Ping Pong

Pertandingan pertama saya di Teknisiade tahun ini, tenis meja ganda putri. Alhamdulillah nyumbang satu emas :”>

261973_354217264665147_1832237437_n

Kayaknya faktor partner deh, secara Dirta atlet Porprov. Jadi inget Aldrian

“Mon, Dirta itu atlet Porprov lho, kamu atlet apa coba”
“Er.. aku kan… atlet.. por… teti Smile with tongue out

Ngeles abis. Tapi alhamdulillah deh bulan September ini jadi punya prestasi di bidang yang lain Smile with tongue out
Dan faktor pake kaos eMartIndonesia :”>, winner inaicta, semangat winnernya jadi nular ke Teknisiade :”>

541989_354884981265042_673487273_n

Fyi saya juga ikut voli tapi kalah Sad smile tinggal basket aja nih, semoga menang deh. Bulan September ini benar-benar bulan fisik, semoga nggak ngedrop aja deh.

Rampoe

Lebih sering dikenal dengan tari Saman, tapi sebenarnya, Saman ditarikan pria dan tanpa alat musik, dengan tempo yang lebih cepat. Sedangkan yang kami para wanita lakukan dengan iringan gendang ini disebut dengan Rampoe.

Saya nggak akan bahas lebih lanjut tentang Rampoe-nya. Saya cuma pengen cuap-cuap tentang hal yang saya sadari setelah gabung sama SAKA (Sanggar Kesenian Aceh) UGM. Awalnya saya hanya iseng ngikutin kakak angkatan saya, kakak Apiw, tapi ternyata buat saya pribadi, banyak hal yang kemudian saya dapatkan. 

Oke, mulai dari motivasi awal. Motivasi saya sebenarnya hanya dua biji, pertama menormalkan pergaulan (if you know what I mean), dan kedua menormalkan otak. Saya merasa terlalu memforsir otak kiri dan kurang merangsang otak kanan saya untuk berkoordinasi, selain juga melatih motorik saya yang jarang olahraga ini.
Ternyata pilihan saya gabung SAKA emang bener. Saya jadi dapet benefit nomer satu:

1. Saya jadi bisa tahu kalo ternyata otak kanan dan kiri saya agak lemot sinkron barengnya
Ini dibuktikan ketika saya belajar gerakan baru, sebut saja namanya gerakan X *lupa namanya*, gerakan yang diawali dengan satu telapak tangan kiri berkibar. Yang bikin susah adalah karena tempo tangan kanan dan kiri nggak sama! Sumpah susah banget koordinasinya. aaa.... Saya hampir putus asa. Sementara teman-teman saya sudah lancar “berkibarnya” dan lanjut ke tahap berikutnya, saya masih belum bisa maju-maju. Akhirnya dikumpulin dengan sekitar 3 orang lain yang nasibnya sama-sama susah sinkoronin otak untuk diprivat -,-

Well untung saya download video perform SAKA yang ada gerakan supersusahnya itu (in my opinion lhooo). Saya ulang berkali-kali gerakannya sampai kedua tangan yang temponya gak sama ini bisa saling melengkapi ketukannya *wopoh*. Makasih SAKA udah bantuin saya menyinkronkan otak kanan dan kiri, sesuai dengan harapan saya gabung sama kalian.

Terus benefit nomer dua:

2. Bisa merasakan kompetisi, di bidang yang lain
Sebenernya kalo dianalogiin, SAKA UGM itu mirip JKT48 *lebay*, anggotanya banyak, banyak yang semangat, dan rutin. Jadi kalo ketinggalan latihan, pasti ketinggalan gerakan dan bagi saya yang susah sinkron otak gini, harus jatuh bangun buat ngapalinnya. Terus juga, kan kita banyak tawaran tampil, mau nggak mau yang lancar gerakannyalah yang ditawarin tampil, ya kan ya kan.

