Movember Part 7: The Lesson

Adalah sambungan dari Movember Part 6. Mau baca yang sebelum-sebelumnya, dari Part 1? Boleh banget lho……

Part kali ini lebih banyak menceritakan pelajaran sih, apa yang saya akhirnya dapatkan setelah 4 hari 3 malam piknik gratis bersama Beasiswa Unggulan ini. Tapi sebelumnya, masih ada beberapa kunjungan yang mau saya ceritakan

NTU, Paling Santai di Singapura

27

Itu yang dikatakan Beny, pelajar Indonesia yang juga mendapat Beasiswa Unggulan untuk belajar di Nanyang Technological University (NTU) atas prestasinya di Olimpiade Astronomi Internasional. Ini terbukti dengan banyaknya ekstrakulikuler yang bisa diikuti di NTU. Adanya poin yang bisa didapatkan ketika menjadi pengurus sebuah ekstra di kampus juga salah satu motivasi mahasiswa di NTU untuk selalu aktif berkegiatan. Kegiatan-kegiatan inilah yang kemudian membedakan mahasiswa NTU dengan universitas lain di Singapura. Lebih have a life. Lebih terasah softskillnya.

Di samping itu, ternyata tidak susah juga bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di sini. Standar masuk yang diterapkan untuk foreigner lebih tinggi dari Singaporean sehingga it’s easy lah mengikuti pelajaran di sini.

 

Merlion, Esplanade, Orchard, Bugis

Selepas dari NTU, kami ke beberapa tempat terkenal di Singapore macam Merlion, Esplanade, Orchard dan Bugis

28

silly poses :))

29

Esplanade

30

Orchard Road, dengan es potongnya yang hanya satu dolar SG

 31

Ke Bugis Street untuk cari oleh-oleh

32

dan akhirnya siap-siap balik Jakarta. Di Changi ini ada hiasan berupa raindrops kaca yang geraknya dinamis dan bagus banget. Saya sama Gilang langsung mikir “iki le nggawe nganggo mikro mesti, tapi port e piro” wkwkwk

Nggak nyangka akhirnya perjalanan saya di Singapur ini berakhir. Banyaaaak sekali yang saya dapatkan dari perjalanan yang hanya 4 hari ini, diantaranya

Be On Time Please

Waktu itu sangat berharga, terasa sangat berharga ketika trip ini banyak tempat yang harus dikunjungi namun karena kurang on time, banyak yang jadi terlewatkan. Seperti kunjungan ke KBRI misalnya, yang harusnya bisa bertemu dengan Pak Suryana akhirnya kami mengecewakan beliau dengan terlambat.

Menjaga ketepatan waktu dalam tim memang tidak mudah. Banyak orang yang harus diurus dan diperhatikan. Cara mudah menanggulangi hal ini adalah menjadi contoh dan saling mengingatkan. Di trip inilah saya belajar on time (hingga sering diberi penghargaan pak Ray sebagai “mbak mapala yang selalu berada di belakang guide”) dan mengajak teman-teman saya (karena kita bepergian dalam kelompok) untuk juga ikut on time.

Responsibility

Mulai dari hal yang sangat sederhana namun kurang terperhatikan, seperti membuang sampah pada sempatnya, greetings (yang sekarang mulai memudar di generasi muda), hingga menghormati teman sekamar mulai dengan hal kecil seperti mandi tidak berlama-lama atau mengembalikan barang yang dipinjam seperti semula. Sama seperti sebelumnya, mulai dari diri sendiri. Analoginya sederhana “Kalo gue nggak pingin lo gituin makanya gue nggak nglakuin itu ke lo” serta “Gue berharap lo begitu ke gue makanya gue punya responsibility ke elo”

Selalu bersyukur dan berbagi

Tak henti-hentinya saya merasa beruntung bisa mengikuti trip yang secara biaya sangat mahal dan secara value experience sangat precious ini secara gratis. Tidak banyak mahasiswa Indonesia yang memiliki kesempatan seperti saya. So, apa lagi yang bisa dilakukan selain bersyukur sepanjang waktu? Konkritnya bagaimana? Dengan share experiences dan knowledges yang didapatkan ini ke teman-teman kita supaya mereka turut mendapatkan pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya hingga akhirnya memberikan manfaat bagi mereka, karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sekitarnya.

Dengan demikian, Movember edisi Titian Muhibahnya TAMAT. Ehtapi Movembernya sendiri masih

Bersambung…

0 Responses

Posting Komentar

abcs