Vote Bulik!

Makasih bulik, Candra Nila Murti, saya terharu bacanya :')



Btw ini bukan saya yang narsis menulis tentang diri saya sendiri loh --a.Bulik yang menulis ini untuk ikutan lomba dari Honda. Bulik seperti saya, super duper demen kompetisi. Saya beruntung dibesarkan dalam keluarga besar yang doyan kompetisi sehingga saya ikut kena batunya cinta kompetisi juga. Untuk itu buat teman-teman yang berkenan vote tulisan bulik saya, jangan dilihat "saya" nya doang, teman-teman yang objektif harus lihat isi tulisannya, actually saya tidak sehebat apa yang bulik saya ceritakan :)

Makasih buat yang bersedia vote, klik disini ya! :D

Tiga B dalam Menggaet Pasangan

Walau judulnya Tiga B, maaf  maaf ye... saya nggak membahas sekolah yang berada di tengah kota itu, yang lambangnya teratai itu (:p) saya cuma mau share tips menggaet pasangan yang saya dapatkan dari seminar PMW (program mahasiswa wirausaha) tempo hari di Grha Sabha Pramana UGM, berikut adalah tiga B nya...

1. BERDOA
It's a must, harus rajin berdoa untuk mendapat pasangan, mohon petunjuk pada Yang Kuasa, tahajud 12 rakaat, dhuha 12 rakaat

2. BERUSAHA
Ya iyalah, masak pasangan turun dari langit, "wani piro?" wakakakakakak



Nah, ketika sudah rajin berdoa dan berusaha tapi belum juga kunjung mendapat pasangan, maka tolong cobalah B yang ketiga ini, pasti manjur yakni.....



3. BERCERMIN
Siapa tau selama ini memang teman-teman tidak kunjung dapat pasangan karena faktor face, sabar ya, hahahahahha


Selamat mencoba, garansi uang kembali.

I ♥ Bossanova Jawa

Siapa yang tidak kenal campursari dan keroncong? Dua genre lagu yang populer di daerah Jawa ini dulu pernah menjadi idola di zamannya. Namun kini seiring dengan berkembangnya waktu, langgam lagu-lagu ini mulai berada pada tepi zamannya. Anak muda zaman sekarang jarang sekali mau melestarikan, bahkan untuk mendengar saja lagu-lagu yang sudah ada sejak zaman kakek-nenek kita ini. Lumrah sebenarnya, karena mungkin dari segi bahasa, anak zaman sekarang cenderung menganggap hal seperti itu "kuno" dan "ndeso". Terlebih ditambah syair lagunya yang sangat sederhana dan tidak begitu puitis seperti lagu-lagu pop sekarang.

Saya dulu juga mikir itu, tapi pikiran itu seketika musnah ketika saya kenal lagu-lagu Bossanova Jawa



Bossanova adalah aliran musik dari Brazil yang menggabungkan jazz dengan alat musik setempat. Bossanova Jawa, secara jenius juga menggabungkan jazz -- dengan musik latin -- dengan alat musik lokal Jawa seperti kendang. Secara saya suka jazz, saya langsung jatuh cinta sama lagu-lagu Bossanova Jawa yang ternyata diaransemen oleh Jubing Kristianto ini. First, karena dia jazz; kedua karena mbak vokalisnya nyanyinya nggak menghilangkan aksen Jawa sama sekali -- tetap medhok dan prounancation Jawanya sangat sempurna membuat pesan lagunya tetep terasa; ketiga, ternyata lagu-lagu campursari itu bagus.

Setelah saya amati ternyata banyak tema yang diusung lagu campursari, tapi tema yang dominan adalah kangen karena ditinggal pergi kekasih, atau ditinggal kekasihnya nikah yang padahal udah janji mau menikahinya. Lagunya jarang happy ending. Kemudian settingannya tempat mengantar kekasihnya seperti Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi maupun Pelabuhan Tanjung Mas -,-. Berikut contoh penggalan syair lagu-lagu yang saya suka

Terminal Tirtonadi:
Lagu ini di album bossanova Jawa aransemennya mirip lagu-lagu latin, berasa soundtrack telenovela

Nalikane Ing Tirtonadi (Ketika di Tirtonadi)
Ngenteni Tekane Bis Wayah Wengi (Menanti datangnya bis di malam hari)
Tanganmu Tak Kanthi (Kugenggam tanganmu)
Kowe Ngucap Janji (Kau ucapkan janji)
Lungo Mesti Bali (Pergi pasti kembali)

Rasane Ngitung Nganti Lali (rasanya menghitung sampai lupa)
Wis Pirang Taun Anggonku Ngenteni (sudah berapa tahun aku menunggu)
Ngenteni Sliramu (menunggu dirimu)
Neng Kene Tak Tunggu (disini kutunggu)
Nganti Saelingmu (sampai kau ingat)

