Lampung Part 2 - On Duty, Piknik, Pulang

Kami on duty ceritanya 5 hari. Saya cuma kebagian 1 anak, namanya Muhammad Iqbal Mahfud. Anaknya cepet tangkep, lucu, menyenangkan dan manutan. Sayang berita terakhir dia gak dapet medali :( But well done Bal, I know you've already done your best :')

Selama 5 hari, kami nginap di hotel Anugerah, dan belajar pagi di SMA 2 Bandar Lampung. SMA yang wow, karena luas banget, bagus banget, dan semua kelas ber-AC (sekolah di Jogja nggak ada yang kayak gini). Malam belajar di hotel. Tiap pagi makan roti, atau buryam, atau nasgor bikinan hotel, dan 7 kali in a row makan siang-malemnya adalah nasi padang --yang saya sama sekali gak doyan-- walhasil saya sakit, hahahhahahaha *ndeso*. Untung ibu dinas Lampung know me so well, jadilah kami dibelikan nasi jawa, nasi plus ayam bakar, plus sambel terasi yang manis dan enak. Dua porsi nasi nggak sadar saya habiskan, hahaha... Dasar ilat Jowo..


Habis 5 hari, kami diajak piknik :D. Pertama, diajak makan ke rumah makan Ika, semacam lesehan seafood gitu. Kami makan pindang kepala simba yang enak banget (sayang nggak kefoto -- saking enaknya makan --)


Next kami ke PANTAAAAAAAAAAIIIIIIIIIII. Ini sesuatu banget buat saya karena saya emang lagi pengen ke pantai. Pengen nyebur kebawa arus (?). Nama Pantainya Pantai Mutun. Perpaduan antara bagus dan bersihnya pantai selatan Jawa dengan tenangnya arus pantai utara Jawa. Sesuatu banget pokoknya


Dari kejauhan kami melihat Pulau, cusss, kami langsung kesana. Dengan sewa 10 ribu aja pulang pergi kami udah diantar ke pulau yang ternyata namanya Pulau Tangkil


 
 
 

Sumpah pasirnya lembut banget, kayak abu merapi. Airnya juga tenang dan bersih banget, membuat saya yang awalnya kekeh gak akan nyebur akhirnya gak tahan dan nyebur, dan renang juga, aaa... uuuu... pengen banget kesana lagi *galau*

Malamnya, kami berniat cari oleh-oleh. Setelah makan malam di mie Jogja (yang harga seporsi plus es tehnya 19 ribu) kami muter cari oleh-oleh. Ternyata di tempat ini sebagian besar toko tutup jam 8 malem, sampe pom bensin juga tutup jam segini. Apa banget. Jadilah kami ke Mall (yang ternyata jam 9 udah kukut), untung masih dapet kripik pisang... aaaa :3

Tanggal 9 September 2011. Akhirnya kami pulang. Dari Lampung, kami naik "bis terbang", Merpati dengan pesawat MA-60 bikinan Cina, yang hanya memuat 50 orang, terisi 20 orang, dan melayani rute Lampung-Jakarta-Bandung-Semarang. "Pesawat ini berhenti 30 menit di setiap bandara" -- kata pak Kapten -- yang bikin saya hampir ngakak dan semakin yakin ini sebenarnya bis terbang.

Untung, kami selamat dan mendarat di Halim. Bandara yang nggak lazim untuk penerbangan komersial, makanya sepi bet, kayak bandara mati. Next kami (saya, mbak Marlina, mbak Lathifah, mas Ahmad) ke Suhat untuk balik Jogja. Karena naik Air Asia, kami nunggu di terminal 3 yang mirip Mall.


Beda banget sama Merpati tadi, Air Asia ini karena pake Air Bus jadi mirip kereta terbang. Yang nakutin adalah ketika ternyata kami tidak bisa mendarat tepat waktu karena antri landasan. Jadilah kami berputar-putar di atas awan melawan turbulens (yang sampe membuat pesawat *jatuh* beberapa meter dan membuat satu pesawat pucet semua mukanya) dan mendarat setelah 95 menit di atas langit.

Well, hello Jogja! Vacation saya selesai sampai di sini, dan saya harus kembali menghadapi dunia nyata. Semester baru, please be nice, I trully love you (konslet deh) ~
1 Response
  1. gilank_ilank Says:

    marai pengeeeeeeeen

Posting Komentar

abcs