Curam (Curhat Malam)

Kadang saya ingin (banget) jadi laki-laki ----- 
kadang saya bingung 
kenapa saya jadi perempuan, 
mungkin jawabannya adalah, 
saya diciptakan jadi perempuan 
agar being extraordanary :') 
SEMANGAT MON!

Tersesat di Batam (Part 2)

Where? Malaka, Malaysia
What? Penganugerahan Beasiswa Unggulan
When? 19-21 Mei 2011
With? Sarah Sausan, Matin Nuhamunada, Septian Gilang, Fraga Lutsmi, Achmad Raditya, Muhammad Kautsar, dan penerima beasiswa Unggulan lainnya :D

Part 1: Rombongan pun mulai meninggalkan Batam dan menuju Malaka

Part 2

Kami sampai Malaka jam 1 malam dan langsung memutuskan untuk tidur, karena keesokan harinya kami harus segera capcus ke Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Dan tara... ini dia sarapan kami, serta bentuk hotel yang kami tempati (gak penting sih sebenernya)


Terus kami pun bertolak ke UTeM. Saya nggak tahu seberapa lama, yang jelas saya tidur karena masih capek :p FYI, Melaka tempat UTeM ada ini ternyata nggak semodern yang saya bayangkan, tempatnya mirip Batam, tandus, tapi infrastrukturnya bagus (ada tol, dsb)

Kami berkunjung ke Fakulti Teknologi Maklumat dan Komunikasi, kalau dibahasaindonesiakan ya semacam Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, pas banget sama saya yang mahasiswa JTETI, hehehe....  Dan kamipun dibawa keliling labnya yang canggih-canggih. Total mereka memiliki 52 lab IT, jauh beda sama jurusan saya yang hanya punya 2 lab khusus IT, ngeneees.....

Ini semacam lab perakitan komputer. Di makul saya ada makul Teknik Komputer Dasar. Mungkin lab ini untuk praktikum makul semacam makul di tempat saya tsb..

 Ini adalah lab Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan). Di sini, AI adalah sebuah prodi sendiri, bukan hanya mata kuliah

Kiri atas, tiap lab dan ruangan ada pengaman berupa pengenal kartu, hanya yang punya hak yang bisa masuk. Kanan atas, yang ada di lab Security. Bawah, lab multimedia, all Mac dan ada corner PS-nya, zzzzz

 Lab MAC! ALL MAC! :o

Kapan ya kampus saya secanggih ini hehehehe...

Selesai, kami pun ikut Melaka City Tour! It's A Picnic Time!!!!!!! :D First, kami ke Sumur Hang Tuah


Next, kami ke pusat kota Melaka, ternyata kota ini adalah Heritage City karena banyak peninggalan bersejarahnya... Jadi kangen Jogja....

 
 

Terakhir, kami melanjutkan perjalanan dengan makan malam.... Next stop is Johor Bahru for rest :)


Banyak hal yang lucu di Malaysia ini, terutama bahasa-bahasa yang digunakan. Contohnya WC di sini lebih dikenal dengan sebutan "tandas" atau "bilik termenung". Jalan-jalan = pusing-pusing, kantor pusat = ibu pejabat, angkatan laut = pasukan basah-basah kuyup. Hahahahhaa.... lucu sih emang, but it's interesting how Malaysia with its diversity still can stand in a same language called Melayu dan hidup rukun di dalamnya :)

Bersambung part 3: Singapore I'm coming!

Tersesat di Batam (Part 1)

Where? Batam, Indonesia
What? Penganugerahan Beasiswa Unggulan
When? 19-21 Mei 2011
With? Sarah Sausan, Matin Nuhamunada, Septian Gilang, Fraga Lutsmi, Achmad Raditya, Muhammad Kautsar, dan penerima beasiswa Unggulan lainnya :D

Lama nggak ngeblog, sekarang saya mau posting cukup panjang, hehehehehe..... Jadi ceritanya, saya dan nama-nama di atas mendapat kesempatan untuk mengikuti acara penganugerahan beasiswa Unggulan di Universitas Internasional Batam. Sumpah perjalanan 5 hari ini adalah salah satu pengalaman yang nggak akan saya lupakan dalam hidup, karena di sini saya berjuang untuk survive dan deal dengan kehidupan nyata (ngeh, lebay).