Moso Rendeng Wis Ganti Ketigo (musim panas berganti musim hujan)
Opo Kowe Ra Kroso (apa dirimu tidak merasa)
Nek Kowe Esih Eling Lan Tresno (kalau kamu masih ingat dan cinta)
Kudune Kowe Kroso (harusnya kamu merasa)

Aduh kasihan banget ---

Stasiun Balapan


........
Janji Lungo Mung Sedelo (janji hanya pergi sebentar)
Jare Sewulan Ra Ono (katanya sebulan nggak ada)
Pamitmu Naliko Semono (pamitmu saat itu)
Ning Stasiun Balapan Solo (di stasiun balapan solo)
Jare Lungo Mung Sedelo (janji hanya pergi sebentar)
Malah Tanpo Kirim Warto (malah tidak pernah kirim kabar)
Lali Opo Pancen Nglali (lupa apa emang sengaja lupa)
Yen Eling Mbok Enggal Bali (kalau ingat ya cepatlah pulang)
......

Mawar Biru

.....
Ora nyana ora tega, yen ngene dadine (nggak mengira, nggak tega kalau begini jadinya)
Aku kudu melu, (aku harus ikut)
Ndherek’ake rama lan ibuku (mengantarkan bapak dan ibuku)
Mulih nyang ndesaku (pulang ke desaku)
Wekasan mung welingku (terakhir hanya pesanku)
Aku nitip kembang mawar biru (aku titip bunga mawar biru)
Openana minangka tandha katresnanku (rawatlah sebagai tanda cintaku)

Kalau di atas adalah syair ditinggal pergi dan nggak tahu kabarnya dan pamit meninggalkan pergi, kalau di bawah ini ada lagu-lagu ditinggal pergi dan ditinggal nikah. So sad sebenernya, tapi ironisnya, liriknya kadang bikin saya ngakak ngakak sendiri

Wengi Sepi

Saya wengi rasa sepi jroning ati.  (semakin malam rasa sepi di hati)
Aku kelingan ning sliramu nate ninggal janji.  (aku teringat dirimu pernah meninggalkan janji)
Wis setahun tak enteni ora bali. (sudah setahun aku menunggu ternyata tidak pulang)
Sedih atiku yen sliramu lali janji suci. (sedih hatiku jika dirimu lupa janji suci)

Tan kenira, layang teka paring pirsa (tak terduga surat datang memberi kabar)
yen sliramu wis gegarwa pinaringan putra. (kalau dirimu sudah beristri dan baru diberi anak)
Panyuwunku ning sliramu aja lali (permintaanku pada dirimu jangan lupa)
yen sliramu nate ninggal janji suci.(kalau dirimu pernah meninggalkan janji suci)

Aku ngenteni…. (aku menunggu)

Nagih Janji
.....
iki tenan opo yo mung roso ngimpi (ini beneran apa hanya mimpi)
ra tak nyono sliramu kok kerso bali (tak kukira kamu mau pulang)

ora salah yen sliramu nagih janji (nggak salah kalau kamu menagih janji)
mung tekan mu kok yo ora wingi-wingi (tapi kok datangmu nggak dari kemarin-kemarin saja)
aku bungah neng kudu kepiye iki (aku senang tapi harus gimana ini)
sak iki ne aku uwes entuk ganti (sekarang aku sudah punya ganti)

wes ono sisihanku seng mlebu jerone atiku (sudah ada yang lain yang masuk di hati)
sak suwine sliramu ninggalke aku (selama kamu meninggalkan aku)

ojo kok salahke aku (jangan kau salahkan aku)
ojo nesu karo aku (jangan marah padaku)
wong tuoku wes kebacut entuk mantu (orang tuaku sudah terlanjur dapat menantu)

wakakakakkak, saya ngakak denger lagu ini

Saya jadi penasaran, kenapa lagu campursari kebanyakan bertema seperti ini???? --ahipotesis saya karena jaman dulu banyak program transmigrasi (?)

