan 10000 rupiah 1987 (silver)


2. Pecahan 200000 rupiah
Bergambar badak Jawa dan terbuat dari emas 91,7% dengan berat 10 gram. Dicetak sebanyak 5000 keping. Harga sekitar 3 sampai 4 juta rupiah perkeping.

Pecahan 200000 rupiah 1987 (gold)

SERI SAVE THE CHILDREN 1990 
 
1. Pecahan 10000 rupiah
Bergambar pemain badminton, terbuat dari 92,5% perak dengan berat 19,44 gram. Dicetak sebanyak 20000 keping. Harga berkisar diangka 700 ribu rupiah perkeping.

Pecahan 10000 rupiah 1990 (silver)

2. Pecahan 200000 rupiah
Bergambar penari Bali, terbuat dari 91,7% emas dengan berat 10 gram. Sangat langka dan bernilai tinggi karena hanya dicetak sebanyak 3000 keping. Harga sekitar 4 juta rupiah perkeping.

Pecahan 200000 rupiah 1990 (gold)


SERI 45 TAHUN KEMERDEKAAN 1990

Seri ini terdiri dari 3 macam pecahan yang semuanya terbuat dari emas 95,83%, sangat langka dan bernilai tinggi karena dicetak masing2 hanya sebanyak 3000 keping. Gambar diambil dari situs Bank Indonesia.
1. Pecahan 125000 rupiah
Terbuat dari emas dengan berat 8 gram. Harga berkisar 2 juta rupiah perkeping.

Pecahan 125000 rupiah 1990 (gold)

2. Pecahan 250000 rupiah
Bergambar peta Indonesia dengan berat 17 gram. Harga sekitar 5 juta rupiah perkeping.

Pecahan 250000 rupiah 1990 (gold)

3. Pecahan 750000 rupiah
Bergambar lambang Angkatan 45, terbuat dari emas seberat 45 gram. Harganya? Sekitar 15 juta rupiah lebih perkepingnya.

Pecahan 750000 rupiah 1990 (gold)


SERI 50 TAHUN KEMERDEKAAN 1995

1. Pecahan 300000 rupiah
Bergambar Presiden Soeharto sedang berbicara dengan rakyat. Terbuat dari emas seberat 17 gram. Dicetak sebanyak 3000 keping dengan harga sekitar 8 juta rupiah perkeping.


Pecahan 300000 rupiah 1995 (gold)

2. Pecahan 850000 rupiah
Merupakan pecahan terbesar yang pernah dicetak, bergambar Presiden Soeharto, juga terbuat dari emas dengan berat 50 gram. Dicetak sebanyak 3000 keping dengan harga sekitar 25 - 30 juta rupiah perkeping.


Pecahan 850000 rupiah 1995 (gold)


SERI 50 TAHUN UNICEF 1999


1. Pecahan 10000 rupiah
Bergambar pramuka sedang menanam pohon, terbuat dari 92,5% perak seberat 28,28 gram. Dicetak sebanyak 25000 keping. Gambar diambil dari situs BI.

Pecahan 10000 rupiah 1999 (silver)

2. Pecahan 150000 rupiah
Bergambar penari kuda lumping, terbuat dari emas berkadar 99,99% dengan berat 6,22 gram. Harga emasnya saja saat ini sudah sekitar 1,5 juta rupiah. Gambar diambil dari situs BI.


Pecahan 150000 rupiah 1999 (gold)



Kalau boleh berpendapat, dengan pengetahuan ekonomi saya yang terbatas, kok saya lebih suka uang itu ya logam, yang nilainya sesuai dengan harga bahannya. Itu akan membuat nilai uang lebih stabil, nggak se-fluktuatif sekarang. Dan kalo saya amati, uang logam di atas keren-keren loh desainnya, fashionable, simpel pula, emang sih resikonya dompet jadi berat banget. -__-

Kemana 1000-nya Lagi?

