Review Jogja: Cozy Places In Jogja

Ini saya post tidak melalui survey terlebih dahulu, alias ini murni subyektif menurut selera saya, hehe. Jadi kalau ada yang merasa tempat lain lebih cozy, lebih nyaman dan lebih bagus, boleh direkomendasikan ke saya, nanti saya update di posting ini juga, tentunya setelah saya survey dan saya nilai dulu, cocok nggak sama selera saya, harap maklum.

Ohya, walau subyektif, saya mau kasih tahu aja apa kriteria-kriteria yang saya gunakan dalam membuat review:
1. Keleluasaan berjalan kaki, karena saya adalah seorang pejalan tangguh, dan pelestari kegiatan berjalan kaki, sehingga tempat-tempat yang mendapat award ini harus merupakan tempat yang bisa dijelajahi secara nyaman dengan berjalan kaki.
2. Mempunyai keunikan tersendiri sehingga kita menjadi betah berada di sana

Secara garis besar ada 2 kriteria di atas, sangat mungkin tiap venues dibawah ini saya review satu persatu, tapi nggak sekarang, heheeee jadi stay tune terus ya... ya udah nggak usah banyak ba bi bu ya, udah jelas kan? langsung saja:

#10: Sagan

Kompleks Sagan ini terletak di kecamatan Gondokusuman, Jogja Utara. Diapit oleh Jalan Colombo di sebelah utara, Jalan Prof Dr Yohanes di sebelah timur, Jalan Jenderal Sudirman di sebelah selatan dan Jalan Cik Di Tiro di sebelah barat. Yang saya suka dari area ini pertama tentu karena trotoar yang besar dan pepohonan yang rimbun sehingga membuat nyaman berada di sekitarnya. Kawasan ini juga merupakan kawasan pemukiman elit-nya Jogja, jadi lumayan buat cuci mata. Di samping itu juga banyak terdapat rumah makan harga pelajar-mahasiswa seperti SS, Iga Bakar, Nasi Bakar Wirobrajan, dll. Unsur pendidikan juga ada di kawasan ini, karena di dalamnya bisa kita jumpai LIP (lembaga Indonesia Perancis), SMAN 9 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 10 dan beberapa TK serta SD.

#9: Kotabaru

Kotabaru ini deket sama daerah Sagan, dari Cik Di Tiro lurus ke arah selatan, tepatnya seputaran Kridosono. Dahulu, area ini adalah kampung tinggal bagi orang Belanda, para mantan penjajah kita ini saat tinggal di Jogja, jadinya banyak bangunan peninggalan Belanda yang masih bisa kita lihat di tempat ini, sangat unik :)
Daerah ini juga terkenal sebagai "daerah pendidikan", karena hampir semua bimbingan belajar (bimbel) ngantor disitu, terus ada sekolah-sekolah favorit macam SMP N 5 Yogyakarta, SMA N 3 Yogyakarta, SD N Serayu ada disana. Juga ada Gramedia, Jogja Study Center dan Perpustakaan kota Jogja. Tempat ini juga bersejarah, karena ada pos terakhir rute gerilyanya Jenderal Sudirman juga. Nah, asyik kan buat wisata edukasi :)

#8: Kauman

Kalau teman-teman pernah nonton film Sang Pencerah pasti nggak akan asing sama tempat yang satu ini. Ya, di tempat inilah KHA Dahlan pertama membuat organisasi Muhammadiyah. Daerah ini juga termasuk kota tua, belum banyak bangunan yang direnovasi. Yang bisa kita jumpai di tempat ini antara lain Masjid Gedhe Kauman, konveksi, penjualan oleh2 haji, busana muslim, dan sekolah-sekolah lama yang didirikan organisasi Muhammadiyah pada permulaan berkembangnya

#7: Kotagede

Adalah wilayah peradaban pertama di seputaran Yogyakarta. Disinilah pertama kali kerajanaan mataram Islam dibangun. Kita masih bisa melihat sisa-sisa kejayaan kerajaan tersebut seperti batu singgasana Panembahan senopati, reruntuhan benteng Kraton, dll. Di sini juga sentra kerajinan perak. Selain itu, banyak spot menarik yang bisa dijumpai seperti Masjid Kotagede, Coklat Monggo, Pabrik kerajinan perak, dll. Lebih lengkapnya bisa dilihat di posting ini

#6: Jalan Jenderal Sudirman-Urip Sumoharjo
Zaman saya masih SMP dulu, saya paling suka kalau berjalan di daerah sini karena daerahnya dipenuhi dengan pepohonan sehingga tidak panas ketika kita berkegiatan di sana. Di sini juga sentra bisnisnya Jogja. Banyak bank, hotel, dan public service seperti McD, Pizza Hut, KFC, galeri Indosat, Grha Telkomsel,TB Gramedia, Superindo, Galeria, RS Bethesda. Namun hati-hati jika di perempatan gramedia, polisinya sangat "awas", hehe...

