Sedikit Curhat (part 3)

Tiba2 ingin sakit, karena seperti sindiran ibu, yang bisa membuat saya istirahat hanyalah sakit

Ini status saya 2 hari yang lalu di banyak jejaring. Karena saya bakat artis, jadi nggak heran ada yang pro dan kontra. Yang kontra biasanya mengira saya tidak bersyukur atas kesehatan, soalnya minta sakit.

Guess what yang terjadi keesokan harinya. Saya ikut workshop di kampus saya, yang mana saya datang jam 5 pagi, yang mana sarapan saya gak sehat, yang mana sama pembicaranya kami disuruh duduk di lantai. Dasarnya genetis dari ibu saya bahwa saya emang nggak tahan duduk di lantai, muntahlah saya di kamar mandi Mushola teknik. Setelah dipaksa makan dan baikan, saya ikut workshop lagi. Tapi tak lama kemudian, saya memuntahkan makanan tadi ke wastafel JUTAP. Singkat cerita, saya didiagnosa masuk angin dan dipulangkan.

Saya langsung teringat permohonan saya malam sebelumnya (yang akhirnya terkabul ini). Sebenarnya saya sudah tahu cepat atau lambat pekan ini saya akan sakit karena saya sudah mulai nggak doyan makan, kegiatan banyak, sterss dan suhu tubuh meningkat. Saya tahu kalau permintaan saya ini ekstrim. Saya tahu kalau permintaan saya ini nggak usual. Tapi please perkenankan saya mengutarakan kenapa saya meminta seperti ini:

1. Seminggu ini dan seminggu depan saya sibuk banget, entah itu mengajar (yang adalah setiap hari), rapat (yang sebenarnya bisa dilakukan efektif secara online), ngerjain tugas kampus, ngerjain tugas untuk Teleskop.
2. Teman-teman seakan tidak mau tahu akan kondisi saya ini. Mereka yang anak kos kadang seenak jidat meminta saya datang ke kampus, padahal rumah saya mana.... ngerjain sampe malem, padahal rumah saya mana. Satu hal yang saya stress lagi adalah ketika megerjakan tugas kelompok semua terlalu menunggu saya dan mengandalkan saya. Saya sungguh tidak bisa bertahan jika begini terus.
3. Saya punya keluarga yang harus saya perhatikan. Saya masih punya adik, ayah, ibu yang mengharapkan saya pulang ke rumah siang hari, punya waktu bersama mereka....
4. Meminta "cuti" bukanlah ide yang bagus karena kegiatan-kegiatan saya (contohnya mengajar) menyangkut kepentingan orang banyak, dan menyangkut kepercayaan orang yang telah memberi amanah pada saya.

Tapi saya juga salah jika saya menyalahkan orang lain terus. Kesalahan terbesar memang ada pada saya yang TERLALU PAKEWUH (NGGAK ENAKAN) SAMA ORANG LAIN. Jadilah saya menyiksa tubuh ini sendiri.
 
Saran buat kamu Mon: Jadi manusia yang SEDIKIT EGOIS DAN JAHAT kayaknya boleh juga.
Saya mohon maaf jika memang saya telah melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan yakni minta sakit. Saya mohon maaf. No Offense.
3 Responses
  1. Ninan_Headquarter Says:

    bikin prioritas dong :-| jgn ambil yg ga msk akal. mslh pulang mlm jg. semestr atas itu akan mnjdi suatu keharusan lo.hehe

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    udah bikin :( :( :( :(

  3. septika prismasari Says:

    sependapat mbak mona :( saya kira cm di fakultas saya saja -___-

Posting Komentar

abcs