Saya barusan di SMS seorang kawan, inti isinya begini:

Tolong pecahkan kasus berikut:
Saya ingin punya baju tapi saya tidak punya uang, terus saya pinjam sama anda 25 ribu dan sama teman anda 25 ribu juga, total 50 ribu. Terus saya beli baju harganya 47 ribu. Untuk mengurangi utang saya, uang 3 ribu kembaliannya saya pakai bayar utang, 1 ribu untuk anda, 1 ribu untuk teman anda, dan 1 ribunya lagi saya ambil. Jadi utang saya tinggal 24 ribu di anda, 24 ribu di teman anda, dan 1 ribu yang saya bawa. Total semua utangnya = 24 + 24 + 1 ribu yang saya bawa = 49 ribu.
Kan harusnya 50 ribu, lah kemanakah yang 1 ribu rupiah lagi???

Tetoooooooooot, saya yang sering ngutang bawa duit langsung kepikiran loh jawabannya, teman saya tersebut sudah saya kirimi jawabannya, cek aja kalau nggak percaya, tapi buat seru-seruan, nggak saya bocorin sekarang, saya kasih pembahasannya 1 minggu lagi :p

Buat orang pertama yang bisa menjawab dengan benar, dengan langkah yang runtut dan mudah dipahami (dijawab di komentar bawah postingan ini tentunya. Jangan khawatir dicontek, semua komentar dimoderasi dulu, jadi nggak akan saya tampilin sebelum kunci jawabannya saya sebar), saya kasih hadiah menarik, sebuah tempat pensil dari bahan resleting, jadi jika menjawab, cantumkan email yang bisa dihubungi yaa :D

Winning The Game

Life is a game
sometimes we win
sometimes we learn
how can I win the game?

PS: tapi sayang nggak ada nyawa cadangan, menu restart level, apalagi switch user :p

Saya Nggak Pengen Jadi Artis

Pernahkah teman-teman semua dikirimi SMS oleh nomor yang tidak dikenal?

Oke, sepertinya ini pertanyaan standar, saya perjelas lagi

Pernahkan teman-teman dikirimi SMS oleh puluhan nomor yang tidak dikenal dalam waktu yang hampir bersamaan?
Pernahkan teman-teman dikirimi puluhan SMS yang sama oleh beberapa nomor yang tidak dikenal dalam waktu yang bersamaan?

Saya pernah.

Kalau teman-teman adalah seorang public figure, saya percaya seratus persen jika hal tersebut terjadi pada diri teman-teman, hla kalau saya yang hanya ordinary student (kala itu) seperti ini? T.T 

Jadi begini ceritanya, Januari 2010 saya pernah diwawancara seorang reporter majalah *piip* (sensor) yang merupakan majalah komunitas siswa sekolah-sekolah dari sebuah yayasan swasta yang cukup terkenal di Indonesia untuk dimasukkan dalam rubrik apalah itu namanya (sampai sekarang saya belum mendapatkan majalahnya), mungkin semacam profil atau apalah itu. Oke, saya sih seneng-seneng aja, toh pikir saya waktu itu gak akan ruginya. Saya pun dimintai biodata, bla bla bla, foto, bla bla bla termasuk alamat e-mail dan nomor handphone. Saya nggak curiga, pikir saya mungkin itu hanya supaya si reporter mudah menghubungi saya.

Tapi guess what, yang terjadi saat Februari 2010, tepat saat majalah tersebut beredar adalah....

"Mona, ya, kenalan dong..."
"Mona, aku pengen jadi teman kamu, boleh kan?"

itu adalah 2 dari puluhan SMS yang saya dapatkan dalam SATU HARI SAJA. Saya kalap dan saya merasa sangat terganggu dengan hal tersebut, apalagi saya kala itu posisinya sedang pelatnas tahap 2 menuju IMO dimana harusnya saya nggak terganggu dengan hal-hal gak penting macam itu. Kalau SMS-SMS macam yang diatas sih saya masih bisa tahan, tapi kalau yang begini:

"Dasar lon** kamu, udah merasa cantik apa?"
"Sombong ya, mentang-mentang..."
"....eh, ** sama aku yuk, mau nggak?...."

dan parahnya SMS-SMS tersebut pernah saya dapatkan berulang-ulang dari nomor yang sama, sampai puluhan kali, sampai inbox saya penuh. Detik itu juga, saya menyumpahi reporter yang waktu itu mewawancarai saya. Kemudian saya hubungi dia, saya minta pertanggungjawabannya atas hal tersebut, atas tersebarnya nomor handphone saya di hanya menjawab

"maaf, itu kewenangan editor saya..."

