Pada Sebuah Rindu di Sebuah Malam


Just make sure that you are happy, you are okay.
Bukan, terlalu naif kalo saya hanya ingin make sure.
Saya rindu.
Tapi.
Kamu sudah nyaman sekarang.
:)
Maaf untuk membuatmu tidak memiliki kesempatan nyaman itu dari duluuuuuuuuuuuuuuuu sekali.
Maaf juga untuk mengganggu selama 6 tahun.
Now I am waiting.


Serba-serbi Mahasiswi Teknik


Posting ini menyambut tahun ajaran baru. Saya sebagai mahasiswi teknik yang sudah setengah jalan ini sedang ingin berbaik hati membagikan serba-serbi mahasiswi teknik (jurusan saya khususunya), buat para maba agar mereka bersiap menghadapi dunia barunya.

Bersiaplah naaaak... Bersiaplaaaaah (?)

Oke, semua serba-serbi ini tak lepas dari rasio cewek banding cowok teknik yang njeglek abis. Hal ini kita sebut dengan pasal satu. Tapi di beberapa jurusan emang nggak senjeglek yang dibayangkan sih.

Jurusan saya juga. Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM (panjang bener namanya). Dulu sebelum ganti nama, masih Jurusan Teknik Elektro, rasionya njeglek pol. Satu angkatan hampir 200 orang paling cewek cuma belasan, engga nyampe dua puluh. Padahal waktu itu juga ada konsentrasi SKI (Sistem Komputer Informasi) atau sekarang ngetren dengan TI (Teknologi Informasi). Pasca dibuka prodi TI sebagai pengotonoman konsentrasi TI, jumlah manusia berkromosom XX nya melonjak. Dari angkatan saya yang 26, kemudian adik angkatan saya 45, terus katanya adik angkatan baru saya ini 50 an. Wow...

Oke, back to topic. Ini dia beberapa hal menarik (menarik?) yang saya alami ketika menjadi mahasiswi teknik:

1. Punya temen cowok banyak

Ini standar banget. Oke, kembali karena pasal satu. Hal ini sudah jelas. Saya yang dari SMA udah punya temen cowok banyak sih fine-fine aja, sampai kadang saya merasa kesel dan bosen hidup di komunitas cowok. Jadinya nggak risih dan cukup tau bagaimana beradaptasi. Cuman, belum tentu semua orang terbiasa dengan komunitas cowok dimana-mana. Efeknya mungkin bisa jadi jaim, sungkan, risih, dan sebagainya dan sebagainya. Untuk itu, bagi kalian yang selama ini ngga pernah hidup di komunitas cowok, mulailah membiasakan diri nak. Ga perlu persiapan khusus sih sebenernya, lama-lama juga biasa -_____________-

2. Jarang ngegosip

That's my favorite point. Alhamdulillah temen-temen cowo saya adalah mereka yang emang gasuka ngegosip. Cowo ngegosipnya apa coba -,-. Dan saya beruntung punya teman-teman yang saling menjaga privasi masing-masing, tapi tetep saling sharing kalo lagi butuh saran. Jadinya kalo ngomongin orang paling juga ngomongin gebetan-gebetan mereka "Si ini gimana? Oh kalo itu?"

3. Menjadi lebih fair melihat perempuan cantik

Adalah efek sering dicurhatin masalah gebetan kali ye, jadinya saya sering kepo cewek cantik. Dan saya lama-lama menjadi objektif melihat kecantikan seorang wanita *apasih* sehingga saya tidak terbesit rasa iri maupun dengki dengan kecantikan mereka. Malah merasa subhanallah ketika melihat ciptaan Allah yang indah ini (?)

Menurut statistik, di jurusan saya lumrah lho cewek kepoin cewek yang cantik, jadi jangan kira saya abnormal ya ._.

4. Masih kena ungkapan Ladies First

IMHO, kalau kita benar menganut emansipasi, ga ada frase ladies first, ataupun apapun yang meringankan perempuan walau minoritas. Teman saya contohnya, dia telat ngumpul laporan praktikum tapi tetep dapet A. Harusnya logikanya dia nggak bisa dapet nilai maksimal kan? Lagi-lagi ini karena pasal satu, si asisten praktikum pria dan teman saya wanita. Saya lupa bahwa jurusan saya miskin wanita.

5. Nggembel ke kampus gak ada yang peduli

Oke, saya merasa bersyukur karena hidup di fakultas Teknik tidak perlu modal fesyen yang banyak. Kaos didobel jaket, plus rok lama, plus jilbab dan flat sudah beres. Nobody care :')

6. Jadi sering olahraga

Say thanks to PORTETI dan TEKNISIADE. Adalah kompetisi olahraga antar keluarga mahasiswa di Teknik (Teknisiade), dan kompetisi olahraga antar angkatan di jurusan (PORTETI). Karena jumlah wanita yang minim dan tidak semua bersedia untuk berolahraga, mau tidak mau kita yang biasa disuruh-suruh  cukup eksis harus turun menjadi tim dalam pertandingan untuk kategori PUTRI. Sampai dobel-dobel juga. Saya ikut voli, basket, ping-pong -,-. Tapi disamping itu, semenjak kuliah saya jadi sering dapet ajakan jogging, dan olahraga lain yang biasanya diajakin cowok-cowok, yang jarang saya lakukan saat SMA dulu.

