PMS

Lagi gatel pengen nulis. Saya sebenernya pengen nulis panjang lebar, karena dua bulan ini saya dapat pelajaran hidup luaaaaar biasaaaaa… Yang mana adalah pelajaran yang saya dapatkan karena saya sedang mencari jati diri saya. Dua bulan terus bertanya “who am I” atau “Nurvirta apa yang sebenarnya kamu cari”. Tapi karena saya perfeksionis, mungkin butuh waktu yang agak panjang untuk menuliskannya, agar pesannya benar-benar tersampaikan.

Anyway, saya bikin blog ini pada mulanya, di posting pertama juga udah curhat sih hahaha… Tapi seiring berjalan waktu, saya tahu, nggak bijak galau di blog karena menyebarkan galau itu perbuatan tercela karena akan merusak generasi muda *apasih* untuk itu saya akan berusaha improving post-post saya, yang walaupun galau, harus disertai dengan pesan-pesan moral agar pembaca tidak terjerumus galau seperti yang saya alami hehehe…

Oke, udah ketauan sebenernya saya mau posting something galau.

Maaf untuk teman-teman, atau siapapun yang melihat saya akhir-akhir ini beda. Gak tau sih keliatan banget apa nggak bedanya hehe, tapi Agusman kerasa :|

Jadi ceritanya, Nurvirta sedang diserang tiga macam galau yang melanda mahasiswa, dalam waktu yang bersamaan: galau akademik (galau kompetisi sebenernya buat Nurvirta), galau finansial (ngga punya duit parah, separah parahnya. Kok ngga minta orang tua Mon? Kalo sering kepo blog ku pasti tau kenapa) dan galau asmara (-_-)

Sebenernya sebagai cewek pemegang prinsip blame myself first dan selalu prepare plan B, tidak susah buat Nurvirta handle ini semua. Buktinya, sampe hari ini kalo ketemu saya, saya masih senyum-senyum aja dan santai (padahal dalam tiga hari ini saya harus ikut supercamp mapres, PPT belum jadi sama sekali, laporan praktikum dikumpul senin belum jadi, padahal minggu malam harus ke Jakarta, belum beli tiket karena nggak sempat dan bokek, padahal lagi, saya belum ngupload hasil kerja saya yang paling lambat hari sabtu, padahal lagi kalo ngga ngupload saya bisa kena denda)

Tapi saya nggak prepare plan Z yakni ketika KETIGA GALAU TERSEBUT DATANG DI WAKTU BERSAMAAN KETIKA SAYA PMS.

Saya mengabaikan faktor Z yang adalah hormon meninggi karena PMS (Pre menstruation syndrom), saya jadi seperti bukan Nurvirta biasanya. Emosi memuncak, puncaknya, marah sama diri sendiri.

Oke, sekian aja sih. Pesan moralnya, selain siapkan plan B, harus ada plan Z untuk worst case. Siapin aja nggak cukup, tapi SIAPKAN dengan BAIK plan Z tersebut, seolah-olah itulah yang terjadi.

Sekarang gimana perasanaanya Mon?

Masih ngganjel hahha…

Bersambung…

0 Responses

Posting Komentar

abcs