Kontes Robot Nasional 2011, Sebuah Pembelajaran (2)

What? Kontes Robot Nasional 2011
Where? Grha Sabha Pramana UGM
When? 11-12 Juni 2011

Part 1: semalam terjadi kekacauan drawing karena ada yang komplain nilai..

Minggu, 12 Juni 2011 mungkin akan menjadi hari yang bersejarah, di mana akan diumumkan tim-tim yang menjadi juara Kontes Robot Nasional. Seperti report saya di ereportevent.com, pertandingan berlangsung seru dan penuh kejutan, saya kutip aja yee (males nulis lagi)

"Banyak "kejutan" yang diberikan oleh perlombaan di hari ini. Diawali dengan WO-nya tim KRCI berkaki dari Universitas Tarumanegara. Ini disebabkan karena tim dari UNTAR ini tidak datang ke pit stop sedari jam setengah 8 pagi seperti pada peraturan, sehingga ketika dipanggil, tim tidak ada di tempat. Sesuai peraturan, jika setelah panggilan tiga kali tim tidak datang maka tim tersebut dinyatakan WO. Protes sempat mengalir dari tim UNTAR hingga masuk ke forum dunia maya KASKUS. Mereka menganggap panitia dan juri tidak fair, karena kebetulan lawan tanding mereka adalah UGM, sehingga UGM dianggap ada "main". Ini jelas tidak benar karena panitia dan juri berlaku independen, keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan juri serta panitia tidak ada keberpihakan sama sekali pada tim mana pun. Ini murni karena tim dari UNTAR terlambat mengikuti pertandingan. Pertandingan dilanjutkan, hingga akhirnya saat penutupan diumumkan pemenang untuk KRCI beroda berturut turut adalah tim Hamazar dari IT Telkom (juara 1), tim R2C-Deus Vult dari UKSW Salatiga (Juara 2), tim Warfire dari UGM (Juara 3) dan tim Rahwana (harapan 1) dari Politeknik Negeri Bandung.  Best Algorithm diraih oleh Warfire, dan Best Design diraih oleh R2C-Deus Vult. Untuk kategori berkaki, dimenangkan oleh tim Aqabah dari ITB (juara 1), tim Barelang 2.1 dari Politeknik Negeri Batam (Juara 2), tim Revecto dari UI (Juara 3) dan tim Yacaranda 04 (UGM). Best Algorithm diraih oleh Aqabah dan Best Design diraih oleh tim Dome dari Universitas Muhammadiyah Malang."
 robot mencari titik api

 robot memadamkan api

Oke, saya jadi geli sendiri kalo inget peristiwa "KRCI berdarah ini". Salah seorang ibu dari UNTAR, entah itu dosen, entah itu orang tua mahasiswa, marah-marah ke saya dan juri "Jangan mentang-mentang ini di UGM terus UGM dimenangin gitu aja, harusnya jadwal tandingnya masih nanti". Akhirnya oleh Pak Eril dijelaskan kenapa WO dan saya merangkumnya ke "8 poin kenapa UNTAR di WO", di twitter, mungkin bisa disearch di hashtag #KRCI2011. Pada intinya 8 poin tersebut adalah karena UNTAR tidak datang di pot stop 07.30 (jam berapapun tandingnya tetep harus di pit stop jam segitu), dan UNTAR memilih tidak ikut akomodasi panitia, tapi cari hotel sendiri. Adalah keputusan yang sangat beresiko, di pertandingan apa pun, jika memilih tidak ikut akomodasi panitia. Ini sempat rame, sampe masuk KASKUS, yang di dalemnya ada SMS mas Ridwan, dan twit saya. Perlu diketahui, SMS mas Ridwan tersebut memberitahu akan ada pemberitahuan dari Juri (karena masalah semalam), bukan jadwal dimajukan. Saya juga sempat stress mikirin ini. Tapi ketika kami akan membuat pernyataan resmi, saat kami menghubungi pihak UNTAR, mereka menganggap masalah telah selesai dan trit KASKUS sudah dihapus. Alhamdulillah.. Pesan saya sih masalah ini jadi pelajaran buat kita semua, di mana abad maya ini harus benar berhati-hati dalam melontarkan statement.

