Down and Deep #2

Part sebelumnya ada di sini

Mahasiswa Berprestasi 2013

Saya masih belum mengumpulkan seluruh tenaga kompetisi ketika akhirnya dipanggil mengikuti Seleksi Mahasiswa Berprestasi nya UGM. Fyi, saya sudah terpilih jadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik UGM sehingga harus mewakili Teknik ke tingkat Universitas.

Nggak tepat banget lah momennya, di saat saya masih males dan belum tune in kompetisi lagi, dan di saat saya sedang menjalani program rearrange lifeplan. Oleh karena itu, saya menyebut kompetisi kali ini sebagai kompetisi mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan rasa malas diri sendiri.

Mencari Jati Diri

Saya sadar akhirnya, bahwa sepertinya saya sedang dalam fase mencari jati diri. Sedang dalam fase pengen jadi realistis tapi masih pengen idealis. Saya jadi bimbang, dalam tubuh ini seperti ada dua orang yang selalu bertengkar, membuat saya kemudian jarang jujur pada diri saya sendiri.

Supercamp Mapres

Semua pikiran bahwa saya akan buang waktu, sirna ketika saya mendapat pencerahan di Supercamp Mapres. Allah tau banget lah cara memberi solusi ke hamba-Nya yang lagi galau abis ini, yaitu melalui serangkaian motivasi dan pengalaman yang diberikan dalam Supercamp.

11

Saya perlahan seperti mendapat petunjuk, “kamu harus gini mon, kamu harus gitu” dan perlahan mencoba bangkit dan berdamai dengan diri sendiri. Ini juga tak lepas dari “ramalan mbah Banyu”, jadi ceritanya teman kami dari Psikologi ada yang bisa membaca tanda tangan, maka, dibacalah tanda tangan saya

“kamu sedang dalam masalah yang diakibatkan oleh masa lalu, ada yang belum terselesaikan sehingga rasa bersalahnya terbawa hingga sekarang. Tapi itu bisa kamu tutupi dengan semangat berprestasi yang besar”

Saya bingung, dia beneran cuma baca tanda tangan apa kok tepat jauh dalam sasaran gini ramalannya aahaaaa…

“Terus sarannya apa?”

“Konfrontasi, hadapi dan jangan lari”

Hectic UCrew

Sabtu malam saya sudah pulang karena esoknya akan berangkat ke Jakarta untuk closing UCrew. Sebenarnya saya bisa saja menunggu acara Supercamp Mapres selesai Minggu siang dan pergi ke Jakarta malamnya karena acaranya baru Senin. Tapi, kembali karena saya bokek berat, hal tersebut tidak dapat terlaksana, saya harus hemat, walhasil saya memutuskan untuk ikut rombongan naik mobil. Karena rombongan ini selo banget, kami sering mampir dan baru sampai Jakarta jam 1 malam keesokan harinya –,-

9

Panik adalah ketika saya kemudian dapat SMS bahwa saya lolos 6 besar dan harus presentasi serta melengkapi borang pada hari SELASA which means besoknya. Padahal, rombongan baru pulang malam, mau mampir Pangandaran dan paling baru sampai Selasa siang atau sore. Langsung aktifkan Here City Lens Diana, kolaborasi dengan Maps untuk cari Indomaret terdekat guna beli tiket.

wp_ss_20130422_0003

Ternyata baru tahu pembelian di Indomaret maksimal H-1. Ini membuat saya akhirnya pesan via telepon dan membayar di Indomaret. Selesai, ikut closing, kemudian ke Dufan. Sumpah saya nggak ngeh banget ke Dufan, bukannya nggak mau bersyukur, tapi lagi nggak tenang hati karena banyak yang harus dikerjakan di Jogja

10

bareng Mahen, Qisti, Shaum, Panca, Ryco, kami main mainan-mainan cupu. Sebenernya saya pengen mainan yang agak adrenalin dikit tapi merekanya nggak mau –_____- yaudah sih memang lagi nggak mood main jadinya nggak papa juga mainan yang cupu-cupu. Sekitar maghrib saya cuss ke Stasiun Senen dan kembali ke Jogja.

