Syarat Poligami Ada 4L

Dikutip dari pengajian wisuda TPA dari masjid di depan rumah:

"Kamu boleh poligami saya asal 4L:
1. Lebih cantik dari saya
2. Lebih muda dari saya
3. Lebih kaya dari saya
4. Langkahi dulu mayat saya"

Ngahahahahaha..... saya setuju....

Sedikit Curhat (part 4)

Saya senang melihat ini :')


Adek laki-laki saya bertengger di peringkat pertama jurusan jasa boga SMK N 6 Yogyakarta.

Harus saya akui, saya seneng sih, cuman ini agak membuat saya pribadi nggerus, nggak tau kalo adek saya. Adek saya pada awalnya emang pengen SMK, SMK jur elektro tapi. Nah, sayanya yang nggak mau, karena saya pribadi kurang percaya sama pergaulan di SMK. Saya bujukilah biar masuk Teladan aja, karena saya merasa, adek saya butuh lingkungan yang bagus untuk menemani masa remajanya ini. Oke dia mau. Tapi dia maunya Teladan doang. Teladan, atau SMK, titik. Kesalahan saya selanjutnya adalah saya justru sibuk mengajar orang lain, tidak mengajar adik saya sendiri, dan ini membuat pada akhirnya NEM nya tidak cukup untuk masuk Teladan :(

Saya merasa menyesal menjadi kakak, karena tidak bisa jadi kakak yang bertanggung jawab.

Akhirnya atas pilihannya sendiri, adek saya yang emang hobi dan jago masak ini memilih SMK 6, dengan pertimbangan agar emang bisa langsung kerja, tanpa harus memikirkan pelajaran aneh2 yang dia sebenernya gak suka.

Semangat ya, maafkan kakakmu ini :')

Ditulis dengan perasaan bersalah
Nurvirta Monarizqa

Antara Galau, FKY dan Malioboro Festival

What? Malioboro Festival dan Festival Kesenian Yogyakarta
Where? Beteng Vredeburg Yogyakarta
When? 26 Juni 2011

Ceritanya saya sedang liburan dan saya sedang galau, tidak perlu saya ceritakan kenapa. Akhirnya saya ngajak adek nggerus saya, Dyah Dhani Mustikarini untuk jalan-jalan, guna menghibur diri dan mengembalikan raut wajah. Saya dijemput Dhydhan dan nebeng ke Malio (hemat bensin). 

Tidak dinyana ternyata waktu kami sampai pertigaan Maguwo ada asap mengepul dari arah Sheraton, kayaknya barusan, karena belum banyak orang berkerumun. Ternyata setelah didekati, ada Bus Sumber Kencono yang kebakaran. Entah itu terbakar atau dibakar. Takut meledak, kami langsung capcusss ngebut lagi. Zzzz....

kiri: bangkai Sumber Kencono yang kami temukan di perjalanan pulang

Sampai, kami ke Pasar Bringharjo, cari ini dan itu, terus menggalau di Mal Malioboro, sebelum akhirnya memutuskan ke FKY dan Malioboro Festival




Ada festival makanan di KM 0, dan acara-acara lain di Taman Parkir Abubakarali. Tapi karena udah capek, kami mutusin ke Vredeburg aja nonton Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Dengan Rp 2000,00 saja, kami bisa masuk ke Beteng, melihat semua dioramanya, dan melihat FKY tentunya





FKY adalah kegiatan tahunan yang rutin dilakukan, menampilkan hasi-hasil kesenian dan kerajinan dari UKM-UKM serta mempertunjukkan beragam kesenian dari Indonesia, Yogyakarta khususnya.


Banyak hal menarik yang bisa didapatkan di sini, buku bekas berkualitas, lukisan-lukisan yang bagus banget, barang-barang unik, sampe fotobox 10 000 dapet 4 gaya. Kalau tertarik, festival ini masih ada sampai 5 Juli 2011 dan agenda detailnya bisa dilihat di sini


Thanks Dhan, sudah menemaniku menggeje dan menggalau seharian :*

Kontes Robot Nasional 2011, Sebuah Pembelajaran (2)

What? Kontes Robot Nasional 2011
Where? Grha Sabha Pramana UGM
When? 11-12 Juni 2011

Part 1: semalam terjadi kekacauan drawing karena ada yang komplain nilai..

