Tempat Beli Alat Tulis Favorit di Jogja

Agak nggak penting sih, tapi daripada saya nggak blogging dan penggemar-penggemar saya kangen kemudian bertanya-tanya (hoek) mending saya posting sesuatu. Sekarang saya memilih posting tempat beli alat tulis favorit saya di Jogja. Tentu karena ini favorit saya, jadi subyektif sesuka saya dong :p Walapun begitu, kalau teman-teman mau memberi saran boleh aja hlo...


1. Toko Merah

Terletak di Jalan Gejayan. Paling favorit kalau beli map karena luengkap sakpole dan murah murah polll....  Wadah KIK saya, map uang saya, binder campus hitam saya, semua saya beli disini. Tapi juga nggak semua alat tulis disini murah, memang harus jadi smartshopper sih. 

2. Progo

Terletak di Jalan Mayjend Sutoyo. Dulu Progo terletak di Jalan Sriwedari dan kemudian pindah ke tempat yang lebih besar dan menarik. Tempat alat tulisnya terletak di lantai 3, dan murah-murah, dan lucu-lucu, terutama untuk bolpoin dan pensil mekaniknya. Saya pernah beli pensil mekanik seharga 900 rupiah dan karena sangat lucu, saya beli satu pack, biar kalau hilang tinggal ambil, hahahahahaa

3. Mirota Kampus

Terletak di Jalan C Simanjuntak. Tempat ini nggak ada matinya deh, strategis deket kampus, membuatnya laris setiap hari. Alat tulisnya lengkap dan oke dan unik dan murah dan lucu dan dekat kampus pastinya. Ini tempat langganan saya beli bolpen dan isi bolpen. Sekedar tips saja, belilah bolpoin yang rechargable, jadi kita mengurangi sampah casing bolpoin dengan beli isinya saja. Hemmmmaaaat beb.

4. Toga Mas Udjo

Terletak depan XXI persis di Jalan Urip Sumoharjo. Tempatnya unik, ada kafe di dalamnya. Alat tulisnya nggak semurah dan selengkap tiga tempat di atas sih, cuman banyak alat tulis lucu yang bisa didapat disini, macam agenda impor yang kertasnya lucu, memo bentuk wajah binatang, dll. Saya beli memo bentuk wajah kucing seharga 5000 rupiah. Murah juga.

5. Toko Pembantu
Sesuai namanya, memang didirikan untuk membantu mereka yang butuh alat tulis (maksa). Terletak di Jalan Bhayangkara. Ini tempat alat kantor dengan harga paling murah yang pernah saya temui. Nggak tahu kalau sekarang. Kertas-kertas, baik HVS, manila, dll disini lengkap dan murah abissss. Sayangnya tempat ini jarang buka sampai sore, maksimal jam 2 siang aja kalau nggak salah.

6. Gramedia
Sebenernya nggak favorit juga sih karena untuk alat tulis seumur-umur saya cuma pernah beli penciltic disini :p Tapi harus diakui, alat tulisnya lucu-lucu dan sangat lengkap. Pengen deh dibeliin (loh).


Happy Shopping!

Selamat Ulang Tahun Trans Jogja!


Selamat ulang tahun yang ketiga Trans Jogja, terima kasih sudah setia mengantar saya sampai akhirnya saya punya kendaraan sendiri :p

Saya adalah mantan pelanggan setia kendaraan yang satu ini dari hari pertama pengoperasiannya, dan banyak hal yang saya dapatkan dari sini. Pelajaran kesabaran untuk menunggu, pengalaman bertukar pikiran dengan para penumpang yang bermacam-macam dan mengasah kemampuan bahasa Inggris dengan bule. 