^%()#)()*(&)&
saya ajak dia ketemuan, dia selalu mangkir, saya minta CP editor dan pimrednya dia nggak mau ngasih. Sumpah saya masih nyesek banget sama masalah ini, karena
1. Sampai sekarang, hampir 10 bulan berlalu, masih ada aja yang SMS saya
2. Sampai sekarang, saya nggak bisa hubungi pihak majalah tersebut
3. Setahu saya pembaca majalah tersebut juga siswa, tapi ternyata mentalnya....

Pelajarannya adalah, jangan pernah memberi nomor HP asli kepada orang yang baru dikenal, even itu adalah seorang wartawan, presiden sekali pun. Beli nomor HP cadangan buat "sampah-sampah" tersebut.

I'm so sick of this, setelah lama terpendam akhirnya bisa curhat juga, walau lewat blog..
Any suggestion? Please give me suggestion........... #desperate

Setali Tiga Uang

A: "Kamu kemarin lomba dikasih uang saku dari UGM nggak Mon?"
B: "Enggak tuh, universitas enggak, fakultas enggak, apalagi jurusan."
A: "Hahahahahahaaaaaaaa...... sama aja dong Mon kamu nggak pindah sekolah, salah masuk universitas kamu"
B: "Lha kok?"
A: "Di Teladan dulu kamu lomba nggak pernah dikasih uang saku kaaaan?"

Resiko belajar di tempat di mana prestasi adalah hal biasa (sangat biasa mungkin) sehingga tidak banyak diberi penghargaan yang setimpal

PS:  sekedar koreksi, sebenarnya nggak se-nggakpernah itu juga sih, saya SMA dikasih uang saku dua kali kok (-________-)

Mengungsi Ke Jakarta 2 (TMII)

When? 5-8 November 2010
Where? Jakarta: Taman Mini Indonesia Indah
What? Pameran Hadeging Nagari Ngayogyakarta

Ternyata main-main dengan jawaban itu nggak baik juga, buktinya sekarang tiap ada orang yang tanya

"Ngapain Mon kamu di Jakarta?"
"Serius ngungsi ini, nggak bisa pulang"

Hiks, ya, saya adalah korban tidak langsung dari Merapi. Saya ingat betul malam sebelum saya pulang dari Jakarta setelah OSNPTI (baca postingan saya yang ini) saya nonton berita tengah malam dan berita yang saya dapati adalah

Merapi erupsi lagi, lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya

Jeng jeng... dan inilah kronologi kejadian yang harus saya alami akibat tulisan merah di atas pada tanggal 5 November 2010

Photobucket
01.00
Merapi erupsi

04.00
Berangkat dari hotel ke Soekarno-Hatta

05.00
Sampai bandara, check in, bla bla bla

05.30
Dapet ruang tunggu, walau dilempar-lempar kesana kemari

06.35
Dapat kabar bandara Adisutjipto Jogja ditutup karena abu Merapi. Katanya sih cuma sampai jam 09.00

07.45
Jadwal seharusnya pesawat take off. Tapi belum ada tanda-tanda pemanggilan penumpang

08.30
"....maaf, penerbangan ditunda sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan..." $#&()_}{|wx!@#&

09.00
Oke, dapat snack dunkin 2 biji karena pesawat delay lebih dari setengah jam

09.30
"....maaf, penerbangan dibatalkan......" @#$%^)(*&%%
Langsung kami bertiga (skuad DIY, minus mas Imam yang sibuk pemotretan, wawancara dll) minta REFUND ke pihak pengelola Lion Air. Kondisinya saat itu udah nggak mbentuk, semua penumpang panik dan berjubel minta pertanggung jawaban. Kami bertiga juga setres abis. Kami telpon panitia OSNPTI mereka dah nggak ada angkutan buat nganter kami lagi ke stasiun, terminal atau tempat cari angkutan lain. Sial kuadrat. Mas Wahyu akhirnya mutusin untuk pulang ke lampung dan mas Setya yang keluarganya udah pada ngungsi pengen tetep ke Jogja. Saya ke tempat budhe aja. Saya nggak bayangin kalau saya harus pulang ke Jogja berdua sama mas Setya aja naik kereta ekonomi gitu misalnya kalo nggak dapet kereta eksekutif/ bisnis

