Serba-serbi Mahasiswi Teknik


Posting ini menyambut tahun ajaran baru. Saya sebagai mahasiswi teknik yang sudah setengah jalan ini sedang ingin berbaik hati membagikan serba-serbi mahasiswi teknik (jurusan saya khususunya), buat para maba agar mereka bersiap menghadapi dunia barunya.

Bersiaplah naaaak... Bersiaplaaaaah (?)

Oke, semua serba-serbi ini tak lepas dari rasio cewek banding cowok teknik yang njeglek abis. Hal ini kita sebut dengan pasal satu. Tapi di beberapa jurusan emang nggak senjeglek yang dibayangkan sih.

Jurusan saya juga. Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM (panjang bener namanya). Dulu sebelum ganti nama, masih Jurusan Teknik Elektro, rasionya njeglek pol. Satu angkatan hampir 200 orang paling cewek cuma belasan, engga nyampe dua puluh. Padahal waktu itu juga ada konsentrasi SKI (Sistem Komputer Informasi) atau sekarang ngetren dengan TI (Teknologi Informasi). Pasca dibuka prodi TI sebagai pengotonoman konsentrasi TI, jumlah manusia berkromosom XX nya melonjak. Dari angkatan saya yang 26, kemudian adik angkatan saya 45, terus katanya adik angkatan baru saya ini 50 an. Wow...

Oke, back to topic. Ini dia beberapa hal menarik (menarik?) yang saya alami ketika menjadi mahasiswi teknik:

1. Punya temen cowok banyak

Ini standar banget. Oke, kembali karena pasal satu. Hal ini sudah jelas. Saya yang dari SMA udah punya temen cowok banyak sih fine-fine aja, sampai kadang saya merasa kesel dan bosen hidup di komunitas cowok. Jadinya nggak risih dan cukup tau bagaimana beradaptasi. Cuman, belum tentu semua orang terbiasa dengan komunitas cowok dimana-mana. Efeknya mungkin bisa jadi jaim, sungkan, risih, dan sebagainya dan sebagainya. Untuk itu, bagi kalian yang selama ini ngga pernah hidup di komunitas cowok, mulailah membiasakan diri nak. Ga perlu persiapan khusus sih sebenernya, lama-lama juga biasa -_____________-

2. Jarang ngegosip

That's my favorite point. Alhamdulillah temen-temen cowo saya adalah mereka yang emang gasuka ngegosip. Cowo ngegosipnya apa coba -,-. Dan saya beruntung punya teman-teman yang saling menjaga privasi masing-masing, tapi tetep saling sharing kalo lagi butuh saran. Jadinya kalo ngomongin orang paling juga ngomongin gebetan-gebetan mereka "Si ini gimana? Oh kalo itu?"

3. Menjadi lebih fair melihat perempuan cantik

Adalah efek sering dicurhatin masalah gebetan kali ye, jadinya saya sering kepo cewek cantik. Dan saya lama-lama menjadi objektif melihat kecantikan seorang wanita *apasih* sehingga saya tidak terbesit rasa iri maupun dengki dengan kecantikan mereka. Malah merasa subhanallah ketika melihat ciptaan Allah yang indah ini (?)

Menurut statistik, di jurusan saya lumrah lho cewek kepoin cewek yang cantik, jadi jangan kira saya abnormal ya ._.

4. Masih kena ungkapan Ladies First

IMHO, kalau kita benar menganut emansipasi, ga ada frase ladies first, ataupun apapun yang meringankan perempuan walau minoritas. Teman saya contohnya, dia telat ngumpul laporan praktikum tapi tetep dapet A. Harusnya logikanya dia nggak bisa dapet nilai maksimal kan? Lagi-lagi ini karena pasal satu, si asisten praktikum pria dan teman saya wanita. Saya lupa bahwa jurusan saya miskin wanita.