Minggu, 12 Juni 2011 mungkin akan menjadi hari yang bersejarah, di mana akan diumumkan tim-tim yang menjadi juara Kontes Robot Nasional. Seperti report saya di ereportevent.com, pertandingan berlangsung seru dan penuh kejutan, saya kutip aja yee (males nulis lagi)

"Banyak "kejutan" yang diberikan oleh perlombaan di hari ini. Diawali dengan WO-nya tim KRCI berkaki dari Universitas Tarumanegara. Ini disebabkan karena tim dari UNTAR ini tidak datang ke pit stop sedari jam setengah 8 pagi seperti pada peraturan, sehingga ketika dipanggil, tim tidak ada di tempat. Sesuai peraturan, jika setelah panggilan tiga kali tim tidak datang maka tim tersebut dinyatakan WO. Protes sempat mengalir dari tim UNTAR hingga masuk ke forum dunia maya KASKUS. Mereka menganggap panitia dan juri tidak fair, karena kebetulan lawan tanding mereka adalah UGM, sehingga UGM dianggap ada "main". Ini jelas tidak benar karena panitia dan juri berlaku independen, keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan juri serta panitia tidak ada keberpihakan sama sekali pada tim mana pun. Ini murni karena tim dari UNTAR terlambat mengikuti pertandingan. Pertandingan dilanjutkan, hingga akhirnya saat penutupan diumumkan pemenang untuk KRCI beroda berturut turut adalah tim Hamazar dari IT Telkom (juara 1), tim R2C-Deus Vult dari UKSW Salatiga (Juara 2), tim Warfire dari UGM (Juara 3) dan tim Rahwana (harapan 1) dari Politeknik Negeri Bandung.  Best Algorithm diraih oleh Warfire, dan Best Design diraih oleh R2C-Deus Vult. Untuk kategori berkaki, dimenangkan oleh tim Aqabah dari ITB (juara 1), tim Barelang 2.1 dari Politeknik Negeri Batam (Juara 2), tim Revecto dari UI (Juara 3) dan tim Yacaranda 04 (UGM). Best Algorithm diraih oleh Aqabah dan Best Design diraih oleh tim Dome dari Universitas Muhammadiyah Malang."
 robot mencari titik api

 robot memadamkan api

Oke, saya jadi geli sendiri kalo inget peristiwa "KRCI berdarah ini". Salah seorang ibu dari UNTAR, entah itu dosen, entah itu orang tua mahasiswa, marah-marah ke saya dan juri "Jangan mentang-mentang ini di UGM terus UGM dimenangin gitu aja, harusnya jadwal tandingnya masih nanti". Akhirnya oleh Pak Eril dijelaskan kenapa WO dan saya merangkumnya ke "8 poin kenapa UNTAR di WO", di twitter, mungkin bisa disearch di hashtag #KRCI2011. Pada intinya 8 poin tersebut adalah karena UNTAR tidak datang di pot stop 07.30 (jam berapapun tandingnya tetep harus di pit stop jam segitu), dan UNTAR memilih tidak ikut akomodasi panitia, tapi cari hotel sendiri. Adalah keputusan yang sangat beresiko, di pertandingan apa pun, jika memilih tidak ikut akomodasi panitia. Ini sempat rame, sampe masuk KASKUS, yang di dalemnya ada SMS mas Ridwan, dan twit saya. Perlu diketahui, SMS mas Ridwan tersebut memberitahu akan ada pemberitahuan dari Juri (karena masalah semalam), bukan jadwal dimajukan. Saya juga sempat stress mikirin ini. Tapi ketika kami akan membuat pernyataan resmi, saat kami menghubungi pihak UNTAR, mereka menganggap masalah telah selesai dan trit KASKUS sudah dihapus. Alhamdulillah.. Pesan saya sih masalah ini jadi pelajaran buat kita semua, di mana abad maya ini harus benar berhati-hati dalam melontarkan statement.

