Just Smile

Setiap orang berbeda-beda dalam mengungkapkan rasa setresnya. Kalo saya sih biasanya senyum-senyum aja. Jadi kalo kalian melihat saya lagi sering senyum, itu tandanya saya lagi setres (?)

Senyum itu mengurangi beban hidup hingga 70%

Ini kerasa banget ketika kamu sadar bahwa kamu harus bisa men-trigger dirimu sendiri, dan tidak bergantung pada trigger-ran orang lain yang kamu harap bisa men-trigger kamu tapi ternyata sudah tidak bisa men-trigger kamu lagi (-,- kalimat yang njlimet)

Walau kadang gak kerasa juga darimana asal senyum itu, kadang bisa diakhiri tawa :D, kadang bisa diakhiri tangis :')

Somehow, bagi "pemendam" seperti saya, sebenarnya senyum itu hanya penahan rasa sedih yang terpendam lama. But at least, even you're in your worst, kamu tidak perlu membuat orang lain ikut merasakannya karena mereka tahu kamu masih bisa tersenyum :)

Saya sudah mencobanya, dan saya berhasil.

:)
Semangat Monski!

Take Your Own Risk

"Kamu sendiri yang memilih untuk mengambil kesempatan, kamu sendiri yang harus tanggung jawab" 

#seorangteman

sebut saja namanya Ahmad Raditya, wkwkwkwkwk

From Sunrise to Sunset (18 Mar 2012)

"Mon weekend besok ada acara nggak?"
"Enggak, kenapa?"
"Kan kita ulang tahun.............."

Itulah percakapan yang terjadi antara saya dan kembaran saya si Tontun - Muhammad Mirza Sulthony


yang sejurus mengingatkan saya akan ulang tahun saya. Even saya lebih ingat tanggal-tanggal deadline daripada ulang tahun sendiri. Dan semenjak saat itulah kami mulai merencanakan Repeat Year Project. Banyak hal yang kami rencanakan dan itu membuat saya merasa "kok aku forever alone banget ya cuma ngerayain ultah berdua sama si Tontun -,-"

Tapi ternyata banyak hal yang kemudian terjadi di luar skenario. Malam sebelum kami ultah, teman saya si Madun ngajakin untuk ke Boko Sunrise keesokan harinya (which means itu ulang tahun saya sama Tontun, 18 Maret 2012) dan yang dateng ternyata exclude saya dan Tontun ada Ema, Trias, Fanni, Madun.

So this is our 1st pit stop: BOKO SUNRISE
Lokasi: Candi Ratu Boko
Bayar: Rp 25.000,00 T___T
Kamera: Kamera charles, kamera panorama charles, plus camera360


disana karena agak kesiangan (karena saya sempat memberikan arah yang gak bener) dan faktor mendung, kami tetep gak bisa liat sunrise padahal masuknya mahal. Hiks. Yang penting bisa foto-foto. Kami turun sekitar jam 8 pagi. Madun dkk balik Jogja sementara Tontun bertamu di rumah saya untuk kemudian melanjutkan trip.

Kami berencana potong kue di suatu tempat entah itu dimana. Akhirnya pergilah kami ke Mirota Kampus untuk beli tart kecil dan tercetuslah ide gila untuk membawa tart tersebut bertualang seharian dan kemudian ditiup waktu sunset di Boko (karena kita mengawali hari ini - sunrise - juga di Boko). Jadi sebenernya judul hari ini adalah

From sunrise to sunset protecting a tart and 20 19 candles

2nd Pit Stop: PANTAI SEPANJANG
Lokasi: Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunung Kidul. Pantai Kukup ke Timur sedikit (sedikit?)
Bayar: Rp 5.000,00 per orang (di pintu masuk area Pantai GK, dipakai untuk semua pantai yang masuk "keluarga" pantai ini) dan nggak bayar parkir soalnya pantainya sepi :p

 
panorama Pantai - using charles' panorama mode

 
HDR Pantai Sepanjang - kamera charles + camera360

Pantai ini sepi banget, waktu saya kesana pengunjungnya cuma rombongan saya ini dan 2 orang yang tidak kami kenal. Padahal menurut saya pantai ini punya potensi. Garis pantainya panjang, ombaknya super tenang dibandingkan dengan pantai selatan lainnya, terbukti dari pasir-pasirnya yang jauh lebih lembut daripada pantai-pantai tetangganya.