Imho, dengan begini saya bisa merasakan "kompetisi" di bidang di luar mainstream saya selama ini :)

...... dan ketemu cewek-cewek cantik all around UGM (ninja) ketahuan deh



Petualangan INAICTA – Part 3 (Habis)

Ini adalah part favorit saya karena ada malam penganugerahannya. Yang belum tahu cerita sebelumnya bisa dilihat di Part 1 dan Part 2
 
Saya tanggal 14 sore bersama Mas Us bertolak ke Bogor. Kami ke Gambir untuk kemudian berangkat bareng MSP Jogja yang habis pada naik kereta dari Jogja. Kami naik bis dari EO dan guess what… Perjalanannya 5,5 jam -,- diselani makan sih emang. Melelahkan banget, kami baru sampai Galaxi Resort jam 12 malam. Mandi. Tidur.
 
Besoknya saya bangun, sarapan, terus ikut pertemuan nasional geeks kedua saya dalam pekan ini. Pertemuan geeks nasional pertama for sure INAICTA. Tapi sepertinya rombongan geeks kali ini lebih normal daripada kemarin (haha).
 
beberapa MSP Jogja-Jateng yang kece
 
Oke, dibuka dengan opening speech dari pak Risman selaku kepala DPE Microsoft Indonesia. DPE adalah Departemen yang membawahi kami para MSP. Secara tak terduga isi speechnya adalah tentang developing casual game di Windows 8, hahahahaha…. Kami para MSP yang taunya disini cuma seneng-seneng, langsung speechless ketia Visual Studio dibuka dan demo coding dilakukan. Awkward sekali. Oke no problem, tujuannya baik kok, biar ada aplikasi student Indonesia di Windows Store :’)
 
Second speech dari Pak Irving yang menjelaskan struktur DPE dan fokus Micrososft setahun kedepan, serta dimana saja kami bisa berperan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan proker MSP Regional Jateng oleh Mas Us sang MSP Lead Jateng. Ditaruh di awal biar kami bisa segera balik ke Jakarta. Ohya, di pertemuan ini ketahuan juga beberapa bocoran mengenai Imagine Cup tahun depan yang model lombanya sangat berbeda, no more Software Design. Terus apa dong? Ya nanti tunggu Kick Off nya aja di UGM ;) (malah promosi program). Ada satu materi penting kelewat sih tentang DreamSpark, tapi apa boleh buat harus segera balik ke Jakarta sebelum jalannya ditutup -,-
 
So, saya di Bogor akhirnya cuma buat numpang sarapan. Naik mobil jam 11, perjalanan pulang ditempuh sekitar 4 apa 4,5 jam gitu. Saya baru sekali ini ke Puncak, jadinya baru realize gimana macetnya Puncak waktu Weekend, bikin kaki pegel :&. Sampai di JCC, saya jaga stand dan nyempatin keliling stand lain. Sempat kaget juga ketika realize bahwa banyak nominator di kategori kami yang S2, student sih, tapi…. Ya student ._. sempat jadi minder juga tapi wes lah have fun saja B).
 
beberapa karya dari peserta lain, yang paling saya suka adalah KlungBot dari Teknik Fisika ITB. Awesome.
 
 
Tak lupa, kami berfoto juga dengan peserta SD yang cantik juga tampan :3
 
Sebenarnya sih, melihat banyaknya pengunjung yang interest dengan kami, eMart Indonesia, sempet nyesel juga menjadi sangat polos dengan tidak siap kartu nama dan perencanaan bisnis. PR banget lah buat kami habis dari sini harus segera bikin plan agar at least, eMart Indonesia tidak sekedar menjadi project untuk lomba belaka.
 
Malam penganugerahan pun datang, dibawakan oleh Melanie Putria dan Steni Agustaf di ruang Cendrawasih JCC. Acaranya keren banget, standar penganugerahaan di TV-TV itu lah… untuk nggak pake baju gembel wakakakakak.
 
