Soliter

Ditulis dalam rangka “merasa” kesepian.

Pernah gitu saya merhatiin lingkungan saya, yang isinya geek dan nerd.

Yang hobinya nongkrong di lorong. Yang kalo udah ngadep laptop nggak peduliiin kanan kiri. Yang kalo ketemu sapa kaku, jarang basa-basi. Yang jalan sendirian kemana-mana.

“bagiku urusanku, bagimu urusanmu”

Bukan sekali ini sebenernya saya dapat lingkungan macam ini. Dulu jaman pelatnas lebih parah lagi, saya “lebih sendirian”, cewek jarang (bahkan pelatnas 2 ceweknya cuma saya). Saya jadi jarang curhat ke orang, saya jadi pemendam, dan saya merasa nyaman dengan dunia maya saya karena disitulah saya bisa cerita macam-macam. Saya terlatih menyelesaikan masalah saya sendiri, dengan kesoktahuan saya, sering tanpa saran. Toh tiada yang peduli. Itu pikir saya. Tanpa sadar saya jadi soliter, yang…

(1) kalau naik bis cari yang bangkunya dua-duanya masih kosong instead of menuhin yang udah terisi satu; (2) kalo ke mall cari barang enak cari sendiri; (3) kurang bisa share kamar sama orang, pengennya punya kamar sendiri… dan (4)

“Kamu kayak nggak butuh aku, kamu seolah-olah super woman yang bisa meyelesaikan semuanya sendiri'”

Nyata, pernah diucapkan di hadapan saya.

Oke, ini nggak bisa dibiarkan. Di kehidupan nyata, kamu harus sadar Mon, kamu nggak hidup sendiri. Kalo kamu tau kamu nggak hidup sendiri, kamu harus ngapain Mon?

Belajar care.

Murah senyum ke orang, dengerin kalo orang lagi ngomong alias ga sibuk matanya kesana kemari apalagi ke gadget, nanyain kabar, peka lingkungan, jangan egois, jangan semaunya sendiri, tanggung jawab, respect, donate, ngebantu orang, ngingetin temen-temen, perhatikan detail, jangan jadi pelupa, belajar komitmen, banyak mon to do list nya.

Maintain relationship

In general lho, bukan cuma dalam hal masalah “love things” aja. Sama temen lama misalnya, tanyakan kabar, sama keluarga, hadiahi mereka sesuatu spesial, sama kolega kerja, kasih rekomendasi hal yang disuka, sama teman baru, bikin mereka nyaman, sering ajak obrol, terus juga menepati janji, komitmen, tepat waktu, disiplin, tidak mengecewakan,   belajar libatkan orang lain dan mempercayai orang tersebut untuk meringankan pekerjaan kita, banyak mooooon…

People come, people go and people change. Untuk to do all things di atas saya harus berubah dari Mona yang sekarang. Kadang, perubahan kita bisa tidak acceptable untuk beberapa orang di lingkungan lama kita, sehingga kadang urung niat untuk berubah, jadi, kadang juga, kita butuh tempat yang benar-benar baru untuk berubah. Tempat dimana tidak ada yang kenal kita (dan masa lalu kita), tempat dimana kita bisa buat image baru, tempat dimana kita bisa belajar menjadi the real I am, berubah menjadi lebih baik, tapi tetap menjadi diri sendiri.

So that’s why I’m here. Restarting.

Singapore, 8 Juli 2013

1 Response
  1. ザキヤちゃん ^^ Says:

    kecenderungan anak pertama yang tend to be strong in everything and solve every problem hoho~
    ganbarou mon

Posting Komentar

abcs