7. Be flirted by kakak-kakak angkatan yang ganas

Based on true (and my own) story, para mahasiswi harus bersiap dengan ganasnya para mahasiswa teknik. Percayalah, mereka jarang ngeliat cewek, jadi standar cantik mereka turun. Yang ada yaudah itu yang cantik. Sampai teman saya si Ema punya teori bahwa:

"setiap anak cewek di angkatan ini (angkatan saya - red) pasti pernah digebet minimal satu temen angkatan dan satu kakak angkatan"

So true.

So buat yang gak siap sama kondisi ini pasti keseringan galau di kehidupan kuliahnya. Saya tidak memungkiri bahwa saya adalah salah satu korban ketidaksiapan saya atas keganasan kakak angkatan. Saya yang naif dan masih haha hihi kemudian menjadi gak ngeh ketika dibribik (karena saya pikir biasa saja ketika begini, biasa saja jika begitu..) dan baru panik setelah pembribik ngaku suka. 

Itulah kenapa di blog ini banyak postingan galau pasca saya kuliah -,-

Tapi yang mengalami ini gak cuma saya weeeek, even temen sejurusan saya yang di kamar kosnya tertulis besar-besar "NO TIME FOR BOY" akhirnya luluh pada seorang mahasiswa teknik. Jadi kesimpulannya, kalo emang gak berminat punya pasangan dari sesama teknik, atau tidak ingin dibribik, pasang casing hati yang kuat banget eaaa, biar  enggak galawwwww........

Positifnya ada sih sebenernya, saya jadi belajar manajemen hati. Gimana rasanya menderita dan how to cure that, gimana rasanya be flirted dan menghandle perasaan agar tidak terjerumus lebih dalam kalo emang gak pengen, dan gimana caranya berdamai dengan keadaan.

Coba deh saya kuliah di psikologi, gak bakal ngerasain begituan karena pasti kalah pamor sama mahasiswinya yang lebih aduhai :">

Hahahaha... That's all. Mungkin akan ada sambungannya kalo saya sudah menamatkan setahun atau dua tahun lagi belajar disini. Atau mungkin teman-teman ada yang mau nambahin? Ini just IMHO lho ya, apa yang terjadi di sekitar saya. Mungkin berlaku di lingkungan teman-teman, mungkin juga gak berlaku sama sekali --"


Ini ceritaku, apa ceritamu? :p

Lost

"Kita temen aja ya"

Dan dengan naifnya saya timpali dengan

"Loh kan kita daridulu juga temen"

Dan itu sukses membuat ramadhan saya kali ini, err, apa ya padanan katanya, sangat bermakna, karena saya jadi sering mendengarkan tausyiah dan mencari pelarian rohani, agar tidak sedih berkepanjangan.

I lost a bestfriend. Itu masalahnya. Kehilangan sesuatu, yang selama 6 tahun ini ada. Yang menghibur, yang peduli, yang selalu khawatir, yang selalu mengingatkan, walaupun nyebelin, walaupun sering bikin kesel.

Alasannya klasik sekali, karena sudah menemui tambatan hati. Sekitar dua minggu saya tidak percaya dengan apa yang dilakukan badan saya, saya menangis setiap malam. Saya insomnia dan depresi. Hanya capek nangis yang bisa bikin saya tidur.

Setiap orang bebas datang dan pergi, kalau kita bisa merelakan dia masuk, kita harus merelakan dia pergi. Itu kata Dydhan.

But I couldn't. Badan saya seperti tidak rela menerima semua ini. Sakit. Dan Hancur. Merasa tidak rela, merasa tidak adil.

Saya merasa orang ini terlalu precious dan kemudian dengan naifnya saya berharap banyak atas segala harapan yang diberikan.

Makan tuh harapan Mon, makan.

Perilaku yang sudah berbeda, dan rasa kehilangan yang amat sangat. Cuma itu yang saya rasakan, dan saya dapatkan dari orang tersebut.

Ini seperti seorang pemegang saham yang berinvestasi banyak sekali di sebuah perusahaan namun dia tidak menyangka perusahaan tersebut akhirnya bangkrut.

I've invested my heart.

Dan sekarang karena perusahaannya bangkrut, saya tidak bisa mengambil kembali semua hal yang saya investasikan.

Termasuk hati saya.