#5: Mangkubumi-Malioboro

No offense lah dengan kedua tempat ini, malioboro apa lagi, sudah pasti jadi incaran setiap wisatawan. Banyak pedagang kaki lima yang menjual cinderamata, pusat perbelanjaan, hotel dan pertokoan. Selain itu ada Gedung DPRD DIY, perpustakaan provinsi DIY dan kantor Gubernur. Di sini adalah wilayah superduper macet Jogja kalau musim liburan tiba, weuuuuuuh... saran saya banyak-banyak sabar kalau ke Malioboro waktu libur

#4: Prawirotaman
Saya berasa di Bali kalau kesini, isinya bule semua dan sebagian besar bule backpacker. Penuh dengan wisma-wisma, kafe, toko barang antik dan batik di sepanjang jalan. Pokoknya suasananya lain banget lah, berasa bukan di Jogja, very very cozy

#3: dalem benteng kraton
Banyak yang bisa digali dari tempat ini, seperti Taman Sari, Ngasem,  Bangunan arsitektural rumah tua, Gudeg di Wijilan, Alun-alun Kidul dan lain lain. Saya akrab dengan tempat ini karena dulu saya tinggal di Jokteng wetan, jadi sering kemari, so lebih ke alasan personal chemistry sih heheee

#2: Rektorat UGM-Pascasarjana

Dua tempat ini adalah yang terkeren di UGM, andai semua gedung UGM bentuknya macam ini.... Bener-bener kayak universitas luar negeri, sangat nyaman, megah dan hotspot banter pastinya. Kapan ya kampus saya begini.... #meratap

#1: Senopati-km 0

Yeaaaaaah, spot paling saya suka di Jogja. Kala siang ramai kendaraan menuju aktivitas ditemani sejuknya pepohonan Senopati, jadi inget jaman SMA saya tiap hari lewat sini dibonceng Ucik. Kala senja, lampu Jogja berpendar keemasan, romantis banget. Kala malam banyak pejalan kaki lalu lalang memanfaatkan sinar romantis untuk sekedar berfoto atau nongkrong, plus pengamen yang kreatif dan akan membuat saya selalu kangen Kota ini kalau semisal saya pergi jauh

Love You Jogja :*

Review Jogja: Tempat Cari Baju Murah (khusus wanita loh)


Saya sebenarnya bukan termasuk orang yang suka beli baju, soalnya saya sering dilungsuri baju oleh ibu atau bulik-bulik saya, hehe... Tapi saya sering nemenin teman-teman saya cari baju dan bantu pilih-pilih. Nah, ini contoh 4 tempat yang ternyata sering saya dan teman-teman saya sambangi karena cukup terjangkau dan sekali lagi, semua review blog saya ya subyektif kesukaan saya looh, selera saya, selera saya ini bukan kaos-kaos atau busana-busana distro tapi just sekedar baju atau kemeja yang dipakai sehari-hari. Jadi kalau ada yang berbeda pendapat, monggo-monggo saja, atau ada rekomendasi tempat lain, wuih boleh banget, hehe...

1. SAKOLA


Terletak di daerah wirobrajan, tepatnya Jl Kapten Tendean 47. Saya seumur-umur nggak pernah mendapati tempat ini sepi pengunjung. Pasti ruameeee pol, walau itu adalah hari biasa. Jual sandang dari atas ke bawah, dari jilbab, baju, celana, rok, jaket, sepatu, mukena aksesoris bahkan boneka. Dari depan memang kelihatan sempit tapi aslinya luas banget. Tapi namanya juga selera, memang murah sih, tapi perlu menjadi smart shopper untuk beli barang di tempat ini, karena kadang modelnya nggak sesuai selera. Sebagai contoh saya agak susah menemukan kemeja yang cocok karena kebanyakan baju yang dijual berlengan pendek -,- Tapi overall oke lah dari segi harga. Oke banget malah..... Celana yang saya dapat 4 ribu di Blok M bisa saya dapat 40 ribu disini, sebagai contoh..

2. KARITA

Karita ini memang sebagian besar jual busana muslim, cocok buat saya yang memang pemakai jilbab. Terletak di Jl C Simanjuntak, tempat ini juga termasuk yang ramai dikunjungi. Memang agak lebih mahal dari Sakola, tapi barang-barangnya cukup oke lah.. Selain jual baju, disini juga jual mukena, bahkan mukena terkecil yang sampai masuk MURI itu. Selain itu juga ada salon, butik baju pernikahan, dsb. 

3. PANDS

Terletak di seberang Karita, tempat ini menjadi saingan beratnya Karita. Plusnya tempat ini adalah penataan barangnya yang disesuaikan dengan warna dan ukuran, sehingga gampang cari barang yang pas di warna serta ukuran, hehe... Berpusat di Semarang, tempat ini dari segi harga lumayan bersaing lah.. Barangnya juga lumayan kok menurut saya. Tapi kalau disini tetap harus jadi smart shopper menurut saya karena banyak barang yang agak "pasaran", jadi bagi mereka yang suka sesuatu yang limited plus eksklusif mungkin bisa mengunjungi karita atau al-fath yang akan saya bahas di nomor 4 ini

4. AL FATH

Tempat ini satu jaringan sama Karita, terletak di Jl A Yani, Malioboro. Ini tempat favorit saya sama emak saya buat cari baju karena modelnya cukup oke di selera kami dan harganya masuk ke kantong kami, hehe.. menurut saya tempat ini paling recommended buat nyari baju kuliah atau sekedar baju bepergian buat muslimah macam saya, karena murah itu tadi, hehee..

