Petualangan INAICTA – Part 1

Secara tidak disangka, di pertengahan bulan Agustus 2012 muncul pengumuman membahagiakan ini:
 
 
 
Yes, saya, Ema dan Trias, yang iseng ngirim proyek Gemastik kami tahun lalu ke INAICTA ini ternyata terpilih menjadi nominator. INAICTA sendiri adalah Indonesia ICT Award yang diadakan Kementrian Komunikasi dan Informasi, semacam AMI Award – nya ICT Indonesia gitu, penghargaan tertinggi untuk ICT Indonesia. Menjadi nominator berarti kami harus mempresentasikan karya kami ke Jakarta, untuk kemudian dari 8 nominator dipilih satu tim Winner untuk mewakili Indonesia di ajang APICTA, Asia Pasific ICT Award.
 
Seneng dong, secara ada insiden pindah kategori segala. Awalnya kami apply di kategori Student – Aplikasi. Lalu kami dihubungi panitia bahwa ternyata kami lebih cocok ke kategori Student – Creative on New Media. Secara kategorinya ada banyak banget (17 kategori meliputi kategori Sekolah Dasar hingga professional), dan waktu kami nyubmit formnya mepet (sampe ke warnet segala tengah malem), kami bingung harus masuk kategori mana. Untung aja diarahkan ke jalan yang benar, kalo nggak kami nanti saingan sama Mas Us dan timnya, Lexipal (Mas Us plus Vina plus Mbak Vremita).
 
Jadi ceritanya, dari JTETI UGM kirim dua tim, tim kami sama timnya Mas Us ke final INAICTA. Karena waktu itu jarak antara masuk kuliah dan lomba mepet sekali (secara habis libur lebaran), maka persiapan finansial kami tidak begitu maksimal. Dari fakultas engga bisa dapet duit padahal kami udah pecah anggaran. Untuk keperluan tiket minta jurusan, akomodasi minta fakultas. Yaudah karena ga dapet duit dari fakultas dan ngga mungkin minta ke dirmawa (karena harus h-10), jadilah kami hanya berbekal duit dari jurusan tercinta.
 
Rabu, 12 September 2012 kami berangkat ke Jakarta. Semua sudah kami rencanakan, mau naik apa, nginep dimana. Kami nginep di Green Home Pejompongan, semalemnya Rp 350.000,00 tapi worth it lah, ada TV kabel, air panas, AC, breakfast, dapur, bersih, modern dan sebagainya dan sebagainya. Malam pertama makan disini saya nyoba berhemat dengan makan di warteg. Nasi sayur teri ternyata Rp 5.000,00 haha so much win lah.
 
Keesokan harinya tibalah hari penjurian. Kami kebagian jadwal presentasi jam 10.20 dan Lexipal jam 14.40. Presentasi dilaksanakan di fPod nya fX Sudirman dengan juri rata-rata dari kalangan professional. Suasana presentasinya santai banget, saya jadi menikmati presentasi karena ternyata juri sangat tertarik dengan produk kami. Diskusi pun panjang lebar dilaksanakan dan kami seperti mendapat pencerahan tentang bagaimana kelanjutan produk kami ke depannya. Awalnya karena ini kategori “media”, kami fokus ke fitur saat presentasi. Ternyata banyak pertanyaan juri yang di luar perkiraan seperti “Berapa modal yang kalian butuhkan untuk mewujudkan ini” atau “kalau ini saya beli kira-kira harganya berapa? Satu milyar? Dua milyar” hahahaha…. Di luar ekspektasi sekali…. But overall saya puas dan fun. Sepertinya kami telah berusaha maksimal dan tinggal menunggu hasil terbaik saja. Ohya bagi yang mau liat demo produk kami bisa dilihat di http://demo.emartindonesia.com :) di like juga boleh lhoooo
 
 berbatik saat presentasi, dan kemudian ngalay sebagai pelepas stress habis presentasi, wkwkwk
 
bandingin deh sama kelompoknya Vina - Mas Us - Mbak Vre yang kalem-kalem aja --''
 
Malamnya kami diajak ramah tamah dengan Pak menkominfo kita yang hobi berpantun, Pak Tifatul Sembiring. Beliau berpesan tentang bagaimana seharusnya peran IT, dan kami dalam membangun bangsa.
 
 
 
Sayang detailnya nggak saya catet jadi saya lupa. Habis itu kami foto bareng dan diajak lewat tunnel bawah tanah ke JCC, tempat kami pameran dua hari ke depan. Habis dari JCC apesnya nggak ada Taksi yang mau angkut kami dengan murah. Jadilah kami naik sebuah taksi berenam. Yoi berenam. Harusnya kami gak perlu gini karena awalnya panitia janjiin kami bakal diinapin di fX semalam T__________T ah yowes.
 
bersambung.....
0 Responses

Posting Komentar

abcs