Movember Part 9: Brunei, Jakarta 90-an

Setelah KKL di Movember Part 8, saya melakukan perjalanan membawa nama baik Indonesia (tsaah) yakni APICTA alias Asia Pacific ICT Alliance Award, bertempat di Brunei. Saya disana dari tanggal 1-6 Desember 2012 dan ini berkat dulu saya dan tim pernah menang INAICTA 2012.

Jadi ceritanya, kami berangkat tanggal 1 shubuh pake Royal Brunei ber-40an dari Indonesia terdiri dari student hingga profesional, sebagai tim APICTA Indonesia. Gratis? Endak sih, kalo kami para student alhamdulillahnya dibiayai tapi hanya 2 orang, jadi kami harus pake duit sisa INAICTA buat nambal biaya tambahan peserta sejumlah sekitar $ 955. Ndak minta kampus mon? Dapet sih alhamdulillahnya Rp 1.250.000,00 Smile *semua hal harus disyukuri*

Dan tara… kesan pertama saya ketika sampai Brunei adalah “tempat ini jadul mampuuuss…” wakwakwak… Bahkan ada saya lupa pak siapa gitu yang bilang kalo Brunei ini mirip Jakarta tahun 90-an hahaha ngakak abis.

23

Brunei, dengan penduduk hanya 400.000 jiwa saja, McD nya aja cuma 1 senegara, dan taksi cuma 50 biji, karena orang sana hampir semua punya mobil. Kontras adalah melihat bangunannya yang jadul tapi banyak mobil mewah berkeliaran wkwkw

1

Selama di sana sampai hari H penjurian, kami diberi coaching oleh para coach yang telah ditunjuk mendampingi kami. Ada Bu Carlia, Pak Didik, Pak Eko, Pak Bob, Pak Teddy, Pak Budi,  Bu Sylvi *ada yang kelewat?* Selama coaching ini saya jadi de-javu dulu nganterin Ninda pembinaan nasional ICYS ke Rusia. Pressurenya sama, hehehe. Tapi so far para coach ini baik banget karena usut punya usut, kami ndak diberi uang makan sama kominfo, jadi selama ini mereka-lah yang urunan untuk njajakke kami, juga sewa ruang di hotel untuk nge-coach kami Sad smile padahal honor mereka ndak seberapa dibandingkan dengan uang yang mereka keluarkan untuk kami. Makasih Pak, Bu

Oke, stop melow-ing. Keesokan harinya kami TM ke venue lomba yaitu Empire Hotel and Country Club. Hotel paling bagus se Brunei Raya, tapi tempatnya jauh dari hotel kami, Royal Brunei yang notabene berada di tengah kota. Mencit mampus pokoknya, mana nggak ada angkutan umum kan, jadi kami harus sangat patuh dengan jadwal bus shuttle yang sengaja disediakan gratis oleh panitia untuk mobilitas peserta.

24

Empire Hotel yang luas, megah dan keren abis

3

narsis pas TM, pulang, makan di KFC Mall Yayasan, mall paling ngehits di Bandar Seri Begawan. Tapi saosnya rasanya aneh :$

Tanggal 3, adalah judging hari pertama. Kelompok saya sendiri sebenernya belum maju presentasi, tapi saya ikut ke venue karena saya menjadi asisten untuk pak Soegianto dari dapurmasak.com. Sekalian icip-icip suasana lomba juga, begitu.

4

Malemnya coaching lagi. Tiada hari tanpa coaching lah. Nah. Di hari ketiga ini saya mulai stress mampus. Penyebabnya macem-macem, termasuk di antaranya stress karena disuruh Pak Sarjiya, kemahasiswaan Jurusan waktu itu (sekarang beliaunya jadi Ketua Jurusan menggantikan pak Lukito) ikut seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas yang mana harus bikin karya tulis dan harus dikumpul tanggal 4 alias besoknya padahal sampe tanggal 3 tersebut saya belum bikin apa-apa. Saya sempat mau mundur, tapi saya nggak enak karena posisinya saya nggak pengen mengecewakan jurusan, secara saya diamanahi, bukan saya yang ndaftar sendiri ke fakultas. Galau pangkat tujubelas akar dua.

Dan kemudian suasana tim saya waktu itu jadi nggak enak gara-gara saya yang stress dan gelisah tersebut. Jadi ndak fokus dan saya jadi nyebelin pokoknya Sad smile

Bersambung…

0 Responses

Posting Komentar

abcs