Contohnya adalah ketika hari kedua saya naik Trans Jogja. Di sebelah saya ada seorang mas-mas yang ngajak ngobrol dan ngakunya turun di Prambanan. Saat saya turun di kalasan dia juga ikut turun. Bingung kan saya, ternyata orang tersebut minta nomer hp saya. Cuih banget, basi parah. Akhirnya dia saya kasih no hp temen saya (nakal banget). Dan taraaaaaaa, besoknya saya ketemu dia lagi dan menanyakan kenapa itu bukan no hp saya. Hoek, hoek hoek. Saya sempat trauma naik TJ dan merubah jadwal saya pulang.

Terus ada juga pengalaman berada di sebelah wartawan senior, dan beliau cerita macam-macam. Ini cukup nggenah. Atau diceritani sama korban kerusuhan Ambon, atau bercengkerama dengan seorang ibu yang nggak suka saya masuk IT UGM (apa urusannya padahal), atau ngobrol dengan bule yang ingin beli kartu langganan dan menjelaskan bagaimana caranya (sumpah ini membuat saya sadar kalau bahasa Inggris saya jelek banget)

Sungguh, Trans Jogja telah menjadi separuh jiwa saya dulu (ah lebay). Semoga Trans Jogja terus jaya dan maju di waktu-waktu mendatang, amin :)

Berimajinasi dengan Kertas

Okay, sudah seminggu lebih saya nggak blogging, saya lagi sibuk pemotretan, maklum artis (hoek). Salah satunya adalah saya punya kegiatan di Bandung dalam rangka menemani adik kelas saya, Ninda Frisky pembinaan tahap 1 ICYS (International Conference for Young Scientists) ke Moskow Rusia April mendatang. Overall kalau boleh jujur saya disini merasa seperti pelatnas lagi satu tahun lalu walau saya hanya sebagai pendamping, bukan peserta. Baik itu pressure-nya, tuntutannya, motivasinya, semua membuat saya merasa underdog dan itulah yang sebenarnya selama ini saya inginkan: kembali belajar dengan orang-orang yang hebat.

Salah satunya adalah ketika saya "ketahuan" oleh pak Janto V Sulungbudi, seorang pembina ICYS yang sekaligus pembina IPhO dan pembuat soal kuis indosat galileo, bahwa saya adalah seorang mantan peserta pembinaan IMO. Saya ketahuan kala saya berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkannya untuk peserta ICYS, padahal tidak ada seorangpun dari mereka yang berhasil menjawab. Apa saja pertanyaannya? 


Lihat bangun berikut, saya punya cincin kertas. Jika saya bagi dua menjadi sama lebar, tentu akan terbentuk dua cincin kertas lagi yang lebarnya setengah dari cincin lama



pertanyaannya adalaaaaaaaaah: Kalau bangun-bangun ini dipotong dengan cara yang sama, apa hasilnya??

1.Dua cincin disusun 

2. Tiga cincin disusun
 

 3. Empat cincin disusun

4. Lima cincin disusun

5. Mobius (cincin yang ujungnya "dipeluntir" dulu baru dihubungkan dengan ujung satunya)

Cara menjawabnya adalah DENGAN MEMBAYANGKAN! TEMAN-TEMAN DILARANG DAN DIHARAMKAN UNTUK PRAKTEK LANGSUNG! Jadi teman-teman harus berimajinasi terlebih dahulu. Ini menguji sejauh mana otak kanan teman-teman bekerja dan sejauh mana kemampuan teman-teman dalam membayangkan tiga dimensi. Ini ternyata ada hubungannya dengan kenapa orang Indonesia tidak banyak yang pandai, at least suka matematika dan tidak pandai menyelesaikan problem yang abstrak dan kompleks, seperti problem negara kita. Hanya asal bertindak, asal eksekusi, tidak dipikir jauh-jauh akibatnya terlebih dahulu, hem....

Ada yang BERANI jawab?

