Pantai Ngandong

Ternyata posting saya tentang Pantai Sadranan salah, yang bener itu namanya Pantai Ngandong -,-

Kali kedua saya kesana bersama awak sagasitas yang habis Roadshow Program Dikpora DIY di Gunung Kidul. Kami menginap di semacam pondok gitu seperti dulu, terdiri dari 4 kamar, harga sewanya 350 ribu rupiah semalam. Di sekitar pondok warna merah ini ada gazebo, terus juga warung yang membuat saya amazing karena ada antena extendednya

antena extended, inspirasi program buat KKN

Dan ini ada beberapa foto yang saya dapatkan dari hasil jepretan saya pake mode panoramanya si Charles (HP baru saya, saya ceritain di posting lain deh)

Pantai, dilihat saat jam 6 pagi, dari atas bukitnya

panorama pantai dari bawah, jam 6 pagi juga




panorama-panorama jam 9 pagi

Di tempat ini pula saya pertama kalinya makan kepiting, rasanya lucu :3 Kata bang Azmy kepitingnya gratis karena ikut bapak-bapak nelayannya melaut.


Ohya, dan man of the trip pada trip kali ini adalah si Metin (Nuha) yang telah membuat saya dan Dydhan terharu. Awalnya kami (saya-Dydhan, mas Ujang, Yan, mas Fakhri, Nuha) jadi rombongan terakhir karena isi bensin gitu. Karena yang tau tempatnya cuma saya, saya-Dydhan menjadi motor yang terdepan untuk memimpin touring. Begitu waktu mulai malam dan kami gak bisa liat jalan, dengan heroiknya Nuha nyelip kami untuk memberi penerangan. Saking terharunya, Dydhan bilang kalo dia pengen meluk si Metin (?). Geje ya? hahahha abaikan.

enjoy Ngandong!


4 Responses
  1. Yan Restu Freski Says:

    itu kepitingnya mbayar. Ditraktir sama bang Azmy..

  2. fikrirahman Says:

    sadranan sama ngandong itu sama aja...
    sadranan itu karena pantainya dipakai buat nyadran/semacam ritual gitu di pantai. CMIIW.

  3. fahmisme Says:

    paling enak daging (eh namanya apa ya?) yang dicapitnya, nendang beud :D

  4. Yan Restu Freski Says:

    Tau gak mon, sebenarnya kami sudah sepakat. Nuha di depan kalian karena lampu motornya paling terang. Kami dibelakang saja, karena tidak ingin kalian berada jauh dari pantauan. Supaya kalau ada apa-apa, kami bertiga (dengan mas Ujang, mas Fahri) bisa langsung tanggap. Kalau-kalau penjahat itu tidak menghadang, namun menyerang dari belakang dan samping? Who knows?

Posting Komentar

abcs