Lampung Part 1 - Berangkat

Ceritanya saya diundang Exer menggantikan si Sunni untuk mengajar kontingen Olimpiade Sains Nasional Provinsi Lampung bidang Matematika SMA. Saya yang merasa diacuhkan oleh provinsi sendiri yang emang gak ada acara pun menyanggupi. Itung-itung menyetarakan pendidikan. Jadilah cerita ini bermula dengan keberangkatan kami (saya, mbak Lathifah, mbak Marlina, mas Sugeng, mas Ahmad) dari Bandara Jogja Jumat 2 September 2011 jam 6 pagi using Batavia. Ini pertama kali saya naik Batavia Air dan mungkin karena saya lagi nggak sehat, telinga saya sakit banget selama perjalanan.

Sampai, ternyata penerbangan berikutnya ke Lampung masih 9 jam lagi. How nice. Akhirnya kami memutuskan mencari tempat menitip koper untuk kemudian entah membolang kemana. Setelah bolak-balik jalan, kami menemukan tempat nitip koper yang menurut kami mahal bet. Jadilah kami nyoba check in aja dan ternyata bisa #kenapagakdaritadi. Lanjut sarapan (makan dhuha buat saya) di KFC Terminal 2F yang nasinya selemper itu, dan merencanakan pembolangan.

Kayaknya dari rombongan cuma saya yang agaknya sok tahu tentang Bandara, Jakarta, dan sekitarnya soalnya mereka manut-manut aja saya tawarin ke kota naik Damri. Jadilah 20 ribu melayang untuk naik Damri ke Gambir (karena deket Monas, tempat yang at least bisa dinikmati semua orang, coba saya sendirian atau minimal bareng Dydhan, pasti udah ngelayap Mangga Dua atau Blok M).

Cuma 40 menit kami sampai Gambir. Mulus dan sepi karena masih suasana lebaran, di mana penduduk Jakarta pada pulang kampung, bikin macet kampungnya masing-masing. Agak ha ha ha ketawa garing juga, soalnya ini random bet, nungguin pesawat mau ke Lampung pake acara ke Monas segala. 

Para lelaki sholat Jumat, dan setelahnya kami ke Monas. Melihat antrian yang sepanjang antri BLT, kami pesimis pulang Bandara masih keburu naik pesawat. Merasa bodoh ngapain kesini, kami mutusin balik aja ke Bandara (tuh kan sumpah ini random bet, kakehan duit po piye ceritane). Ini nih yang agak menarik. Kami mau naik Damri lagi, tapi ditawarin naik taksi gelap sama bapak-bapak. Oke, karena mau 80 ribu berlima (yang artinya tiap orang 16 ribu), kami naik mobil tersebut balik Bandara. Bapaknya baik banget, cerita banyak hal yang inspiring, salah satunya

"Mau lapang mau sempit kita harus rajin sedekah"

Next sampai bandara, kami nggaya makan di Solaria (trauma makan lemper di KFC), kumpul sama rombongan yang lain (mbak Nisa, mas Ridlo, mas Jauhar, mas Sandi) untuk kemudian cus ke Lampung using Sriwijaya. Saya baru sadar Lampung-Jakarta tetanggaan, jadi terbangnya cuma setengah jam, sampai juga di Bandara Radin Inten II Lampung :D

keberangkatan yang random

hello Lampung!
kiri-kanan: mas Jauhar, mas Sandi, mas Ridlo, mbak Lathifah, mas Ahmad, saya (the youngest one), mbak Marlina, mbak Nisa

Bersambung...........
0 Responses

Posting Komentar

abcs