Audit

Kemarin saya habis diaudit. Lebih tepatnya, jurusan saya sedang diaudit oleh Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Teknik dan salah satu poinnya adalah kemahasiswaan, that's why saya ikut audit. Saya dan seorang teman saya, sebut saja namanya Azhari menjadi the only two wakil dari prodi Teknologi Informasi yang notabene baru ini. Karena baru inilah, seperasaan saya kami jadi "sasaran" di audit kali ini.

Kami masuk ke ruangan wawancara, berasa mau wawancara kerja aja. Pertanyaan pertama langsung mengarah ke kami anak TI:

"Kenapa rata-rata prodi TI lebih rendah dari prodi yang lain? Hanya 2 koma.."

Saya dan Azhari kaget pool.... Lebih kaget lagi ketika diberitahu ada yang dapat IP nol koma juga. Jujur, saya selama ini justru melihat prodi kami ini gampang karena menurut riset probstat teman saya, IP kami di atas tiga koma, lebih tinggi dari TE kelas A maupun kelas B. Saya pun mengutarakan alasan ini.

"Ya tapi kenyataannya seperti ini, apakah karena kurikulumnya, pergaulannya, atau dosen yang jarang masuk? Di teknik mesin saja bisa mendekati 3,5"

Waduh, saya pun mencoba berargumen

"Menurut saya tidak Pak, sewajarnya semester pertama hanya diberikan materi dasar dan seharusnya memang mudah. Dosen pun sering datang dan jarang kosong. Memang karakter di kelas kami beragam Pak, ada yang memang niat kuliah, ada segelintir yang menyepelekan kuliah. Kami sudah berusaha mengantisipasi hal ini dengan belajar kelompok misalnya."

Azhari nambah,

"Dan mereka yang memiliki IP rendah biasanya hanya segelintir orang saja, itu pun bukan karena masalah internal jurusan, tapi karena masalah eksternal mereka sendiri seperti terlalu maniak game---"

Iya sih, sampe ada yang menurut saya jadi ansos karena game ini, tapi nggak enaknya adalah, segelintir yang ansos, langsung semua dicap ansos, hiks hiks..

"Oke, kembali ke TI yang masih prodi baru. Mengapa kalian berani masuk prodi baru ini? Sebelum kuliah pasti Anda memiliki ekspektasi kuliah di sini dan apakah ekspektasi tersebut tercapai?"

Ngik, Si Bapak kayak tau isi pikiran saya. Zaman dulu awal-awal saya pernah terang-terangan merasa nggak puas kuliah di sini, hahahaha.... Ya udah jujur aja.

"Jujur Pak, saya masuk kesini gambling. Di semester awal saya memang merasa tidak puas dengan materi, sehingga jauh dari ekspektasi, tapi mulai semester 2 saya mulai bisa merasakan hal-hal yang menjadi ekspektasi saya dahulu. Kami memiliki kakak-kakak angkatan dari konsentrasi TI yang juga membimbing dan memberi pengarahan pada kami sehingga kami tidak kesulitan dan bisa meraih ekspektasi tadi."

"Nah, Anda masuk kesini gambling, kenapa Anda nggak masuk STEI ITB aja yang udah jelas, tidak seperti TI UGM yang masih baru?"

Ngik, aduh, berasa sewa cenayang ini Bapaknya --- His questions were killing me softly, hahaha...

"Saya gambling bukan berarti saya beli kucing dalam karung juga Pak, saya tanya ke kakak-kakak kelas saya di SMA yang kebetulan banyak masuk jurusan ini, dan saya jadi tahu kalau di ITB, lebih ke arah software engineer yang menurut saya tiap orang juga bisa mempelajari tanpa kuliah, sedangkan di UGM, karena terkait dengan Teknik Elektro jadi lebih diarahkan ke embedded system dimana kita dituntut bisa membuat sistem menjadi cerdas, dan menurut saya ini akah susah didapatkan jika tanpa kuliah, jadi saya memilih TI UGM"

Gombal pol Mon.