5. Nggembel ke kampus gak ada yang peduli

Oke, saya merasa bersyukur karena hidup di fakultas Teknik tidak perlu modal fesyen yang banyak. Kaos didobel jaket, plus rok lama, plus jilbab dan flat sudah beres. Nobody care :')

6. Jadi sering olahraga

Say thanks to PORTETI dan TEKNISIADE. Adalah kompetisi olahraga antar keluarga mahasiswa di Teknik (Teknisiade), dan kompetisi olahraga antar angkatan di jurusan (PORTETI). Karena jumlah wanita yang minim dan tidak semua bersedia untuk berolahraga, mau tidak mau kita yang biasa disuruh-suruh  cukup eksis harus turun menjadi tim dalam pertandingan untuk kategori PUTRI. Sampai dobel-dobel juga. Saya ikut voli, basket, ping-pong -,-. Tapi disamping itu, semenjak kuliah saya jadi sering dapet ajakan jogging, dan olahraga lain yang biasanya diajakin cowok-cowok, yang jarang saya lakukan saat SMA dulu.

7. Be flirted by kakak-kakak angkatan yang ganas

Based on true (and my own) story, para mahasiswi harus bersiap dengan ganasnya para mahasiswa teknik. Percayalah, mereka jarang ngeliat cewek, jadi standar cantik mereka turun. Yang ada yaudah itu yang cantik. Sampai teman saya si Ema punya teori bahwa:

"setiap anak cewek di angkatan ini (angkatan saya - red) pasti pernah digebet minimal satu temen angkatan dan satu kakak angkatan"

So true.

So buat yang gak siap sama kondisi ini pasti keseringan galau di kehidupan kuliahnya. Saya tidak memungkiri bahwa saya adalah salah satu korban ketidaksiapan saya atas keganasan kakak angkatan. Saya yang naif dan masih haha hihi kemudian menjadi gak ngeh ketika dibribik (karena saya pikir biasa saja ketika begini, biasa saja jika begitu..) dan baru panik setelah pembribik ngaku suka. 

Itulah kenapa di blog ini banyak postingan galau pasca saya kuliah -,-

Tapi yang mengalami ini gak cuma saya weeeek, even temen sejurusan saya yang di kamar kosnya tertulis besar-besar "NO TIME FOR BOY" akhirnya luluh pada seorang mahasiswa teknik. Jadi kesimpulannya, kalo emang gak berminat punya pasangan dari sesama teknik, atau tidak ingin dibribik, pasang casing hati yang kuat banget eaaa, biar  enggak galawwwww........

Positifnya ada sih sebenernya, saya jadi belajar manajemen hati. Gimana rasanya menderita dan how to cure that, gimana rasanya be flirted dan menghandle perasaan agar tidak terjerumus lebih dalam kalo emang gak pengen, dan gimana caranya berdamai dengan keadaan.

Coba deh saya kuliah di psikologi, gak bakal ngerasain begituan karena pasti kalah pamor sama mahasiswinya yang lebih aduhai :">

Hahahaha... That's all. Mungkin akan ada sambungannya kalo saya sudah menamatkan setahun atau dua tahun lagi belajar disini. Atau mungkin teman-teman ada yang mau nambahin? Ini just IMHO lho ya, apa yang terjadi di sekitar saya. Mungkin berlaku di lingkungan teman-teman, mungkin juga gak berlaku sama sekali --"


Ini ceritaku, apa ceritamu? :p
7 Responses
  1. Fanni Irsanti Says:

    No time for boy :3 sepertinya aku tau dikamar siapaa :))
    Dan buat quote ema, aku setuju!!!

  2. Nurvirta Monarizqa Says:

    ^ atas ane mahasiswi teknik dan juga sudah membuktikan wakakaka

  3. Melisa Pramesti Dewi Says:

    he eh he eh, angguk angguk
    tapi di tekim cewek nya lebih banyak dari pada di teti, jadi kalo even olahraga, adalah korbannya haha

  4. fayruzrahma Says:

    ini... artikel ini...
    mewakili suara hati wanita JTETI banget. hahahaha xD

    seangkatanku kayaknya ga nyampe 300 deh..
    cowoknya mungkin 140an, ceweknya 16 :3

  5. Noor Akhmad Setiawan Says:

    Wah, saya kena nih, termasuk ganas berarti, dapat temen seangkatan dan satu dosen pembimbing akademik lagi :D

  6. Nurvirta Monarizqa Says:

    @mbak fay: berarti angkatanku banyak banget :&
    @pak wawan: saya (ninja) saja

  7. Noor Akhmad Setiawan Says:

    Angkatan saya 120, mahasiswinya sekitar 12 orang. 10% kira2

Posting Komentar

abcs