Fiks 5 hari saya nggak pernah tidur tenang, cukup dan nyaman hahaha…

Final Result

Selasa, seleksi akhir daaaan…

image

As you see, saya bukan wakil UGM. Fail? Dalam target saya, iya :)

Tapi, saya tidak merasa gagal keseluruhan. Saya tahu kapabilitas saya memang hanya mentok disitu untuk saat ini dan Mbak Birrul memang lebih kompeten jauh. Saya inget banget melihat ada sticky notes di laptopnya bertuliskan “Mapres 1 UGM” sebelum beliaunya presentasi dan mulai detik itu saya sangat yakin Mbak Birrul lah pemenangnya Smile. Pesan moralnya, catatlah atau tulislah target kita, nggak usah malu dan minder. Setelah saya telaah, mungkin kegagalan saya selama ini karena saya sering nggak serius dan minder dengan target-target yang saya pasang. Padahal, kalau serius dikit, semuanya bisa tercapai. Yaudahsihmon ahahaaa…

Sekarang tugas saya tinggal membantu Mbak Birrul agar bisa bersinar di Nasional, karena ini akan jadi kerja tim. Saya bersyukur banget walalu nggak menang, bisa berada dalam rombongan KW 1 nya UGM ini, yang multidisiplin dan menginspirasi. Semoga jalinan persaudaraannya terus terjaga Smile

Konfrontasi

Tentang konfrontasi, saya juga akhirnya menyelesaikan masalah mengganjal yang diramalkan Mas Banyu di atas, walau dengan ending yang nggak happy. Fail? Iya, ini termasuk kegagalan. Sedih? Pasti ada sedihnya, tapi, saya yakiiiin banget Allah punya skenario yang lebih indah di balik ini semua. Pasti. Saya tidak mau menyalahkan siapapun disini, mungkin, salahkan egoisme, kenaifan dan oportunitasan diri, jangan salahkan orang lain.

In The End

Melalui post ini, saya minta maaf, kepada siapapun, yang menjadi “korban” dari salah satu proses kehidupan saya ini. Entah yang saya marahin, entah yang kurang saya perhatikan, entah yang saya atosi, entah yang saya jadiin tempat curhat, entah yang saya kecewakan, entah yang kemudian jadi ilfil dan males sama saya. Saya tidak ingin membela diri, terlebih saya punya prinsip “blame myself”. Kalau saya salah, saya pasti minta maaf dan merasa sangaaaaaaaaaaat bersalah.

I’m not perfect at all

Siapapun tidak ada yang sempurna. Di sini saya juga belajar bahwa sebenernya tidak ada orang jahat di dunia, yang ada hanyalah orang dengan pandangannya masing-masing yang berbeda, kalo bedanya terlalu bertentangan, biasa disebut musuh atau jahat. Selama ini, ternyata saya tidak pernah nemu yang benar-benar jahat. Kalaupun toh bertemu orang dan kemudian tidak cocok, itu bukan karena salah satunya jahat, tapi karena berbeda, dan perbedaan ini harus dihargai Smile. Selain itu saya juga belajar bahwa setiap orang berubah, sehingga kali ini saya boleh naif bahwa semua orang pasti berpeluang jadi orang yang baik, lebih baik.

Termasuk saya, mohon doanya.

kesuksesan semata-mata adalah keberuntungan, tanyakan pada kegagalan. Ingat, ada Yang Maha Memberi Apresiasi Smile

-End-

Behind the Scene:

Sebenarnya waktu yang diperlukan untuk menyusun posting ini cukup lama karena saya cukup perfeksionis. Sepanjang waktu tersebut, sebenarnya juga sudah banyak perubahan yang akhirnya terjadi. Di awal menulis, saya memang sedang di puncak-puncaknya resah, tapi siapa tau kalau ternyata selesai menulis ini saya sudah plong karena banyak hal yang kemudian solved dan terselesaikan. Walau, tidak happy ending *usap air mata yang kemudian muncul spontan setelah ngetik kalimat barusan*. Saya juga sudah kemudian mulai menemukan titik terang tentang lifeplan saya yang baru Smile (soalnya beberapa minggu ini saya coba rearrange lifeplan tapi draftnya ganti melulu, belum srek). Semoga teman-teman tidak akan melihat saya sesuram beberapa minggu belakangan ini kalo ketemu saya besok Smile

Down and Deep #1

Masih inget saya punya serial berseri Movember? Oke, jadi ceritanya, serial tersebut telah berhasil membuat banyak fans berdatangan *halah* dan membuat banyak perubahan lah pokoknya, dan ngefek ke image saya di hari-hari selanjutnya.

Image Nurvirta yang keren, selalu sukses, dan berprestasi abis.

Padahal nggak selamanya gitu. Nurvirta juga pernah punya masa-masa down dalam dirinya. Penuh kegagalan dan hal kurang beruntung lainnya, yang mana itu saya alami sekarang.