 
kue 20-19. Tontun 20, saya 19. Sudah mulai terlihat si kue tidak seperti bentuk asalnya lagi -,-

Cuss puas di sini, kami ke Bukit Bintang. Dengan kecepatan motoran Tontun yang super ultra ini kayaknya dari pantai ke Bukit Bintang cuman sejam dan si kue sudah mulai nggak berbentuk -,-

3rd pit stop: BUKIT BINTANG PATUK
Lokasi: Jalan Jogja Wonosari km 18 apa ya
Bayar: Bakso Rp 6.000,00
Kamera: kamera HP Tontun (atas) sama kamera charles (bawah)

Kami singgah di salah satu warung untuk beli bakso

 

Banyak ke-fail-an yang terjadi di sini. Mulai dari kamera Tontun yang udah abis batrenya, sampe kemudian kamera charles saya -- yang buat motret foto di atas ini -- yang pas make self timer kita pasang di atas kaleng krupuk -- dan kemudian jatuh.

Sempat ada silent moment sebelum akhirnya kami sadar kalo HP saya ini jatuhnya ke mangkok bakso 
-____________________________-

Untung kamu gapapa charles sayang :')

4th pit stop: CANDI IJO
Lokasi: Candi Ijo, Prambanan, Sleman
Biaya: Geratiss
Kamera: HP Tontun

bisa dilihat dari foto di atas tart nya udah nggak bentuk, coklatnya meleleh kemana-mana --'

Selesai, Tontun balikin saya pulang dan dia ke kampus, untuk menunggu teman-teman kami yang lain. Jadi ceritanya kami mau ajak teman-teman untuk bagi-bagi kue di Boko Sunset :)

Last Pit Stop: BOKO SUNSET
Lokasi: Candi Ratu Boko
Biaya: Setengah harga tiket tadi pagi

Bersama Tontun, Al, Dani, Dita, Marin menikmati sunset yang tetep aja ketutup mendung :(

sama ibuk saya, rotinya dituker sama yang bagusan :") tapi tetep aja fail soalnya tulisan "Mirza" nya gak keliatan, rotinya ancur sebelah, wkwkwkwkwkwkwk

Kami akhirnya mengakhiri pengembaraan sehari di sini. Tiup lilin dan tukar kado. Yang fail adalah ketika ternyata kami udah banyak foto-foto tapi engga ke-save semua -,- tinggalah foto-foto di atas ini saja yang tersisa. Hiks hiks hiks.

Overall, saya sangat senang hari ini, walaupun saya sangat sedih karena jatah hidup saya berkurang :(. Saya harap di akhir tahun saya menjadi teenager ini, saya bisa lebih berguna untuk sekitar saya, dan satu kalimat yang paling menohok datang dari kaka Fikri: "semoga bisa bilang tidak untuk urusan-urusan yang bisa ditolak" wakakakakakkaka

Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat hari ini. Untuk Dydhan juga yang mengantar kado ke rumah tapi nggak ketemu saya, untuk Ema, Trias, Madun, Fanni, Al, Dani, Marin, Dita dan semua yang mengucapkan saya selamat ulang tahun dari media apapun. Kalian membuat saya percaya bahwa truly friends itu ada dimana mereka tetap ingat ulang tahunmu walaupun tanggal lahirmu di Facebook sudah kamu sembunyikan jauh-jauh hari, wkwkwkwk

Nurvirta Monarizqa, 19 tahun

nb: ke-fail-an terakhir adalah ketika saya membuka kado dari Tontun, dia memberi saya semacam clutch berwarna hitam-tosca, padahal saya memberi dia polo warna tosca. Kompak sekali kita ternyata, wkwkwk

GPIR 2012 Goes To Museum Gunung Merapi Kaliurang

Dimana? Museum Gunung Merapi Kaliurang
Acara Apa? Gladhi Penelitian Ilmiah Remaja 2012
Kapan? 10 Maret 2012
Berapa? Kalo masuknya Rp 3000,00 kalo nonton videonya nambah Rp 5000,00