Di KRCI ini saya juga sedih, kalo melihat ekspresi tim-tim yang kalah. Ada yang pelukan dengan muka melas, ada yang pasrah, ada yang berkaca-kaca. Miris banget rasanya. Paling sedih adalah ketika kamu melihat tim kesayanganmu kalah, kamu yang menghitung dan mengumumkan hasilnya. Sumpah sedih banget, dan begitu beratnya tugas juru skoring yang harus independen ini. Sampe saya kepikiran "kok nggak ada yang nyuap saya ya biar timnya menang" ahhahahahaha *bercanda*. Miris lagi adalah ketika Warfire di perebutan juara 3, berhasil mengumpulkan nilai 0,8 (di KRCI, pemenang adalah yang mendapat nilai paling kecil). Nilai tersebut adalah nilai terkecil sepanjang sejarah KRCI. Sering mikir "kok ya nggak tadi pas semifinal..." di sini lagi-lagi saya belajar bahwa manusia berencana, Tuhan menentukan.

Next, saya kutip lagi di report saya

"Pada pertandingan KRSI, kejutan juga terjadi dimana tim Gamaro dari UGM yang selama ini memiliki performa terbaik, bahkan akhirnya mendapat penghargaan Best Design dan Best Algorithm, saat perempat final mengalami ketidakberuntungan dimana robot melenceng dari garis putih, mengakibatkan pemiliknya melakukan retry dan kalah dari IT Telkom yang telah melangkah lebih jauh. Hal ini sungguh di luar dugaan dan memperingatkan kita betapa manusia berusaha, Tuhan menentukan. Akhirnya untuk cabang ini, juara 1 diraih oleh tim Pandji Asmorobangun dari UI, disusul juara 2 tim Satria 177 dari IT Telkom, juara 3 tim BE-MASK2 dari STMIK Teknokrat Bandar Lampung dan juara harapan adalah tim Lanage Jagad dari UAD."

Ini juga miris, UGM bener-bener nggak hoki :(

"KRCI humanoid mungkin merupakan pertandingan yang paling menggemaskan diantara yang lain, dimana robot bertanding 2-2 untuk memasukkan gol ke gawang lawan. Ada robot yang jatuh bangun, ada yang terus berlari dan kelupaan membawa bola, ada robot yang hampir memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Ada yang sekali menendang langsung gol, ada yang jago menggiring, namun tidak jarang pula yang hanya berlari, tidak berhasil menemukan bola sama sekali. Pertandingan KRCI humanoid ini dimenangkan oleh tim E-1205 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya sebagai juara 1 dan sekaligus berhak mewakili Indonesia ke kompetisi Internasional di Mexico. Juara 2 diraih Barelang 4.1 dari Politeknik Negeri Batam, setelah dikalahkan adu penalti di babak final oleh tim E-1205, karena keduanya mendapat poin yang sama. Adu penalti ini adalah yang pertama kali terjadi sepanjang KRCI humanoid 2011. Kemudian juara 3 diraih tim Al-Aadiyat (Universitas Negeri Yogyakarta) yang sekaligus mendapat Best Algorithm, dan juara harapan diraih oleh tim R2C-R7 (Universitas Kristen Satya Wacana). Best Design sendiri diraih oleh tim jawara, E-1205."
 robot menendang bola

 

Jujur untuk KRCI humanoid ini saya nggak terlalu merhatiin, hehehe...

"KRI pada hari Minggu adalah pertandingan paling seru dan membakar emosi baik itu peserta, suporter, juri, bahkan panitia. Di babak perempat final, tim Garuda UGM bertemu dengan tim P-Next dari PENS yang telah menjadi langganan juara KRI 13 tahun tanpa putus. Pertandingan berlangsung seru dan riuh oleh kedua pihak suporter yang memenuhi lebih dari separuh kursi suporter, hingga akhirnya didapat nilai akhir tim Garuda yang lebih tinggi dari dari tim P-Next, namun tim P-Next menaruh krathong ke river surface lebih cepar dari Tim Garuda. Ditambah tim P-Next yang melakukan kecurangan dengan memberi isyarat pada robot otomatis, juri menjadi bingung untuk memutuskan tim mana yang layak untuk maju ke babak selanjutnya. Akhirnya setelah diskusi yang cukup panjang diputuskan untuk dilakukan tanding ulang dan pertandingan tersebut dilaksanakan setengah jam kemudian."

