Candi Plaosan

Masih bersama Barbara tersayang dan my-new-partner-in-doing-silly-interest, mas Fikri, dari Candi Abang, perjalanan lanjut ke Candi Ijo, dan Candi Plaosan. Karena Candi Ijo udah pernah saya posting ni ye, saya mau cerita Candi Plaosan aja. Seperti biasa, saya yang belum pernah kesana dengan sotoynya sukses menyasarkan rombongan -,- untung manusia diberi ability oleh Allah untuk bertanya, maka kami tanya dimana Candi Plaosan sebenarnya berada. Ternyata dari gapura perbatasan Jogja-Jateng, perempatan kedua belok kiri (ke utara), teruuuuuussss, sampe nemu perempatan di mana di kiri jalan ada Dinas Purbakala gitu kalo gak salah, nah kita belok kanan. Candinya ada di kiri Jalan. Ada 2 Candi Plaosan, Lor dan Kidul, yang lor di kiri jalan, yang kidul agak masuk jalan, di selatan candi Lor.


Candi ini secara administratif terletak di Jawa Tengah, Klaten. Belum ada retribusinya, tapi kalo gak salah saya bayar Rp 2000,00. Candi ini nice banget, terdiri dari 2 candi induk dan 50 an candi pewara (pendamping) yang belum semua direkonstruksi. Kebayang kan kalo jadi semua, candi ini bisa jadi potensi pariwisata yang bagus banget nyaingin Candi Prambanan.

Berikut ada sekelumit info tentang Candi Plaosan

Candi Plaosan Lor yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dibangun oleh Rakai Panangkaran dinasti Sailendra yang juga mendirikan Candi Borobudur dan Candi Sewu. Candi tersebut terdiri dari candi induk dan mandapa yang terdiri dari 194 stupa. Pada beberapa perwara dijumpai tulisan-tulisan pendek yang memberikan indikasi bahwa bangunan tersebut merupakan bawahan raja Penelitian terhadap kompleks Candi Plaosan sudah dimulai dari masa pemerintahan Kolonial Belanda melalui penelitian dan pemugaran Candi Induk Selatan. Upaya pelestarian kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah RI melalui Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah Salah satu hasil penelitian yang menarik yaitu ditemukannya parit berukuran 440 m x 270 m yang mengelilingi kompleks candi beserta temuan lepas berupa ribuan fragmen gerabah dan beberapa keramik asing di dalamnya. Kemungkinan besar, parit tersebut dahulu dimanfaatkan untuk menurunkan air tanah di Kompleks candi agar tanahnya menjadi padat. Usaha pelestarian yang dilakukan pemerintah hingga saat ini meliputi pemugaran Candi Induk Utara, Stupa dan Candi Perwara, Candi Patok, Arca-arca Dwarapala, Gapura serta Mandapa

atas: kompleks candi-candi pewara yang belum terbangun, bawah kiri: ada yang make buat foto model gitu, bawah tengah: ada turis masuk ke candi, bawah kanan: disini anehnya juga ditemukan banyak stupa ~

Candi utamanya ada dua, dan kembar

ada semacam "panggung" di kompleks candinya

kompleks candi, dari samping

kanan atas: semacam ada penangkal petir, tapi kabelnya raib, entah kemana, ckckck

Candi Plaosan Kidul, kayaknya nggak ada candi utamanya. Bentuknya beda sama candi-candi pewara di Plaosan Lor. Kira-kira kalo jadi semua, ada 20 an biji (banyak banget), jadi kalo ditotal, mungkin emang Plaosan terdiri dari seratusan candi (soalnya masih ada reruntuhan candi di daerah sawah yang belum keitung)

Weww.. nice place to be explored! :D

0 Responses

Posting Komentar

abcs