Dan…. Inilah saat-saat yang paling menegangkan… Pertama dibacakan pemenang untuk kategori SD. Ada special mention, yaitu penghargaan khusus, didapatkan oleh anak yang masih kelas 2 SD tapi sudah ikut INAICTA. Kemudian dibacakan peraih Merit Winner, yaitu tim yang memiliki selisih nilai tidak jauh dari Winner, kemudian baru didapatkan Winnernya. Seseorang anak perempuan yang ternyata tahun lalu juga sudah menang. Super sekali.

Terus kategori SMP. Ternyata pemenangnya adalah anak yang duduk di barisan depan kami. Mereka satu tim berpelukan, kami jadi ikut terharu dan senang :’). Next kategori SMA, pemenangnya juga duduk di barisan depan kami. Atmosfer euphoria mulai menyelimuti ketika melihat mereka begitu senang.

Selanjutnya kategori Tertiary Student (Perguruan Tinggi). Pertama dibacakan nominasi untuk kategori kami, Creative on New Media. Sumpah deg-degan. Saya yang akhir-akhir ini heartless, sebenernya seneng ketika akhirnya bisa merasa deg-degan lagi setelah lama tidak merasakannya. Tambah deg-degan ketika Melanie bilang

“Wah untuk kategori ini pemenangnya hanya ada satu, Winner saja”

It means jarak nilai si winner jauh melampaui kelompok lain. Kami berpandangan dan mulai pasrah. “Yaudah sih kita have fun aja lah yang penting ya…”

“Dan pemenangnya adalah eMart Indonesia”

Sontak detik-detik selanjutnya menjadi saat-saat teremosional dalam hidup saya sebulan terakhir. Kami berteriak histeris tidak percaya kalau kami menang. Menang, iya menang. Mengalahkan tim lain dengan jarak nilai yang jauh. Absolut. Sungguh unpredictable. Saya sangat bersyukur kepada Allah yang sangat baik memberi kami kenikmatan begitu besar. Kami berpelukan dan Trias maju ke depan untuk mewakili kami menerima penghargaan.

 
Undescribable feeling.

Selanjutnya untuk kategori Tertiary Student – Aplikasi. Vina, Mbak Vre dan Mas Us yang duduk di sebelah kami giliran deg-degan. Saya pribadi sih yakin mereka menang dan benar saja, Winner untuk kategori ini adalah Lexipal.


Kami tepuk tangan sekeras-kerasnya dan memeluk Vina – Mbak Vre erat-erat. We Win. Perasaannya sungguh tidak karuan senengnya, mengingat perjuangan yang begitu keras hingga sampai ke sini, berjuang bareng, suka duka bareng, rasanya komplit sekali ketika kami, dua tim dari JTETI, semuanya mendapatkan posisi puncak di kategorinya masing-masing.


A Perfect Victory.

Langsung kami kabari berita bahagia ini ke segala macam kanal komunikasi, dari social media, SMS, telpon dan sebagainya. Haru sekali ketika kami kemudian bisa berdiri di panggung depan, berfoto sebagai winner dan disebutkan bahwa kami adalah student dari Universitas Gadjah Mada. Haru sekali ketika kemudian banyak yang memberi kami selamat dari berbagai media.

foto bareng all winner

But, this is not the end. This is just beginning. Kami akan berangkat ke Brunei besok Desember untuk mengikuti APICTA 2012. Tapi permulaan sebenarnya bukanlah itu, melainkan bagaimana caranya kami mewujudkan produk kami menjadi something real, menjadi sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Cap winner benar-benar menjadi tanggung jawab yang besar. Kehidupan kami yang baru bersama aplikasi kami masing-masing, baru akan mulai setelah ini. Mohon doa dan dukungannya teman-teman :')

 

Nurvirta Monarizqa
Anggota eMart Indonesia - Winner of INAICTA 2012
 
PS: kalau nggak biasa, jangan sekali-kali menggunakan wedges 3 hari berturut-turut untuk jalan jauh dimana hari keempatnya kamu malah jogging muterin Gelora Bung Karno, sangat tidak disarankan

Petualangan INAICTA – Part 2

Ini adalah sambungan dari Part sebelumnya. Untuk episode 2 ini ceritanya akan lebih seru lagi ;)
 