Nah, KRI ini adalah yang paling menguras emosi. Peserta stress, suporter stress, juri stress, panitia juga stress. Saya sampe nggak doyan makan dan milih untuk gak liah pertandingan. Saya tau benar perasaan peserta, terutama tim Garuda dan P-Next yang emang membawa suporter paling banyak dan otomatis tentu bebannya jadi lebih berat. Bertanding dengan tekanan seperti ini pasti membuat energi yang seharusnya maksimal jadi susah keluar. Saya ngerti banget.

"Pertandingan pun diulang dan pemenangnya adalah P-Next dari PENS. Muncul ekspresi kekecewaan dari suporter UGM, namun ada satu pelajaran yang didapat kali ini. Suporter meskipun ada yang menang dan kalah, kedua pihak sangat sportif, yang kalah mengakui kekalahan dan yang menang mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas pertandingan yang telah dilalui."
complete krathong dilihat mendiknas, pak M Nuh

Saya hampir nangis, saya sedih banget. Tapi ya mau gimana lagi. UGM emang lagi kurang hoki, di babak-babak awal harus ketemu tim jago.

suasana pertandingan KRI yang lain


"Final KRI berlangsung antara tim Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam dan P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Pertandingan final ini memberikan suguhan yang sangat menarik dan memang adalah pertandingan sesungguhnya seorang juara. Kedua tim menunjukkan performa terbaiknya, hingga di layar scoreboard menunjukkan hasil akhir yang sama, 242. GSP menjadi lebih tegang ketika juri mengumumkan juara. Ternyata kedua tim sama-sama mengumpulkan nilai 242 dan memperoleh satu penalti, sehingga lagi-lagi nilai keduanya sama yakni 222. Akhirnya juri memutuskan pemenang dari waktu tercepat. Tim Barelang 5.1 mengumpulkan poin 222 pada waktu 2 menit 55 detik sedangkan tim P-Next pada 2 menit 59 detik, sehingga akhirnya diputuskan pemenangnya adalah tim Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam. Kebahagiaan tidak bisa disembunyikan dari tim yang telah memecahkan rekor mengalahkan juara bertahan 13 kali berturut-turut ini.


krathong yang dibentuk kedua tim, sama

nilai kedua tim, sama
P-Next berdoa

kegembiraan suporter Politeknik Negeri Batam
Juara ketiga diraih oleh Harm-vy (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) yang sekaligus mendapat penghargaan Best Algorithm, Juara Harapan diraih oleh tim Blue Deep (Universitas Budi Luhur Jakarta), dan Best Design diraih oleh P-Next."

Saya salut sama Politeknik Negeri Batam yang akhirnya mengalahkan juara bertahan. Saya salut sama mental mereka yang tak gentar meski berhadapan dengan juara bertahan. Tetap tenang dan santai. Mental ini lah yang disebut dengan mental Juara, dimana selalu menerapkan "aal izz well" apapun kondisinya. Saya banyak belajar dari sini. Seperti dari tim robot UGM contohnya. Saya tahu kemampuan mereka, dan sebenarnya layak-layak aja jadi juara, tapi memang lagi nggak hokinya aja, serius. Satu hal yang harus diperbaiki ke depannya adalah masalah mental. Mungkin kita bisa mencontoh dari Politeknik Negeri Batam yang bisa menang dengan mental juaranya. 

Satu hal yang saya rasakan dari menjadi panitia kontes skala nasional ini adalah

Saya jadi rindu kompetisi, rindu "bermain mental", rindu "tertekan", dan rindu "jadi pemenang" :')

"Kompetisi adalah naluri setiap manusia. Kompetisi yang sehat dan kompetisi demi kemajuan bangsa tentunya jika menjadi karakter tiap mahasiswa di Indonesia akan menjadikan negara ini besar dan maju di kemudian hari. Semoga semangat ini terus berkembang dan terfasilitasi sehingga mimpi kemajuan bangsa ini segera terwujud. Maju terus robotika Indonesia!"

No Mention

Saya bosan mendengar, "Ceweknya cuma kamu?", "Kok yang lain cowok?" ---
#nomention

Kontes Robot Nasional 2011, Sebuah Pembelajaran (1)

What? Kontes Robot Nasional 2011
Where? Grha Sabha Pramana UGM
When? 11-12 Juni 2011


Tidak hanya sekali ini saya ikut kepanitiaan event nasional, bahkan saya sudah jadi panitia event nasional semenjak kelas 2 SMA (PIRNAS). Namun saya akui, kepanitiaan kali ini adalah yang paling banyak memberikan pelajaran hidup bagi saya.