Karena panjang, saya bagi 3 part, part 1, part 2 dan part 3. Mari lanjut ke Part 1 dulu, jangan bosen ya....

Part 1

Part 1 ini dimulai 18 Mei malam, ketika kami berenam, saya, Sau, Radit, Fraga, Nuha, Kautsar memutuskan untuk naik Lion ke Jakarta, dengan harapan besoknya nggak telat, karena kami harus kumpul di terminal 2F jam 04.30, lengkap memakai batik. Okee.... kamipun (plus Gilang yang udah standby) nggembel di bangku terminal 2F untuk tidur --- sumpah ini pengalaman pertama saya tidur di Bandara.

Nggak nyaman, jam 3 saya bangun untuk (rencananya) mandi. Sayang seribu sayang nggak ada tempat mendukung untuk mandi di bandara, jadilah saya dan teman-teman hanya ganti baju untuk acara penting nanti siang, hiyek, ahahahhahahah...... Selesai, kami pun naik penerbangan Garuda ke Batam bersama rombongan sekitar 30 orang.

Finally, kami sampai Batam. Di sana kami diberi pengarahan bagaimana cara membuat Intelectual Social Responisbility berupa artikel koran yang baik dan benar oleh seorang wartawan Media Indonesia


Selasai, acara berikutnya adalah sambutan dari Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Tsani. Wew banget pokoknya bisa ketemu orang pertama di Provinsi ini. Ada banyak hal yang bisa saya petik dari pidato-pidato beliau tentang leadership

KNOWLEDGE is POWER, but CHARACTER is MORE

beberapa hal yang membuat kita tidak berkembang:
Kita terlalu matematis dan kurang artistik
Kita terlalu rasional dan kurang imajinatif
Kita terlalu deduktif dan kurang induktif
Kita terlalu diferentiatif dan kurang integratif
Kita terlalu deskriptif dan kurang puitis
Kita terlalu materialistis dan kurang spiritual
Kita terlalu linear dan kurang inovatif

Super sekali bapak yang satu ini...
Setelah itu ditutup dengan acara penganugerahan dan langsung capcus ke Terminal Ferry Sekupang untuk capcus ke Singapura dan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Malaka. Saya nggak nyangka kalau Batam punya pelabuhan Ferry sebagus ini


Dan voilaaaa setelah melakukan perjalan Ferry 1 jam kami pun sampai di....

Next, kami melanjutkan perjalanan ke Malaka dengan bis selama 6 jam perjalanan, zzzzzzz
Mau tahu apa yang terjadi pada kami di keesokan harinya? Baca Part 2 yaaaaaa.......


Bersambung... (biar kaya sinetron)

Makalah KWN

Saya termasuk orang dengan logic yang tinggi sehingga pelajaran KWN termasuk pelajaran yang "ngambang" di mata saya karena saya susah mencerna filsafat-filsafat ilmu sosial tersebut.

Suatu hari kami diberi tugas untuk membuat makalah tentang Ketahanan Nasional. Ngik, bingung kan saya, secara ini pelajaran yang ngambang. Saya dan tim pun memutuskan untuk mengambil sub tema "kedewasaan". Tiba-tiba tanpa persiapan kami dipanggil untuk presentasi, dan taraaaa... ternyata makalah kami dipuji bagus oleh sang dosen :') sumpah saya terharu soalnya ya itu tadi, saya bukan orang IPS yang 1+1 nya subyektif, tapi cetakan otak saya 1+1=10 -,-

