Tersesat di Batam (Part 1)

Where? Batam, Indonesia
What? Penganugerahan Beasiswa Unggulan
When? 19-21 Mei 2011
With? Sarah Sausan, Matin Nuhamunada, Septian Gilang, Fraga Lutsmi, Achmad Raditya, Muhammad Kautsar, dan penerima beasiswa Unggulan lainnya :D

Lama nggak ngeblog, sekarang saya mau posting cukup panjang, hehehehehe..... Jadi ceritanya, saya dan nama-nama di atas mendapat kesempatan untuk mengikuti acara penganugerahan beasiswa Unggulan di Universitas Internasional Batam. Sumpah perjalanan 5 hari ini adalah salah satu pengalaman yang nggak akan saya lupakan dalam hidup, karena di sini saya berjuang untuk survive dan deal dengan kehidupan nyata (ngeh, lebay).

Karena panjang, saya bagi 3 part, part 1, part 2 dan part 3. Mari lanjut ke Part 1 dulu, jangan bosen ya....

Part 1

Part 1 ini dimulai 18 Mei malam, ketika kami berenam, saya, Sau, Radit, Fraga, Nuha, Kautsar memutuskan untuk naik Lion ke Jakarta, dengan harapan besoknya nggak telat, karena kami harus kumpul di terminal 2F jam 04.30, lengkap memakai batik. Okee.... kamipun (plus Gilang yang udah standby) nggembel di bangku terminal 2F untuk tidur --- sumpah ini pengalaman pertama saya tidur di Bandara.

Nggak nyaman, jam 3 saya bangun untuk (rencananya) mandi. Sayang seribu sayang nggak ada tempat mendukung untuk mandi di bandara, jadilah saya dan teman-teman hanya ganti baju untuk acara penting nanti siang, hiyek, ahahahhahahah...... Selesai, kami pun naik penerbangan Garuda ke Batam bersama rombongan sekitar 30 orang.

Finally, kami sampai Batam. Di sana kami diberi pengarahan bagaimana cara membuat Intelectual Social Responisbility berupa artikel koran yang baik dan benar oleh seorang wartawan Media Indonesia


Selasai, acara berikutnya adalah sambutan dari Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Tsani. Wew banget pokoknya bisa ketemu orang pertama di Provinsi ini. Ada banyak hal yang bisa saya petik dari pidato-pidato beliau tentang leadership

KNOWLEDGE is POWER, but CHARACTER is MORE

beberapa hal yang membuat kita tidak berkembang:
Kita terlalu matematis dan kurang artistik
Kita terlalu rasional dan kurang imajinatif
Kita terlalu deduktif dan kurang induktif
Kita terlalu diferentiatif dan kurang integratif
Kita terlalu deskriptif dan kurang puitis
Kita terlalu materialistis dan kurang spiritual
Kita terlalu linear dan kurang inovatif

Super sekali bapak yang satu ini...
Setelah itu ditutup dengan acara penganugerahan dan langsung capcus ke Terminal Ferry Sekupang untuk capcus ke Singapura dan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Malaka. Saya nggak nyangka kalau Batam punya pelabuhan Ferry sebagus ini


Dan voilaaaa setelah melakukan perjalan Ferry 1 jam kami pun sampai di....

Next, kami melanjutkan perjalanan ke Malaka dengan bis selama 6 jam perjalanan, zzzzzzz
Mau tahu apa yang terjadi pada kami di keesokan harinya? Baca Part 2 yaaaaaa.......


Bersambung... (biar kaya sinetron)
0 Responses

Posting Komentar

abcs