Di KRCI ini saya juga sedih, kalo melihat ekspresi tim-tim yang kalah. Ada yang pelukan dengan muka melas, ada yang pasrah, ada yang berkaca-kaca. Miris banget rasanya. Paling sedih adalah ketika kamu melihat tim kesayanganmu kalah, kamu yang menghitung dan mengumumkan hasilnya. Sumpah sedih banget, dan begitu beratnya tugas juru skoring yang harus independen ini. Sampe saya kepikiran "kok nggak ada yang nyuap saya ya biar timnya menang" ahhahahahaha *bercanda*. Miris lagi adalah ketika Warfire di perebutan juara 3, berhasil mengumpulkan nilai 0,8 (di KRCI, pemenang adalah yang mendapat nilai paling kecil). Nilai tersebut adalah nilai terkecil sepanjang sejarah KRCI. Sering mikir "kok ya nggak tadi pas semifinal..." di sini lagi-lagi saya belajar bahwa manusia berencana, Tuhan menentukan.

Next, saya kutip lagi di report saya

"Pada pertandingan KRSI, kejutan juga terjadi dimana tim Gamaro dari UGM yang selama ini memiliki performa terbaik, bahkan akhirnya mendapat penghargaan Best Design dan Best Algorithm, saat perempat final mengalami ketidakberuntungan dimana robot melenceng dari garis putih, mengakibatkan pemiliknya melakukan retry dan kalah dari IT Telkom yang telah melangkah lebih jauh. Hal ini sungguh di luar dugaan dan memperingatkan kita betapa manusia berusaha, Tuhan menentukan. Akhirnya untuk cabang ini, juara 1 diraih oleh tim Pandji Asmorobangun dari UI, disusul juara 2 tim Satria 177 dari IT Telkom, juara 3 tim BE-MASK2 dari STMIK Teknokrat Bandar Lampung dan juara harapan adalah tim Lanage Jagad dari UAD."

Ini juga miris, UGM bener-bener nggak hoki :(

"KRCI humanoid mungkin merupakan pertandingan yang paling menggemaskan diantara yang lain, dimana robot bertanding 2-2 untuk memasukkan gol ke gawang lawan. Ada robot yang jatuh bangun, ada yang terus berlari dan kelupaan membawa bola, ada robot yang hampir memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Ada yang sekali menendang langsung gol, ada yang jago menggiring, namun tidak jarang pula yang hanya berlari, tidak berhasil menemukan bola sama sekali. Pertandingan KRCI humanoid ini dimenangkan oleh tim E-1205 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya sebagai juara 1 dan sekaligus berhak mewakili Indonesia ke kompetisi Internasional di Mexico. Juara 2 diraih Barelang 4.1 dari Politeknik Negeri Batam, setelah dikalahkan adu penalti di babak final oleh tim E-1205, karena keduanya mendapat poin yang sama. Adu penalti ini adalah yang pertama kali terjadi sepanjang KRCI humanoid 2011. Kemudian juara 3 diraih tim Al-Aadiyat (Universitas Negeri Yogyakarta) yang sekaligus mendapat Best Algorithm, dan juara harapan diraih oleh tim R2C-R7 (Universitas Kristen Satya Wacana). Best Design sendiri diraih oleh tim jawara, E-1205."
 robot menendang bola

 

Jujur untuk KRCI humanoid ini saya nggak terlalu merhatiin, hehehe...

"KRI pada hari Minggu adalah pertandingan paling seru dan membakar emosi baik itu peserta, suporter, juri, bahkan panitia. Di babak perempat final, tim Garuda UGM bertemu dengan tim P-Next dari PENS yang telah menjadi langganan juara KRI 13 tahun tanpa putus. Pertandingan berlangsung seru dan riuh oleh kedua pihak suporter yang memenuhi lebih dari separuh kursi suporter, hingga akhirnya didapat nilai akhir tim Garuda yang lebih tinggi dari dari tim P-Next, namun tim P-Next menaruh krathong ke river surface lebih cepar dari Tim Garuda. Ditambah tim P-Next yang melakukan kecurangan dengan memberi isyarat pada robot otomatis, juri menjadi bingung untuk memutuskan tim mana yang layak untuk maju ke babak selanjutnya. Akhirnya setelah diskusi yang cukup panjang diputuskan untuk dilakukan tanding ulang dan pertandingan tersebut dilaksanakan setengah jam kemudian."

Nah, KRI ini adalah yang paling menguras emosi. Peserta stress, suporter stress, juri stress, panitia juga stress. Saya sampe nggak doyan makan dan milih untuk gak liah pertandingan. Saya tau benar perasaan peserta, terutama tim Garuda dan P-Next yang emang membawa suporter paling banyak dan otomatis tentu bebannya jadi lebih berat. Bertanding dengan tekanan seperti ini pasti membuat energi yang seharusnya maksimal jadi susah keluar. Saya ngerti banget.