Nyambung posting sebelumnya, itu sebenernya pengantar tentang apa yang sedang terjadi dalam diri saya sekarang. Saya lagi terlanda *terlandaaaa* tiga macam galau mahasiswa dalam waktu bersamaan, dibumbui bumbu PMS. Tapi seiring waktu, saya ngerasa kayaknya saya udah nggak PMS tapi tetep aja feelingnya nggak enak banget, resah dan khawatir. Saya kemudian merasa, “Kamu butuh pelampiasan, Mon…”. Dan.. itulah kenapa akhirnya saya memutuskan untuk bercerita disini sekarang, ini waktunya Smile

Disclaimer: mungkin setelah baca ini, image teman-teman ke saya akan berubah, kesan teman-teman akan berubah, dan fans-fans saya akan berkurang *apasih* tapi sebodo amat sih. This is Nurvirta, real Nurvirta.

Sumber Segala Sumber

Kisah ini dimulai ketika tahun baru, saya merancang apa-apa saja yang saya ingin lakukan tahun 2013 ini, 4 bulan ke depan dan mulai menyusun bagaimana meraihnya. Semua begitu indah di awal. Saya akan ikut Imagine Cup, KP di NTU Singapore, melanjutkan seleksi Mahasiswa Berprestasi, rejeki lancar, hubungan interpersonal lancar (dalam artian, saya nggak pengen punya masalah sama siapa pun). Semua saya amini.

Imagine Cup 2013

Setahun lalu, saya nggak pernah nyangka akan ikut Imagine Cup 2013. Saya memang Microsoft Student Partner (MSP), tapi saya merasa cupu BUANGET. Selain cupu, saya juga ada di bayang-bayang MSP UGM JTETI yang silsilahnya selalu jadi orang keren: Mas Ferro, Mbak Ninan, Mas Risqi, yang kesemuanya pernah juara Imagine Cup Local Final. Saya? Pesimis mampus. Pesimis tapi punya semacam “beban mental”. Tanpa dinyana, hal inilah yang jadi kekuatan tidak terduga dalam diri saya, untuk melakukan hal-hal di luar dugaan saya sebelumnya.

UCrew

Akhirnya ada opportunity di Microsoft, untuk jadi Windows UCrew, yang mana kerjaannya adalah mengedukasi mahasiswa tentang Windows 8 dan Windows Phone 8. Di sini semua UCrew akan dibekali device Lumia 820 dan Acer Iconia W510.

Tanpa pikir panjang, saya langsung ikut seleksi. Motivasinya cuma satu: biar dapet lumianya, terus bikin aplikasi buat Imagine Cup. Naif sekali bukan. Kurang naif apa coba Nurvirta ini –__-Tapi namanya juga if there is a will there is a way. Saya awalnya ngga lolos, tapi entah gimana ceritanya suatu malam saya ditelpon untuk menggantikan UCrew yang mengundurkan diri. Dengan naifnya lagi, saya anggap ini rejeki, jadi yaudah sih, saya ambil ajah ~

Padahal orang di sebelah saya waktu itu sempat bersikeras menyarankan saya untuk ga ambil job ini, karena sebenernya dalam diri saya juga ragu untuk bisa menjalankan ini dengan sukses, karena ini agak “nggak Nurvirta banget”.

1

Sekarang, kerjaan UCrew saya ini udah selesai Smile apapun hasilnya, saya bersyukur banget bisa jadi UCrew walaupun awalnya saya ragu, karena dengan ini satu achievement saya unlocked: KOMUNIKASI, ngomong dengan orang yang dikenal, nahan malu untuk ditolak, dikira sales lah (padahal saya gak jualan apapun –_-)

Keluar dari Zona Nyaman dan Kolaborasi

Oke, saya dah punya device sekarang. Akhirnya karena “harus memanfaatkan fasilitas yang dipunya” dan “tuntutan bawa nama baik MSP JTETI” tadi, nggak ada alasan lagi untuk ngga ikut. Saya memberanikan diri ikut Imagine Cup 2013. Saya bikin ngajak MSP Ilkom, Yodi, dan akhirnya build tim, yang beranggotakan saya, Yodi, Bagus (ilkom) dan Handi (Pend dokter).