Jadi ceritanya Dinas Dikpora berbaik hati mengadakan GPIR untuk yang ketiga kalinya ini, dan kami tim sagasilay (Sagasitas Alay) berkesempatan untuk meng-arrange acaranya lagi. Salah satu acaranya adalah Field Trip ke Museum Gunung Merapi Sleman Yogyakarta yang tidak jauh dari tempat kami menginap, Wisma Eden 2 pada hari Ahadnya. Kalau ingin mencapai tempat ini, cukup ikuti Jalan Kaliurang ke Utara terus sampai km 21. Nanti di kanan jalan ada plang "<--Museum Gunung Merapi 2km", artinya kita harus belok ke kiri. Sekitar 500 m, kemudian ada perempatan belok ke kanan 1,5 km. Ketemu semacam gapura  gitu belok kanan lagi dan sampailah ke museum. Berikut adalah beberapa dokumentasinya menggunakan si charles dengan mode HDR aplikasi camera360


Untuk biaya masuk yang hanya 3 ribu perak, museum ini tergolong worth it, bagus, modern dan komunikatif


belajar kegunungapian menjadi menarik, ada bagian museum yang diset dengan lampu-lampu seolah-olah lava pijar. Lorong ini bisa ditemui di lantai 2


ini yang menarik, ada maket letusan gunung Merapi di tahun-tahun dimana ia meletus paling besar, maket ini bisa ditemui di lantai 2


ada beberapa dampak letusan yang ditampilkan, selain saya juga disini menampilkan foto peserta yang cantik-cantik :p


ada maket Gunung Merapi di awal kita masuk museumnya, kemudian di lantai 2 juga ada rumah gempa (sayang gak fungsi), maket-maket letusan, lorong lava dan zona Istana Negara dimana setting ruangnya mirip Istana Negara

Amazing! Banyak pengetahuan didapat dari sini. So kalo pengen liburan berkualitas di sini recommended banget, jangan lupa minta bantuan Guide juga ya biar kunjungannya gak sia-sia tanpa membawa pulang senyum manis mas Guide (?)

Untitled

"What's done is done"

Itu yang dikatakan kucing tersayang saya (bathingCat - aplikasi android) kemarin pada saya sambil memalingkan muka saat saya tidak mengisi air bak mandinya. Saya tertohok oleh kata-kata kucing saya. Karena seolah dia sangat mengerti perasaan saya sekarang. Apa yang sudah terjadi ya sudah. Tidak usah disesali lagi walau bagaimanapun.

Walapun ini seperti halnya kamu punya pena yang mahal, pena kesayangan dan pena ternyaman yang kamu punya. Saking tidak mau kehilangannya hanya kamu simpan dan digunakan di saat-saat tertentu saja.


Namun ketika akhirnya kamu merasa bahwa pena ini sangat nyaman dan ingin kamu pakai setiap hari -- untuk mencatat hal-hal terpenting karena ternyata buku agendamu sudah kautemukan kuncinya dan mulai bisa diisi lagi, untuk menuliskan cita-cita, sarana berbagi kata senang, sedih, bahagia dan duka dimana di saat itu kamu benar-benar membutuhkannya karena jadwalmu benar-benar padat, tugasmu benar-benar menguras -- pena ini rusak di hari pertama kamu ingin memakainya for daily use.


Pena ini adalah pemberian, dan tidak mungkin akan kamu beli lagi pena yang sama karena kamu nggak tahu dimana belinya. Terus gimana dong? Sedih? Pasti. Menyesal? 

Tapi ya mau gimana lagi, pena itu menggelinding dari atas keyboard laptop, jatuh dari meja dan patah. Kamu ada ketika pena menggelinding dan ketika kamu ingin meraihnya, kamu bingung harus gimana dan akhirnya pena tersebut hanya sampai di telapak tangan yang terbuka, tergelincir dan jatuh ke lantai.

Sebaik-baiknya pena itu, supaya kamu tidak terus-menerus bersedih, you must consider that pena itu adalah pena yang buruk. Tintanya jelek, gripnya tidak nyaman. Selesai. 

Untuk diri sendiri yang telah lulus uji sertifikasi fake smile :) Semangat monski! :D
abcs