Saya Nggak Pengen Jadi Artis

Pernahkah teman-teman semua dikirimi SMS oleh nomor yang tidak dikenal?

Oke, sepertinya ini pertanyaan standar, saya perjelas lagi

Pernahkan teman-teman dikirimi SMS oleh puluhan nomor yang tidak dikenal dalam waktu yang hampir bersamaan?
Pernahkan teman-teman dikirimi puluhan SMS yang sama oleh beberapa nomor yang tidak dikenal dalam waktu yang bersamaan?

Saya pernah.

Kalau teman-teman adalah seorang public figure, saya percaya seratus persen jika hal tersebut terjadi pada diri teman-teman, hla kalau saya yang hanya ordinary student (kala itu) seperti ini? T.T 

Jadi begini ceritanya, Januari 2010 saya pernah diwawancara seorang reporter majalah *piip* (sensor) yang merupakan majalah komunitas siswa sekolah-sekolah dari sebuah yayasan swasta yang cukup terkenal di Indonesia untuk dimasukkan dalam rubrik apalah itu namanya (sampai sekarang saya belum mendapatkan majalahnya), mungkin semacam profil atau apalah itu. Oke, saya sih seneng-seneng aja, toh pikir saya waktu itu gak akan ruginya. Saya pun dimintai biodata, bla bla bla, foto, bla bla bla termasuk alamat e-mail dan nomor handphone. Saya nggak curiga, pikir saya mungkin itu hanya supaya si reporter mudah menghubungi saya.

Tapi guess what, yang terjadi saat Februari 2010, tepat saat majalah tersebut beredar adalah....

"Mona, ya, kenalan dong..."
"Mona, aku pengen jadi teman kamu, boleh kan?"

itu adalah 2 dari puluhan SMS yang saya dapatkan dalam SATU HARI SAJA. Saya kalap dan saya merasa sangat terganggu dengan hal tersebut, apalagi saya kala itu posisinya sedang pelatnas tahap 2 menuju IMO dimana harusnya saya nggak terganggu dengan hal-hal gak penting macam itu. Kalau SMS-SMS macam yang diatas sih saya masih bisa tahan, tapi kalau yang begini:

"Dasar lon** kamu, udah merasa cantik apa?"
"Sombong ya, mentang-mentang..."
"....eh, ** sama aku yuk, mau nggak?...."

dan parahnya SMS-SMS tersebut pernah saya dapatkan berulang-ulang dari nomor yang sama, sampai puluhan kali, sampai inbox saya penuh. Detik itu juga, saya menyumpahi reporter yang waktu itu mewawancarai saya. Kemudian saya hubungi dia, saya minta pertanggungjawabannya atas hal tersebut, atas tersebarnya nomor handphone saya di hanya menjawab

"maaf, itu kewenangan editor saya..."

^%()#)()*(&)&
saya ajak dia ketemuan, dia selalu mangkir, saya minta CP editor dan pimrednya dia nggak mau ngasih. Sumpah saya masih nyesek banget sama masalah ini, karena
1. Sampai sekarang, hampir 10 bulan berlalu, masih ada aja yang SMS saya
2. Sampai sekarang, saya nggak bisa hubungi pihak majalah tersebut
3. Setahu saya pembaca majalah tersebut juga siswa, tapi ternyata mentalnya....

Pelajarannya adalah, jangan pernah memberi nomor HP asli kepada orang yang baru dikenal, even itu adalah seorang wartawan, presiden sekali pun. Beli nomor HP cadangan buat "sampah-sampah" tersebut.

I'm so sick of this, setelah lama terpendam akhirnya bisa curhat juga, walau lewat blog..
Any suggestion? Please give me suggestion........... #desperate
7 Responses
  1. Melisa Pramesti Dewi Says:

    hahaha, sabar ya Moon. .
    ternyata masih bermasalah to? takkira udah selese e masalahnya. .
    dituntut aja mon, bawa ke pengadilan. neng repot, dadak mbayar pengacara barang. :3

  2. Yan Restu Freski Says:

    ngeri tenan.

    aku belum pernah sih, cuma kalo segelintir orang pernah. Malah minta dibimbing penelitian, padahal dari sulawesi lho. Itu sejak aku masuk di majalah POT**SI. Ohya, kok sms-e ngeri tenan je mon, sing kedua. Brr..

    Emang kayaknya majalahnya itu ada yg tidak beres dalam menampilkan beritamu.
    Lapor polisi wae mon.

  3. Nurvirta Monarizqa Says:

    emang mau aku tuntut sih, tapi mesti birokrasinya bertele tele
    #%^$OP)(&{)

  4. ismailsunni Says:

    sengak tenan mon... tak kiro ra separah kuwi...
    imho, pancen ra bener sing duwe majalah, termasuk reporter e. Kudu ati2 bagi kontak, terutama HP.
    Tapi, nek wis kejadian yo piye meneh, ganti nomer wae nek pancen tidak nyaman dan masih berkelanjutan....
    sebagai pelajaran saja...

  5. Ikhsan Permadi Says:

    eh tapi ada yang minta maaf...LOL

  6. Nurvirta Monarizqa Says:

    @mas sunni: nomerku ayu e... tur sakjane aku males ngandhani neng wong2 nek semisal nomerku anyar
    @ikhsan: hahaaaa LOL

  7. ismailsunni Says:

    ayu seko hongkong...
    yo wis lah, pancen susah ganti nomer ki.

Posting Komentar

abcs