"Pertandingan pun diulang dan pemenangnya adalah P-Next dari PENS. Muncul ekspresi kekecewaan dari suporter UGM, namun ada satu pelajaran yang didapat kali ini. Suporter meskipun ada yang menang dan kalah, kedua pihak sangat sportif, yang kalah mengakui kekalahan dan yang menang mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas pertandingan yang telah dilalui."
complete krathong dilihat mendiknas, pak M Nuh

Saya hampir nangis, saya sedih banget. Tapi ya mau gimana lagi. UGM emang lagi kurang hoki, di babak-babak awal harus ketemu tim jago.

suasana pertandingan KRI yang lain


"Final KRI berlangsung antara tim Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam dan P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Pertandingan final ini memberikan suguhan yang sangat menarik dan memang adalah pertandingan sesungguhnya seorang juara. Kedua tim menunjukkan performa terbaiknya, hingga di layar scoreboard menunjukkan hasil akhir yang sama, 242. GSP menjadi lebih tegang ketika juri mengumumkan juara. Ternyata kedua tim sama-sama mengumpulkan nilai 242 dan memperoleh satu penalti, sehingga lagi-lagi nilai keduanya sama yakni 222. Akhirnya juri memutuskan pemenang dari waktu tercepat. Tim Barelang 5.1 mengumpulkan poin 222 pada waktu 2 menit 55 detik sedangkan tim P-Next pada 2 menit 59 detik, sehingga akhirnya diputuskan pemenangnya adalah tim Barelang 5.1 dari Politeknik Negeri Batam. Kebahagiaan tidak bisa disembunyikan dari tim yang telah memecahkan rekor mengalahkan juara bertahan 13 kali berturut-turut ini.


krathong yang dibentuk kedua tim, sama

nilai kedua tim, sama
P-Next berdoa

kegembiraan suporter Politeknik Negeri Batam
Juara ketiga diraih oleh Harm-vy (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) yang sekaligus mendapat penghargaan Best Algorithm, Juara Harapan diraih oleh tim Blue Deep (Universitas Budi Luhur Jakarta), dan Best Design diraih oleh P-Next."

Saya salut sama Politeknik Negeri Batam yang akhirnya mengalahkan juara bertahan. Saya salut sama mental mereka yang tak gentar meski berhadapan dengan juara bertahan. Tetap tenang dan santai. Mental ini lah yang disebut dengan mental Juara, dimana selalu menerapkan "aal izz well" apapun kondisinya. Saya banyak belajar dari sini. Seperti dari tim robot UGM contohnya. Saya tahu kemampuan mereka, dan sebenarnya layak-layak aja jadi juara, tapi memang lagi nggak hokinya aja, serius. Satu hal yang harus diperbaiki ke depannya adalah masalah mental. Mungkin kita bisa mencontoh dari Politeknik Negeri Batam yang bisa menang dengan mental juaranya. 

Satu hal yang saya rasakan dari menjadi panitia kontes skala nasional ini adalah

Saya jadi rindu kompetisi, rindu "bermain mental", rindu "tertekan", dan rindu "jadi pemenang" :')

"Kompetisi adalah naluri setiap manusia. Kompetisi yang sehat dan kompetisi demi kemajuan bangsa tentunya jika menjadi karakter tiap mahasiswa di Indonesia akan menjadikan negara ini besar dan maju di kemudian hari. Semoga semangat ini terus berkembang dan terfasilitasi sehingga mimpi kemajuan bangsa ini segera terwujud. Maju terus robotika Indonesia!"
3 Responses
  1. hadhilchoirihendra Says:

    Weiizzz.... mantap tenan...
    taun depan kamu jadi peserta ya Mon..
    Trus menang, trus aku ditraktir... Horeee...
    *Amiiiiin.. ^_^

  2. WELCOME ON MY BLOG Says:

    Selamat buat POLITEKNIK NEGERI BATAM jaya,,,
    Baru berusia 10 tahun sudah menuai Prestasi yang luar biasa,,
    Ini memang LUAR BIASA,,
    bayangkan dapat mengalah kan juara bertahan dan mengalahkan kampus2 ternama lainnya,,

    UGM, UI, ITB, ITS, PENS..
    hohoho
    salut buat POLITEKNIK,,
    UNIVERSITAS nya pada kemana yaa??

  3. Dpiyoe Says:

    Jadi kangen kompetisi abis baca blog sampean,

Posting Komentar

abcs