Saya adalah seorang mahasiswi Teknologi Informasi yang direkrut kakak angkatan saya di JTETI untuk jadi sie acara KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) dari Dikti dimana UGM tahun ini menjadi host. KRCI adalah salah satu cabang yang dilombakan dalam Kontes Robot Nasional, selain 3 cabang lain yakni Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia Humanoid Soccer (KRCI Battle). Robot KRCI adalah robot yang didesain untuk memadamkan api dalam ruangan. Saya sih excited aja, nambah pengalaman baru bekerja dengan banyak orang. Awalnya kami hanya berenam di divisi beroda, akhirnya karena kebutuhan, kami ditambah menjadi 14 orang di divisi beroda dan digabung dengan 14 orang di divisi berkaki menjadi satu kepanitiaan KRCI-- selanjutnya disebut LO.

Pada permulaan saya pikir tugasnya enteng karena semua sistem pertandingan dan apa-apa yang harus dipersiapkan sudah ada pada panduan Kontes Robot Nasional, jadi istilahnya kami tinggal melakukan eksekusi saja pada segala hal yang harus dipersiapkan. Tapi semua itu berubah ketika H-3 hingga hari H pertandingan. Kamis, 9 Juni 2011 juri datang dan kami para LO di KRCI beroda-berkaki diberi pengarahan apa-apa saja yang harus dilakukan. Ternyata sistem pertandingannya seperti World Cup, setengah kompetisi. Peserta dimasukkan dalam grup-grup, kemudian diambil juara tiap grup dan dipertandingkan di babak berikutnya dengan sistem gugur.

Timbul satu masalah saat bertemu dengan juri ini, LO kurang. Karena kami memakai 2 set lapangan supaya cepat, LO yang dibutuhkan kurang. Mengapa bisa begitu? Oke, let's check flow-rule nya
  1. Peserta dipanggil oleh LO pemanggil. Waktu pemanggilan hanya 1 menit. Setelah pemanggilan pertama, stopwatch diaktifkan, 30 detik kemudian pemanggilan kedua dilakukan. Lewat dari itu, perserta didiskualifikasi. Di sini butuh 1 LO.
  2. Peserta ke bagian scrutting untuk melakukan banyak hal pada robotnya: menimbang, ukur dimensi, foto, menempel stiker, registrasi, cek wireless, melakukan pengundian konfigurasi lapangan, dan meletakkan robot pada box yang tersedia. Jadi supaya tidak terjadi kecurangan, robot dari meja scrutting diserahkan pada panitia, dan setelah itu menjadi tanggung jawab panitia untuk mengaktifkan robot di lapangan. Untuk itu peserta memberi tahu cara menggunakan sound activation pada robot. Di sini butuh 7 LO scrutting dan 8 LO pendamping pembawa robot.
  3. LO lapangan menyusun lapangan sesuai dengan konfigurasi pada undian, di mana letak home, furniture, letak lilin, sound damper, cermin, dan uneven floor. Di sini karena ada 4 lapangan, dan tiap lapangan butuh 4 LO, total butuh 16 LO.
  4. Pertandingan mulai, robot diaktifkan dengan sound activation, jika bisa, maka mendapat bonus sound activation, jika tidak, maka dinyalakan dengan tombol manual. Di sini robot adu cepat menemukan api, mematikan dan kembali ke home. Dibutuhkan 4 LO untuk merekam perjalanan robot, dan 2 LO untuk timer, serta 1 LO untuk menjadi komentator pertandingan yang berlangsung.
  5. Setelah pertandingan, LO lapangan menyerahkan form penilaian juri ke LO scoring. Karena ada 2 set lapangan, dibutuhkan 2 LO scoring. Kemudian 1 LO server data untuk mengumpulkan segala foto dari scrutting dan video pertandingan.