Jumat, 14 September, hari pertama kami pameran, dan kami nggak ikut pembukaan karena baru pada siap jam 10, dan kami jalan ke JCC walau agak muter jauh. Biar hemat beb. Kesan pertama liat stand-stand pamerannya: Keren dan Sopistiketet! Satu stand dapet kursi, meja berlaci, poster dan bonus hiasan. Saya sama Trias sempat itung-itung itu sekitar hampir Rp 200.000,00 lah harganya padahal sekali pakai. Sayang banget, mending buat akomodasiin kami kan ya :/
 
 
Saya sendiri di hari ini tidak banyak ikut jaga stand karena siangnya ada semacam workshop begitu dan sorenya bertolak ke Puncak Bogor, acara Microsoft Summit. Saya suka banget sama workshopnya. Workshop ini dihadiri tiga orang pembicara, yaitu Pak Andreas Raharso, CEO HayGroup Singapore, sebuah perusahaan konsultan bisnis, Pak Sumartok dari Presentonomics yang mengajarkan bagaimana berpresentasi yang benar dan Pak William yang memberi pengarahan bagaimana caranya melakukan valuasi.
 
Pak Andreas menyampaikan materi tentang High Performance Organization. Organisasi dapat terus bertahan ternyata kuncinya bukan pada managemen, tapi pada budaya. Kalau hanya dari segi managemen saja, cukup panggil orang ahli maka managemen beres. Tapi masalah budaya, ini diinisiasi dari pemiliknya. Beliau mencontohkan tiga perusahaan besar yang berhasil karena budayanya
 
1. General Electric (GE)
GE dapat sukses dan berusia panjang hingga lebih dari 100 tahun karena memiliki tiga budaya andalan. Pertama adalah budaya tidak takut salah karena salah adalah proses dari pembelajaran. Kedua adalah teori dan praktek yang tidak pernah dipisahkan, di saat semua orang menganggap “ah itu hanya teori”. GE sangat concern pada riset dan percaya bahwa riset yang baik mendukung kualitas produk yang baik. Terakhir, adalah budaya pendidikan kepemimpinan yang sangat terstruktur. Senior GE diwajibkan untuk mendidik juniornya di GE secara personal. Sampai-sampai, ada seorang senior yang kemudian mengajak sang junior kemana-mana untuk memberi pendidikan, termasuk saat rapat dan saat bekerja. Saat rapat sang junior diajak ke dalam ruangan dan mengetahui segala percakapan yang terjadi, bagaimana sang senior melakukan negosiasi. Saat bekerja, pintu ruang sang senior juga dibiarkan terbuka agar junior dapat melihat dengan jelas bagaimana pola kerja sang senior. Tidak ada yang ditutup-tutupi dan ini efektif mendidik pemimpin yang memiliki karakter GE.
 
2. Google
Marisa Mayer pernah berkata “fokuslah pada produk maka profit akan mengikuti”. Itu pula yang dilakukan oleh Google, tidak meributkan profit dan fokus pada customer. Karena sesungguhnya yang membawa profit pada perusahaan adalah customer, maka fokuslah pada kepuasan customer, maka profit akan mengikuti. Selain prinsip tersebut, Google juga menganut buadaya Keep it Simple. Manajemen by simple rules, karena semakin rumit sistemnya, maka akan semakin susah dalam melakukan kontrolnya. Terakhir, budaya yang dianut Google adalah cinta dengan kesalahan. Karena hanya dengan melakukan kesalahanlah kita jadi tahu mana yang benar. Namun tentu bukan sembarang kesalahan yang bisa dibuat. Buatlah kesalahan yang cepat dan perbaiki dengan cepat pula.
 
