Untitled

"What's done is done"

Itu yang dikatakan kucing tersayang saya (bathingCat - aplikasi android) kemarin pada saya sambil memalingkan muka saat saya tidak mengisi air bak mandinya. Saya tertohok oleh kata-kata kucing saya. Karena seolah dia sangat mengerti perasaan saya sekarang. Apa yang sudah terjadi ya sudah. Tidak usah disesali lagi walau bagaimanapun.

Walapun ini seperti halnya kamu punya pena yang mahal, pena kesayangan dan pena ternyaman yang kamu punya. Saking tidak mau kehilangannya hanya kamu simpan dan digunakan di saat-saat tertentu saja.


Namun ketika akhirnya kamu merasa bahwa pena ini sangat nyaman dan ingin kamu pakai setiap hari -- untuk mencatat hal-hal terpenting karena ternyata buku agendamu sudah kautemukan kuncinya dan mulai bisa diisi lagi, untuk menuliskan cita-cita, sarana berbagi kata senang, sedih, bahagia dan duka dimana di saat itu kamu benar-benar membutuhkannya karena jadwalmu benar-benar padat, tugasmu benar-benar menguras -- pena ini rusak di hari pertama kamu ingin memakainya for daily use.


Pena ini adalah pemberian, dan tidak mungkin akan kamu beli lagi pena yang sama karena kamu nggak tahu dimana belinya. Terus gimana dong? Sedih? Pasti. Menyesal? 

Tapi ya mau gimana lagi, pena itu menggelinding dari atas keyboard laptop, jatuh dari meja dan patah. Kamu ada ketika pena menggelinding dan ketika kamu ingin meraihnya, kamu bingung harus gimana dan akhirnya pena tersebut hanya sampai di telapak tangan yang terbuka, tergelincir dan jatuh ke lantai.

Sebaik-baiknya pena itu, supaya kamu tidak terus-menerus bersedih, you must consider that pena itu adalah pena yang buruk. Tintanya jelek, gripnya tidak nyaman. Selesai. 

Untuk diri sendiri yang telah lulus uji sertifikasi fake smile :) Semangat monski! :D
0 Responses

Posting Komentar

abcs