______________________________________________________________________

Makalah Kewarganegaraan

Perlunya Kedewasaan Mahasiswa
dalam Menanggapi Penjajahan Intelektual
 
Disusun Oleh
Ayuningtyas Kumalasari
Ema Fitriana (36205)
Ika Russinta (37501)
Nurvirta Monarizqa (36707)
Trias Nur Rahman (36849)

Prodi Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Universitas Gadjah Mada
2011




1.   LATAR BELAKANG

Keadaan Indonesia saat ini berada dalam suatu krisis, yaitu krisis kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan seterusnya. Hal ini dapat dikategorikan sebagai penjajahan yang terjadi di masa modern. Dibandingkan dengan zama dahulu, bahwa sebuah penjajahan itu didasari atas prinsip 3G (Gold, Glory, Gospel), penjajahan pada zaman modern lebih kepada penjajahan atas kekayaan intelektual. Para penjajah ini tentunya berasal dari negara-negara adikuasa. Dengan perantara perusahaan-perusahaan yang berasal dari negara-negara tersebut.
        Sasaran daripada perusahaan-perusahaan itu adalah mahasiswa, yang pada dasarnya belum cukup dewasa dalam artian dewasa dalam mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Mereka sendiri belum mengerti betul bagaimana caranya mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat setelah mengemban pendidikan selama sekian tahun di Indonesia. Bisa dipersingkat, mereka sendiri lebih memilih untuk bekerja pada perusahaan-perusahan yang berasal dari luar negeri tersebut ketimbang bekerja untuk membangun negeri setelah mereka menyelesaikan studi mereka. Kurangnya kesadaran atas pentingnya membangun negeri, membuat terjadinya konflik ini. Mengapa mereka lebih memilih bekerja dan membangun untuk bangsa lain? Padahal jelas-jelas indonesia masih kalah saing dengan negara-negara tersebut.
Masalah inilah yang mendorong kami untuk menyusun sebuah tulisan untuk menjadi sebuah renungan atas krisis yang terjadi di Indonesia. Hal ini sepele mungkin, tapi jika terus terjadi seperti ini, siapa yang akan membangun negeri ini? Indonesia memiliki banyak putra-putri terbaiknya yang mana dapat membantu mewujudkan semua cita cita nasional yang terkandung dalam pembukaan UUD’45. Penjajahan bentuk modern ini pun tidak sesuai dengan pembukaan UUD’45 yaitu “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Jelas semua hal penjajahan modern ini bertentangan dengan dasar hukum negara kita. Oleh sebab itu, kita harus bersama-sama menuntaskan permasalahan ini agar tidak terjadi konflik yang lebih fatal nantinya.

2.   RUMUSAN MASALAH
·         Apa saja ancaman intelektual  yang mengancam ketahanan nasional?
·         Bagaimana pengaruh penjajahan intelektual terhadap ketahanan negara?
·         Mengapa diperlukan kedewasaan dalam mengamalkan ilmu untuk menghadapi penjajahan intelektual?
·         Bagaimana menumbuhkan kedewasaan pada mahasiswa agar dewasa dalam mengamalkan ilmu?