1+7+8+16+4+2+1+2+1=42

Karena kurang LO, maka panitia pun ditambal kesana kemari.

contoh konfigurasi lapangan

Saya dan Taufiq, mentang-mentang anak IT, sama koor kami mas Ridwan dikasih amanah jadi LO scoring. Kami berkewajiban mengconvert tulisan "ya" dan "tidak" pada form juri menjadi angka-angka yang nantinya dikalkulasi menjadi nilai akhir. Ada dua sistem skoring, jika berhasil menyalakan dan tidak berhasil. Jika berhasil, maka

nilai_akhir=waktu*room_factor*bonus_sound_activation*bonus_extinguisher*bonus_properti. 

Ribet ya? yang jelas karena nilainya berdasarkan perkalian, salah memasukkan angka bisa fatal akibatnya, karena meleset satu saja, contoh perintah "ya" salah terjemahkan menjadi "tidak", selisihnya bisa sangat jauh dan mempengaruhi siapa yang menang. Jika tidak berhasil mematikan api, maka 

nilai akhir=600-nilai_room-nilai_dekat_api-nilai_ke_juring. 

Pusing ya? Sama, saya juga.

Jumat, 10 Juni 2011 diadakan running test. Running test ini semacam babak kualifikasi di Moto GP, menentukan tim tersebut masuk mana, masuk mana. Karena terjadi masalah teknis di lampu halogen, running test sempat ditunda lama, hingga akhirnya baru selesai jam 12 malam. Saya terus nggak pulang gitu aja, saya selain mengurus scoring juga harus mengurus drawing, menyusun tim ini masuk grup mana, masuk mana dan mana. Di sini sebenarnya saya punya kewenangan menentukan beberapa tim masuk ke grup mana, termasuk UGM. Namun saya yang mencoba independen ngasal aja naruh tim ini masuk grup ini, tapi nggak sengasal itu juga sih, saya merhatiin peringkatnya juga, jangan sampe yang jago jadi satu tim. Karena kemaleman, saya nginep di kos Fanni dan bangun kesiangan :(

Next day, adalah hari pertama KRN berlangsung. Pertandingan pertama adalah KRCI beroda jam 07.30, tapi karena tragedi kesiangan tadi, saya kesiangan pulang ke rumah, kesiangan mandi, kesiangan balik, saya telat dan pertandingannya jadi molor, maaf ya ._. Riuh suporter memberi semangat tidak hanya pada tim tuan rumah saja, tapi tim-tim dari perguruan tinggi lain, hingga GSP yang berkapasitas 2000 orang ini bergetar. Serius bergetar, saya aja sampe ngirain ada gempa. Tiket seharga 10 ribu pun sold out jam 9 pagi. Tapi buat mereka yang nggak kebagian tiket, bisa nonton via streaming atau nonton via TV di lantai bawah, yang juga dipakai untuk pameran robot bertema "Jogja Under Attack". Hari Sabtu ini adalah babak grup, di mana di tiap cabang, dilakukan pertandingan intra grup untuk memperoleh juara di grup masing-masing yang nantinya berhak melaju ke babak berikutnya keesokan harinya. Seluruh pertandingan selesai pukul 9 malam, tapi saya, seorang juru skoring yang lagi-lagi harus membuat drawing pertandingan (ini ketemu ini, ini ketemu ini) harus pulang lebih malam. Saya sempet miris sendiri saat membuat drawing, karena tim Warfire (KRCI beroda UGM) di pertandingan perdelapan final harus langsung ketemu sama ITB, terus kalo lolos ketemu sama UI. Di divisi berkaki, tim UGM kalo menang di perempat final juga langsung ketemu ITB di semifinal. Sebenernya saya yang bikin drawing kemarin jadi nyesel kenapa tim-tim besar ini harus jadinya ketemu di awal-awal, kan pertandingan jadi gak seru ._. Tapi ya udah lah, saya berfikir, pasti Allah sedang membuat rencana.



Siap-siap pulang, ada tim dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) yang minta rekapan nilai, tanya mengapa mereka nggak lolos. Saya yang udah kemas-kemas langsung buka lagi rekapan nilai. Saya yang udah capek akhirnya jadi grogi dan salah-salah ngeliat nilai, walhasil saya malah jadi memasukkan tim yang harusnya nggak masuk perempat final ke perempat final. Panik kan, secara saya juga udah dijemput, saya minta maaf ke ketua Juri (Pak Eril) atas keteledoran saya. Akhirnya saya baru pulang jam 11 malam. Usut punya usut, ternyata daftar pertama yang saya keluarkan (drawing pertama) sudah benar, jadi drawing kedua (yang dimana ada pergantian tim yang masuk) itu sebenernya salah. Pak Eril dan juri yang lain ngoreksi sampe jam setengah 3. Jadi intinya, saya udah bener bikin drawing, cuma karena grogi diprotes dan kecapekan karena udah malem, malah bikin kacau. Duh maaf pak, maaf....

