I ♥ Bossanova Jawa

Siapa yang tidak kenal campursari dan keroncong? Dua genre lagu yang populer di daerah Jawa ini dulu pernah menjadi idola di zamannya. Namun kini seiring dengan berkembangnya waktu, langgam lagu-lagu ini mulai berada pada tepi zamannya. Anak muda zaman sekarang jarang sekali mau melestarikan, bahkan untuk mendengar saja lagu-lagu yang sudah ada sejak zaman kakek-nenek kita ini. Lumrah sebenarnya, karena mungkin dari segi bahasa, anak zaman sekarang cenderung menganggap hal seperti itu "kuno" dan "ndeso". Terlebih ditambah syair lagunya yang sangat sederhana dan tidak begitu puitis seperti lagu-lagu pop sekarang.

Saya dulu juga mikir itu, tapi pikiran itu seketika musnah ketika saya kenal lagu-lagu Bossanova Jawa



Bossanova adalah aliran musik dari Brazil yang menggabungkan jazz dengan alat musik setempat. Bossanova Jawa, secara jenius juga menggabungkan jazz -- dengan musik latin -- dengan alat musik lokal Jawa seperti kendang. Secara saya suka jazz, saya langsung jatuh cinta sama lagu-lagu Bossanova Jawa yang ternyata diaransemen oleh Jubing Kristianto ini. First, karena dia jazz; kedua karena mbak vokalisnya nyanyinya nggak menghilangkan aksen Jawa sama sekali -- tetap medhok dan prounancation Jawanya sangat sempurna membuat pesan lagunya tetep terasa; ketiga, ternyata lagu-lagu campursari itu bagus.

Setelah saya amati ternyata banyak tema yang diusung lagu campursari, tapi tema yang dominan adalah kangen karena ditinggal pergi kekasih, atau ditinggal kekasihnya nikah yang padahal udah janji mau menikahinya. Lagunya jarang happy ending. Kemudian settingannya tempat mengantar kekasihnya seperti Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi maupun Pelabuhan Tanjung Mas -,-. Berikut contoh penggalan syair lagu-lagu yang saya suka

Terminal Tirtonadi:
Lagu ini di album bossanova Jawa aransemennya mirip lagu-lagu latin, berasa soundtrack telenovela

Nalikane Ing Tirtonadi (Ketika di Tirtonadi)
Ngenteni Tekane Bis Wayah Wengi (Menanti datangnya bis di malam hari)
Tanganmu Tak Kanthi (Kugenggam tanganmu)
Kowe Ngucap Janji (Kau ucapkan janji)
Lungo Mesti Bali (Pergi pasti kembali)

Rasane Ngitung Nganti Lali (rasanya menghitung sampai lupa)
Wis Pirang Taun Anggonku Ngenteni (sudah berapa tahun aku menunggu)
Ngenteni Sliramu (menunggu dirimu)
Neng Kene Tak Tunggu (disini kutunggu)
Nganti Saelingmu (sampai kau ingat)

Moso Rendeng Wis Ganti Ketigo (musim panas berganti musim hujan)
Opo Kowe Ra Kroso (apa dirimu tidak merasa)
Nek Kowe Esih Eling Lan Tresno (kalau kamu masih ingat dan cinta)
Kudune Kowe Kroso (harusnya kamu merasa)

Aduh kasihan banget ---

Stasiun Balapan


........
Janji Lungo Mung Sedelo (janji hanya pergi sebentar)
Jare Sewulan Ra Ono (katanya sebulan nggak ada)
Pamitmu Naliko Semono (pamitmu saat itu)
Ning Stasiun Balapan Solo (di stasiun balapan solo)
Jare Lungo Mung Sedelo (janji hanya pergi sebentar)
Malah Tanpo Kirim Warto (malah tidak pernah kirim kabar)
Lali Opo Pancen Nglali (lupa apa emang sengaja lupa)
Yen Eling Mbok Enggal Bali (kalau ingat ya cepatlah pulang)
......