13.00
Refund yang berlangsung TIGA JAM LEBIH karena ketidaksiapan Lion kayaknya menghadapi hal ini selesai sudah. Saya bertolak ke Bintaro

Sebenernya saya juga ditawarin sama anak-anak Sagasitas Dikpora DIY untuk ikut rombongan mereka pameran, cuma saya tolak dulu mengingat nggak enak sama budhe dan keluarga saya. Tapi berhubung budhe saya jadi tim kampanye salah satu calon bupati Tangerang Selatan, saya diantarlah bareng rombongan ini hari Sabtu. Dan bagusnya, saya bisa pulang sama rombongan ini hari Senin malam. Yey, akhirnya saya bisa pulang! Ternyata rombongan ini mengikuti pameran di TMII dalam rangka Hadeging Nagari Ngayogyakarta (Berdirinya Negeri Yogyakarta). Ih waw, saya excited banget! Ada berbagai acara seperti sarasehan pendidikan, pameran produk-produk DIY, hiburan rakyat dan puncak acaranya adalah KIRAB dari seluruh kabupaten. Check this out :D
kirab prajurit Kraton, plus ada fotoyang dari Kota Jogja

Photobucket
Kirab Pakualaman

Photobucket
Kabupaten Sleman

Photobucket
Kabupaten Kulon Progo

Photobucket
Kabupaten Gunung Kidul

Photobucket
Kabupaten Bantul

anjungan DI Yogyakarta

Photobucket
Pagelaran tari dalam pendopo
Hoaaaa.. saya jadi pengen nari... saya kangen nari... terakhir nari SMA kelas 3 waktu ujian :(  

stand kami :D

Adalah sangat menyenangkan ketika berada di tempat ini. Walau saya jauh dari Jogja kala itu, saya justru merasa berada di kampung sendiri karena saya berada di lingkungan orang Jogja, musik Jogja, budaya Jogja dan "atmosfer" Jogja. Sedikit mengobati lah buat saya yang galau berat karena nggak bisa pulang dan kepikiran kabar Jogja melulu. Cemas rasanya. Di sini juga ada kotak untuk bantuan korban Merapi dan kenduri untuk mendoakan Jogja dan sekitarnya. Semoga batuk-batuk Merapi cepat sembuh Ya Allah, tolong aim Ya Allah....

Mengungsi Ke Jakarta 1 (OSNPTI 2010)

When? 1-5 November 2010
What? OSNPTI 2010
Where? Jakarta: Pertamina Learning Center Simprug

Kenapa judulnya mengungsi? Karena kalau ditanya orang

"Loh kamu ngapain Mon ke Jakarta?"
"Ngungsi"

Itu jawaban saya. Yap, kepergian saya ini bertepatan dengan kalapnya Gunung Merapi sehingga mengeluarkan erupsi kemana-mana. Lihat postingan saya tentang hujan abu, itu hanya dua hari sebelum saya berangkat ke Jakarta :o

Perkenalkan, saya adalah seorang peserta OSNPTI 2010 tingkat nasional bidang matematika, sebuah lomba yang saya ikuti hanya dengan iseng-iseng, dan di tiap tahapannya tidak melakukan persiapan khusus. Penyisihan propinsi saja saya sangat nggak yakin lolos karena hanya bisa menjawab kurang dari 50% soal. Apalagi di semifinal dan final propinsi. Status saya sedang sakit radang+demam berat dan sedang menjadi buronan ospek jurusan. Sangat nggak habis pikir (selain hanya berpikir bahwa ini rencana Allah) kenapa saya bisa juara 1 propinsi hingga lolos mewakili DIY ke nasional.

Okelah, mungkin Allah sedang menguji saya. Saya nggak pernah terpikir akan ke Jakarta dalam waktu dekat. Untuk itu saya excited sekali karena motivasi saya adalah pasti saya besok akan ke Dufan, tempat yang saya idamkan sejak stress UAN kelas 3 SMA lalu (motivasi bodoh).

