Pensil

Sebagai #edisiramadhan, saya mau posting sesuatu yang agak bermutu, diambil dari sebuah power point yang saya copy beberapa waktu yang lalu. Silakan dibaca :)
________________________________________________

Cerita Pensil

Suatu ketika, Pembuat Pensil berkata kepada pensil-pensil buatannya,

“Ada lima hal yang perlu kalian ketahui sebelum Aku mengirimkan kalian ke dunia. Ingatlah selalu kelima hal tersebut sehingga kalian dapat menjadi pensil terbaik sesuai kemampuan masing-masing”.


Pertama, kalian dapat mengerjakan berbagai hal luar biasa, tetapi hanya jika kalian berada pada tangan seseorang.


Kedua, kalian akan mengalami pengalaman menyakitkan setiap kali diraut, tetapi hal ini dibutuhkan agar kalian menjadi pensil yang lebih baik.


Ketiga, kalian memiliki kemampuan untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kalian perbuat.


Keempat, bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang ada didalam dirimu.


Kelima, apapun yang terjadi, kalian harus tetap menulis. Kalian harus meninggalkan tulisan yang jelas dan dapat dibaca meskipun menghadapi situasi yang sangat sulit.



Semua pensil memahami, berjanji untuk mengingat, dan masuk ke dalam kotak pensil dengan menghayati tujuan dari Pembuatnya.

Sekarang bayangkan pensil tadi adalah diri Anda; ingatlah selalu dan jangan lupakan, sehingga Anda dapat menjadi orang terbaik sesuai kemampuan masing-masing.

Pertama: Kita dapat mengerjakan berbagai hal luar biasa, tetapi hanya jika Kita menempatkan diri pada tangan Allah dan membiarkan orang lain mendapatkan manfaat dari kelebihan yang Anda miliki.

Kedua: Kita akan mengalami pengalaman menyakitkan setiap kali diuji melalui berbagai permasalahan, tetapi hal itu dibutuhkan agar Kita menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat.

Ketiga: Kita selalu dapat memperbaiki setiap kesalahan yang Kita lakukan atau tumbuh menjadi lebih baik melalui kesalahan-kesalahan tersebut.

Keempat: Bagian terpenting dari diri Kita adalah selalu apa yang berada didalam diri Kita.

Kelima: Pada setiap langkah kehidupan yang Kita jalani, Kita seharusnya meninggalkan karya dan amal kebaikan. Meskipun situasinya sangat sulit, Kita dapat terus berkarya dan beribadah kepada Allah melalui berbagai cara.


Setiap orang seperti sebatang pensil …
Kita diciptakan Allah untuk suatu tujuan yang unik dan khusus.

Dengan penuh pemahaman dan keikhlasan, marilah kita mengisi kehidupan kita di dunia dengan berkarya, beribadah, dan mengerjakan amal perbuatan yang baik serta terus mengingat Allah setiap hari.

0 Responses

Posting Komentar

abcs