Sekian review cetek dari saya, saya yakin banyak kekurangan karena saya sendiri nggak hobi belanja baju --' cuma mengandalkan sense saya untuk mencari barang yang murah. Ingat, saya menerima seggala rekomendasi, jadi sewaktu-waktu postingan ini bisa ditambah lagi venues-nya kalo saya menemukan tempat oke lagi.

Happy Shopping!

Review Jogja: Tempat Beli Buku Murah


Hai Desember, nggak kerasa kita udah sampai ke penghujung tahun. Apa saja yang sudah didapat di tahun ini? Apa saja yang sudah kita raih di tahun ini? Bergunakah peran serta kita setahun kemarin?

Wah berat --' oke, sekarang saya nggak akan membuat posting renungan, saya cuma mau bikin posting review. Ini atas saran dari temen saya yang pengen blog saya juga diisi tentang review Jogja, misal tempat enak buat begini, tempat murah buat begitu, bla bla bla..

Setelah saya pikir bener juga adanya. Saya hobi muter Jogja dan "menjajal" isi Jogja. Akan sangat menyenangkan jika saya men-share kannya ke teman-teman, hehehehe supaya tahu plus minus tempat tersebut, sehingga nggak ketipu..

Oke, kali ini saya mulai dengan memposting tentang TEMPAT BELI BUKU MURAH DI JOGJA

Jogja adalah kota pelajar, kota mahasiswa kalau saya bilang. Puluhan perguruan tinggi ada di Jogja dan membuat Jogja penuh sesak dengan mahasiswa-mahasiswa yang belajar di kota tercinta ini. Belajar tentu nggak lepas dari buku dooong, tapi sayang seribu sayang buku untuk mahasiswa dan pelajar nggak semuanya murah, sebagian besar mahal malah -________-

Beruntung, di Jogja banyak toko buku diskon dengan buku-buku bermutu yang bisa disambangi untuk at least melihat-lihat untuk kemudian motret isinya atau nyatet bab yang dibutuhkan membelinya kalau isinya cocok. Ini menurut saya loh, terserah menurut anda. Kalau ada referensi baru yang bisa ditambahkan boleh juga hubungi saya loooh :)

1. SHOPPING CENTER


Tempat yang satu ini udah melegenda. Terletak di sebelah timur Taman Pintar, tepat di pusat kota Jogja. Meskipun namanya Shopping center, benda yang bisa di-shopping ya buku, he he he... Tempat ini menjual aneka buku, pelajaran, kuliah, umum, novel, komik, baru, bekas, majalah, skripsi, jurnal, dan lain-lain. 
+NYA ADALAAAAAH:
--> Banyak toko, sehingga kita bisa membandingkan harga sampai ketemu yang paling murah
--> Diskonnya bisa sangat besar, saya pernah sampai dapet diskon 30%, itu buku baru
--> Pastinya bisaa NGENYANG atau tawar menawar, heheee apalagi beli banyak  dan ditambah tampang memelas
--> Gratis sampul
--> Buku sosial (akuntansi, psikologi, dll) dan kedokteran melimpah ruah dengan harga sangat terjangkau
-NYA ADALAAAAAH:
--> Parkir bayar 1000 -__-
--> Buku untuk beberapa minat agak kurang lengkap, terutama IT dan atau elektro -___- saya pernah sampai ditanyain penjual saking jarangnya menemukan buku IT, "Nggak salah masuk jurusan po mbak?"
--> Karena berupa kumpulan toko, nggak ada mesin pencarinya, jadi kalau mau sekedar lihat-lihat nggak begitu nyaman
--> Kalau bukunya susah dicari, harus nyari dari kios ke kios, dan itu capek banget

2. TOGA MAS

 
Toga Mas terletak di Jalan Affandi, perempatan ring-road concat ke selatan dikit. Selain itu juga buka cabang di depan XXI (atas Giant Jl Solo) dan di dalam Galeria Mall. Bentuknya toko dan semua buku didiskon, antara 10% hingga 25%. Menjual aneka buku dari komik, novel, buku kuliah, pelajaran, alat tulis, dll.
+NYA ADALAAAAAH:
--> PARKIR GRATIS, heheeee
--> Buku IT banyak macamnya, segala minat kayaknya tersedia melimpah
--> Gratis sampul
--> Ada mesin pencari buku
--> pelayannya ramah banget, mau mbawain kalau kita keberatan
--> selain jual buku baru, juga jual buku bekas
--> tempat nyaman, ada cafenya
--> enak buat sekedar lihat-lihat buku bagus (referensi)
-NYA ADALAAAAAH:
--> emang diskon sih, tapi kalau dibanding sama shopping emang lebih murah shopping. Jadi strategi saya adalah pertama lihat-lihat dulu buku apa yang sekiranya cocok di Toga Mas, terus baru belinya di Shopping, hehehe
--> letaknya yang di timur jalan membuat agak susah untuk meraihnya dari arah selatan Jalan Affandi (Gejayan), karena jalan tersebut ada pembatasnya, jadi harus mlipir... terus yang di atas Giant juga, dia cuma bisa diraih dari arah timur karena jalan tersebut one-way... tapi saya suka soalnya alat tulisnya lucu dan murah....di Galeria juga, tapi kalo di Gale malah bayar parkir dan koleksi bukunya nggak begitu lengkap