3. Toyota
Ada beberapa budaya yang dianut seperti Kaizen yakni continuous improvement, kemudian rendah hati dan Gemba yakni turun langsung melihat kondisi bawahan di lapangan sehingga tidak terjadi miss. Pada dasarnya, apa yang dilakukan tiga perusahaan ini adalah pembelajaran sepanjang hayat. Pak Andreas pun mengakhiri dengan sebuah quotes
 
“Anyone who stops learning is old. Anyone who keeps learning is young. The greatest thing in life is to keep your mind young”
 
Super sekali pak, saya juga setuju.
 
 
 
Selanjutnya adalah presentasi mengenai bagaimana membuat slide presentasi yang baik dari Pak Sumartok.
 
“Everything should be as simple but not simpler, semua hal harus sederhana tapi tidak sepele”
 
yang intinya adalah dalam slide kita, kita harus menampilkan slide yang simple, tidak aneh-aneh, namun tetap berbobot sehingga tidak bisa disepelekan. Untuk itu, ada 3 hal yang harus dijadikan fokus
 
1. Keep it Simple, one slide one point. Jangan pernah membuat orang yang melihat presentasi kita menebak apa isi slide lebih dari tiga detik. Untuk membuat simple, pilihlah kata yang dapat mewakili banyak hal.
 
2. Konten harus memiliki tiga hal ini: start strong, persuasive dan memorable ending
 
3. Desain. Tampilkan solusi bukan dalam bentuk list, jual benefit, highlite dengan size, shape atau color dan organisasi dalam satu slide bisa berupa huruf Z,L atau C terbalik
 
Sebenernya saya pernah baca teor-teorinya di Slideology, dan juga sudah kami terapkan saat membuat presentasi eMart Indonesia yang awesome, tapi ya sudahlah anggap saja pengayaan :))
 
Untuk pak William, saya sudah tidak mengikuti karena ada rumor juri berkeliling ke stand jadi saya panik, buru balik ke stand karena gak ada yang jaga. Sampai sana nggak ketemu juri siapa-siapa. Yaudah sih :/ saya juga sekalian berangkat ke Gambir untuk meneruskan perjalanan ke Bogor :)
 
bersambung ......

Petualangan INAICTA – Part 1

Secara tidak disangka, di pertengahan bulan Agustus 2012 muncul pengumuman membahagiakan ini:
 
 
 
Yes, saya, Ema dan Trias, yang iseng ngirim proyek Gemastik kami tahun lalu ke INAICTA ini ternyata terpilih menjadi nominator. INAICTA sendiri adalah Indonesia ICT Award yang diadakan Kementrian Komunikasi dan Informasi, semacam AMI Award – nya ICT Indonesia gitu, penghargaan tertinggi untuk ICT Indonesia. Menjadi nominator berarti kami harus mempresentasikan karya kami ke Jakarta, untuk kemudian dari 8 nominator dipilih satu tim Winner untuk mewakili Indonesia di ajang APICTA, Asia Pasific ICT Award.
 
Seneng dong, secara ada insiden pindah kategori segala. Awalnya kami apply di kategori Student – Aplikasi. Lalu kami dihubungi panitia bahwa ternyata kami lebih cocok ke kategori Student – Creative on New Media. Secara kategorinya ada banyak banget (17 kategori meliputi kategori Sekolah Dasar hingga professional), dan waktu kami nyubmit formnya mepet (sampe ke warnet segala tengah malem), kami bingung harus masuk kategori mana. Untung aja diarahkan ke jalan yang benar, kalo nggak kami nanti saingan sama Mas Us dan timnya, Lexipal (Mas Us plus Vina plus Mbak Vremita).
 
Jadi ceritanya, dari JTETI UGM kirim dua tim, tim kami sama timnya Mas Us ke final INAICTA. Karena waktu itu jarak antara masuk kuliah dan lomba mepet sekali (secara habis libur lebaran), maka persiapan finansial kami tidak begitu maksimal. Dari fakultas engga bisa dapet duit padahal kami udah pecah anggaran. Untuk keperluan tiket minta jurusan, akomodasi minta fakultas. Yaudah karena ga dapet duit dari fakultas dan ngga mungkin minta ke dirmawa (karena harus h-10), jadilah kami hanya berbekal duit dari jurusan tercinta.
 