cover

walaupun build team, saya yang waktu itu masih sibuk menyelesaikan tugas UCrew merasa nggak mampu untuk handle tim ini sendirian, akhirnya jabatan manager saya amanahkan ke si Yodi. Bersama tim ini, saya belajar dua hal besar: kolaborasi dan keluar dari zona nyaman. Saya nggak pernah kenal ketiga orang ini sebelumnya, nggak pernah sekalipun bekerjasama. Gambling banget lah. Kami juga nggak satu jurusan, nggak bisa setiap saat ketemu, kayak orang LDR gitu lah *lebay* jadi tantangan banget untuk saya bisa nyaman di dalam tim ini. Beruntunglah akhirnya saya benar-benar nyaman di tim ini :’)

Efek kolaborasi juga luar biasa. Kami bikin Greenaid, aplikasi social media lingkungan dengan platform web dan windows phone 8, yang dibikin dengan cukup ngebut. Baru fokus itu sekitar dua minggu sebelum submisi video. (video kami bisa dilihat di http://vimeo.com/61885581) Bayangin dong. Tapi semua bisa dihandle dengan baik karena pembagian tugas, tanggung jawab masing-masing yang besar atas tugas. I’m surprised berada di antara mereka, dan sangat beruntung karena kami saling dukung dan bantu banget disini. Karena latar belakang yang berbeda juga, banyak ilmu yang bisa saya serap, wawasan saya jadi lebih luas karena akhirnya nggak cuma hidup di situ-situ aja dan berteman sama itu-itu aja Smile

Hackedon

Berbekal submisi video, kami ngga nyangka lolos semifinal, 5 besar dan harus presentasi di Jakarta, padahal, jarak antara pengumuman dan ke Jakartanya itu cuma 5 hari.

wp_ss_20130424_0001

Hackedon lah kami (hackathon, hacking marathon, dan hedon). Presentasilah kami ke Jakarta.

2

Dan… Hasilnya tidak dinyana, kami lolos final :’) hal yang nggak pernah saya pikirkan setahun yang lalu :’)

wp_ss_20130424_0002

Saya bisa dibilang cukup berinvestasi kali ini, saya mengorbankan banyak hal. Saya jadi bokek karena cuti kerja (bener-bener terbokek selama 8 tahun terkahir punya uang sendiri). Terus juga mengorbankan waktu tidur, waktu kuliah, waktu bermain, waktu kumpul keluarga, korban perasaan (karena saya jadi heartless, cuek, seolah-olah mengabaikan bahwa sebenarnya ada yang harus saya perhatikan), korban finansial, dan banyak hal lain. Untuk KP NTU saya misalnya, saya kirim dokumen lansung ke Singapura yang habis ratusan ribu, dan kemudian terlalu percaya diri, yang mana sepertinya tidak akan KKN periode antar semester jika diterima.

Akhirnya, minta doa… yang ternyata mengundang seratus lebih like –_____- :’)

wp_ss_20130426_0002

Dan kemudian menjalani final, 12 April 2013 di Epicentrum Walk Jakarta, setelah sehari sebelumnya mendarat untuk menjajal alat presentasi buat WP, makan malam bareng, nginep di Aston Rasuna yang oke punya, dan hackedon seperti biasa

8

5

Banyak banget pelajaran yang saya dapatkan disini. Bahwa saya bersaing dengan tim-tim yang sangat hebat di seluruh Indonesia. Disitu seketika merasa cupu sih, merasa persiapan sangat kurang :’). Kurangnya dari aplikasi kami juga banyak banget, dari kurangnya testing, dan kesiapan lainnya. Fiks lah habis ini harus ada manajer tim lomba IT di UGM. Tapi bersyukur juga sih karena banyak masukan membangun untuk aplikasi kami dan kemudian membuat kami melihat opportunity yang lebih besar dari sekedar lomba >:)

6

Berkorban, Investing, and, The Result is…

7

Liat wajah saya di bagian pemenang? Nggak kan, hehe…

Yes, tim kami tidak berhasil membawa pulang hadiah apapun, tapi tim UGM lain yakni NextIn Futura berhasil jadi 1st Place di Worldwide Citizenship Competition :) jujur, saya ikut seneng, seperti yang saya statuskan setelahnya

3

Tapi memang tidak bisa dipungkiri saya sempat sedih. Sedihnya kala merasa sebenarnya usaha kami bisa lebih dari ini sehingga bisa achieve more. Terlebih, tanggal 12 itu, adalah tanggal pengumuman KP saya, yang seperti saya tuliskan, saya cukup “njagakke”, namun ternyata hasilnya saya tidak mendapat email apapun hingga pukul 12 malam. Simpulan singkatnya, permohonan KP saya nggak tembus.

