2014

Pertama-tama, saya harus minta maaf dulu sama blog ini karena sudah saya tinggal sekian lama. Karena sudah ternodai dengan posting-posting galau. Karena sudah tidak lagi update dengan hal-hal kekinian. Yah nggak papalah, anggap saja sebagai bukti kalo Mona pernah alay.

Kalo boleh surhat saya sebenernya udah punya buanyaaaaaaaaaaaak draft untuk blog ini. Cerita KP aja sampe part 10 tapi yang kepost baru berapa haha… Itu semua karena saya biasanya nulis kalo lagi mood, tapi begitu sadar nggak ada foto representatif biasanya saya tinggalin terus males lagi. Begitu seterusnya. Juga, saya sering bingung mau nulis yang mana dulu. Ini dulu apa yang itu, biasanya bingung karena idenya untuk ini tapi waktunya duluan yang itu. Hingga akhirnya malah nggak update sama sekali hahahahahaaa… *tuolong*.

Oleh karena itusaya memutuskan untuk mengisi blog baru saja di http://catatan.ibmon.com. Selain agar hostingnya tidak mubadzir, juga supaya saya semangat lagi menulis karena temanya baru dan temanya juga baru *theme and topic*.

Kembali ke 2014, ini tahun yang super emejing karena buanyak milestones dalam hidup saya tercapai dalam waktu satu tahun saja, contohnya:

KKN – Februari 2014

1[7]

Saya lupa pastinya saya KKN bulan apa sampe apa, yang jelas saya menghabiskan 2 bulan disini, dimana sebulan setelahnya saya harus nikah. Jadi, saya harus curi-curi waktu buat siapin nikah.

Bodohnya, saya disuruh DPL jadi kormanit dan saya nggak bisa nolak.

Saya nggak terima begitu aja sebenernya, saya udah usaha bujukin kakak-kakak Pendidikan Dokter 2008 yang adalah 50% dari tim ini tapi nggak ada yang mau. Dan, saya bukan tipe yang born as leader sedemikian hingga buat saya 2 bulan ini adalah “bulan siksaan” hahaha… Maaf teman-teman SLM 01 atas segala ketidakprofesionalan saya huhu.

Tapi, di sini saya dapet banyak pelajaran. Saya memimpin tim yang 100% anggotanya lebih tua dari saya, tim yang 50% lebih adalah calon dokter, tim yang 4 orang diantaranya mahasiswa asing. Tim yang baru kebentuk seminggu sebelum terjun. Saya belajar 2 hal utama dari sini: sabar dan saling menghargai.

Saya terbiasa hidup dengan “golongan kanan”, tiba-tiba pas KKN ini saya serumah dengan 1 anggota beranak 3 yang hobi mabuk, 2 anggota perokok berat (yang di tengah KKN akhirnya salah satu ketahuan TBC), dan 1 orang supertajir yang huobi banget ngomong dan nyombong. The bestnya, saya juga serumah dengan 1 orang cewek super sabar dan super supel. Dari mereka semualah saya akhirnya belajar “berdamai dengan keadaan” dan menerima realita. Nggak semua orang di dunia ini menjalani hidup dengan path yang sama kayak kita. Kalo dipaksain sama polanya kayak kita, nggak mungkin jadi harmonis. Jadi yang bisa dilakukan adalah menghargai keberadaan mereka dan membuat mereka juga menghargai keberadaan yang lain. Unity in diversity.

Indonesia menganut itu kan ya? Tapi sayang kayaknya akhir-akhir ini yang namanya perbedaan tidak lagi dipandang sebagai suatu hal yang indah.

Nikah – Mei 2014

2

Sampai September 2013, saya nggak pernah kebayang akan nikah Mei 2014 – di usia 21. Jadi bukan cuma kamu yang syok, saya sendiri aja syok kok saya nikah secepet ini hahahahaaa. Bahkan, nikah nggak ada di resolusi 2014 atau 2015 saya. Saya mikirnya nikah habis S2 aja biar nggak repot.