 Dan jawaban tadi men-save kami (saya dan Azhari) sebentar, Bapak-Bapak itu pun kemudian menanyai Mbak-Mas Elektro, hingga akhirnya salah seorang Bapak menyadari rambut Azhari yang gondrong

"Saya masuk kesini disambut dengan tulisan 'Dilarang memakai kaos, dilarang ini... dilarang itu..' Tapi kenapa saya menjumpai Anda yang berambut panjang"

Derita lo Az, saya angkat tangan sebentar. Hingga akhirnya Si Azhari membuat Bapak tersebut berpesan banyak hal kepada kami, yang menurut kami itu sangat berharga.

"Saya hanya ingin berpesan, kalau jangan sampai pelanggaran sepele, atau dosen yang tidak berkenan dengan perilaku Anda akan mempersulit kuliah Anda, ini berlaku untuk siapapun. Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi ini adalah jurusan dengan persaingan yang ketat saat tes masuk. Hampir 1:60, jadi bisa dibayangkan satu ruangan tes hanya Anda yang terpilih masuk sini. Untuk itu Anda punya tanggung jawab moral kepada teman-teman Anda yang tidak berkesempatan masuk sini. Jangan disia-siakan belajar di sini."

Super sekali Bapaknya.

"Terus, kira-kira Anda tahu tidak apa esensi dari Ospek? Mengapa di Teknik diwajibkan untuk digundul, dan kemudian berpakaian aneh-aneh? Saya memiliki pandangan tersendiri. Ini untuk melatih mahasiswa bahwa sebenarnya harga diri seorang manusia terletak pada hatinya. Jika tidak ingin rambut dipotong karena merasa percaya diri dengan model rambutnya yang lama berarti dia salah, karena seharusnya apapun penampilan sesorang, jika dia memiliki kepribadian dan hati yang baik, harga dirinya, dan kepercayaan diri, tidak akan turun hanya karena memotong rambut. Jadi disitulah, Anda harus yakin dengan hati Anda, bentuk kepribadian Anda, karena orang dinilai dari kepribadiannya."

Setuju Bapak :)

Sebenarnya masih banyak kata-kata wise Si Bapak pada kami, tapi kepanjangan kalo ditulis disini, yang jelas Bapaknya berpesan kalau kita harus memiliki kepribadian, attitude yang baik, selain ilmu yang pasti kita dapatkan dari kuliah, karena kepribadian lah, yang sebenarnya membedakan "kasta" satu individu dengan individu lainnya.

4 Responses
  1. Anindita Says:

    bapaknya emang super mon, bangga sekali bila jadi anaknya ya.. :)

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    eh ada mba Dita ;;) wah iya mbak, kereeenn.... cari suami yang kayak gini aja mbak (?)

  3. nivotko Says:

    Tidak setuju masalah rambut Mon.
    Kalau di UI pas maba dulu, kami diberi kebebasan, gak boleh ada yang menyuruh maba potong rambut. Soalnya rambut itu hak kami, milik kami. Bukan artinya kalau diberi kebebasan, kami akan dinilai dari rambut kami kan? :) Coba deh, itu argumennya cuma satu arah lho :D Memang kita jangan suka menilai orang dari penampilan, tapi potong-rambut-Anda bukan cara untuk menunjukkannya. :)
    Satu lagi, fungsi biologis rambut itu untuk melindungi kepala loh. Banyak orang yang kalau botak, dia jadi sering pening gitu. Saya salah satu tipe orang yang begini. :)
    Just sharing perspectives. #LadyGaga-Hair.

  4. Nurvirta Monarizqa Says:

    RAJA OKTOVIN! WOW! I MIS YOUUUUUUUUUUU SOOOOO BADLYYYYYY, lebih tepatnya your garing things, your lebay things and your jokes, ahhahhaha

    Yes, every man has its own perspective, dan aku melihat bapak ini adalah salah satu bapak yang klasik, dan kamu adalah mahasiswa abad 21. Nggak ada yang salah kalau tujuannya jelas :)

Posting Komentar

abcs