3. SOCIAL AGENCY BARU

Ini juga tersebar di mana-mana, di Jl Yohannes, Jl Solo, Jl Kaliurang, Jl Godean setahu saya ada. Bentuknya toko, juga merupakan toko buku diskon, sedia buku pelajaran, umum, novel, dll
+NYA ADALAAAAAH:
--> Buku IT, elektro, komputer cukup banyak dan lengkap
--> Gratis sampul
--> Ada mesin pencari buku
--> Jual LKS juga looooh (lembar kegiatan siswa, biasanya isinya kertas buram, buat latihan anak sekolahan)
-NYA ADALAAAAAH:
--> parkir bayar, hehe
--> tempatnya agak suram dan gelap menurut saya, jadi nggak begitu nyaman untuk melihat-lihat, apalagi kadang sepi, heheee
--> overall saran saya sama kayak  togamas, dilihat dulu, belinya di shopping (kalau ada), kalau nggak ada, terutama buku-buku komputer ya beli aja langsung karena di shopping jarang.

3. KIOS TERBAN

Waaaa, saya udah lama nggak kemari, terakhir jaman SMA awal kayaknya. Letaknya di jalan Kahar Muzakir, Terban. Ingat, jalan tersebut sekarang one way, cuma bisa diakses dari arah timur ke barat. Bentuknya kios-kios, sama kayak shopping
+NYA ADALAAAAAH:
--> tempatnya teduh
--> parkir lima ratus rupiah (dulu sih, nggak tahu sekarang)
--> diskonnya bisa lebih besar dari shopping dan togamas, tapi itu juga pinter-pinternya kita nawar sih, hehe
--> banyak pilihan, karena kiosnya banyak
-NYA ADALAAAAAH:
--> buku nggak selengkap tempat-tempat yang sudah saya sebut di atas, tapi oke lah untuk masalah harganya
--> karena kios dan nggak ada mesin pencari ya harus berjuang nyari plus nawar dari ujung ke ujung, hehe
--> kalau hujan, kita nggak leluasa beli karena tempat berteduhnya sedikit

Ohya, ada satu lagi saran kalau teman-teman memang mencari buku dengan harga yang termurah. Pertama cari dulu buku yang cocok di Gramedia (secara koleksinya paling lengkap), terus baru muter-muter ke empat toko tadi dan tanya harga buku tersebut. Kalau udah baru deh beli di tempat yang termurah (-____-") itu sih ala saya, hehehehe

Happy bookshopping!

Life Is Complex


"When life gets complex, multiplicate by its complex conjugate"

kalau teman-teman pernah mengetahui tentang bilangan kompleks pasti tahu artinya. Hidup dianalogikan dengan bilangan kompleks (anggap judul adalah deklarasi variabel "life" bertipe data "complex"), kemudian sifat bilangan kompleks adalah, "kekompleksannya" (akar dari minus satu) hilang jika dikalikan dengan bilangan yang merupakan complex conjugatenya. Sama seperti bilangan kompleks, setiap permasalahan dalam hidup memiliki "konjugate" nya masing-masing, sehingga yang harus kita lakukan jika memiliki masalah adalah hadapi dan selesaikan, jangan biarkan, apalagi menghindar darinya.

Pameran Foto Merapi - Mall Malioboro Yogyakarta

Where? Mall Malioboro, Jl Malioboro Yogyakarta
When? Sabtu, 25 Desember 2010
With? Dyah Dhani Mustikarini
What? Pameran foto Merapi oleh KPY dan PFI

Waktu saya menjelajah facebook om saya, saya mendapat foto bagus


berikut adalah caption fotonya:
"Pameran Foto Merapi oleh temen2 KPY dan PFI di Malioboro Mall, 13-15 Des 2010
Foto2 yg keren dan mengguggah, rata2 dijual Rp 1,85jt, dan bbrp udah laku. Uang hasil penjualan akan disumbangkan utk korban Merapi
Utk selanjutnya pameran digelar di lantai 2 dan 3 gedung yg sama hingga 10 Jan 2011
Ayuuh.... buruan, nontoon... Yg duit berlebih boleh menyumbang sambil borong lukisan... eh, fotoo..."

Kebetulan hari ini saya lagi ada waktu jalan-jalan seputaran Malioboro, jadi saya sempatkan sekalian untuk nonton pamerannya, tepatnya di lantai 2 dan 3 Maliboro Mall, seperti tertulis pada caption. Semua lukisan dihargai 1,85 juta rupiah, ada juga beberapa lukisan yang hasil penjualannya digunakan untuk amal bencana Merapi juga. Terus gimana kesan saya? Ada yang mau tahu? (nggak penting)

BUAGUUUS BUAANGEEEEEEEEEEEEEEEEET 

luar biasa, sungguh saya merasakan ruh dari foto-foto tersebut, saya merinding melihat foto reruntuhan, saya  larut terharu melihat foto korban yang menangis, dan saya turut tersenyum melihat foto kebersamaan para pengungsi. Itulah kekuatan fotografi jurnalistik, yaitu tidak hanya sekedar memotret gambar, namun juga bisa memotret perasaan dan atmosfer emosi yang terjadi ketika gambar diambil. Foto hasil fotografi jurnalistik yang baik adalah ketika emosi tersebut tertangkap penuh sehingga si penikmat foto bisa ikut larut dalam emosi yang tertangkap tersebut seperti yang saya rasakan ketika melihat foto-foto ini. Satu gambar mewakili seribu kata. Mungkin itu penggambaran yang tepat untuk fotografi jurnalistik menurut versi saya loh, terserah menurut Anda. TOP banget lah pokoknya, jadi semakin pengen belajar motret......


