Makalah KWN

Saya termasuk orang dengan logic yang tinggi sehingga pelajaran KWN termasuk pelajaran yang "ngambang" di mata saya karena saya susah mencerna filsafat-filsafat ilmu sosial tersebut.

Suatu hari kami diberi tugas untuk membuat makalah tentang Ketahanan Nasional. Ngik, bingung kan saya, secara ini pelajaran yang ngambang. Saya dan tim pun memutuskan untuk mengambil sub tema "kedewasaan". Tiba-tiba tanpa persiapan kami dipanggil untuk presentasi, dan taraaaa... ternyata makalah kami dipuji bagus oleh sang dosen :') sumpah saya terharu soalnya ya itu tadi, saya bukan orang IPS yang 1+1 nya subyektif, tapi cetakan otak saya 1+1=10 -,-

______________________________________________________________________

Makalah Kewarganegaraan

Perlunya Kedewasaan Mahasiswa
dalam Menanggapi Penjajahan Intelektual
 
Disusun Oleh
Ayuningtyas Kumalasari
Ema Fitriana (36205)
Ika Russinta (37501)
Nurvirta Monarizqa (36707)
Trias Nur Rahman (36849)

Prodi Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Universitas Gadjah Mada
2011




1.   LATAR BELAKANG

Keadaan Indonesia saat ini berada dalam suatu krisis, yaitu krisis kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan seterusnya. Hal ini dapat dikategorikan sebagai penjajahan yang terjadi di masa modern. Dibandingkan dengan zama dahulu, bahwa sebuah penjajahan itu didasari atas prinsip 3G (Gold, Glory, Gospel), penjajahan pada zaman modern lebih kepada penjajahan atas kekayaan intelektual. Para penjajah ini tentunya berasal dari negara-negara adikuasa. Dengan perantara perusahaan-perusahaan yang berasal dari negara-negara tersebut.
        Sasaran daripada perusahaan-perusahaan itu adalah mahasiswa, yang pada dasarnya belum cukup dewasa dalam artian dewasa dalam mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Mereka sendiri belum mengerti betul bagaimana caranya mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat setelah mengemban pendidikan selama sekian tahun di Indonesia. Bisa dipersingkat, mereka sendiri lebih memilih untuk bekerja pada perusahaan-perusahan yang berasal dari luar negeri tersebut ketimbang bekerja untuk membangun negeri setelah mereka menyelesaikan studi mereka. Kurangnya kesadaran atas pentingnya membangun negeri, membuat terjadinya konflik ini. Mengapa mereka lebih memilih bekerja dan membangun untuk bangsa lain? Padahal jelas-jelas indonesia masih kalah saing dengan negara-negara tersebut.
Masalah inilah yang mendorong kami untuk menyusun sebuah tulisan untuk menjadi sebuah renungan atas krisis yang terjadi di Indonesia. Hal ini sepele mungkin, tapi jika terus terjadi seperti ini, siapa yang akan membangun negeri ini? Indonesia memiliki banyak putra-putri terbaiknya yang mana dapat membantu mewujudkan semua cita cita nasional yang terkandung dalam pembukaan UUD’45. Penjajahan bentuk modern ini pun tidak sesuai dengan pembukaan UUD’45 yaitu “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Jelas semua hal penjajahan modern ini bertentangan dengan dasar hukum negara kita. Oleh sebab itu, kita harus bersama-sama menuntaskan permasalahan ini agar tidak terjadi konflik yang lebih fatal nantinya.

2.   RUMUSAN MASALAH
·         Apa saja ancaman intelektual  yang mengancam ketahanan nasional?
·         Bagaimana pengaruh penjajahan intelektual terhadap ketahanan negara?
·         Mengapa diperlukan kedewasaan dalam mengamalkan ilmu untuk menghadapi penjajahan intelektual?
·         Bagaimana menumbuhkan kedewasaan pada mahasiswa agar dewasa dalam mengamalkan ilmu?