Bersambung Part 2: Pertandingan yang penuh kejutan...

Happy Birthday BMW!

“Jika anda membuat orang bahagia hari ini, anda akan membuatnya bahagia 20 tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu". 

Pepatah yang sangat cocok saya berikan untuk BMW, yang walaupun belum 20 tahun tapi sudah membuat saya bahagia ketika mengenang segala peristiwa di dalamnya. Bisa nangis berember-ember kalo rewind segala memori tentangnya (lebay). BMW adalah saksi dan sarana saya dari nothing menjadi something. Belajar berkompetisi, belajar menghargai kesempatan dan belajar untuk selalu menggunakan mental juara, sebuah mental yang jika dimiliki seluruh anak Indonesia pasti akan membuat negara ini maju dan berkembang. Terima kasih untuk segala nilai yang sampai sekarang tertanam di hati saya. Jaya terus BMW, dan jangan redup untuk terus mencetak juara-juara yang siap membangun bangsa.

 16 Juni 2003-16 Juni 2011




nb: BMW adalah sebutan untuk Tim Olimpiade Sains SMP N 8 Yogyakarta

Report KRI, KRCI, KRSI

My first report at http://www.ereportevent.com
Read more here!
http://ereportevent.com/2011/06/14/kri-krci-dan-krsi-nasional-2011/

Tersesat di Batam (Part 3)

Where? Singapore
What? Penganugerahan Beasiswa Unggulan
When? 19-21 Mei 2011
With? Sarah Sausan, Matin Nuhamunada, Septian Gilang, Fraga Lutsmi, Achmad Raditya, Muhammad Kautsar, dan penerima beasiswa Unggulan lainnya :D

Part 2: Rombongan selesai Tour Melaka dan menginap di Johor

Part 3

Hotel Selesa, tempat kami menginap, dan guess what... menu Sarapannya persis kayak di hotel Permaisuri Melaka kemarin --a

Hari ini rencanyanya kami akan balik ke Batam, lewat Singapore. Karena ferry baru berangkat jam 5 waktu Singapore (yang lebih cepat 1 jam dari Indonesia), rombongan memutuskan untuk jalan-jalan dulu di Singapore.


Johor Bahru dan Singapore terhubung oleh sebuah jembatan. Dan karena kami kesana hari Sabtu, jembatannya padat :-&


And here is Orchard Rd. Sayangnya hujan, jadi kami nggak bisa turun untuk melihat-lihat.

Akhirnya setelah banyak intrik karena ada anak yang hilang, kami sampai ke Harbour Front. Di sini adalah sekaligus pelabuhan kami balik ke Batam. Daripada jalan-jalan di tengah kota, kami memutuskan jalan-jalan ke tempat yang dekat saja, Vivo City dan Sentosa Island via MRT, what a Singapore.....

 

Sentosa Island is a very-expensive-city kata sebuah buku. Ini adalah sebuah resort city yang W-O-W saya bilang. Dari segi perencanaannya, tata kotanya, arsitektur bangunannya, infrastrurnya, konsepnya, saya speechless ----

 
 
 

Dan nggak terasa waktu cepat berlalu dan kami harus balik ke pelabuhan :(

dan balik ke Batam :(


dan balik ke Jakarta :(
 
dan balik ke Jogja :(

Ada satu kisah sedih yang nggak bisa saya lupakan saat balik ke Jogja. Kami berenam terbagi 2 kubu untuk pulang ke Jogja: Saya, Nuha, Kautsar pengen naik pewasat karena badan kami udah ron to the tok, rontok. Sedangkan Radit, Sau, Fraga pengen naik kereta.