Wadah KIK

Sekarang saya udah punya KIK! :D


Maaf diedit nopolnya :p

Tapi di postingan ini saya nggak akan nyombongin KIK baru saya, maupun tarif yang baru diberlakukan terhadap kendaraan yang masuk UGM tanpa KIK, motor 1000 rupiah, mobil 2000 rupiah. Saya cuma mau share hasil liburan saya, dan inilah hasil beberapa hari saya di rumah



Wadah KIK rajutan, yang atas milik saya, bentuknya iPod (tapi kayaknya nggak mirip deh) dan yang bawah, yang magenta itu saya buatkan untuk teman saya, bentuknya kamera (ini juga gak mirip)

Saya suka merajut akhir-akhir ini, awalnya cuma bisa bikin-bikin bunga, tapi karena kurang kerjaan di liburan ini (kurang kerjaan tapi tetep aja gak bisa liburan ke luar kota T.T) saya ingin membuat sesuatu yang lebih menantang, macam wadah KIK ini.

Cara buatnya simpel kok, modalnya hanya ketekunan, ketelitian, kemauan, rasa percaya diri, dan tidak mudah putus asa (apa sih)


Berikut alat dan bahannya
  1. Benang rajut warna-warni. Ini saya beli di toko 45 apa ya namanya saya lupa di daerah malioboro, harganya 4500 per gulungnya
  2. Hakpen, untuk merajut
  3. Gunting
  4. Belt gelang (ini nggak wajib, bisa diganti ring gantungan kunci, dsb), saya beli ini karena ada promo di toko aksesoris naughty. Harganya Rp 2000, beli 1 gratis 1 jadi anggep aja harganya 1000 hehe
  5. Tentu saja nametag case. Ini bisa dibeli di mana-mana, di KOPMA UGM cuma 700 rupiah malahan. Cuman saya pernah beli dan ternyata bahannya gak bagus, milik saya pedhot dan saya trauma, jadi saya beli lagi yang lebih awet, bahannya lebih kaku, keras dan tebal. Saya beli di Toko Merah dengan harga 1700 rupiah. Gakpapalah mahalan dikit.

Lalu ini dia cara membuatnya! Tips saya, pelajari terlebih dahulu macam-macam tusuk untuk merajut. Tante google menyediakan banyak referensi kok, hehe
  1. Buat 21 rantai sebagai alas
  2. Kemudian buat treble crochet (tr) sebanyak 21 buah juga di atasnya, buat sampai 13 tingkat
  3. Kalau sudah, sekarang buat bagian belakangnya, buat double crochet (dc) dua tingkat sepanjang tinggi persegi panjang utama yagn telah dibuat tadi, jangan lupa untuk mengaitkan benang di bagian atas sebagai penahan case (pada gambar ada tulisan "nempel")
  4. Buat rantai, saya lupa berapa panjang, hehe, sebagai "jembatan" ke sayap yang satunya
  5. Buat dc lagi untuk sayap kiri sebanyak dua tingkat
  6. Buat 2 tingkat tr dengan alas rantai "jembatan" tadi
  7. Pada sayap kiri, buat 1 tingkat dc, jangan lupa bagian atasnya juga "nempel", kemudian buat rantai "jembatan" ke sayap kiri lagi
  8. Buat 2 tingkat tr dengan rantai sebagai alasnya, matikan, dan bentuk utama pun jadi sekarang :D
Untuk ornamen, bisa sesuai kreativitas masing-masing, terserah teman-teman, misal bulat dan persegi panjang untuk iPod, kemudian dijahit dengan benang jahit ke case utamanya. Sebenenrnya bisa langsung pakai teknik sambung benang, cuman daripada ribet saya bikin sendiri terus saya tempel, begitu.

Susah ya? Nggak kok, kalau udah seneng, merem pun bisa (ah lebayatun). Saya juga nggak punya banyak ilmu merajut karena masih pemula, jadi garapan saya masih amburadul banget sebenernya. Tips aja, beli buku-buku tentang crochet, di toko buku udah banyak atau belajar gratis lewat google. Lumayan loh bisa bikin aksesoris sendiri, murah, daripada beli mahal? (mental irit).

Happy Holiday!
abcs