3.   PEMBAHASAN
Penjajahan berasal dari kata jajah yang berarti menguasai dan memerintah suatu wilayah, sedangkan intelektual berarti cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan.  Sehingga dapat dikatakan bahwa penjajahan intelektual mempunyai arti meguasai pikiran seseorang atau kelompok untuk bekerja dan melakukan sesuatu hal demi kepentingan pribadi atau golongan.
·         Perekrutan tenaga kerja unggul Indonesia oleh perusahaan asing
Dewasa ini, secara disadari ataupun tidak, terjadi penjajahan intelektual di negara ini. Dengan berkembangnya perusahaan multinasional yang memiliki banyak cabang di negara-negara lain termasuk Indonesia, mereka membutuhkan tenaga kerja ahli di bidangnya. Dengan gaji yang sangat tinggi dan seleksi yang ketat, membuat para kaum intelektual bangsa untuk beramai-ramai mendaftar agar dapat bekerja di perusahaan tersebut.  Semakin lama, hal ini menjadi sebuah gengsi dan kebanggaan tersendiri bagi para mahasiswa unggul yang lolos dan mampu bekerja disana. Sayangnya, mereka yang bekerja di sana tidak menyadari, atau mungkin hanya sedikit yang sadar bahwa sebenarnya mereka dieksploitasi intelektualnya untuk mengembangkan negara lain, memajukan negara pemilik perusahaan tersebut.
Sebagai contoh di Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, peminat untuk rekruitmen perusahaan asing sangat banyak, dan rata-rata memiliki indeks prestasi cumlaude. Rata-rata mereka memilih bekerja di perusahaan asing atau di luar negeri adalah karena mereka bisa lebih berkembang dan terfasilitasi. Secara tidak disadari, hal ini menjadi ide dasar dari penjajahan intelektual sumber daya manusia unggul negeri.
Perusahaan asing yang membutuhkan pengembangan dan ide kreatif ini mengerti akan kebutuhan SDM unggul Indonesia yang menginginkan fasilitas untuk mengembangkan kemampuan. Dengan memfasilitasi putra-putra negeri ini, mereka bisa mendapatkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan dan akhirnya bisa digunakan untuk mengembangkan perusahaan.
Sayang sekali jika ide-ide dan inovasi putra Indonesia ini justru digunakan untuk mengembangkan perusahaan, yang tentu implikasinya adalah memperkaya dan memajukan negara asal perusahaan tersebut. Bayangkan jika mereka tetap bekerja di perusahaan milik negeri dan menyumbangkan idenya untuk memajukan negeri. Tentu Indonesia akan jauh lebih maju dibanding saat ini.
·         Adanya pematenan karya-karya anak bangsa yang bekerja pada perusahaan asing
Ini adalah kisah klasik, yang merupakan lanjutan dari poin sebelumnya. Ini adalah penggambarkan nyata penjajahan intelektual. Jika zaman dahulu penjajahan dilakukan dengan mengeksploitasi sumber daya alam untuk dikuasai, pada masa kini, yang dieksploitasi adalah intelektualitas dari sumber daya manusia Indonesia, untuk dikuasai. Bentuk nyatanya adalah perusahaan/ negara tersebut melakukan pematenan inovasi ide pikir putra-putri Indonesia menjadi milik mereka
·         Mengapa mahasiswa memerlukan kedewasaan?
Kedewasaan adalah hal atau keadaan telah dewasa menurut kamus bahasa Indonesia, sedangakan dewasa sendiri adalah akil-balig, besar, bulug, cukup umur, matang, sampai umur, sempurna akal. Setelah mengetahui ancaman-ancaman yang ada, jelas kedewasaan diperlukan bagi mahasiswa, aset bangsa yang memiliki semangat dalam mengembangkan ilmunya. Mahasiswa adalah tahap akhir sebelum bekerja, terjun di dunia nyata. Di samping itu, mahasiswa juga tahap akhir dari remaja menuju dewasa, usia dan akal. Kedewasaan merupakan bekal dalam bekerja karena menentukan cara berpikir mahasiswa tersebut.
Jelas kedewasaan perlu guna menjaga salah satu asas ketahanan nasional yakni Mawas ke luar. Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
Jika kedewasaan pola pikir terbentuk, pastilah mahasiswa tersebut berpikir panjang akan langkahnya untuk memilih pekerjaan, sehingga ia akan memilih pekerja untuk perusahaan domestik saja dan mengembangkan perusahaan tersebut supaya setara dengan perusahaan asing. Dengan majunya perusahaan Indonesia, tentu akan lebih banyak lagi mahasiswa yang ingin bekerja untuk negerinya dan tentu hal ini akan memajukan negara.
·         Menumbuhkan ideologi pancasila yang kuat pada generasi muda agar tidak mudah digoyahkan
Masalah ini merupakan masalah yang kompleks. Motif mahasiswa bekerja di luar negeri mungkin tidak hanya faktor kurangnya kedewasaan (walau ini hal utama), namun ada pula faktor ekonomi, sosial, dukungan pemerintah, dll.
Mesiki demikian, bukan berarti kedewasaan sudah terlambat dibentuk. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan semangat kedewasaan, salah satu cara yang bijak adalah menumbuhkan ideologi pancasila yang kuat.
Implementasi penumbuhan ideologi ini haruslah benar, efektif dan tepat sasaran mengingat fenomena ini nyata, beredar di sekitar kita secara “halus” sehingga terkadang banyak orang tidak meyadarinya.
Menjadi tanggung jawab banyak pihak untuk melakukan hal ini, keluarga, kampus, hingga pemerintah. Untuk tingkat keluarga, bisa ditanamkan rasa cinta Nasionalisme lewat konsumsi produk dalam negeri, untuk tingkat universitas bisa dengan penanaman nilai moral melalui mata kuliah Kewarganegaraan dan Pendidikan Pancasila, serta di tingkat pemerintah adalah memberi semacam “jaminan” pada mahasiswa unggul untuk diterima bekerja di perusahaan nasional dengan gaji dan fasilitas setara perusahaan asing.


0 Responses

Posting Komentar

abcs