3.   PEMBAHASAN
Penjajahan berasal dari kata jajah yang berarti menguasai dan memerintah suatu wilayah, sedangkan intelektual berarti cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan.  Sehingga dapat dikatakan bahwa penjajahan intelektual mempunyai arti meguasai pikiran seseorang atau kelompok untuk bekerja dan melakukan sesuatu hal demi kepentingan pribadi atau golongan.
·         Perekrutan tenaga kerja unggul Indonesia oleh perusahaan asing
Dewasa ini, secara disadari ataupun tidak, terjadi penjajahan intelektual di negara ini. Dengan berkembangnya perusahaan multinasional yang memiliki banyak cabang di negara-negara lain termasuk Indonesia, mereka membutuhkan tenaga kerja ahli di bidangnya. Dengan gaji yang sangat tinggi dan seleksi yang ketat, membuat para kaum intelektual bangsa untuk beramai-ramai mendaftar agar dapat bekerja di perusahaan tersebut.  Semakin lama, hal ini menjadi sebuah gengsi dan kebanggaan tersendiri bagi para mahasiswa unggul yang lolos dan mampu bekerja disana. Sayangnya, mereka yang bekerja di sana tidak menyadari, atau mungkin hanya sedikit yang sadar bahwa sebenarnya mereka dieksploitasi intelektualnya untuk mengembangkan negara lain, memajukan negara pemilik perusahaan tersebut.
Sebagai contoh di Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, peminat untuk rekruitmen perusahaan asing sangat banyak, dan rata-rata memiliki indeks prestasi cumlaude. Rata-rata mereka memilih bekerja di perusahaan asing atau di luar negeri adalah karena mereka bisa lebih berkembang dan terfasilitasi. Secara tidak disadari, hal ini menjadi ide dasar dari penjajahan intelektual sumber daya manusia unggul negeri.
Perusahaan asing yang membutuhkan pengembangan dan ide kreatif ini mengerti akan kebutuhan SDM unggul Indonesia yang menginginkan fasilitas untuk mengembangkan kemampuan. Dengan memfasilitasi putra-putra negeri ini, mereka bisa mendapatkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan dan akhirnya bisa digunakan untuk mengembangkan perusahaan.
Sayang sekali jika ide-ide dan inovasi putra Indonesia ini justru digunakan untuk mengembangkan perusahaan, yang tentu implikasinya adalah memperkaya dan memajukan negara asal perusahaan tersebut. Bayangkan jika mereka tetap bekerja di perusahaan milik negeri dan menyumbangkan idenya untuk memajukan negeri. Tentu Indonesia akan jauh lebih maju dibanding saat ini.
·         Adanya pematenan karya-karya anak bangsa yang bekerja pada perusahaan asing
Ini adalah kisah klasik, yang merupakan lanjutan dari poin sebelumnya. Ini adalah penggambarkan nyata penjajahan intelektual. Jika zaman dahulu penjajahan dilakukan dengan mengeksploitasi sumber daya alam untuk dikuasai, pada masa kini, yang dieksploitasi adalah intelektualitas dari sumber daya manusia Indonesia, untuk dikuasai. Bentuk nyatanya adalah perusahaan/ negara tersebut melakukan pematenan inovasi ide pikir putra-putri Indonesia menjadi milik mereka
·         Mengapa mahasiswa memerlukan kedewasaan?
Kedewasaan adalah hal atau keadaan telah dewasa menurut kamus bahasa Indonesia, sedangakan dewasa sendiri adalah akil-balig, besar, bulug, cukup umur, matang, sampai umur, sempurna akal. Setelah mengetahui ancaman-ancaman yang ada, jelas kedewasaan diperlukan bagi mahasiswa, aset bangsa yang memiliki semangat dalam mengembangkan ilmunya. Mahasiswa adalah tahap akhir sebelum bekerja, terjun di dunia nyata. Di samping itu, mahasiswa juga tahap akhir dari remaja menuju dewasa, usia dan akal. Kedewasaan merupakan bekal dalam bekerja karena menentukan cara berpikir mahasiswa tersebut.
Jelas kedewasaan perlu guna menjaga salah satu asas ketahanan nasional yakni Mawas ke luar. Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
Jika kedewasaan pola pikir terbentuk, pastilah mahasiswa tersebut berpikir panjang akan langkahnya untuk memilih pekerjaan, sehingga ia akan memilih pekerja untuk perusahaan domestik saja dan mengembangkan perusahaan tersebut supaya setara dengan perusahaan asing. Dengan majunya perusahaan Indonesia, tentu akan lebih banyak lagi mahasiswa yang ingin bekerja untuk negerinya dan tentu hal ini akan memajukan negara.
·         Menumbuhkan ideologi pancasila yang kuat pada generasi muda agar tidak mudah digoyahkan
Masalah ini merupakan masalah yang kompleks. Motif mahasiswa bekerja di luar negeri mungkin tidak hanya faktor kurangnya kedewasaan (walau ini hal utama), namun ada pula faktor ekonomi, sosial, dukungan pemerintah, dll.
Mesiki demikian, bukan berarti kedewasaan sudah terlambat dibentuk. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan semangat kedewasaan, salah satu cara yang bijak adalah menumbuhkan ideologi pancasila yang kuat.
Implementasi penumbuhan ideologi ini haruslah benar, efektif dan tepat sasaran mengingat fenomena ini nyata, beredar di sekitar kita secara “halus” sehingga terkadang banyak orang tidak meyadarinya.
Menjadi tanggung jawab banyak pihak untuk melakukan hal ini, keluarga, kampus, hingga pemerintah. Untuk tingkat keluarga, bisa ditanamkan rasa cinta Nasionalisme lewat konsumsi produk dalam negeri, untuk tingkat universitas bisa dengan penanaman nilai moral melalui mata kuliah Kewarganegaraan dan Pendidikan Pancasila, serta di tingkat pemerintah adalah memberi semacam “jaminan” pada mahasiswa unggul untuk diterima bekerja di perusahaan nasional dengan gaji dan fasilitas setara perusahaan asing.


