Lead

Lagi hektik dan kemudian terbesit untuk menulis ini sebagai "liburan" :))

Jadi ceritanya, saya terakhir memimpin sesuatu secara bener-bener, seingat saya setahun lalu, waktu saya jadi Koordinator Danus Female Sport 2012. Naaaah... sebenernya di sini saya sempat blunder, dan tau sendiri, namanya Nurvirta, dia gampang trauma. Saya kemudian trauma untuk jadi pemimpin dan memilih untuk jadi follower saja.

Saya sebenernya setelah itu punya beberapa amanah koor, tapi saya nggak ngapa-ngapain alias vakum. Satu karena trauma, dua karena saya sudah lupa cara memimpin itu sendiri. Ketiga, karena dengan naifnya saya berpikir supaya saya tau rasanya jadi anggota dan ngga semaunya sendiri ketika sudah punya "imam" :3

Sampai akhirnya semua berubah ketika negara api menyerang. Saya kehilangan kepercayaan diri saya, karena sesuatu, yang secara implisit sering saya ceritakan di beberapa posting terakhir. Saya sadar bahwa selama ini saya tidak benar-benar "tangguh", saya cuma "sok tangguh", padahal sayanya ngga punya kapabilitas apa-apa sebagai cewek tangguh, orang disentil dikit aja menye dan males. Disitu saya benar-benar tertampar, dan akhirnya demi mengembalikan kepercayaan diri, saya memulai membuka lagi jiwa leadership yang masih tersisa. Lucunya ketika saya mengaktifkan satu kegiatan kepemimpinan saya, entah kenapa banyak "hal lain yang minta saya jadi pemimpin" yang kemudian nyamber :))

Lagi, I'm not perfect at all. Masih banyak kekurangan, tapi semoga ini jadi terapi. Terapi untuk saya bisa perhatian ke orang, terapi untuk bisa peduli, ngga egois, care, berpikir lebih dewasa, tanggung jawab penuh,  take a risk, berinovasi, menjalankan fungsi evaluasi dan tidak sesuka hati lagi. Juga untuk bisa sadar bahwa di dunia ini banyak perbedaan dan kita harus bisa hargai.

Ini juga salah satu awal project yang saya beri nama "Restart Button". Saya sudah dua puluh tahun tapi di bulan-bulan awal menyandang usia ini saya tidak merasa saya lebih dewasa, saya merasa ada yang salah di diri saya. Bak mesin, saya merasa ada gear yang copot atau semacamnyalah sehingga saya kurang bisa menahan diri. "Restart Button" akan menjadi project saya untuk kemudian berubah mengembalikan Mona ke jalan yang benar, istilahnya gitu sih, ahahaha.

Mohon doa, semoga kita selalu diberi kemudahan menjalankan segala sesuatu, dan diberi kemantapan hati agar selalu yakin atas pilihan. Mohon maaf juga saya ucapkan apabila selama ini saya banyak salah ke teman-teman semua, entah di sengaja atau tidak. Maaf. Maaf. Maaf.

Nurvirta.
Restarting.....
2 Responses
  1. maxbreaker Says:

    wuih keren, restart, gak sekalian diformat ulang mon? hehe

  2. yourstruly Says:

    ih aku bgt dulu jd koor malah acaranya ga sido dan malah bikin masalah sama pak dekan.. Wwkwkwkwk.. Njuk trawumaaaa tapi tapi belum nmu restart buttonnya kakak

Posting Komentar

abcs