Kami sampai di Soetta 21.00 WIB, langsung dari 2F ke 1A cari tiket. Disitu saya udah capek, kaki lecet dan pengen nangis karena kami dipermainkan ticketing, harga terakhir 495 ribu. Ditinggal berembung ternyata tiket udah jadi 585 ribu ;_; Kautsar tetep naik pesawat, tapi saya dan Nuha yang udah kere hore dengan terpaksa mutusin naik kereta -- waktu itu udah jam 12 malem --. Saya capek secapek-capeknya, dan akhirnya, saya menginap di Gambir. Ya. Gambir ;_;

Sumpah saya nggak enak sebenernya sama Nuha, yang udah capek, dan nggak bisa mikir itu -- yang akhirnya tidur sepanjang jalan ke Jogja. Sori lo ha udah ngrepotin ;___;
Nuha: Gelem roti ra, Mon? (mau roti gak mon?)
Mona: Gelem lah, aku ngelih, nuwun yo ha *sobek roti* *makan* (mau lah, aku lapar, makasih ya ha)
Nuha: Sori gepeng, mau bengi tak dadekke bantal (sori gepeng, tadi malam aku jadiin bantal)
Mona: ---------------

Saran untuk BU, tolong perhatikan transport Jogja-Jakarta kami, agar besok tidak ada korban-korban seperti kami lagi ----

End of File

Sedikit Curhat (part 3)

Tiba2 ingin sakit, karena seperti sindiran ibu, yang bisa membuat saya istirahat hanyalah sakit

Ini status saya 2 hari yang lalu di banyak jejaring. Karena saya bakat artis, jadi nggak heran ada yang pro dan kontra. Yang kontra biasanya mengira saya tidak bersyukur atas kesehatan, soalnya minta sakit.

Guess what yang terjadi keesokan harinya. Saya ikut workshop di kampus saya, yang mana saya datang jam 5 pagi, yang mana sarapan saya gak sehat, yang mana sama pembicaranya kami disuruh duduk di lantai. Dasarnya genetis dari ibu saya bahwa saya emang nggak tahan duduk di lantai, muntahlah saya di kamar mandi Mushola teknik. Setelah dipaksa makan dan baikan, saya ikut workshop lagi. Tapi tak lama kemudian, saya memuntahkan makanan tadi ke wastafel JUTAP. Singkat cerita, saya didiagnosa masuk angin dan dipulangkan.

Saya langsung teringat permohonan saya malam sebelumnya (yang akhirnya terkabul ini). Sebenarnya saya sudah tahu cepat atau lambat pekan ini saya akan sakit karena saya sudah mulai nggak doyan makan, kegiatan banyak, sterss dan suhu tubuh meningkat. Saya tahu kalau permintaan saya ini ekstrim. Saya tahu kalau permintaan saya ini nggak usual. Tapi please perkenankan saya mengutarakan kenapa saya meminta seperti ini:

1. Seminggu ini dan seminggu depan saya sibuk banget, entah itu mengajar (yang adalah setiap hari), rapat (yang sebenarnya bisa dilakukan efektif secara online), ngerjain tugas kampus, ngerjain tugas untuk Teleskop.
2. Teman-teman seakan tidak mau tahu akan kondisi saya ini. Mereka yang anak kos kadang seenak jidat meminta saya datang ke kampus, padahal rumah saya mana.... ngerjain sampe malem, padahal rumah saya mana. Satu hal yang saya stress lagi adalah ketika megerjakan tugas kelompok semua terlalu menunggu saya dan mengandalkan saya. Saya sungguh tidak bisa bertahan jika begini terus.
3. Saya punya keluarga yang harus saya perhatikan. Saya masih punya adik, ayah, ibu yang mengharapkan saya pulang ke rumah siang hari, punya waktu bersama mereka....
4. Meminta "cuti" bukanlah ide yang bagus karena kegiatan-kegiatan saya (contohnya mengajar) menyangkut kepentingan orang banyak, dan menyangkut kepercayaan orang yang telah memberi amanah pada saya.

Tapi saya juga salah jika saya menyalahkan orang lain terus. Kesalahan terbesar memang ada pada saya yang TERLALU PAKEWUH (NGGAK ENAKAN) SAMA ORANG LAIN. Jadilah saya menyiksa tubuh ini sendiri.
 
Saran buat kamu Mon: Jadi manusia yang SEDIKIT EGOIS DAN JAHAT kayaknya boleh juga.
Saya mohon maaf jika memang saya telah melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan yakni minta sakit. Saya mohon maaf. No Offense.
abcs