Kami Tidak Kalah, Kami Juara 2

final voli putri elektro vs sipil, kami nggak kalah, kami juara 2 kok :)

Ini musim Teknisiade, sebuah kompetisi olahraga antar prodi (keluarga mahasiswa) di Teknik UGM. Berhubung prodi saya masih tergabung dalam KMTE, kami terhitung masih mewakili elektro hehehe...

Jurusan kami memang minim wanita, tapi saya heran apakah seminim itu sampai-sampai saya harus ikut 3 cabang: voli putri, tenis meja putri ganda, basket putri :( Sebenernya saya seneng-seneng aja sih karena efeknya adalah SAYA JADI RAJIN OLAHRAGA hahahaha... dari yang tadinya super duper jarang olahraga, wakakaaka

Teknisiade ini bagi kami mahasiswa baru, terutama mahasiswa IT yang merupakan prodi baru menjadi topik tersendiri. Selain karena olahraga memang hal yang seru untuk dibicarakan, ada satu topik menarik lagi yang sekarang lagi panas-panasnya: tentang SUTET. Sutet adalah singkatan dari Suporter Teknik Elektro, semacam bonek atau viking, hahaha... tapi jangan disamain boleh lho...

Yang jadi masalah adalah minimnya SUTET yang ada di kehidupan nyata. Seperti contohnya waktu pertandingan final voli putri kemarin. Suporter kalah jauh dari Sipil :( Dan saya sedih bukan hanya karena SUTETnya sedikit. Oke saya paham aktivitas teman-teman satu jurusan yang punya banyak aktivitas yang jauh lebih penting. Yang saya sedih lagi adalah ketika ada orang yang jadi marah-marah dan kemudian menyalahkan kami, anak IT yang jarang ikut jadi suporter. Super sedih lagi adalah ketika mereka kemudian menganggap kami nggak jarang menyuporteri karena kami nggak merasa terfasilitasi dalam nama SUTET (nggak ada kata-kata Teknologi Informasinya), super sedih lagi kalau nggak dibilang nggak ada solidaritas,  terlalu geek dengan dunia maya tanpa interaksi sosial, tapi adalah super ekstra jauh lebih sedih lagi ketika mengetahui kenyataannya memang demikian adanya, dan teman-teman seprodi saya kemudian mencari-cari alasan untuk memebenarkan tindakan mereka dan membela diri. :'( :'( :'(