Jangan lewatkan pokoknya, nonton gratis loooooooh, hanya sampai tanggal 10 Januari 2010 :D

Sit In Untuk Belajar, Belajar Sit In

Familiar dengan film ini?


Menurut saya, 3 Idiots adalah film wajib tonton bagi mereka-mereka yang bergerak di bidang keakademisan, siswa lah, mahasiswa lah, dan lebih harusnya adalah dosen dan guru, serta mereka pengambil kebijakan pendidikan, hehehehe...

Kenapa? Karena banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini, terutama tentang sebetulnya bagaimana sistem pendidikan yang baik itu (ideal) vs sistem pendidikan sebenarnya yang sekarang banyak dipergunakan (real).  Secara lengkap akan saya bahas di postingan lain hari (karena banyak dan saya agak lupa isi film nya hehe, nonton lagi dulu nih)

Nah sekarang yang mau saya bahas adalah apa yang sebenarnya saya cukup tertarik pada film ini,  yaitu kegiatan sit in seperti apa yang dicontohkan oleh si tokoh utama, Ranchodas Chanchad (diperankan Aamir Khan). Ia adalah seorang mahasiswa yang cerdas, sangat cerdas. Saking cerdasnya, ia sering menentang argumen dosennya yang ia rasa salah. Karena dosen digambarkan kolot, ia pun sering dikeluarkan dari kelas karena hal tersebut. Namun apa yang ia lakukan? Jika diusir, ia akan pergi ke kelas lain dan sit in di kelas tersebut, jika diusir lagi, ia akan pergi ke kelas lain dan begitu seterusnya.

Saya juga pengen begitu sebenarnya. Sering saya merasa tidak mendapatkan apa yang sebenarnya saya butuhkan di bangku kuliah even SMA dan SMP dulu. Bukan salah guru/dosennya juga sih, mungkin untuk bangku kuliah saya bisa maklum karena kita memang dituntut untuk belajar mandiri. Tapi tetap saja saya masih merasa banyak hal yang harusnya menjadi hak saya namun tidak saya dapatkan. Jadi terpikir untuk sit in di universitas lain nih, hehehehee......

Menurut teori saya, ada 2 macam sit in yang bisa dilakukan, yaitu sit in yang legal dan sit in yang ilegal.

Contoh sit in yang ilegal adalah apabila kita nggak punya hak untuk belajar di tempat tersebut tapi kita asal menyusup di tempat tersebut. Contohnya seperti apa yang akan saya lakukan kalau saya jadi sit in besok, hehe.. Sedangkan yang legal adalah sit in yang telah minta ijin terlebih dahulu, oleh pihak yang bersangkutan, misal dekan, atau kepala jurusan, atau dosen, dll.

Sekarang saya mau ajak teman-teman studi kasus, tergolong sit in apakah kasus-kasus berikut?

Kasus 1
Beberapa hari yang lalu ada teman saya sebut saja namanya mawar yang sit in di kampus saya. Sebenarnya dia masih punya "status" mahasiswa kampus saya karena telah bayar SPMA, BOP plus SPP 20 SKS, cuman dia diterima di univ lain jadi haknya ini nggak kepakai. Parahnya adalah dia masuk kelas saya pas ada kuis dan dia memakai nama teman saya untuk mengerjakan kuis. Aturannya adalah tiap mahasiswa harus menuliskan nomor mahasiswa kanan dan kirinya. Nah saya pas ada di kiri teman saya tersebut. Waktu dikumpulkan, teman saya yang namanya dipakai ini mengumpulkan juga jadi ada 2 lembar jawaban yang punya nama dia, dan salah satunya melibatkan nomor mahasiswa saya --'

Dan benar saja, penyamaran si mawar ini ketahuan. Saya udah menebak-nebak ini si mawar atau teman saya, atau malah saya diapakan. Tapi untungnya happy ending karena dosen saya malah ngajak kenalan mawar dan cerita-cerita.

Kasus 2
Salah seorang teman sekelas saja, sebut saja melati, 18 tahun curhat ke saya karena merasa "terganggu" karena sering diSMS nggak penting sama seorang anak kelas sebelah, sebut saja kumbangditaman. Menurut saya juga dia sudah kelewatan karena sampai miscol berulang kali nggak jelas kalau SMSnya nggak dibalas. 4L4y (alay) detected lah pokoknya. Ternyata nggak cuma melati ini yang diSMS, teman sekelas saya lagi, sebut saja namanya anggrek juga diSMS kumbangditaman dah malah lebih parah! Udah nembak lah, minta ini itu dan bla bla bla sampai si anggrek ini setres.