Tapi Allah emang selalu punya rencana-Nya. Saya ketemu pria ini kemudian ngajak nikah, kemudian dia ketemu bapak saya kemudian ngelamar saya. Kemudian kami dan keluarga siapin nikah dan kemudian kita udah nikah aja tau-tau lol. Lengkapnya ada di http://nikah.ibmon.com

Saya harus akui bahwa masa sebelum ini saya sering dibuat tidak produktif oleh pria-pria masa lalu yang sering bikin galau. Di sini saya baru sadar satu benefit besar nikah ketika usia early 20, utamanya buat saya: biar fokus. Usia awal 20 adalah usia super produktif dan transisi antara idealis-realistis. Tapi sayangnya kadang produktivitas tersebut terhambat karena adanya kegalauan-kegalauan yang menerpa, salah satunya asmara. Nggak semua orang terhambat dengan galau asmara sih, tapi sayangnya saya salah satu orang yang iya. Oleh karena itu buat saya, nikah menghapus satu penghambat produktivitas di diri saya.

Ini IMHO loh ya, tiap orang beda-beda. Jangan buru-buru nikah cuman gara-gara nggak mau kalah sama Mona :P. Nikah bukan balapan. Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri :>

MSP Summit – Juli/Agustus 2014

5

Saya sedang kepikiran untuk bikin posting tentang ini, tapi lagi-lagi karena rada perfeksionis jadinya lama eksekusinya lol.

Thanks to Microsoft. Ini kali pertama saya menjejakkan kaki ke benua Amerika. Sekalinya ke amrik, ke kantor Microsoft di Redmond, WA lagi. Singkat cerita, ini adalah MSP Summit pertama. Pesertanya direkomendasikan oleh penanggung jawab program MSP di negara masing-masing, jadi buat saya ini seperti “Surpriseeeee halo Mona kamu dapet hadiah jalan-jalan ke Seattle dan kantor Microsoft”. Setelah mohon-mohon ijin sama suamik akhirnya dibolehin juga hehe.

Di Redmond dan Seattle, kami sekitar 70an MSP dari seluruh dunia ketemu dan dapet banyak pengetahuan baru. Kami juga dikasih kesempatan nonton final Imagine Cup di Seattle. Walau cuma 4 hari, saya harus mengakui ini adalah salah satu perjalanan yang nggak mungkin saya lupakan.

Lulus S1 – Agustus 2014

AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA escape dari Jurusan tercinta wkwkwk.

Empat tahun di JTETI UGM sungguh berharga, dan hampir semua saya dokumentasikan di blog ini jadi silakan kepo :p. Dari jadi maba, ikut Gemastik, INAICTA, APICTA, jadi mapres Fakultas sampe KP di NTU dan ketemu suami. Semua berharga banget-nget.

Thanks UGM :)

Pindah Madison – Oktober 2014

4

Soooo ini adalah alasan kenapa nikah cepet haha soalnya Iib kerja di Epic, Madison (US) per Oktober 2014. Ini kali pertama saya akan hidup lama selain di Jogja. Singapur pernah 3 bulan sih tapi apalah 3 bulan itu.

Tapi karena pernah tinggal agak lama di Singap dan pada dasarnya sudah mandiri finansial sejak SMP, saya tidak begitu merasa kesulitan ketika akhirnya harus benar-benar punya kehidupan sendiri: bebas dari orang tua, decide you own way. Susahnya paling karena dingin aja sih. Saya nulis ini aja di luar –17 derajat celcius HAHAHAHAHA.

Gimana hidup kami di Madison kami dokumentasikan dalam http://catatan.ibmon.com

___________________________________________________

Ya kurang lebih begitulah hidup Mona 2014. Banyak roller-coaster yang terjadi. Saya semakin tua dan semakin bersyukur. Point penting banget tahun 2014 buat saya adalah menghargai perbedaan dan rendah hati. Saya semakin sadar bahwa saya bukan siapa-siapa. Ilmu saya masih kurang dan harus terus belajar makanya nggak boleh show off dan sombong. Tahun depan resolusi saya cuman semoga kami sekeluarga sehat daaaaaaaaaan semoga saya semakin rajin blogging :>

Kalo nggak bisa ngepo saya dari sini coba aja cek-cek http://catatan.ibmon.com siapa tau saya lagi aktif disana.

Love you all :*

Madison, 31 Desember 2014

abcs