Kompetisi

Lagi pengen nulis ini, sebagai refleksi, dan sebagai sarana untuk ngeles karena IP turun :p

Well.. semester kemaren saya nggak maksimal. Bukannya sombong, tapi saya memang menargetkan nilai sempurna di tiap mata kuliah yang saya ikuti. Bukan kenapa-napa, saya cuman pengen nyaingin temen saya, sebut saja namanya Nuha yang sekarang IPK nya masih 4 -,-

Oke, kegagalan ini kemudian membuat saya tersadar satu hal:

Apa yang kamu cari Nurvirta?

Sejuta orang di dunia lulus dengan cumlaude. Cumlaude dan IP super cumlaude sekarang udah mainstream. 

Apa yang membedakan kamu dengan mereka Nurvirta?

Yang membedakan kamu dengan mereka adalah Prestasi, di bidang yang lain.

Sebut saja IP bagus adalah prestasi di bidang akademis perkuliahan, maka saya harus punya prestasi di bidang lain.

Terus gimana caranya punya prestasi Nurvirta?

Ya ikut kompetisi. Saya termasuk orang yang haus kompetisi karena saya pada dasarnya butuh pacuan untuk maju, walau pada dasarnya setiap manusia pasti ingin lebih terlihat menonjol dibanding manusia lain. Tapi saya butuh pacuan untuk itu. Saya ikut kompetisi apa pun yang memang saya suka dan itu passion saya, semisal lomba lukis (jaman SD), lomba matematika (jaman SMP dan SMA), hingga lomba karya (SMA hingga sekarang kuliah).

Suprisingly, ternyata efek dari kompetisi ini banyak banget untuk hidup saya. Di samping rasa deg-degan dan atmosfernya yang bikin nagih macem putaw, ada beberapa hal yang menjadikan Mona menjadi Mona yang sekarang :)

1. Perasaan untuk terus ingin berkembang
Semakin lama kompetisi semakin sulit, karena tentu lawannya semakin berat juga. Ini membuat kita ingin selalu improve diri agar bisa bersaing dengan yang lain.

2. Tanggung Jawab
Secara kalo kita kompetisi, kadang kita bawa nama, entah nama pribadi, entah nama instansi. Untuk itu pastilah kita harus bisa jaga baik nama tersebut. Ini kerasa banget waktu ikut kompetisi bersuporter macem Teknisiade kemaren. Ada SUTET (Suporter Teknik Elektro dan IT) yang selalu dukung kami. Rasanya spirit nambah dan rasanya nggak pengen banget ngecewain mereka.

3. Percaya Diri
Salah satu mental yang dilatih dari kompetisi adalah percaya diri. Kompetisi membuat kita tidak lagi menjadi katak dalam tempurung yang hanya jago kandang. Kita bisa tahu dunia luar, persaingan di luar. Sekalinya bisa menaklukkan, akan bertambah satu poin kepercayaan diri kita. Pengalaman adalah guru terbaik bukan?

4. Bersyukur
Sering saya dalam kondisi "beruntung" ketika memenangkan pertandingan, padahal menurut saya lawan saya lebih jago. Apa artinya? I'm blessed :) itu yang membuat saya selalu bersyukur bahwa ternyata jago saya nggak cukup untuk memenangkan kompetisi. Pendekatan dengan Maha Pemberi Rejekilah yang menjadikan semuanya menjadi mudah 

5. New Family
Pernah lihat Master Chef? Kalo bilang itu drama (walau mungkin emang ada dramanya, saya nggak tau juga), berarti belum pernah ikut kompetisi dimana kamu harus hidup serumah dengan lawan-lawanmu, yang akhirnya menjadi keluarga barumu. Ya kayak gitu rasanya. Sedih ketika ada yang harus pulang, sedih ketika temennya tinggal dikit dan kamu jadi susah punya temen sharing, tapi positifnya, kita punya komunitas baru. Komunitas yang satu interest, yang terbentuk karena ikut kompetisi. Kita jadi punya banyak kenalan dan link. Siapa tau juga ketemu jodoh waktu kompetisi #eh