Akhirnya karena saya penasaran, saya search namanya di direktorat administrasi akademik ugm dan guess what...... SAYA NGGAK NEMUIN NAMANYA DI DAA TERSEBUT! Shock kan saya, ini orang kok bisa-bisanya ngaku mahasiswa kampus saya. Saya pikir sih biar temen-temen saya tertarik. Iya lah, secara Teknik Elektro UGM kan bergengsi getooooh. Merasa kurang bukti saya tanya ke temen-temen saya yang "sekelas" sama kumbangditaman. Mereka menuturkan bahwa memang benar si kumbangditaman ini sering kuliah di kampus bahkan sering praktikum, tapi sering bolos juga. Terus nggak pernah ikut ujian, alasannya sih dia nyusul dan bla bla bla. Dan satu hal, namanya nggak ada di absen, nggak punya NIM juga. Parahnya lagi dia nggak cuma ngeSMS anggrek maupun melati, tapi juga teman-teman sekelasnya bahkan jurusan dan fakultas lain dengan modus yang sama.

Oke, saya jadi serem ngedernya, tapi at least saya sudah dapat banyak info. Anggrek dan melati pun kaget. Saya juga kaget, apalagi mereka. Gimana cara anak ini bisa nyusup sebegitu sering di kampus. Dia menurut saya nggak hanya sit in, tapi juga sit up. (loh - nggak nyambung - abaikan). Yang jelas saya kemudian menyarankan anggrek dan melati untuk sama sekali tidak pernah membalas SMS kumbangditaman lagi karena asal-usulnya sama sekali nggak jelas, dan orang ini bisa saja bukan orang yang "baik-baik". Sedikit suudzon sih, tapi ya mau bagaimana lagi kalau realitanya demikian.

Saran saya untuk teman-teman, di manapun dan kapanpun jangan pernah membalas SMS yang nggak jelas asal-usul dan tujuannya, apalagi jika hanya sekedar ingin kenalan saja. Bukan apa-apa, bukan karena kita sombong juga, tapi jika memang ingin sukses, kita harus pandai-pandai memfilter diri dengan memilah mana yang benar-benar penting, mana yang kurang penting dan mana yang sama sekali nggak penting. Ingat, urusan kita masih banyak, nggak boleh habis hanya untuk mikirin perilaku orang tersebut yang semacam psikopat begitu misalnya (lebayatun)

Sekian, ada yang mau menanggapi?

Mantan Laskar Pelangi

Siapa yang nggak tahu Laskar Pelangi? Novel yang diangkat ke layar lebar ini telah banyak menginspirasi rakyat Indonesia, bahkan sudah go international saking bagusnya. Secara garis besar mengisahkan kehidupan 10 orang siswa (yang jadi 11 karena kedatangan Flo) di sebuah SD tua, dengan segala fasilitas yang sangat tidak memadai berjuang untuk terus menuntut ilmu.


Percayakah teman-teman kalau saya adalah seorang "Mantan Laskar Pelangi"?
Kondisi sekolah tua macam sekolah Laskar Pelangi ini tidak hanya bisa dijumpai di kota-kota terpencil saja, di Sleman yang notabene satu kabupaten sama Universitas Gadjah Mada ini pun bisa dijumpai sekolah macam tersebut di zaman saya, nggak tahu sih kalau sekarang.

Bingung ya kenapa bisa? Oke saya ngaku deh. Jadi sebenarnya saya masuk TK itu umur 3 th di sebuah TK di kota Yogyakarta karena kebelet sekolah (agak nyesel juga sih sebenernya :p) walhasil kelas 5 udah nggak TK, disuruk TK lagi setahun nggak mau. Tapi aturan waktu itu umur 5 th belum boleh masuk SD di Kota. Pas banget orang tua saya pindah dari rumah lama saya di Timuran untuk ngontrak di daerah Mlati, Sleman. Jadi saya "dititipkan" di sebuah SD, namanya SD Waras, Sariharjo Ngaglik Sleman.

Di SD inilah saya merasa menjadi Laskar Pelangi. Siswa angkatan saya hanya 11 orang. Saya bisa nangis kalo inget kondisi sekolah saya kala itu. Kamar mandi nggak punya, guru olahraga nggak punya, jadi guru kelas ya mengajar semua mata pelajaran, perpustakaan hanya berisi beberapa eksemplar buku :'). Tapi banyak hal luar biasa yang saya dapatkan. Hidup survive sebagai seorang villager dengan teman-teman saya dengan suka keluar-masuk kebon (semacam hutan), untuk mencari tanaman-tanaman baru yang bisa dimakan (hiyek banget ya), main ke sawah, ke sungai, mengembala kambing teman, terus koleksi mainan boneka-boneka kertas yang bajunya bisa diganti-ganti (saya inget banget harganya 100 rupiah, saya pernah membeli dengan harga 50 rupiah karena saya pikir saya akan mendapatkan kembalian 50 rupiah juga, 50+50=100. Bodoh banget -__-)

Sayang, hal-hal indah itu bertahan hingga saya kelas 2 SD. Adik kelas saya hanya ada 1 orang.

Nah, aturannya sama seperti yang di Laskar Pelangi itu, kurang dari 10 siswa sekolah harus ditutup. Karena adik kelas saya yang hanya 1 biji itu, sekolah kami ini harus di regroup dengan SD dusun sebelah yang kira-kira 700 m jauhnya. Ada yang lanjut, ada yang putus sekolah....