Jadilah saya berangkat tanggal 1 November 2010, di tengah hiruk-pikuk erupsi Merapi. Saya inget banget waktu saya lihat Jogja dari ketinggian ribuan kaki di atas tanah tersebut. Semua krem, seperti miniatur dari kardus karena terkena hujan abu. Saya nyesel lagi gak ngantongin kamera jadi gakbisa potret-potret.

Nah, sampai di Jakarta, masalah saya muncul. Saya berkenalan dengan banyak teman dari 32 Propinsi lain di Indonesia dan baru menyadari bahwa SAYA ADALAH WAKIL UGM juga. Banyak teman yang kemudian berkomentar "Wah anak UGM ya? Pasti menang deh" "Anak UGM pasti ya? Hebat..." dan bla bla bla. Jujur itu membuat saya realize bahwa saya membawa nama sebuah universitas besar, sebuah universitas ternama, universitas favorit sehingga tidak boleh sembarangan dalam "membawa" nama universitas ini. Seketika saya menyumpahi diri saya sendiri kenapa tidak persiapan maksimal dan menyumpahi juri mengapa memilih saya yang notabene sangat JUNIOR dan bukan berlatar belakang jurusan matematika seperti kebanyakan teman saya dari propinsi lain tersebut. Oke, disini saya mulai terbebani.

suasana saat akan tes tertulis

Kami tes tertulis terlebih dahulu untuk menentukan peserta yang akan maju ke babak 9 besar (semifinal). Di sini saya hanya paham 2 soal sehingga saya juga hanya ngerjain 2 dari 4 soal yang diberikan. Oke. Kesalahan pertama. -__-


Photobucket
Photobucket
foto-foto kunjugan ke Depot Plumpang, Depot Elpiji dan Pelumas Pertamina di Tanjung Priok

Setelah selesai tes kami melakukan kunjugan ke depot-depot pertamina. Er... menambah wawasan tapi jujur durasinya kelamaan. Mau bagaimana lagi karena ini gawe-nya pertamina [:| Tapi efek sampingnya adalah kami batal ke Dufan! Sebuah hal yang membuat saya langsung terdiam beberapa jam. Tujuan utama saya ke Jakarta sirna sudah. Sediih.. banget.... rasanya.....

Photobucket
foto kiri atas: semifinalis all bidang, foto kiri bawah: squadnya UGM, mas Imam (Biologi), saya (matematika), mas Wahyu (fisika), mas Setya (kimia). Ternyata mas Imam dan mas Setya Teladan 2007! Jadi ada 3 Teladan di sini :3

Oke, satu hal yang menghibur saya adalah ternyata saya lolos semifinal. Walau presentasi saya kacau karena di awal saya ada kesalahan teknis parah sehingga itu mengganggu konsentrasi saya. Maaf UGM, saya bukan seorang pembawa nama UGM yang baik :( semoga hanya untuk saat ini, lain kali akan saya perbaiki :)

Photobucket
suasana final

Photobucket
sedikit jalan-jalan: Plaza Senayan, Monas, Istiqlal

Photobucket
penutupan di Gedung Pertamina Pusat, ada yang bisa menemukan none Jakarta? ada yang bisa menemukan Tompi? ada yang bisa menemukan wakil Mendiknas? ada yang bisa menemukan Winda Viska? ada yang bisa menemukan saya :p?

Juara 1 bidang matematika adalah Stefi Rahmawati (Universitas Indonesia-DKI), disusul Irwansyah (Universitas Mataram-NTB) di juara 2 dan juara 3 nya M Syifa'ul Mufid (Institut Teknologi Sepuluh November-Jawa Timur). Sementara dari UGM sendiri ada Mas Imam yang juara 1 Biologi dan Mas Setya yang juara 2 Kimia.

Ya, banyak hal yang saya dapatkan dari lomba ini meski saya nggak menang. Teman-teman yang seru, panitia yang sangat cantik-cantik, pengetahuan tentang pertamina, pengalaman berkompetisi, pelajaran bagaimana seharusnya membawa nama besar sebuah universitas, persahabatan dan kejujuran pastinya ;)

Perlu berkompetisi, untuk menjadi seorang energi terbaik :)
abcs