Rabu, 12 September 2012 kami berangkat ke Jakarta. Semua sudah kami rencanakan, mau naik apa, nginep dimana. Kami nginep di Green Home Pejompongan, semalemnya Rp 350.000,00 tapi worth it lah, ada TV kabel, air panas, AC, breakfast, dapur, bersih, modern dan sebagainya dan sebagainya. Malam pertama makan disini saya nyoba berhemat dengan makan di warteg. Nasi sayur teri ternyata Rp 5.000,00 haha so much win lah.
 
Keesokan harinya tibalah hari penjurian. Kami kebagian jadwal presentasi jam 10.20 dan Lexipal jam 14.40. Presentasi dilaksanakan di fPod nya fX Sudirman dengan juri rata-rata dari kalangan professional. Suasana presentasinya santai banget, saya jadi menikmati presentasi karena ternyata juri sangat tertarik dengan produk kami. Diskusi pun panjang lebar dilaksanakan dan kami seperti mendapat pencerahan tentang bagaimana kelanjutan produk kami ke depannya. Awalnya karena ini kategori “media”, kami fokus ke fitur saat presentasi. Ternyata banyak pertanyaan juri yang di luar perkiraan seperti “Berapa modal yang kalian butuhkan untuk mewujudkan ini” atau “kalau ini saya beli kira-kira harganya berapa? Satu milyar? Dua milyar” hahahaha…. Di luar ekspektasi sekali…. But overall saya puas dan fun. Sepertinya kami telah berusaha maksimal dan tinggal menunggu hasil terbaik saja. Ohya bagi yang mau liat demo produk kami bisa dilihat di http://demo.emartindonesia.com :) di like juga boleh lhoooo
 
 berbatik saat presentasi, dan kemudian ngalay sebagai pelepas stress habis presentasi, wkwkwk
 
bandingin deh sama kelompoknya Vina - Mas Us - Mbak Vre yang kalem-kalem aja --''
 
Malamnya kami diajak ramah tamah dengan Pak menkominfo kita yang hobi berpantun, Pak Tifatul Sembiring. Beliau berpesan tentang bagaimana seharusnya peran IT, dan kami dalam membangun bangsa.
 
 
 
Sayang detailnya nggak saya catet jadi saya lupa. Habis itu kami foto bareng dan diajak lewat tunnel bawah tanah ke JCC, tempat kami pameran dua hari ke depan. Habis dari JCC apesnya nggak ada Taksi yang mau angkut kami dengan murah. Jadilah kami naik sebuah taksi berenam. Yoi berenam. Harusnya kami gak perlu gini karena awalnya panitia janjiin kami bakal diinapin di fX semalam T__________T ah yowes.
 
bersambung.....

September Ceria

Seperti judul sebuah lagu.

 Yeah, halo Septembeeeeeeeeeeeeer halo kehidupan yang baruuuuuuuu :*

Semester baru, senyum yang baru. Sebulan kemarin saya sempat suram karena sesuatu yang harusnya tidak perlu saya pikirkan terlalu dalam. So sorry karena sebulan kemarin banyakan posting galau nan nggak mutunya daripada posting bermutunya. Mona, hidup kamu terlalu berharga untuk menggalaukan sebiji orang itu. Let you get a better one *sounds theoritical*.

Awal September ini, sudah banyak hal yang harus saya lakukan. Urus Inaicta, urus Gemastik, urus Sagasitas, ada FDK, dan lain-lain yang membuat saya sibuk. But I love this, hidup dengan produktif dan berkontribusi (opoh). Tunggu cerita-cerita bulan September yang HOT ini, yang saya yakin, penuh dengan hal yang ceria dan menyenangkan ;D

Semoga sukses semuanya!


Btw ada yang tau kenapa kita bisa ngimpiin seseorang yang sama setiap harinya? :& #nggakpenting #abaikan




Cheers
Nurvirta, sedang gak mempan bribikan
abcs