SD N Jongkang, tempat regroup

Orang tua saya pun memutuskan untuk mengakhiri "menitipkan" saya dengan sekolah ini, dan saya "dikembalikan" ke sekolah yang semula akan saya "masuki", SD N Percobaan 1 Yogyakarta. Di Timuran saya masih punya eyang, jadi tiap pulang sekolah yang jaraknya 50 m dari rumah eyang saya kesana dulu, baru pulang ke rumah asli.

Sedih ya :( sedih banget.... saya kalo inget masa-masa itu nggak nyangka saya ini "lahir" dari pendidikan yang prihatin. Tapi saya bersyukur karena saya pernah mengecap pendidikan yang prihatin. Jadi lebih nge-feel rasanya mendapatkan pendidikan dan memperjuangkan pendidikan yang layak.

Ceritanya, 10 tahun berlalu saya penasaran sama SD saya tersebut, dan guess what, SD saya jadi apa.......


PERUMAHAN ELIT

saya speechless.... sayang saya nggak punya foto "before"-nya sebagai pembanding. Yang jelas saya lemes banget, kompleks SD saya yang luas itu berubah jadi petak-petak rumah mewah, yang saya pikir biaya beli satu rumah mereka saja sama dengan biaya beli seluruh tanah se-SD-nya waktu itu.

Pendidikan vs bisnis, pendidikan vs uang, pendidikan vs kepentingan pribadi

Saya bisa terima kalau sekolah saya dihancurkan untuk membuat fasilitas publik lain seperti puskesmas, kantor desa,dll. Tapi kalau perumahan elit seperti ini?

Saya langsung keinget kasus Amplaz dulu yang kalo nggak salah juga "bekas" sekolah. Ternyata masih banyak yang harus dibenahin di negara ini. Masalah mindset, masalah mental. Saya kepikiran teman-teman saya yang dulu. Saya masih jauh lebih beruntung dari mereka karena saya masih bisa melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi. Tapi mereka? saya pernah mencari nama mereka di database peserta UAN dan saya hampir nggak menemukan satu-pun nama mereka.

Saya yakin masih banyak laskar pelangi - laskar pelangi lain di Indonesia. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Kalau saya pribadi, saya ingin serius belajar, saya ingin menjadi kaya dan nantinya mendirikan sekolah (kalau cukup duit) sebagai ganti SD saya ini. Kalau nggak kuat bikin sekolah, saya pengen punya banyak anak asuh dan saya sekolahkan. Prihatin banget melihat semua ini. Yang di atas, yang pada korupsi, apakah kalian nggak pernah sedetikpun memikirkan hal seperti ini? Uang yang kalian korupsi bisa untuk menyekolahkan ratusan, ribuan anak Indonesia yang putus sekolah itu....

Sedikit Nostalgia SMA

Kita pelajar SMA Negeri 1 di Yogyakarta, 
slalu bersatu padu giat menuntut ilmu
siswa Teladan Indonesia
kita slalu berbakti pada ibu pertiwi
berjiwa Pancasila
menunaikan tugas mulia
tuk nusa bangsa Indonesia
SMA Negeri 1 itulah sekolahku
slalu kujunjung namamu, SMA 1 sekolahku
(Mars Teladan, SMA N 1 Yogyakarta)

SMA Negeri 1 sekolaku
citra luhur suci dharma baktimu
dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa
tulus ikhlas mengabdi ibu pertiwi
(Hymne Teladan, SMA N 1 Yogyakarta)

Dua bait di atas adalah mars dan hymne SMA saya, kangen juga ternyata. Saya nulis ini sebenarnya tidak semata-mata karena kangen, tapi juga biar kalo sewaktu-waktu rambut saya udah ubanan dan saya lupa bisa langsung buka blog aja (doh). Ini berdasar pengalaman saya tempo hari yang tiba-tiba dimessage oleh seorang alumni Teladan 1987 yang meminta saya mengirimkan mars dan hymne untuknya karena beliaunya lupa, ha ha ha ha. Jadi daripada malu nanya adik kelas yang masih sekolah, saya publish disini aja, biar tinggal goggling :p

Selain bait mars-hymne di atas, saya juga mau share tentang lambang SMA saya, yang saya nobatkan  menjadi lambang sekolah terelegan menurut selera saya yang sangat subyektif ini. Kenapa? karena bentuknya tidak terkekang oleh sebuah bangun. Kan banyak sekolah tuh yang lambangnya terkekang segi lima di luar, atau segiempat, atau lingkaran atau bangun-bangun datar lainnya itu. Nah, lambang teladan yang tidak terkekang ini menunjukkan bahwa sekolah (dan segala yang ada di dalamnya tentunya) membaur dengan sekitar, berpikiran global, dan tidak "mengurung" diri.