Si pemilik perusahaan tahu saya menginvestasikan hati saya disana. Dan dia hanya bilang untuk jangan bersedih.

Doa.

Tinggal itulah yang bisa saya berikan padanya. Ketika akhirnya mau kangen udah ada yang lebih kangen, mau menghibur kalo sedih udah ada yang ngehibur, dan mau sayang udah ada yang sayang.



 - sometimes when you love someone very much, you'd have to go through every tear, every heartache, every pain, because in the end it's not how much you suffered but how you loved

Romantic Level : Geek


"Honestly, I never like to write php code, I love C#. So this is proof. I'm C#-ing u"

Recently got this unpredictable message from an unpredictable man. Thanks. Kalo boleh mengutip istilah beliaunya, HONESTLY, I'm happy. I really-really like this message. 

*efek lama gak pernah digombalin secara berkualitas* 

Like snow on the sahara. Di saat saya patah hati dan hancur, di saat itu pula saya mengetahui ternyata masih ada banyak orang yang sayang sama saya. Move on Nurvirta, kamu hidup untuk masa depan, bukan masa lalu :) 

besok-besok jangan naif lagi ya dalam melihat harapan Nurvirta

Satu hal, ini membuat saya berpikir jangan-jangan saya ini WIG (Wanita Idaman Geek) :|
Entah ini sudah geek keberapa yang berbuat serupa :|

NB: php adalah bahasa gawl dari "pemberi harapan palsu", sementara php juga salah satu bahasa pemrograman pada web

Candi Prambanan

What? Candi Prambanan
Where? Prambanan, Indonesia. Siapa yang gatau Candi Prambanan eh :/
When? Sunday morning, 5 Agustus 2012
With? Sendirian.

Ceritanya kalau Minggu pagi, lewat Sendratari orang-orang yang iseng cuma pengen jalan-jalan bisa masuk Prambanan secara gratis. Saya juga pernah gitu. Ini rutenya kalo lewat gratis. Sendratari - jembatan - candi induk Prambanan


Saya berangkat jam 6 pagi jalan kaki dari rumah SENDIRIAN. Emak bapak jelas gak mau ikutan karena pada puasa (PS: saya gak puasa :p). Adek entah dia nginep dimana semalem, temen kampung saya yang seumuran udah pada kerja di luar kota dan saya gak mungkin kan makjegagik ajak temen kampus yang berbelas kilometer jauhnya :/

Di jalan sempat moto matahari yang belum naik. Dibilang sunrise juga udah bukan sih :/ yang bagus adalah ada semacam pelangi yang berbentuk V :3


Hari ini saya lagi pengen baik, saya gak lewat samping, tapi BAYAR. Itung-itung sedekah (?). Ternyata tarif masuk Prambanan adalah Rp 30.000,00 untuk umum, dan Rp 12.500,00 untuk anak dan rombongan. Di loket sempet ditanyain, "Sendirian aja mbak" ya elah apa yang salah dengan sendiriaaaaaaaaaaan :(((

Dan ini dia Prambanaaaaaaaaaaan.... Maaf gak seragam tone-nya, maklum kamera baru.... jadi nyobain semua tone yang ada

 my 24mm wide mode Canon IXUS 220. Looooove the wide lens.

 toycam effect

 penasaran sama sepeda, saya nyewa sepeda Rp 10.000,00. Tandem Rp 20.000,00

 Museum Candi Prambanan, mode Super Vivid. Love this tone.

 Candi Lumbung, cute moment is when the tourists captured the girl :3

 Candi Bubrah, candi Budha, under renovation

Candi Sewu, Candi Budha, di ujung kompleks

Dan setelah itu saya pulang naik kol. Capek gila, 3,5 jam non stop tanpa duduk (kecuali waktu duduk di sepeda). But that's lots of fun. Saya seneng. Seneng banget malah. Emang sih ya bener banget obat sedih adalah jalan-jalan :3

Next target adalah mengcapture tempat ini saat tepat sunrise. So keep following all :D

Ah

Nama: Nurvirta Monarizqa
Kondisi: Lagi stress karena lagi berusaha membenci orang agar bisa melupakannya. Sebelumnya, selama 6 tahun nggak pernah terpikir olehnya akan begini jadinya.

Sebuah Nasihat

Jika kita tdk bisa tertawa berulang kali untuk lelucon yg sama, kenapa kita harus menangis berkali-kali untuk masalah yg sama? #seorangteman

Full House

..............
Even when I know I get hurt
Just a little more and it'll be fine
is what I'd believe and how I've waited
But I think I should stop this now
Even though I like you a lot
But I kind of respect myself too
So I want to take care myself too
For all your kindness and for all the gifts you'd send
Your warm greetings and your worries for me
And also for all your jokes
Thank you for everything
I won't forget it
Whenever I see your face, I think I can be happy

Hae-won, dalam sebuah episode Full House
abcs