MSP Summit - Seattle Part 1

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada kesempatan juga buat nulis ini. Udah didraft lama sebenernya di otak tapi karena sakit M (males) melanda, aku tak bisa berbuat apa-apa ~

Oke jadi ceritanya saya dipilih oleh program manager MSP Indonesia dan mendapat kesempatan untuk mengikuti MSP (Microsoft Student Partner) di Seattle dan Redmond, WA, USA selama 4 hari sebagai perwakilan MSP Indonesia. Buat saya ini seperti "....SURPRISEEEEEEE SELAMAT KAMU MENDAPAT HADIAH LULUSAN JALAN-JALAN GRATIS KE MARKAS BESAR MICROSOFT.."

Gitulah.

Karena seumur hidup saya nggak pernah ngimpi bisa ke One Microsoft Way Redmond yang terkenal itu.



MSP Summit kali ini adalah MSP Summit pertama yang diadakan oleh Microsoft. Bertepatan dengan final Imagine Cup Worldwide, MSP Summit ini dihadiri kurang lebih 70 perwakilan MSP seluruh dunia, ada dari US, Rusia, Serbia, Nepal, Jepang, Singapore, Kanada, Afrika Selatan, Nigeria, Bulgaria, Kazakhstan dan banyak negara lainnya. Jujur ini adalah salah satu pengalaman terbaik selama 21 tahun saya hidup.

Awalnya saya sempat ragu dan galau karena ini bertepatan dengan lebaran. Bisa aja sih kalo saya egois, saya berangkat hari pertama malam dan sampe sana tepat waktu tapi saya statusnya sekarang sudah jadi istri dan harus lebaran di dua tempat. Juga belum tentu tahun depan lebaran di Indonesia. Walhasil akhirnya saya memundurkan berangkat jadi tanggal 29 Agustus malam dan sampai sana 30 Agustus siang, sudah acara hari kedua.

Perjalanan

Rute saya berangkat adalah Jogja - Jakarta - Dubai - Seattle, mostly pake Emirates dan makan waktu 30 jam karena ada delay dari Dubai ke Seattle.

Tapi tak mengapa karena dapet makan cukup (dan halal - Emirates gitu), tidur cukup dan hiburan cukup. Ini baru saya syukuri ketika saya ke Amerika selanjutnya menggunakan maskapai lain *ehem American Airlines* yang servicenya juauuuh kalau dibandingin Emirates hahaa *bukan promo*

Hari Pertama

Sesampainya di Seattle, saya naik shuttle service yang sudah saya booking selanjutnya untuk langsung menuju Building 92 Microsoft di Redmond, soalnya saya telat kan ya. Dan kebetulan sedang berlangsung paparan dari Andrew Parson tentang Game Development.


FYI, building 92 yang jadi tempat Summit ini juga adalah juga tempat Company Store dan showcase building, pokoknya bangunan yang umum dipake untuk acara "umum" antara Microsoft dengan masyarakat awam. Sebagai peserta summit kami kebagian voucher company price buat belanja di Company Store untuk hardware dan software, misal beli Office jadi cuma $10, game jadi cuma $10 tapi sayang seribu sayang karena saya telat dateng, saya dapet kuponnya juga telat sedemikian hingga ngga sempet belanja lama dan puas. Ini yang saya super sesalin kemaren huks.

company store

Selain itu ternyata bangunan di Microsoft ini ternyata nggak kayak kantor di Indonesia pada umumnya yang menjulang tinggi kayak tower, tapi lebih kayak gedung-gedung kotak yang banyak dan terpisah. Mirip banget kayak kampus sehingga karyawan sini nyebutnya "Microsoft Campus". Untuk jumlah bangunannya sendiri juga ada bhuanyaaak dan dinamai pake nomor dari Building 1, Building 2, dst hingga Building 100 lebih dan akan terus berkembang. Kebayang kan ini kantor segede apa. Kayaknya setengah Redmond isinya Microsoft doang deh ahhahaa....

Microsoft Campus, photo by Sage

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Product Showcase Imagine Cup. Disitu kita bisa nyobain aplikasi-aplikasi finalis Imagine Cup dari 3 kategori: World Citizenship, Innovation dan Games. Ada 37 tim yg lolos final, 10 Games, 11 Innovation, 13 world citizenship, 2 Office Challenge dan 1 W8&WP8 Challenge dari seluruh dunia. Seru!


Selesai, kami sekitar jam 8 sore (iya sore, soalnya belom gelap. Summer gitu), balik ke penginapan. Kami menginap di Alder Hall University of Washington (UW).