Saya di tengah-tengah dalam hal ini. Saya nggak mau menyalahkan siapa-pun. Orang bebas menentukan hidupnya dan melakukan apapun yang mereka mau. Saya cuma nggak pengen masalah seperti ini jadi besar atau dibesar-besarkan. Saya pribadi terima kok namanya SUTET, terima kok namanya KMTE, begitu pula dengan yang lain. Toh kami punya NL sebagai organisasi mahasiswa kami, walau statusnya BSO. Toh nggak cuma kelas kami yang suporternya sedikit, angkatan atas mana? kelas lain mana? Please, jangan mendeskreditkan anak IT, menyalah-nyalahkan anak IT terus. Dan jauh lebih please lagi untuk anak IT, kita satu bro. Kita butuh orang lain. Jika ingin didukung, marilah mendukung orang lain. Jika ingin dibantu, marilah kita membantu orang lain juga. Saya nggak mau terus membela teman-teman kalau teman-teman nggak mau berubah :(

Hanya curhat, mohon jangan dipermasalahkan, apalagi "disidang" lagi hahahahaa
Nurvirta Monarizqa

I Still Want This: Ramayana Ballet Show

Delapan bulan berselang setelah saya posting ini, tapi saya belum bisa juga nonton Ramayana Ballet :(
Ada yang mau nemenin? Ini adalah jadwal tahun 2011 nya yang saya copy dari sini:
http://www.borobudurpark.co.id/en/events/ramayana-ballet-at-prambanan.html
___________________________________________________________________________________

Ramayana Ballet at Prambanan

There are no translations available.

ramayana_introBased on an epic Hindu poem, the story of model king Rama was adapted to become an important local dance, encompassing the Javanese style, culture and music. Whilst the story originated in India, the Javanese version is truly representative of the local art and culture.
In the evenings, this ballet comes to life, enacted by over 200 professional dancers and musicians on an open air stage that takes advantage of the Prambanan Temples as a backdrop.
ramayana_stage
Prambanan’s Siva Temple depicts the ballet as interpreted locally in a series of stone reliefs, making the link to the site hundreds of years strong.
ramayana2

The story revolves around the duties of relationships; the qualities of the ideal wife, king, brother and servant.  Gods, mortals, giants, monkeys and beautiful women all come together to tell the colourful story of a courtship punctuated by a kidnapping and battles.


The performances run from 7.30pm to 9.30pm, and are weather dependent.
Upcoming indoor (Tri Murti) performance dates:
January 2011 1, 4, 6, 8, 11, 13, 15, 18, 20, 22, 25, 27, 29
February 2011 1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 26
March 2011 1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 26, 29, 31
April 2011 2, 5, 7, 9, 12, 14, 16, 19, 21, 23, 26, 28, 30
November 2011 1, 3, 5, 8, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 26, 29
December 2011 1, 3, 6, 8, 10, 13, 15, 17, 20, 22, 24, 27, 29, 31
Upcoming open theatre  performance dates:
May 2011 3, 5, 7, 10, 12, 14, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 26, 28, 31
June 2011 1, 2, 3, 7, 8, 9, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 28, 29, 30
July 2011 2, 5, 6, 7, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 26, 27, 28, 30
August 2011 2, 3, 4, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 23, 24, 25, 27, 30
September 2011 1, 3, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 17, 20, 22, 24, 27, 29
October 2011 1, 4, 6, 8, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 22, 25, 27, 29
*Underlined is episodic story
Ticket prices are as follows:
VIP class seating 250 000 Rupiah
Special class seating 175 000 Rupiah
First class seating 150 000 Rupiah
Second class seating 75 000 Rupiah

Should you require any further information, dates or details, please contact our Visitor Assistance Centre.
ramayana3

Congratz!

Selamat buat adik-adikku, Ninda Frisky Rahmawati dan Annisa Fitriani, you did it well gals! 

Saya adalah salah satu orang yang mengikuti perjuangan mereka dari benar-benar nol. Kalau inget semua masalah, semua pengorbanan, semua konflik, semua kesulitan, semua pro kontra, semua tuduhan, semua  klaim, semua hambatan, semua tekanan yang ada dalam perjuangan kalian ini, sudah sepantasnya kalian dapet penghargaan ini :*


Teladan Jayamahe! :D
abcs