Kemudian simple dan sangat Jogja, dengan bentuk dasarnya adalah Tugu Jogja yang meruncing ke atas, yang hanya dibubuhi dengan tiga warna yang sangat dinamis. So simple and so elegant. Komponen lengkapnya lambang ini sebenarnya antara lain adalah:
  1. Tugu, tugu berwarna putih artinya ciri khas dan budaya Yogyakarta yang kokoh, berwibawa dan bersejarah sebagai saksi kehidupan bangsa. Simbar atau nyala api pada puncak tugu melambangkan dinamika pencapaian cita-cita yang tidak berakhir melalui kebaikan dan kebenaran. Ohya, tangga tugunya ada LIMA BIJI, tidak ENAM BIJI seperti kebanyakan lambang Teladan yang beredar sekarang. Jadi kalau ada adik-adik Teladan yang masih sekolah baca post ini, gunakanlah lambang yang benar ini dalam setiap tugas adik-adik yaaaaa. Simbarnya juga berulir, tidak sekedar segitiga.
  2. Cakra, cakra berwarna kuning keemasan mengarah kepada keeksakan dan geometrik dengan trisula (mata tombak berujung tiga)  yang merupakan senjata pamungkas. Jadi, cakra ini berfilosofi agar kita bertindak tegas dan tuntas, namun tetap bijaksana dan tidak emosional dalam pencapaian harapan dan kebahagiaan
  3. Padma, padma berwarna merah artinya spesialisasi dalam kehidupan masyarakat melalui semangat kerja sama yang dinamis. Bunga yang tumbuh melalui tiga fase yaitu lumpur di bawah air, pada air, dan tersembul ke permukaan. Sedangkan daun bunga bagian atas berjumlah 5 dan bagian bawah berjumlah 7 menandakan tahun 1957, tahun penetapan SMA Negeri 1 Yogyakarta menjadi SMA Teladan.
  4. Tulisan TELADAN, berwarna kuning artinya pondasi, yang bertanggung jawab atas keberhasilan ketiga lambang di atasnya. Tulisan ini juga bermakna harapan tanpa pamrih dan doa semoga dapat menjadi Teladan, yang membentuk satu kesatuan dan tergambar.
Dalam sekali bukan? Jadi selain elegan, lambang ini juga sangat berkharisma menurut saya. Kharisma ini terpancar ketika lambang ini terpasang di jas almamater sekolah berwarna biru donker itu. Lambang tersebut sangat "matching" dengan jasnya, pas dan proporsional, karena bentuk lambangnya yang meninggi, bukan melebar. Hal ini membuat pemakainya terlihat lebih berwibawa dan intelektual, ini menurut saya loooh, terserah kalau menurut anda :p

berikut adalah contohnya (foto kelas untuk buku tahunan)

Ya, masa SMA adalah masa paling indah kata orang kebanyakan. Namun selain indah, menurut saya masa SMA adalah masa yang paling luar biasa. Sangat beruntung  dan bersyukut saya bisa bersekolah di tempat sebagus Teladan ini. Selain akademik, banyak hal yang saya dapatkan dari sini. Teman-teman yang sangat pengertian, kompak dan hangat (saya heran loh sama penggambaran SMA di sinetron yang suka labrak-labarkan, dll soalnya di sekolah saya nggak ada blaaaaaaaas, kakak kelas mengayomi adik kelas, adik kelas hormat ke kakak kelas :D), atmosfer kekeluargaan yang sangat erat (yang sangat saya kangenin sekarang), kemudian lingkungan yang mendukung untuk melakukan kebaikan, kesempatan berprestasi, dan kebanggaan menjadi seorang almamater Teladan. I'm proud to be a part of you, Teladan :)


TELADAN JAYAMAHE!

Selamat Ulang Tahun Teladan :*

(semua foto ngambil dari temen, atas: SMA 1 dari depan, bawah: upacara ulang tahun Teladan jaman kapan ya ini? )


Selamat ulang tahun yang ke-53
SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
(TELADAN)
Semoga tetap mencetak generasi Teladan
Semoga makin berprestasi dan berkontribusi
Semoga sukses untuk para guru, siswa dan alumni
Tidak pernah menyesal bergabung denganmu
Selalu bangga menjadi bagian darimu
TELADAN JAYAMAHE


saya masih ingat teriakan teladan jayamahe yang paling terkesan bagi saya:
teriak bareng sekontingen OSN 2009 Teladan di gedung penutupan OSN Kemayoran, Jakarta, gakpeduli sama semua orang yang masih ada di dalem gedung. Bangga banget rasanya.

Ditipu Anak SD

Selain kuliah, ada satu kegiatan saya yang saya suka dan meski menyita waktu saya menikmatinya, yaitu mengajar a.k.a ngelesi. Salah satu murid saya adalah adik teman saya sendiri, Zakiya Aryana, namanya Iqbal. Kelas 6 SD dan pengen les olimpiade matimatika buat ikut lomba kompetisi matematika pasiad SD. Katanya sih pengen dapet beasiswanya biar sekolah gratis. Oke lah kalau begitu...

Nah, suatu hari karena bosen saya ajar dan kasih soal terus (Iqbal ini jenius, dia termasuk anak yang gampang diajarin, saya suka, cuman ya anaknya suka 'terbang kesana kemari' kalo lagi bosen --') akhirnya dia nantangin saya:

+ Mbak, sekarang giliran aku yang kasih soal
- Apa?
+ Kalo beli di supermarket 100.000 padahal barangnya 99.999 kembaliannya apa hayo?
- Ya nggak ada, kan dianggep 100.000
+ Salah, jawabannya permen!
-______________-

+ Kalo ini mbak, aku punya uang 12.000 beli di warung 5000 kembaliannya berapa hayo?
- Ya 7000 dong
+ Salah... ya 5000 lah, coba deh kita punya uang 12000 pasti yang kita sodorin duit 10000-annya kan, jadi kembaliannya 5000
-_____________-

Ampun deh jek....
abcs