University of Washington, photo by Sage

Baiknya Microsoft adalah selain memberi kami yang Muslim makanan halal, mereka juga ngasih gift card $40 buat dipake jajan di sekitaran UW, yay! brb stok makanan


Hari Kedua

Di hari kedua ini summit berlangsung sangat seru. Dimulai dari paparan Victoria Grady tentang kekuatan student developers.


Kemudian dilanjutkan dengan favorit saya, Rane Johnson-Simpson salah satu Director Microsoft Research. Saya jadi inget dulu pernah mau ngelamar magang di MS Research juga.

Saya, bu Rane dan Rumee, sahabat karib saya selama di Summit

Bu Rane cerita banyak banget dan utamanya meng-encourage perempuan untuk lebih menonjol di bidang teknologi. Beliau juga kasih banyak bocoran tentang riset-riset di Microsoft. Salah satunya Skype yang sekarang udah bisa translate real-time 6 bahasa (sumber video). Luar biasa ya emang riset di perusahaan besar gini. Saya kagum gimana riset bisa benar-benar diaplikasikan dan dikembangkan, serta dipasarkan, nggak cuma berakhir di paper dan jurnal. Sebutlah Kinect. Kapan ya Indonesia bisa begini ~

Lanjut, ada mbak Valerie dari MS recruiter yang ngasih kami beberapa tips supaya bisa dapet job di perusahaan teknologi yang top.


Ternyata ada 3 hal yang terpenting yaitu Academic records, Leadership, dan Experience. Well ini klasik dan kita udah tau dari mana-mana sih sebenernya :p

Tapi dari paparannya, mbak Valerie juga ngasih beberapa tips praktikal semacem belajar dari banyak belajar dari buku interview... *saya lupa judulnya*, juga jadilah menonjol di lingkunganmu untuk suatu skill tertentu, jadi semisal ada rekruter yang tanya "Di sini siapa yang jago X", temenmu akan merekomendasikan kamu.

Well, tadi saya pernah nyebut kinect kan ya. Sesi selanjutnya membahas tentang Kinect For Windows V2 (yang waktu itu belum keluar) beserta SDK nya (yang waktu itu juga belum keluar).

Dan itu amazing banget.

Banyak banget improvementnya dimulai dari sensor hingga visualisasi. Di akhir, kami mendapat Kinectnya satu-satu, senang X)


Sesi terakhir pada Summit ini adalah YouthSpark dari Yvonne Thomas. Apa itu YouthSpark? YouthSpark adalah sebuah gerakan untuk mengajak teman-teman remaja membuat perubahan dengan teknologi. Para YouthSpark advocate akan berkampanye secara rutin lewat social medianya masing-masing tentang bagaimana caranya menggunakan teknologi dengan efisien dan impactful. MSP masuk di dalamnya, tapi MSP lebih ke student developer di kampus. YouthSpark lingkupnya lebih global.


Selesai, kami dijamu outdooor lunch oleh tim YouthSpark.

sneakpeek Microsoft Campus Redmond yang saya ambil waktu jalan ke tempat lunch

 yay disini lokasinya!

Selesai lunch, karena ini hari terakhir kami di MS Campus Redmond, kami menyempatkan untuk berfoto-foto dan main-main bareng. Seru dan koplak heuheuheu.


Kami lanjut ke tempat Imagine Cup Showcase kemudian pulang sekitar pukul 8 sore. Ya, sore soalnya waktu summer maghribnya jam 22.00 kalo saya nggak salah lupa huahahaha... Ohya btw karena Seattle adalah kota yang cukup besar, kami  sempat mendapati macet juga loh

 

Saya terus makan di kantin hall sebelah. Kantinnya super modern (compare to Indo dan bahkan NTU hahaha) ada makanan halal juga. Selesai makan piringnya dibersihin sendiri dari sampah terus ditaruh ke rolling belt kayak gambar di atas.

Terus saya jalan-jalaaaaaaaaaan ~

3 foto bawah by Sage

Seattle sebagai kota metropolitan menurut saya termasuk kota yang indah. Beda sama Singapur yang emang baru dibangun sehingga desain bangunannya modern nan futuristik, Seattle bangunannya lebih kotak-kotak dan old School, tapi pemandanganya indah didukung dengan keberadan Mount Rainier, danau, laut dan bangunan-bangunan klasik bersejarah. Saya belum ke downtown di dua hari ini, tapi saya sudah jatuh cinta dengan apa yang saya lihat sekarang.

Eits, perjalanan saya tidak cukup sampai disini, bersambung minggu depan yah ;)

Bersambung....
0 Responses

Poskan Komentar

abcs