Overall, terima kasih bossanova Jawa karena sudah menghibur saya. Jangan kapok mengaransemen lagu Jawa buat om Jubing, saya yakin kalau banyak yang tahu bossanova Jawa pasti banyak yang jadi suka sama campursari, budaya kita sendiri :)

PS: saya jadi kepikiran gimana kalau nikahan saya nanti ngundang bossanova Jawa aja, kalau biasanya kawinan ngudang campursari atau jazz, saya ngundang dua duanya, hahahaha

Pensiun

Saya pensiun, 
sudah saatnya saya berkembang di bidang yang baru, thanks all :)
 
Sebenernya saya nggak sedih karena nggak lolos karena ini memutuskan langkah saya, kepensiunanan saya (tapi kok kayak judi ya mutusin langkah pake onmipa), yang saya sedih adalah ketika saya mendengarkan kalimat pen-sayang-an dari orang-orang yang mengharapkan saya -- karena jenis kelamin saya yang perempuan--. Seperti contoh dulu saya nggak lolos pelatnas 2. Sedih sih, tapi sedih lagi mendengar kalimant pak Heri, team leader Indonesia IMO  yang bilang "sebenarnya kami berharap ada wakil perempuan" saat penutupan, di depan khalayak banyak yang that means saya sangat diharapkan lolos. Kemudian di kasus ini saya menemukan teman saya yang bilang "jangan pensiun karena UGM dah lama nggak ngirim cewek" aaaaaa jadi sedihnya ya kalo denger kalimat-kalimat macam ini :(

Ketahuilah, saya sama seperti kalian para cowok, saya juga cuma manusia.

X-Math

Dear math, 
I'm sick and tired of finding ur "x", 
just accept the fact that she's gone, 
move on dude!

LOL! :DD

Haunted House

Where? Haunted House Festival Babarsari, depan Hotel Sahid
When? 1 April 2011
With? Ema, Ardi, Tontun, Maya, Iqbal, Claudya, Trias, Marin, Hanif

 
(foto diambil using kamera Tontun dengan fotografer adalah... Pak Polisi, makasih ya Pak, jasamu sungguh akan selalu saya kenang)

Oke, kami kesana dalam rangka stress ngerjain PTE (Pengantar Teknik Elektronika), dan ingin menjerit sepuasnya melampiaskan stress yang udah numpuk minta dimuntahin ini.

Secara garis besar ada 2 macam wahana yang bisa dimasuki di festival ini, ada rumah hantu Lawang Sewu dan rumah hantu Obake. Apa bedanya? Lawang Sewu isinya hantu Indonesia dan Obake isinya hantu Jepang. Nah nah nah, butuh budget berapa duit? Kalo seorang, satu wahananya 10 rb, kalau terusan (2 wahana sekaligus cukup bayar 15 rb aja. Tapi kalau teman-teman datang berdua alias COUPLE, satu pasangan bayar 15 rb aja 1 wahana dan kalau terusan 25 rb aja.. Lumayan lah... berhubung kita ada 5 couple (walau couple yang asli sebenernya cuma Marin-Hanif --- sisanya ngontrak), diakalin aja beli tiket couple biar murah.

Ohya FYI, festifal ini berlangsung hanya sampai tanggal 16 April 2011 kalo gasalah. Buka dari jam 16.00-24.00 biar seru, gak seru kan nonton hantu-hantu jam 12 siang -,-

Ceritanya kami udah beli tiket nih, pertama masuklah kami ke Lawang Sewu. Antriannya sepi. Kami dibolehin masuk pada formasi 4-4-2 (berasa main bola --a) jadilah saya masuk sama Maya, Ardi, Tontun. Lawang Sewu gelap pol, dan overall sebenernya saya nggak bisa lihat hantunya apa (saking gelapnya), mereka cuma ngagetin aja, tau-tau njedhul dengan muka disenteri --a. Di sini saya "kejedhug" pintu 1 kali, sakit :(

Nggak nyeremin sih, tapi ngagetin dan saya bingungnya banyak yang pingsan di wahana ini, wanita hamil dan anak 5 tahun nggak boleh masuk yaa....

Next yang kedua kami masuk Obake. Sebenernya lama masuk rumah hantunya itu sebentar, cuma 5 menit. Yang paling nggak nguwatin antriannya sebenernya, berasa antri BLT aja. Udah ilfil mau pulang soalnya udah malem, tapi karena eman-eman udah bayar 12.500, saya tetap capcus masuk Obake.

Nah disini saya nggak mau cerita semua ah, nanti ndak nggak seru :p Yang jelas hantunya lebih agresif, ngikutin lah, grepe-grepe lah, tapi saya punya mantra ajaib biar gak digodain: "Mas, Mbak PLEASE JANGAN GREPE-GREPE SAYAAA" dan ini ampuh bikin saya gak digodain, trust me it works! :D

Keluar, saya bener-bener merasa fresh lagi karena udah lupa sama PTE dan segala resistor, LDR, transistornya. Overall conclusion, Haunted House WAJIB COBA buat temen-temen yang kurang kerjaan dan pengen refresh pikiran plus uji nyali, wakakakakaka...

PS: LDR= light depending resistor, not long distance relationship, tapi dari kedua istilah ini saya bikin istilah baru: LDR= light depending relationship (hubungan bergantung cahaya) wahahahaaa emang fotosintesis bergantung cahaya Mon #setres

abcs