Mawar Biru

.....
Ora nyana ora tega, yen ngene dadine (nggak mengira, nggak tega kalau begini jadinya)
Aku kudu melu, (aku harus ikut)
Ndherek’ake rama lan ibuku (mengantarkan bapak dan ibuku)
Mulih nyang ndesaku (pulang ke desaku)
Wekasan mung welingku (terakhir hanya pesanku)
Aku nitip kembang mawar biru (aku titip bunga mawar biru)
Openana minangka tandha katresnanku (rawatlah sebagai tanda cintaku)

Kalau di atas adalah syair ditinggal pergi dan nggak tahu kabarnya dan pamit meninggalkan pergi, kalau di bawah ini ada lagu-lagu ditinggal pergi dan ditinggal nikah. So sad sebenernya, tapi ironisnya, liriknya kadang bikin saya ngakak ngakak sendiri

Wengi Sepi

Saya wengi rasa sepi jroning ati.  (semakin malam rasa sepi di hati)
Aku kelingan ning sliramu nate ninggal janji.  (aku teringat dirimu pernah meninggalkan janji)
Wis setahun tak enteni ora bali. (sudah setahun aku menunggu ternyata tidak pulang)
Sedih atiku yen sliramu lali janji suci. (sedih hatiku jika dirimu lupa janji suci)

Tan kenira, layang teka paring pirsa (tak terduga surat datang memberi kabar)
yen sliramu wis gegarwa pinaringan putra. (kalau dirimu sudah beristri dan baru diberi anak)
Panyuwunku ning sliramu aja lali (permintaanku pada dirimu jangan lupa)
yen sliramu nate ninggal janji suci.(kalau dirimu pernah meninggalkan janji suci)

Aku ngenteni…. (aku menunggu)

Nagih Janji
.....
iki tenan opo yo mung roso ngimpi (ini beneran apa hanya mimpi)
ra tak nyono sliramu kok kerso bali (tak kukira kamu mau pulang)

ora salah yen sliramu nagih janji (nggak salah kalau kamu menagih janji)
mung tekan mu kok yo ora wingi-wingi (tapi kok datangmu nggak dari kemarin-kemarin saja)
aku bungah neng kudu kepiye iki (aku senang tapi harus gimana ini)
sak iki ne aku uwes entuk ganti (sekarang aku sudah punya ganti)

wes ono sisihanku seng mlebu jerone atiku (sudah ada yang lain yang masuk di hati)
sak suwine sliramu ninggalke aku (selama kamu meninggalkan aku)

ojo kok salahke aku (jangan kau salahkan aku)
ojo nesu karo aku (jangan marah padaku)
wong tuoku wes kebacut entuk mantu (orang tuaku sudah terlanjur dapat menantu)

wakakakakkak, saya ngakak denger lagu ini

Saya jadi penasaran, kenapa lagu campursari kebanyakan bertema seperti ini???? --ahipotesis saya karena jaman dulu banyak program transmigrasi (?)

Overall, terima kasih bossanova Jawa karena sudah menghibur saya. Jangan kapok mengaransemen lagu Jawa buat om Jubing, saya yakin kalau banyak yang tahu bossanova Jawa pasti banyak yang jadi suka sama campursari, budaya kita sendiri :)

PS: saya jadi kepikiran gimana kalau nikahan saya nanti ngundang bossanova Jawa aja, kalau biasanya kawinan ngudang campursari atau jazz, saya ngundang dua duanya, hahahaha
15 Responses
  1. ismailsunni Says:

    jiah, lagi wae meh nulis tentang iki... kedhisikan...

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    hahahahahaaaa yes genjes genjes

  3. Anonim Says:

    i love you... :*

  4. ismailsunni Says:

    hazzzz....
    nek menurutku, ora gara2 transmigrasi, tapi gara2 ditinggal kerja nang kota, i.e. jakarta misale...

  5. Nurvirta Monarizqa Says:

    @anonim: ??????????????????????

  6. furisuki Says:

    hahaha....
    oke tuh mbak...
    tak tunggu undangan nikahnya...

    P.S : online pake computer badara Moscow nih :D
    ketinggal pesawat, gak bisa pulang T.T

  7. Nurvirta Monarizqa Says:

    @dek ninda: hahahaaaa, masih lama kok hehehe
    sabar ya ndhuk, karena anggota DPR kan? aku baca di kompas dot com, parah emang hahahaha

  8. danangsetiabudi Says:

    moncitaa aku mau linknya donk buat diunduh :p

  9. Nurvirta Monarizqa Says:

    @danang: jangan aku kasih di sini, nanti ditangkep menkominfo #sembunyi. Ketemu aja nang, kapan gitu, tar aku kasih

  10. ilyasha adams Says:

    manttap, I love javenese...

  11. Jefferly Helianthusonfri Says:

    wahh keren artikelnya.
    saya juga suka lagu-lagunya.

    btw, boleh tukeran link nggak?

  12. Yuridi Bintang Says:

    Kusumaning ati yoo iyo, mesakake tenan kae

  13. odoritour Says:

    Ternyata lagu campursari di Bosas ...wuenaakk juga ya... nuwuuuun
    sukses selalu......

  14. B19 83NO Says:

    itu yang nagih janji :D ngapain ada yang di bold segala wkwkwk

Posting Komentar

abcs