6. Membagi Waktu
Berkompetisi membuat kita harus set priority semua kegiatan kita. Saya belajar multitasking juga karena kompetisi. Saya belajar tegas dalam prioritas juga karena kompetisi. Tapi seiring bertambahnya usia kok saya merasa ketegasan membagi prioritas saya mulai menurun ya -___________-

7. Membangun Mental dan Belajar Ikhlas
The best point yang saya dapatkan dari kompetisi. Siapa bilang Mona menang terus? Saya jadi inget dulu ada salah seorang adek kelas saya yang pressing saya karena merasa dia kalah terus sementara saya menang terus. Haha... belum tahu dia.. saya sore tadi juga habis kalah main basket Teknisiade :( sedih, tapi satu hal, saya belajar ikhlas menerima segala keputusan yang terjadi. Di pelatnas, saya sering dapat pressure dari lawan-lawan saya yang membuat saya down. Disitu saya belajar untuk bangkit dan tetep berjuang, nggak peduli apa kata orang (jangan-jangan ini yang bikin saya heartless :/). Di pelatnas juga, saya sering dapet nilai 0, jadi saya nggak shock kalau sekolah atau kuliah kemudian dapet nilai jelek :)) Jadi lebih siap menghadapi segala kenyataan sih intinya.

Haha... pas 7, lucky number 7. Tulisan ini sebenernya terpikir begitu aja setelah seharian merefleksi bulan September. Allah pinter banget membolak-balikkan hati. Agustus saya merasa terpuruk, down se down-downnya karena patah hati (malu juga mengakui kalo Nurvirta bisa patah hati, tapi gapapa, ini bukti kalo saya masih perempuan :">). Andaikan saya nggak pernah ikut kompetisi, saya pasti nggak bakal tau gimana caranya melakukan handover (tsaaah handover) dari kesedihan saya karena pas September saya harus ngerjain beberapa kompetisi. Dan hasilnya saya melewati September dengan sangat bahagia. :) Allah juga tidak akan membolak-balikkan hati tanpa kita yang berusaha duluan membalikkan hati gosong kita ternyata :))

So buat para maba-maba yang galau kuliah mau ngapain, saran saya kejarlah akademik, tapi juga kejarlah prestasi di bidang yang lain, yang kalian suka. Tumbuhlah menjadi diri kalian sendiri, tumbuhlah bersama kompetisi. Gimana caranya?


  1. Mulai dari hal yang kalian suka, mengerjakan sesuatu yang disuka pasti bakal lebih menyenangkan dibandingkan terpaksa :)
  2. Jadikanlah hal yang kalian suka itu menjadi keahlian kalian. Kalian tidak hanya suka, tapi harus ahli disitu. Ahli di suatu bidang tertentu kayaknya lebih baik daripada tau banyak tapi rata. Lebih bagus lagi kalo nganut filosofi huruf T, tahu banyak dan tahu satu yang mendalam
  3. Cari ajangnya. Walau kompetisi belum tentu lomba, tapi lomba terlihat lebih real dalam membangun kompetisi. Ada hadiahnya lagi :))
  4. Kalo bosen, boleh lho nyoba kompetisi yang lain buat refreshing ~

Kalo bisa diamalkan, yakin berguna banget buat mengarungi kehidupan, tsaaaaaaaaah... Karena sejatinya, hidup ini adalah kompetisi yang sebenarnya :)

Selamat berkompetisi sahabat-sahabatku yang super!
1 Response
  1. ザキヤちゃん ^^ Says:

    setuju banget, ngerasa jadi heartless juga, haha. ujung2nya skrg klo ga ada lwongan kompetisi ya cari lowongan kerjaan, ampe dibilangin sama temen, "gila lu workaholic juga ya", or "cewe apa robot sih?". Ayo semangat mengembangkan diri :DD

Posting Komentar

abcs