Kesimpulanannya malam itu saya combo fail :)

Think Positive

Sebenernya yang namanya manusia, bisa aja saya mengambil pembenaran dengan negative thinking, tapi, saya bersyukuuuuur banget alhamdulillahnya Allah itu masih melindungi otak saya untuk terus berpikir positif atas segala hal yang melanda saya malam itu. Salah satu contohnya adalah

“ah kan NextIn Futura nggak cuma kerja berempat, mereka kerja di tim besar…”

(hehe sori kalih, sonny, syukron, aku pernah diracun begini sama seorang teman yang nggak terima ketika kalian kerja rame-rame sementara aku cuma kerja berempat, padahal akunya sih terima-terima aja :p), saya bisa men-counter dengan

“Ya kan bagus Mon, prestasi UGM, terutama JTETI nambah, orangnya jadi lebih bervariasi nggak cuma itu-itu aja, jadi tanggunganmu bisa dibagi Smile with tongue out. Lagipula usaha mereka juga besar dan sungguh-sungguh, dari yang sering coba dan sering gagal terus jadi pemenang. Rezeki mereka lah itu. Terus juga apa salahnya kerja di tim besar? Bagus kan malah, gimana caranya NextIn manage NextIn Futura bisa jadi referensimu lho kalo kamu pengen ngembangin managemen tim kompetisi IT di UGM Smile

Dan pikiran-pikiran positif tersebut sangat membantu saya untuk kemudian tidak berlarut dalam kesedihan malam itu Smile

“Opportunity + Hard Work + Luck = Success”

bersambung…

PMS

Lagi gatel pengen nulis. Saya sebenernya pengen nulis panjang lebar, karena dua bulan ini saya dapat pelajaran hidup luaaaaar biasaaaaa… Yang mana adalah pelajaran yang saya dapatkan karena saya sedang mencari jati diri saya. Dua bulan terus bertanya “who am I” atau “Nurvirta apa yang sebenarnya kamu cari”. Tapi karena saya perfeksionis, mungkin butuh waktu yang agak panjang untuk menuliskannya, agar pesannya benar-benar tersampaikan.

Anyway, saya bikin blog ini pada mulanya, di posting pertama juga udah curhat sih hahaha… Tapi seiring berjalan waktu, saya tahu, nggak bijak galau di blog karena menyebarkan galau itu perbuatan tercela karena akan merusak generasi muda *apasih* untuk itu saya akan berusaha improving post-post saya, yang walaupun galau, harus disertai dengan pesan-pesan moral agar pembaca tidak terjerumus galau seperti yang saya alami hehehe…

Oke, udah ketauan sebenernya saya mau posting something galau.

Maaf untuk teman-teman, atau siapapun yang melihat saya akhir-akhir ini beda. Gak tau sih keliatan banget apa nggak bedanya hehe, tapi Agusman kerasa :|

Jadi ceritanya, Nurvirta sedang diserang tiga macam galau yang melanda mahasiswa, dalam waktu yang bersamaan: galau akademik (galau kompetisi sebenernya buat Nurvirta), galau finansial (ngga punya duit parah, separah parahnya. Kok ngga minta orang tua Mon? Kalo sering kepo blog ku pasti tau kenapa) dan galau asmara (-_-)

Sebenernya sebagai cewek pemegang prinsip blame myself first dan selalu prepare plan B, tidak susah buat Nurvirta handle ini semua. Buktinya, sampe hari ini kalo ketemu saya, saya masih senyum-senyum aja dan santai (padahal dalam tiga hari ini saya harus ikut supercamp mapres, PPT belum jadi sama sekali, laporan praktikum dikumpul senin belum jadi, padahal minggu malam harus ke Jakarta, belum beli tiket karena nggak sempat dan bokek, padahal lagi, saya belum ngupload hasil kerja saya yang paling lambat hari sabtu, padahal lagi kalo ngga ngupload saya bisa kena denda)

Tapi saya nggak prepare plan Z yakni ketika KETIGA GALAU TERSEBUT DATANG DI WAKTU BERSAMAAN KETIKA SAYA PMS.

Saya mengabaikan faktor Z yang adalah hormon meninggi karena PMS (Pre menstruation syndrom), saya jadi seperti bukan Nurvirta biasanya. Emosi memuncak, puncaknya, marah sama diri sendiri.

Oke, sekian aja sih. Pesan moralnya, selain siapkan plan B, harus ada plan Z untuk worst case. Siapin aja nggak cukup, tapi SIAPKAN dengan BAIK plan Z tersebut, seolah-olah itulah yang terjadi.

Sekarang gimana perasanaanya Mon?

Masih ngganjel hahha…

Bersambung…

abcs